Ruang santai keluarga.
Dua pasang mata saling menatap antara satu dengan yang lainnya, Tiffany dan Jessica tidak bergeming sejak tadi, duduk saling berhadapan di sebuah kursi menghadap kearah meja persegi empat dimana tidak ada siapapun di sana, seolah-olah semua orang sengaja meninggalkan mereka, memberikan waktu untuk bicara 4 mata.
Tiffany berusaha menetralisir detak jantung dan emosionalisme yang yang jelas tidak baik-baik saja, dia menekan tingkat kesabaran nya dan juga kemarahan nya, tidak ingin menghilangkan sisi elegan dan juga menampilkan arogansi nya yang bisa di anggap gila karena cinta.
Cinta tidak harus membuat mu menggila, kehilangan harga diri atau mempermalukan dirimu sendiri dihadapan orang lain, seperti kata mommy nya Kemarin percayalah pada akhirnya hati paling tahu mereka akan berlabuh kemana bukan? bahkan yang paling tahu rahasia jodoh itu Allah SWT, kenapa manusia harus risau dengan semuanya.
"Maafkan aku"
Jessica bicara, tidak menampilkan sisi dimana dia harus menundukkan kepalanya, dia menatap ke arah Tiffany dengan bola mata berkaca-kaca, tidak paham ada beban apa dibalik bola matanya atau ada rahasia apa yang disembunyikan oleh nya disana.
Tatapan mata tajam nya tersebut tidak pernah berubah, sejak dulu hingga sekarang tidak pernah menampilkan sisi ingin di intimidasi, karakter Jessica yang kuat dan keras sangat berbanding terbalik dengan Tiffany yang lembut dan hangat.
"Jika kata maaf saja cukup untuk diberikan pada para pembuat dosa hingga mereka bebas melakukan perbuatan salah mereka, maka seluruh penjahat di muka bumi ini pasti mendapatkan nya dan bebas melakukan kesalahan kembali lagi dan lagi"
Tiffany bicara cepat, menekan setiap getaran didalam kalimat-kalimat yang di ucapkan nya, dia mencoba bertahan menatap bola mata Jessica, perempuan yang dia anggap seperti saudara kandung nya sendiri tersebut.
Mendengar ucapan Tiffany, Jessica terlihat diam, dia meremas kedua telapak tangan nya yang ada di bawah meja, entah apa yang dipikirkan perempuan tersebut tidak ada yang tahu, emosional seperti apa yang bergelayut di atas kepalanya juga tidak ada yang tahu.
Hingga sejauh ini perempuan tersebut masih memilih diam dan tidak membela diri, hanya berkata maaf jika dia khilaf.
"Aku hanya bisa berkata begitu, sisa nya aku serahkan pada mu Tiff, sebenci apapun kamu pada ku itu bukan masalah, tapi aku tidak bisa tidak mengatakan soal kenyataan pada kamu kemarin sebelum pernikahan digelar, keadaan ku juga tidak dalam keadaan baik-baik saja, anak didalam perut ku membutuhkan seorang ayah dan kamu tidak pantas mendapat kan Sean untuk masa depan mu"
Kalimat datar dan tenang yang diberikan Jessica membuat Tiffany seketika kehilangan kata-kata nya, dia tidak paham bagaimana bisa Perempuan dihadapan nya itu bisa berkata seperti itu, seolah-olah memang dia tidak pantas untuk menikah dengan Sean bagaimana pun caranya.
"Apa kamu pikir yang paling pantas mendapatkan Sean itu kamu?"
Sebaris tanya tersebut meluncur tiba-tiba dari bibir nya, Tiffany tidak bisa menahan kalimat nya.
"Katakan pada ku, apakah aku boleh tetap tinggal di sini setelah pernikahan, atau aku harus tinggal ditempat terpisah dan berkunjung sesekali?"
Jessica tidak menjawab, memilih bicara persolan lain tentang mereka seperti tanpa dosa.
Mendengar ucapan Jessica seketika bola mata Tiffany berkaca-kaca.
"Kau benar-benar benalu, manusia tidak tahu diri yang diberikan banyak kemewahan tapi tidak tahu diri"
Bayangkan bagaimana perasaan Tiffany saat mengatakan nya, Seolah-olah ucapan Jessica memporak-porandakan hati nya.
"Aku bertanya-tanya didalam hati ku selama 1 Minggu lebih ini,apa salah ku pada mu? apakah aku kurang baik? apa mommy memperlakukan kita berdua tidak setara hingga membuat kamu marah dan cemburu? rasanya tidak ada sedikitpun perbedaan yang terjadi di antara kita lalu bagiamana bisa kau.....?"
Sekita rasanya hati gadis tersebut hancur, tanya yang terus bergelantungan di atas kepalanya seketika pecah.
"Kurang baik apa kami pada mu?"
Jantung nya tidak baik-baik saja, gemuruh jantung itu pecah memecah keadaan diiringi air mata Tiffany yang langsung tumpah begitu saja.
"Sejak awal Sean tidak benar-benar mencintai kamu, tidakkah kamu menyadarinya?"
Tiba-tiba saja ucapan Jessica mengejutkan dirinya.
"Dia telah lama mengkhianati kamu, tidak kah kamu merasakan nya?"
Lanjut perempuan tersebut lagi.
"Apa?"
Seketika Tiffany menatap nanar wajah Jessica, air matanya kembali pecah, bibir nya bergetar dan detak jantung nya terdengar semakin kencang.
"Kau bilang apa?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
Bahari Sandra Puspita
jangan2 jessica ini sebenarnya berkorban untuk Tiffany, karena sudah tahu keburukan Sean sejak dulu..
bisa jadi Sean ingin menjebak Tiffany untuk tidur bersama tapi Jessica menukar posisinya untuk menyelamatkan Tiffany..
entahlah, belum kelihatan hilalnya..
biasanya mak othor suka gitu..
tokoh yg awal dikira jahat, malahan sebenarnya korban yg paling tersakiti..
2024-11-11
0
dd
ini kayaknya Jesica tameng buat Tiffany biar g terjerumus dan lebih terluka kalau bersama Sean. jgn2 Sean emang SDH dr Sononya brengsek🤔 may be
2023-10-28
0
Kugy Narisa
whAt.....
SeAn MeNghiAnAti TiffAny SejAK LAma.....
BeneR" BikiN TAmbAh SaKit HAti TiffAny
2023-07-17
0