Bara merebahkan tubuh nya di ranjang empuk nya, ia membuka kacamata nya lalu meletakan nya diatas nakas, ia mengusap wajah nya.. Pikirannya masih tertuju pada saat ia menyatakan perasaan nya lada Ayumi.
Sudah sejak 2 tahun ini Bara selalu memendam perasaan nya. ‘Aku ingin kau bahagia Yum.. Apapun keputusan mu, aku akan menerima nya dengan ikhlas..’ lirih Bara dalam hati.
“Sayang... Malem banget pulang nya..” Tante Melisa datang membawa kan susu jahe untuk Bara, sudah pasti putra nya sangat lelah sekali.
“Iya tadi ada pasien kritis ma.. Jadi kami langsung kerumah sakit dulu,”
“Gimana tadi? Lancar?”
“Lancar.. Tapi, Aku sudah menyatakan perasan ku pada Ayumi Ma.. ”
“Oh ya lalu..” Bara meletakan kembali gelas susu jahe buatan Melisa ke atas nakas.
“Ayumi masih butuh waktu..” Melisa tersenyum sembari mengusap lembut punggung putra nya.
“Wanita memang begitu sayang, meskipun dalam hati nya ia sudah mantap dan siap, tapi tetap saja perlu waktu.. Apalagi luka dihatinya mungkin masih membekas dengan sempurna, tapi sejatinya wanita itu cuma mau lihat perjuangan dan kegigihan kamu mendapatkan nya... Dan yang paling penting, saat hati nya sudah bertaut pada mu, menjaga sebuah hubungan itu lebih sulit dari pada mendapatkan nya, jadi kamu harus siap-siap mulai sekarang.. Godaan dan cobaan akan lebih terjal kedepannya.. Jangan sampai kau membuat kesalahan ketiga yang membuat Yumi benar-benar merasa trauma dengan laki-laki!” ucap tante Melisa memberi nasihat.
“Kalau Ayumi sudah melabuhkan hati nya padaku, aku.. akan selalu membuat nya bahagia Ma..”
“Buktikan saja nak.. ”
“Besok kami akan menghadiri pertunangan Leo dengan Tika Ma.. ”
“Kalian?? Kau dan Ayumi?”
“Iya..”
“Kau mendapat undangan nya?”
“Undangan untuk CEO SDJewelry.. Kebetulan cincin pertunangan mereka perusahaan kita yang tangani.”
“Baiklah.. Mama juga besok pergi.. Nilam yang mengundang mama langsung,”
**
Hari pertunangan
Leo dan Tika sedang bersiap untuk acara peertunangan mereka, malam ini Leo tampil dengan jas berwarna navy, Tika menggunakan warna yang senada dengan belahan dada rendah dan juga belahan rok yang cukup tinggi, hal itu membuat Leo menelan saliva nya kuat, Tika sengaja menggoda Leo dengan dandanan dan model baju seperti itu. Tubuh nya yang memang menonjol dengan sempurna membuat para pria gelenjotan melihat nya.
“Tika.. Apa gaun mu tidak terlalu minim?? ada banyak mata lelaki disana,” bisik Leo pada Tika.
“Tidak mas, toh sebentar lagi perutku akan membesar, aku tidak bisa memakai nya lagi!”
“Maksud nya?”
“Ehhh, enggak.. Maksud aku tuh.. Kalau nanti aku hamil pasti perut ini akan membesar kan, baju-baju seperti ini akan sulit aku pakai lagi..” Ucap nya mengalihkan perhatian Leo, dia merutuki diri nya sendiri yang tidak bisa menjaga lisan nya, untung saja Leo tidak bertanya lebih lanjut, kalau tidak entah bagaimana dia menjelaskan nya.
“Ohh, aku kira kau sudah tahu tes nya..”
“Lusa aku baru tes mas, kalau aku beneran hamil.. Kamu seneng gak?” tanya Tika dengan nada manja, tangan nya sudah ia lingkarkan ke leher Leo.
“Tentu aku senang, aku akan jadi Ayah.. ”
“Sungguh?? tapi aku punya permintaan..”
“Apa itu?”
“Aku ingin kau melupakan Ayumi, demi anak kita!” Tika mulai bergerak aktif menggoda Leo.
”Tika.. Kau jangan menggoda ku, akan butuh waktu untuk kau dandan lagi nanti nya.. Nanti saja setelah acara selesai kita lanjutkan oke..”
“Baiklah..” jawab Tika senang, jelas dia merasa senang, usaha nya untuk menggoda Leo berhasil, lebih mudah dari yang ia bayangkan, sangat jauh berbeda dengan Farhan yang masih kekeh dengan mencintai Ayumi sampai sekarang. Padahal dulu.. Leo terlihat begitu sangat mencintai Ayumi.. Tapi ternyata dikasih service terbaik sedikit saja langsung klepek-klepek, ternyata Leo tipikal pria yang hobi dengan wanita yang berbody aduhai.
Tika keluar dari ruangan dengan menggandeng mesra lengan Leo, ia nampak bahagia dan bangga bersanding dengan seorang Leonard Iskandar. Meskipun ada empat mata elang yang mengawasi gerak gerik nya sedari tadi.
Bu Nilam dan Pak Samba merasa kesal melihat putra nya yang tidak mau mendengar nasehat dari kedua orang tuanya.
“Lihat Pa... Tampilan dari anak itu seperti perempuan malam saja, apa dia tidak malu menampakan lekuk tubuh nya pada semua tamu disini!” gerutu Nilam pada suami nya.
“Papa juga malu Ma.. Selama ini, papa selalu bersih dari gosip miring tentang wanita, tapi lihat putra mu itu.. Apa kata kolega papa jika sudah begini?” imbuh Samba yang juga sama kesal nya dengan istrinya.
“Ma.. Pa..” Sapa Leo pada kedua orang tua nya.
“Iyaa Leo, ayo ikut papa, ada yang mau Papa kenal kan,” Samba mengajak Leo pergi agar tak menempel terus pada Tika.. Leo melepaskan tangan Tika yang masih bergelayut manja di lengan nya, namun seperti nya, Tika enggan melepaskan, apalagi saat ia tahu akan ditinggal berdua dengan calon Ibu mertua nya.
“Sayang.. Aku pergi kesana dulu.. Kau akan ditemani mama disini!” ucap Leo pada Tika.
“Kau ini seperti baru menikah saja Tika, kau kan pernah berumah tangga sebelum nya, jangan bersikap norak ya.. Menempel terus pada Leo..”
“Enggak gitu Ma..”
“Ma?? sejak kapan aku memberi mu izin memanggil ku mama?” Nilam menaikan satu alis nya.
“Kan sebentar lagi saya akan menikah dengan Leo, otomatis saya akan memanggil Ibu dengan sebutan Mama kan?” Tika memasang wajah sedih, agar Nilam iba, tapu justru ia merasa muak dengan tingkah wanita ular seperti dirinya.
“No.. Saya gak sudi dipanggil Mama sama kamu!” protes Nilam, sedari tadi ia sudah geram ingin bicara pada Tika.
“Mama! Tika benar.. Sebentar lagi kami akan menikah, jadi apa salah nya sejak sekarang Tika memanggil sebutan Mama untuk Mama ku?” sergah Leo membela calon istrinya itu.
“Sudah lah Leo.. Itu urusan wanita..Ayo kita kesana, partner bisnis kita sudah menunggu!” Samba menarik paksa tangan anak nya agar segera menjauh dari sana.
“Kenapa sih Ma.. Apa salah saya?” tanya Tika yang masih dengan mode dibuat sesedih mungkin.
“Gak usah drama deh, Kamu kira aku buta gak bisa bedain mana perempuan ular mana yang enggak, coba berkaca sana.. penampilan mu hari ini seperti perempuan murahan tau gak!! Ini hari pertunangan.. bukan buat memberhentikan laki-laki ditengah jalan!!
Kamu sengaja memamerkan bentuk tubuh mu yang besar-besar itu?? dasar gak punya malu.. Kau lihat disana...” Tunjuk Nilam oada seorang perempuan yang baru memasuki ballroom gedung, ”Itu baru perempuan berkelas.. Elegan dan cantik sempurna, tak perlu menampakan aset tubuh nya demi untuk dikatakan cantik!” sambung Nilam lagi.
‘Ayumi?? ngapain di disini, aku dan Leo tidak mengundang nya sama sekali, dan dokter Bara... Apa-apaan mereka!’ umpat nya kesal dibanding-bandingkan dengan Ayumi.
Tika merasa geram dengan perempuan yang melahirkan calon suami nya itu.
“Ma.. Stop ya banding-bandingkan saya dengan mantan tunangan Leo itu, meskipun dia cantik.. Tapi tetap aku lah pemenang nya di hati Leo.. Tolong bangunlah dari mimpi.. Karena dia tidak akan pernah menjadi menantu mu!! aku lah menantu mu sekarang, suka atau tidak suka , kau harus terima .. Mama mertua!” ucapnya dengan senyuman sinis.
“Dasar Licik!!! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggap kamu sebagai menantuku, bagi ku kau itu cuma BENALU yang numpang hidup pada keluarga kami, PAHAM???” Nilam berjalan menjauhi Tika dan akan bersiap menemui Ayumi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Akbar Razaq
Keluarga berkelas apanya.Harusnya di selidiki tuh calon mantu dibelakang spt apa,bukan cuma marah marah gak jelas.
2025-01-09
0
Dewi Nurani
katanya ortu leo gak setuju tapi kenapa ngadain acara tunangan , wah gak bener ini.mah
2024-05-20
0
Bunda Aish
Leo lola 😏 mamanya aja tahu kalau si tikuz ini licik,sirik,jurik 🙊
2023-12-13
0