Leo membuat kursi kebesarannya berputar-putar, sejak pulang dari rumah sakit untuk bertemu dengan Ayumi, pikirannya sudah tidak bekerja secara waras.
Hubungan yang ia bina selama dua tahun ini, hancur tak bersisa.. Tak disangka Ayumi akan memutuskan hubungan mereka begitu saja, hanya karena masalah sekecil ini?
Pov Leonard
Hancur sudah harapan untuk membina biduk rumah tangga bersama Ayumi, gara-gara minuman brengsek semalam, aku harus tidur dengan Tika. Bodoh! kenapa bisa aku bodoh sekali.. Aku merutuki diri ku yang tidak bisa mengatur emosi secara bijak.
Bagaimana dengan Papa dan Mama? mereka pasti akan syock mendengar aku ingin menikahi Tika.
Tok..tok..
Tika masuk dengan membawa paper bag, seperti nya isinya makanan.
“Pak..Apa Bapak sudah makan siang? ini sudah hampir sore, aku lihat sejak Bapak kembali tadi, Bapak belum ada keluar untuk makan siang,” tanya Tika dengan lembut, suara nya begitu mendayu ditelingaku, langsung masuk ke dalam relung hatiku yang memang butuh perhatian. Aku memandang dengan seksama wajah nya, memang.. Ia tak secantik Ayumi.. Tapi body nya jelas jauh diatas Ayumi.. Pikiran ku kembali menari-nari saat tadi malam kami telah menghabiskan malam bersama.
“Ayumi sudah tahu kejadian semalam,” kataku membuka suara.
“Apa Pak?” Tika seperti nya sangat terkejut dengan penuturanku..
“Tadi malam dia kesana dan melihat semua nya,”
“Ya ampun Pak, gimana kalau Ayumi membenci diriku? Aku harus bagaimana Pak?” Tika nampak kalut, aku tahu apa yang dia rasakan, sudah pasti Yumi akan marah padanya.
“Ya jelas dia marah sama kita, bahkan dia memutuskan hubungan kami,”
Tika nampak tak merespon ucapan ku, entah apa yang sedang ia pikirkan,Tika pasti merasa bersalah... Padahal ini semua tak sepenuhnya salah Tika..Ayumi lah penyebab semua nya.
Aku menyentuh pundak Tika, mencoba menenangkan apa yang terjadi.
“Pak.. Aku rela, kalau Bapak menganggap malam tadi tak terjadi apa-apa padaku.. Bapak kembali saja pada Yumi.. Kasihan dia,” Hati ku tercubit mendengar ucapannya, bagaimana aku bisa jadi laki-laki brengsek yang tidak bertanggung jawab. Meskipun Tika seorang Janda, tapi ia masih menarik banyak mata lelaki.. Banyak karyawan ku yang memandang dirinya dengan tatapan haus.
“No Tik! kamu mau aku jadi laki-laki brengsek yang tidak bertanggung jawab? lagian ini bukan salah kamu, Ayumi lah penyebab awalnya, gara-gara dia aku harus meminum minuman setan itu, hingga terjadi hal yang tidak kita inginkan, aku tau.. Kau pssti syock kan.. Tenang lah.. Aku akan menikahi mu secepat nya.” Terang ku pada Tika.
“Tapi pak? bagaimana dengan Pak Samba dan Bu Nilam.. Apa mereka akan menerimaku menjadi bagian dari keluarga Iskandar.. Aku cuma perempuan biasa Pak..”
“Mereka pasti akan setuju.. Ini pilihanku!”
“Bapak yakin?” tanya Tika lagi, seperti nya ia memastikan apakah ucapan ku benar adanya.
“Yakin..Kemari lah.. Jangan panggil aku Bapak lagi, tapi panggil aku Mas atau apapun itu, karna aku calon suami mu!"
Kulihat Tika mengembangkan senyumnya..
Sekarang tinggal bagaimana cara nya aku bicara pada Papa dan Mama.
...----------------...
Tika tersenyum sumringah, usaha nya selama ini tak sia-sia.. Ia berhasil menarik paksa Leo untuk berada disisi nya, keluarga Iskandar begitu hebat, jauh lebih hebat dari keluarga Arbero.
“Kau lihat Ayumi... Bahkan kekasih yang paling mencintai mu sekalipun lari kepadaku, aku penasaran seperti apa raut wajahmu saat melihat ku memakai cincin pertunangan dari Leonard.” Tika tersenyum miring.. Membayangkan wajah sedih Ayumi adalah hal yang paling membahagiakan untuk diri nya.
“Seperti nya aku akan menemui diri nya dirumah sakit.” ucapnya sendiri.
Tak butuh waktu lama untuk Tika sampai dirumah sakit tempat Ayumi bekerja.
Ayumi masih istirahat di brankar rumah sakit, tangan nya masih terpasang infus, disamping nya ada Bara yang selalu mendampingi nya.
“Yum, makan ya.. Ini makanan rumah sakit masih utuh lo dari tadi siang,” bujuk Bara pada Ayumi.
“Gak enak Bar, gue pengen makan Batagor Bandung deh kayak nya,”
“Masih sakit Yum.. Nanti kalau Lo udah sembuh, gue ajak lo makan kesana deh!” Ayumi berdecih, ia kembali memejamkan mata nya pura-pura tidur.
“Haii sahabat terbaikku Ayumi Diwangkara?” Tika datang dan langsung duduk di sofa bed tempat tunggu rumah sakit, memang sekarang Ayumi sudah pindah keruangan rawat yang lebih nyaman.
Gaya nya yang sok kaya itu membuat Bara merasa muak, kenapa masih ada wanita sejahat itu, ia pikir perempuan dengan hati dan pikiran yang licik cuma ada di cerita-cerita fiksi saja, tapi kali ini ia menyaksikan nya secara langsung.
“Untuk apa kau kesini!?” Ayumi menatap malas Tika.
”Aku?? tentu saja akan memberitahukan perihal acara pertunangan ku dengan mantan tunangan mu!” jawab nya pongah, senyum culas selalu melekat di wajah nya.
“Ohh.. Baguslah.. Memang kalian berdua itu pantas!”
“Oh ya... Sayang sekali ya Ayumi.. Semua laki-laki yang mencintaimu pasti akan jatuh kedalam pelukan ku!” Tika tertawa kecil penuh kemenangan.
Yang diharapkan Tika, Kali ini Ayumi akan menangisi nasibnya yang selalu saja dia tikung. Namun Ayumi tak bereaksi seperti itu, Tika merasa sedikit kesal dengan ekspetasi nya.
“Kau kira aku akan menangisi pengkhianatan kalian? yang benar saja!” kini gantian Ayumi yang tersenyum miring. Jika benar Tika berpikiran demikian, dia salah besar.
“Sudah lah Ayumi, aku tahu saat ini kau pasti merasa sangat terluka, menerima kenyataan bahwa Leo berpaling darimu.. Kau tau.. Permainannya diatas ranjang sungguh Wow!!”
“Apa kau tidak malu mengatakan hal seperti itu ?” Bara yang sejak tadi jengah dengan sikap temannya Ayumi angkat bicara juga, menurutnya wanita dihadapannya sungguh tidak tahu malu sama sekali, mengumbar aibnya sendiri dengan bangga.
“Kenapa harus malu.. Aku senang melihat Ayumi menderita!”
“Tika..Tika! Kau pikir aku selemah itu? menangisi laki-laki yang jelas sama menjijikan nya seperti diri mu?? ayolah Tik.. Masih banyak laki-laki diluaran sana, memang laki-laki pengkhianat cocok dengan wanita yang hobi berkhianat seperti mu!"
“Berani sekali kau mengumpat ku Yum, kau pikir kau cantik? laki-laki itu butuh perempuan yang memiliki body bagus seperti aku!”
“Terserah kau saja Tik, pergilah.. Aku ingin istirahat!”
“Aku akan pergi.. Tapi kau harus janji untuk datang ke acara pertunangan ku dengan Leo,”
Ayumi hanya diam tak menjawab ocehan Tika,
“Kalau kau tidak hadir, itu artinya kau belum rela Leo memilihku daripada dirimu!”
Tika pergi dari sana dengan gaya angkuh nya, bahkan hentakan heelsnya masih begitu memekak kan telinga Ayumi.
“Kenapa lo bisa berteman dengan perempuan licik seperti itu sih Yum!” Umpat Bara kesal.
“Dulu dia gak kayak gitu, ternyata itu wajah asli nya, dia gak suka liat gue bahagia!”
“Apa lo gak ngerasa aneh sama kata-kata nya?”
“Maksudnya?”
“Kayak nya Leo dijebak deh sama Tika,”
“Terserah lah Bar, mau dijebak atau enggak, Leo lebih percaya dia kan.. Biarlah.. Mereka berdua memang cocok!" Yumi malas memikirkan hal yang tambah membuat nya sakit. Bara hanya manggut-manggut saja mendengar jawaban Ayumi.
‘Apa itu artinya ada kesempatan untuk ku?’ batin Bara dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
tryssemangat
2024-05-18
1
Rahma Inayah
leo pengacara tapi begok nya kebangetan..ns menangkan kasus yg slh jd benr dan bnr jd salh tp urusan dia gk bs selesaikan...bkn nya selidiki mlh trm aja
2024-01-01
3
Bunda Aish
gimana reaksi pak pengacara ya ketika tahu kalau ternyata dia dijebak si tik-tuk
2023-12-13
0