Pikiran Leo sangat berkecamuk, bahkan didalam mobil pun ia enggan mengatakan sesuatu pada Tika, hanya keheningan yang ada disana. ’Apa semalam Ayumi datang kesana? tapi.. Bagaimana bisa?’
“Sial!” Tika terkejut saat Leo memukul setir kemudinya dengan keras.
“Kenapa Pak?” tanya Tika.
“Apa semalam kau lihat Ayumi datang kesana?”
“Ayumi?? Saya tidak lihat sama sekali Pak, memang nya kenapa?”
“Aku lihat ada heels nya disana, jangan - jangan tadi malam dia melihat kita melakukan itu?? Aaakkhh bagaimana cara nya aku menjelaskan pada nya?” Leo merasa semakin frustasi. Sedangkan Tika, ia menyunggingkan bibir nya.
‘jadi semalam Yumi datang kesana? bagus.. sekali dayu, dua pulau terlampaui!’ batinnya licik dalam hati.
Setelah mengantar Tika ke kantir, Leon langsung menancap gas untuk menemui Ayumi di rumah sakit, ponsel Ayumi tidak bisa dihubungi sejak tadi pagi.
Dengan laju mobil yang sangat cepat, Leo tiba dirumah sakit. Ia langsung menuju ruangan Ayumi. Namun nihil... Dia tidak menemukan sang kekasih disana.
“Suster! Apa kau melihat dokter Ayumi Diwangkara?” tanya Leo pada salah satu perawat disana.
“Dokter Ayumi shift malam Pak, tapi tadi saya mendengar dari Dokter Bara, seperti nya hari ini dokter Ayumi tidak akan datang, beliau demam!”
“Demam? Oke.. Terimakasih!”
Tanpa banyak tanya, Leo langsung bergegas melajukan mobil nya ke apartemen Ayumi yang tak jauh dari rumah sakit. Ia seperti ayam yang kehilangan induk nya. Tadi malam ia begitu garang dan percaya diri menghardik kekasih nya, tapi sekarang ia merasa amat sangat bersalah..
Leo tiba di apartemen Ayumi, berulang kali ia memencet bel, namun tak ada jawaban, ia semakin cemas dengan keadaan kekasih nya.
“Kamu dimana sayang, ayolah Yum.. Buka pintunya!” Sudah hampir setengah jam Leo memencet bel, namun tak ada jawaban sama sekali, terakhir ia memutuskan untuk ke lobi menemuk rechepsionis untuk menelpon kedalam unit apartemen Ayumi.
“Permisi mbak, bisa tolong hubungi unit 234 atas nama Ayumi Diwangkara, bilang saya Leonard Iskandar ingin bertemu.”
“Baik pak, mohon ditunggu sebentar ya?” Rechepsionis itu langsung cekatan mendial nomor telepon di depannya, cukup lama namun seperti nya tak ada jawaban juga.
“Maaf pak, nona Ayumi tidak menjawab teleponnya, bisa jadi beliau sedang tidak ada di dalam!” ucap si mbak Rechepsionis nya.
“Apa kamu yakin? bisa saja dia sedang sakit?”
“Maaf pak, itu sudah diluar wewenang kami!”
Tanpa mengucapkan terimakasih, Leo langsung bergegas pergi dari sana.
“Dimana kau Ayumi!” Leo mulai memijit pelipisnya yang pening, beberapa kali ia juga menyugar rambut nya kebelakang.
“Bara! suster tadi bilang Ayumi sakit, dia mendengar nya dari Bara, aku harus menemui dia sekarang!” Leo memutuskan untuk kembali kerumah sakit, tak membutuhkan waktu lama untuk dia sampai disana.
“Permisi! bisa saya bertemu dengan Dokter Bara ?”
“Bisa Pak, silahkan ikuti saya!”
Leo dan Suster berjalan beriringan menuju ruangan Bara.
“Ink pak, ruangan dokter Bara!”
Ceklekk
“Bara! kau tau dimana Ayumi kan?”
Bara melirik sekilas kearah Leo, ia berusaha setenang mungkin, padahal dalam hatinya ia sangat jijik melihat wajah laki-laki yang sudah berani menyakiti Ayumi.
“Bara jawab aku!”
Pria tampan berkacamata itu berdiri dari tempat duduk nya.
“Untuk apa kau mencari Ayumi?” tanya Bara tenang, ia bicara tanpa melihat Leo sama sekali.
“Pertanyaan bodoh macam apa itu? aku tunangan nya, tentu saja aku mencari tunanganku! cepat katakan dimana Ayumi!!” Leo sudah meninggikan suara nya, ia sudah merasa frustasi mencari Ayumi kesana kemari, tapi kini Bara mempermainkan dirinya lagi.
“Jangan tinggikan suara mu disini Leo! ini bukan kantor mu, perhatikan adab bicara mu itu! soal Ayumi.. Kenapa kau mencarinya padaku, dia tunangan mu kan, kenapa kau mencari nya padaku!” jawab Bara tak kalah sengit, muak sekali ia jika mengingat apa yang dilakukan Leo tadi malam. Susah payah Ayumi kesana, ia tak peduli, meskipun ia sudah merasa lelah dan tidak enak badan, tapi apa.. Leo yang tidak tahu malu ini justru malah bermesraan dengan sahabat tunangan nya diatas ranjang, menjijikan sekali!
“Kau mau mempermainkan aku hah!” Leo sudah mencekal kerah baju Bara, namun Bukannya takut akan dihajar Leo, Bara justru santai menanggapi sikap tempramental nya seorang Leonard.
“Kalau iya memangnya kenapa?”
“Brengsek kau! jangan-jangan selama ini kau ada hati dengan tunangan ku kan, bedebah kau Bara, lagak mu sok jadi temen yang baik, nyatanya... Kau juga suka Ayumi kan??”
Bugh...
Satu pukulan mendarat sempurna di pipi Bara, ujung bibir nya nampak sobek, dan mengeluarkan sedikit darah.
“Kenapa kalau aku suka menyukai Ayumi, dia gadis yang baik, aku rasa dia tidak pantas untuk mu!”
“Ssmakin lama mulut mu semakin kurang ajar Bar, mulai saat ini akan kupastikan dia tak akan mau lagi berteman dengan mu!” ucap Leo percaya diri. Dari dulu ia memang tak menyukai Bara sama sekali. Bara selalu saja menempel kemanapun Ayumi pergi.
“Silahkan saja, aku berani bertaruh apa dia masih menurutimu atau tidak!” jawaban Bara sangat tenang, tapi berhasil membuat Leo gelenjotan.
Tangan Leo sudah mengepal kuat, bersiap hendak menerjang Bara lagi, namun tiba-tiba....
“Turunkan tangan mu dari sana mas!” suara mendayu dari seorang wanita yang sangat ia kenali, mencegah Leo melakukan lebih. Ia menoleh kesamping untuk memastikan siapa yang datang.
“Sayang... Kamu gak apa-apa... Katanya kamu demam.. Aku bolak-balik dari rumah sakit ke apartemen buat nyari kamu, kamu kemana sih sayang.. Aku cemas tau!” Leo datang mendekati Ayumi, ia hendak memegang kening Ayumi, ingin memastikan apakah kekasih nya baik-baik saja. Namun diluar dugaan Ayumi menepis tangan Leo.
Dulu... Saat Leo bersikap manis begini, ia akan bahagia luar biasa, tapi sekarang.. Rasanya ia merasa jijik ingin bersentuhan kulit saja dengan Leo, sakit hati nya terlalu dalam.. Bahkan wajah Ayumi tidak seperti biasanya yang selalu mengulas senyum.. Sorot mata nya sendu.. Wajah nya memang masih sedikit pucat tapi demi operasi siang ini.. Dia urungkan untuk istirahat.
“Sayang... Kamu kenapa? bahkan aku sentuh saja kau sudah tidak mau? kau sudah diracuni apa dengan bedebah ini!” Tunjuk Leo pada Bara, ia yakin pasti semua ini ulah dari Bara.
“Yang bedebah itu kau mas!” Leo mnegernyitkan dahinya, ia bingung.. Kenapa bisa Ayumi yang terkenal sangat lemah lembut berkata kasar seperti itu.
“Aku? apa maksudmu!”
“Ck, sudah lah.. Bara.. Gue kemari mau ngucapin makasih karna tadi malam lo udah kasih tumpangan nginep, dan juga.. thanks juga lo udah kasih paracetamol tadi pagi.. Badan gue udah mendingan.. ”
“Santai aja Yum, gue seneng kok bisa bantuin elo, tapi kenapa lo gak dirumah aja.. Operasi kali ini biar gue yang handle, kan ada dokter Yudha.”
“Ooohhhh... Jadi tadi malam kamu nginep dirumah Bara, pantes aja ya.. Aku cari-cari kamu ke Apartemen, kerumah sakit kamu nya gak ada! ternyata kamu disana! perempuan macam apa kamu yang nginep dirumah laki-laki? aku susah payah seperti orang gila karena khawatir sama kamu, tapi ternyata kamu malah enak-enakan ya sama Bara!”
Bara terbelalak mendengar kata-kata Leo yang menuduh Ayumi seperti itu. Benar-benar laki-laki brengsek! batin nya dalam hati.
“Jaga ucapan mu ya Leoanard Iskandar!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussemsmgar
2024-05-18
0
Bunda Aish
duh Leo,hilang wibawa sebagai pengacara karena panik kesalahan nya diketahui Ayumi
2023-12-13
2
Sandisalbiah
Leo... kamubitu seorang pengacara tp perangainya gak mencerminkan kebijakan tp arogan...
2023-11-30
0