Pov Ayumi
Disepanjang perjalanan rumah sakit, Aku masih memikirkan kata-kata Bara tadi yang dengan spontan menyatakan perasaan nya padaku.
Sesekali aku melihat sekilas kearah laki-laki disamping ku yang sedang fokus menyusuri jalan menuju rumah sakit, baru kusadari kalau wajah nya begitu tampan dan mempesona, terkadang aku berpikir Bara ini sering tidak serius dalam hal apapun, apa tadi dia serius menyatakan perasaannya atau hanya sekedar gurauan saja seperti biasa nya??
Entahlah.. Ada sesuatu yang menggelitik hatiku, apakah aku mulai membuka hatiku untuk seorang Bara?? dengan tempo waktu secepat ini?? Aku baru saja putus dengan tunangan ku, apakah pantas jika aku menerima perasaan Bara saat ini, disisi lain.. Mas Leo pasti akan mencari-cari kesalahan ku jika aku benar bersama Bara.
Tapi, kenapa aku harus memikirkan perasaan nya, kami hanya putus tunangan kan, bukan bercerai..
Aku terhenyak dari lamunan ku saat Bara memberhentikan mobil nya tepat di depan rumah sakit.
‘Astaga.. Fokus Yumi..' batinku dalam hati dengan sedikit senyum melengkung di bibir ku. Konyol sekali!
“Kenapa senyum, jangan berpikiran hal yang aneh-aneh ya Yum, fokus.. Ada pasien gawat darurat, kita harus siap kalau-kalau ada Operasi.” ucap Bara padaku, ternyata dia memperhatikan aku, padahal gara-gara dia juga kan aku begini.
“Iya fokus.” Ku lihat Bara menggeleng-gelengkan kepala nya, mungkin dia merasa aneh dengan tingkah ku, memang di rumah sakit ini dia lah dokter senior nya, sedang aku dengan dokter Yudha ditugaskan dirumah sakit ini bebarengan.
Saat kami tiba di IGD ternyata ada korban kecelakaan 3 orang yang amat sangat parah kondisi nya, kulihat dokter Yudha juga sudah berada disana.
“Dokter Bara, dokter Ayumi... Kita harus operasi masing-masing pasien, ini analisa nya .. Tolong cepat dipelajari, sementara para suster sedang menyiapkan ruangan operasi,” kata Dokter Yudha. Kami langsung menggangguk bersamaan.
“Yum,kamu ganti baju dulu deh.. ”
“Iya Bar..”
Aku berkutat dengan alat-alat operasi selama dua jam.. Entah bagaimana Bara dan Yudha . Karena aku kena bagian mengoperasi bagian kepala yang cukup menyita waktu, ada penggumpalan darah akibat benturan yang keras, dan hal itulah yang membuat aku harus berkonsentrasi penuh.
“Dokter Ayumi.. Operasi nya lancar?”
“Ohhh sudah dok.. Dokter sendiri gimana?” tanya ku pada dokter Yudha yang datang menghampiri ku didepan ruangan operasi 2.
“Aman juga dok.. Mau langsung pulang atau..”
“Langsung pulang kayak nya..”
“Oh ya.. Maaf ini kalau lancang.. Dokter sudah gak sama pengacara Leonard ya?” Aku menyipitkan mataku, darimana dia tahu kalau aku sudah tidak bersama dengan Leo lagi.
“Tahu darimana Dok..”
“Kantor papa saya dapat undangan pertunangan Pengacara Leo dengan seseorang bernama Sartika Utami,” jawab nya lagi.
’Ohh jadi mereka akan menikah.. Baguslah.. Biar gak zina terus-terusan.’ gumam ku dalam hati.
“Iya dok.. Mungkin belum jodoh,”
“Jadi sekarang dokter single dong?”
“Hah! Emm.. Ya begitulah.” aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal. Canggung sekali rasanya, kurasa tatapan dokter Yudha agak beda padaku, tidak seperti biasa nya.
“Mau pulang bareng dok.. Ini sudah malam loh..” tawarnya padaku.
“Enggak usah dokter.. Saya..”
“Dokter Ayumi pulang dengan saya Dok..” Tiba-tiba Bara datang dan langsung menyerobot kata-kata ku.. Haa untunglah Bara datang tepat waktu, kalau tidak entahlah.. Aku bingung harus jawab apa dengan Dokter Yudha.
“Sudah dengan dokter ya.. Saya kira dokter Ayumi pulang sendiri, ya sudah.. Saya pulang duluan ya..”
“Iya dok..”
“Oh iya saya lupa dok, kalau dokter berkenan boleh temani saya datang ke acara pertunangan pengacara Leonard??” Aku melirik ke arah Bara, benar saja.. Ia menatap tak suka pada dokter Yudha yang terus terang seperti itu, sikap Bara yang biasa nya suka usil dan pecicilan.. Berubah jadi agak menyeramkan menurut ku.
Bara berjalan mendekat kearah dokter Yudha, ia menepuk pelan pundak nya.
“Dokter Ayumi akan pergi bersama saya Dok.. Silahkan cari partner lain saja,” jawab nya dengan senyum terpaksa menahan marah, apa benar kau mencintai aku Bar.. Sikap mu yang seperti ini .. entah kenapa membuat aku merasa sangat di cintai..
“Ya ampun dok.. Saya keduluan dokter Bara lagi??” Dokter Yudha nampak kecewa, jika aku akan pergi dengan Bara.
“Ya sudahlah.. Saya pergi dulu..”
Kami berdua memandangi dokter Yudha yang perlahan pergi menjauhi kami. Suasana mendadak jadi canggung lagi. Namun saat aku sedang berkutat dengan pikiranku sendiri tentang bagaimana cara nya memulai pembicaraan diantara kami, Bara langsung menggenggam tangan ku dengan erat dan mengajak ku keluar dari rumah sakit, tanpa sepatah kata pun.
Sesampai nya di mobil Bara langsung membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk kedalam. Saat ini jam sudah menunjukan pukul 12 malam.. Sudah tengah malam.. Papa dan Mama pasti cemas menungguku dirumah, sejak masuk kerumah sakit tadi, aku belum sempat membuka ponsel.
Aku mengeluarkan ponsel dan menelpon mereka.
“Halo Ma..”
(Halo.. Sayang, kenapa kamu belum pulang,)
“Iya maaf Ma.. Tadi ada pasien kecelakaan, jadi aku dan Bara langsung kerumah sakit, tapi ini kami sudah jalan pulang,” jawab ku menjelaskan pada Mama, benar saja mereka pasti mencemaskan aku.
(Yasudah..Hati-hati sayang)
Aku menutup telepon dan meletakan nya kembali dalam tas. Kulihat Bara sedang kembali fokus pada kemudi nya.
Haduhh.. Kenapa aku jadi bingung harus bagaimana??
“Besok acara pertunangan pengacara cabul itu kau temani aku ya Yum.” ucapnya membuka suara.
“Apa kau dapat undangan?”
“Iyaa, aku dapat,”
“Baiklah..” Suasana hening kembali.
Satu menit.. Dua menit...
“Yum...”
“Iya..”
“Soal tadi.. apa kamu marah?” Aku menoleh kearah nya, sesekali ia melihat kearah ku, lalu kembali fokus menyetir.
“Eng-gak sih.. Cuma aku bingung..”
“Kamu gak harus terima perasaan aku Yum.. Aku tulus sayang sama kamu,” ucap Bara sendu, nada bicara nya mencubit hati ku yang seakan tidak adil pada Bara, luka dihatiku memang masih menganga, tapi bukan kah aku juga berhak bahagia??
“Bara.. Aku perlu waktu.. Aku takut kamu sakit hati karena hatiku yang belum siap,”
“Gak masalah Yum.. Aku bakal tunggu kamu sampai siap.. Dan kalaupun akhir nya kamu memang bukan buat aku, aku akan ikhlas, karena aku sadar...Cinta itu gak harus memiliki..” hatiku mencelos mendengar kesiapannya menunggu ku, Bara... Semoga saat hatiku memang terbuka untuk mu.. Semoga kau yang terakhir.. Yang akan menetap, dan berlayar bersama ku.
“Tapi Bar.. Memang nya gak apa-apa besok kamu ngajak aku ke sana, aku gak diundang loh.. Mungkin Tika gak akan pernah ngundang aku,” aku mengganti topik pembicaraan agar tak sungkan.
“Ya gak apa-apa lah...Kan kamu pasangan aku,”
“Tapi aku penasaran, kamu gimana bisa dapet undangan?? Bukannya Leo dulu sensi banget sama kamu ya??”
“Emmm.. Nanti kamu juga tahu sih aku gimana dapat undangan nya,”
Mobil melaju dengan cepat, hingga beberaoa saat kemudian, kami telah sampai dirumah ku .
“Mampir dulu Bar..”
“Gak usah deh Yum, udah malem banget ini kan, gue langsung balik aja ya?”
“Yaudah deh, hati-hati ya..” Aku melambaikan tangan sebelum Bara benar-benar hilang dari pandangan, rasanya malam ini seperti mimpi .. Bara ternyata mencintaiku..?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hem.. sabar sebentar lagi Bara.. krn Yumi masih perlu menata hati...
2023-11-30
0
Kamiem sag
Apa aan ketahuan kalo Bara CEO SD, J??
2023-11-11
1
Eka Wijiastuti
terima bara yum trus jadi orang jangan terlalu baik dan naif
2022-12-16
0