Bab.18 Haruskah sekarang?

Pov Ayumi

Disepanjang perjalanan rumah sakit, Aku masih memikirkan kata-kata Bara tadi yang dengan spontan menyatakan perasaan nya padaku.

Sesekali aku melihat sekilas kearah laki-laki disamping ku yang sedang fokus menyusuri jalan menuju rumah sakit, baru kusadari kalau wajah nya begitu tampan dan mempesona, terkadang aku berpikir Bara ini sering tidak serius dalam hal apapun, apa tadi dia serius menyatakan perasaannya atau hanya sekedar gurauan saja seperti biasa nya??

Entahlah.. Ada sesuatu yang menggelitik hatiku, apakah aku mulai membuka hatiku untuk seorang Bara?? dengan tempo waktu secepat ini?? Aku baru saja putus dengan tunangan ku, apakah pantas jika aku menerima perasaan Bara saat ini, disisi lain.. Mas Leo pasti akan mencari-cari kesalahan ku jika aku benar bersama Bara.

Tapi, kenapa aku harus memikirkan perasaan nya, kami hanya putus tunangan kan, bukan bercerai..

Aku terhenyak dari lamunan ku saat Bara memberhentikan mobil nya tepat di depan rumah sakit.

‘Astaga.. Fokus Yumi..' batinku dalam hati dengan sedikit senyum melengkung di bibir ku. Konyol sekali!

“Kenapa senyum, jangan berpikiran hal yang aneh-aneh ya Yum, fokus.. Ada pasien gawat darurat, kita harus siap kalau-kalau ada Operasi.” ucap Bara padaku, ternyata dia memperhatikan aku, padahal gara-gara dia juga kan aku begini.

“Iya fokus.” Ku lihat Bara menggeleng-gelengkan kepala nya, mungkin dia merasa aneh dengan tingkah ku, memang di rumah sakit ini dia lah dokter senior nya, sedang aku dengan dokter Yudha ditugaskan dirumah sakit ini bebarengan.

Saat kami tiba di IGD ternyata ada korban kecelakaan 3 orang yang amat sangat parah kondisi nya, kulihat dokter Yudha juga sudah berada disana.

“Dokter Bara, dokter Ayumi... Kita harus operasi masing-masing pasien, ini analisa nya .. Tolong cepat dipelajari, sementara para suster sedang menyiapkan ruangan operasi,” kata Dokter Yudha. Kami langsung menggangguk bersamaan.

“Yum,kamu ganti baju dulu deh.. ”

“Iya Bar..”

Aku berkutat dengan alat-alat operasi selama dua jam.. Entah bagaimana Bara dan Yudha . Karena aku kena bagian mengoperasi bagian kepala yang cukup menyita waktu, ada penggumpalan darah akibat benturan yang keras, dan hal itulah yang membuat aku harus berkonsentrasi penuh.

“Dokter Ayumi.. Operasi nya lancar?”

“Ohhh sudah dok.. Dokter sendiri gimana?” tanya ku pada dokter Yudha yang datang menghampiri ku didepan ruangan operasi 2.

“Aman juga dok.. Mau langsung pulang atau..”

“Langsung pulang kayak nya..”

“Oh ya.. Maaf ini kalau lancang.. Dokter sudah gak sama pengacara Leonard ya?” Aku menyipitkan mataku, darimana dia tahu kalau aku sudah tidak bersama dengan Leo lagi.

“Tahu darimana Dok..”

“Kantor papa saya dapat undangan pertunangan Pengacara Leo dengan seseorang bernama Sartika Utami,” jawab nya lagi.

’Ohh jadi mereka akan menikah.. Baguslah.. Biar gak zina terus-terusan.’ gumam ku dalam hati.

“Iya dok.. Mungkin belum jodoh,”

“Jadi sekarang dokter single dong?”

“Hah! Emm.. Ya begitulah.” aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal. Canggung sekali rasanya, kurasa tatapan dokter Yudha agak beda padaku, tidak seperti biasa nya.

“Mau pulang bareng dok.. Ini sudah malam loh..” tawarnya padaku.

“Enggak usah dokter.. Saya..”

“Dokter Ayumi pulang dengan saya Dok..” Tiba-tiba Bara datang dan langsung menyerobot kata-kata ku.. Haa untunglah Bara datang tepat waktu, kalau tidak entahlah.. Aku bingung harus jawab apa dengan Dokter Yudha.

“Sudah dengan dokter ya.. Saya kira dokter Ayumi pulang sendiri, ya sudah.. Saya pulang duluan ya..”

“Iya dok..”

“Oh iya saya lupa dok, kalau dokter berkenan boleh temani saya datang ke acara pertunangan pengacara Leonard??” Aku melirik ke arah Bara, benar saja.. Ia menatap tak suka pada dokter Yudha yang terus terang seperti itu, sikap Bara yang biasa nya suka usil dan pecicilan.. Berubah jadi agak menyeramkan menurut ku.

Bara berjalan mendekat kearah dokter Yudha, ia menepuk pelan pundak nya.

“Dokter Ayumi akan pergi bersama saya Dok.. Silahkan cari partner lain saja,” jawab nya dengan senyum terpaksa menahan marah, apa benar kau mencintai aku Bar.. Sikap mu yang seperti ini .. entah kenapa membuat aku merasa sangat di cintai..

“Ya ampun dok.. Saya keduluan dokter Bara lagi??” Dokter Yudha nampak kecewa, jika aku akan pergi dengan Bara.

“Ya sudahlah.. Saya pergi dulu..”

Kami berdua memandangi dokter Yudha yang perlahan pergi menjauhi kami. Suasana mendadak jadi canggung lagi. Namun saat aku sedang berkutat dengan pikiranku sendiri tentang bagaimana cara nya memulai pembicaraan diantara kami, Bara langsung menggenggam tangan ku dengan erat dan mengajak ku keluar dari rumah sakit, tanpa sepatah kata pun.

Sesampai nya di mobil Bara langsung membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk kedalam. Saat ini jam sudah menunjukan pukul 12 malam.. Sudah tengah malam.. Papa dan Mama pasti cemas menungguku dirumah, sejak masuk kerumah sakit tadi, aku belum sempat membuka ponsel.

Aku mengeluarkan ponsel dan menelpon mereka.

“Halo Ma..”

(Halo.. Sayang, kenapa kamu belum pulang,)

“Iya maaf Ma.. Tadi ada pasien kecelakaan, jadi aku dan Bara langsung kerumah sakit, tapi ini kami sudah jalan pulang,” jawab ku menjelaskan pada Mama, benar saja mereka pasti mencemaskan aku.

(Yasudah..Hati-hati sayang)

Aku menutup telepon dan meletakan nya kembali dalam tas. Kulihat Bara sedang kembali fokus pada kemudi nya.

Haduhh.. Kenapa aku jadi bingung harus bagaimana??

“Besok acara pertunangan pengacara cabul itu kau temani aku ya Yum.” ucapnya membuka suara.

“Apa kau dapat undangan?”

“Iyaa, aku dapat,”

“Baiklah..” Suasana hening kembali.

Satu menit.. Dua menit...

“Yum...”

“Iya..”

“Soal tadi.. apa kamu marah?” Aku menoleh kearah nya, sesekali ia melihat kearah ku, lalu kembali fokus menyetir.

“Eng-gak sih.. Cuma aku bingung..”

“Kamu gak harus terima perasaan aku Yum.. Aku tulus sayang sama kamu,” ucap Bara sendu, nada bicara nya mencubit hati ku yang seakan tidak adil pada Bara, luka dihatiku memang masih menganga, tapi bukan kah aku juga berhak bahagia??

“Bara.. Aku perlu waktu.. Aku takut kamu sakit hati karena hatiku yang belum siap,”

“Gak masalah Yum.. Aku bakal tunggu kamu sampai siap.. Dan kalaupun akhir nya kamu memang bukan buat aku, aku akan ikhlas, karena aku sadar...Cinta itu gak harus memiliki..” hatiku mencelos mendengar kesiapannya menunggu ku, Bara... Semoga saat hatiku memang terbuka untuk mu.. Semoga kau yang terakhir.. Yang akan menetap, dan berlayar bersama ku.

“Tapi Bar.. Memang nya gak apa-apa besok kamu ngajak aku ke sana, aku gak diundang loh.. Mungkin Tika gak akan pernah ngundang aku,” aku mengganti topik pembicaraan agar tak sungkan.

“Ya gak apa-apa lah...Kan kamu pasangan aku,”

“Tapi aku penasaran, kamu gimana bisa dapet undangan?? Bukannya Leo dulu sensi banget sama kamu ya??”

“Emmm.. Nanti kamu juga tahu sih aku gimana dapat undangan nya,”

Mobil melaju dengan cepat, hingga beberaoa saat kemudian, kami telah sampai dirumah ku .

“Mampir dulu Bar..”

“Gak usah deh Yum, udah malem banget ini kan, gue langsung balik aja ya?”

“Yaudah deh, hati-hati ya..” Aku melambaikan tangan sebelum Bara benar-benar hilang dari pandangan, rasanya malam ini seperti mimpi .. Bara ternyata mencintaiku..?

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hem.. sabar sebentar lagi Bara.. krn Yumi masih perlu menata hati...

2023-11-30

0

Kamiem sag

Kamiem sag

Apa aan ketahuan kalo Bara CEO SD, J??

2023-11-11

1

Eka Wijiastuti

Eka Wijiastuti

terima bara yum trus jadi orang jangan terlalu baik dan naif

2022-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Ayumi Diwangkara
2 Bab.2 Selalu Begitu
3 Bab.3 Tolong, menegerti aku mas
4 Bab.4 Awal mula perselingkuhan
5 Tertangkap Basah
6 Bab.6 Kenapa harus terjadi lagi
7 Bab.7 Berkilah
8 Bab.8 Kenapa Mas!
9 Bab.9 Bertemu Farhan
10 Bab.10 Farhan dan Tika
11 Bab.11 Wajah asli Tika
12 Bab.12 Kedatangan orang Tua Ayumi
13 Bab. 13 Tika dan Keluarga Iskandar
14 Bab.14 Ditolak Keluarga Iskandar
15 Bab 15. Perkara Gelang Tulip
16 Bab.16 Leo cemburu
17 Bab.17 Perasaan Bara
18 Bab.18 Haruskah sekarang?
19 Bab.19 Pertunangan Tika dan Leo
20 Bab.20 Pertunangan Tika dan Leo 2
21 Bab.21 Leo kalah Telak
22 Bab.22 Bertemu Laura
23 Bab 23. Kecemburuan Bara
24 Bab.24 Tika hamil
25 Bab.25 Isi hati Farhan
26 Bab.26 Keluarga Iskandar
27 Bab 27. Lamaran keluarga Bara
28 Bab.28 Membungkam mulut Tika
29 Bab.29 Rencana Tika dan Kiara
30 Bab.30 Yang ditakutkan Terjadi
31 Bab.31 Ayumi dipenjara
32 Bab.32 Penyelidikan Bara
33 Bab.33 Penyelidikan Bara 2
34 Bab.34 Menemui Kiara
35 Bab.35 Memberi pelajaran pada Kiara
36 Bab.36 Pernikahan Tika dan Leo
37 Pengumuman
38 Bab.37 kemarahan Bara
39 Bab.38 Bertemu mantan
40 Bab.39 Menguak kebohongan Tika
41 Bab.40 Menguak kebohongan Tika 2
42 Bab.41 Menggiring Tika ke Bui
43 Bab.42 Permohonan Maaf Leo
44 Bab.43 Terimakasih telah mengkhianatiku
45 Bab.44 Penyesalan
46 Bab.45 Kedatangan Alexa
47 Bab.46 Tidak Goyah
48 Bab.47 Resepsi Ayumi dan Bara
49 Bab.48 Hanya masa lalu
50 Bab.49 love u more Ayumi
51 Bab.50 Sahabat terbaik
52 Bab.51 Namanya Sarah
53 Bab.52 Cemburu membawa petaka
54 Bab.53 kabar bahagia diantara duka
55 Bab.54 Calon Ayah
56 Bab.55 Apakah perbuatan Alexa?
57 Bab.56 Menemui Alexa
58 Bab.57 Menangkap Alexa
59 Bab.58 Rindu kamu Ayumi
60 Bab.59 Ayumi sadar
61 Bab.60 Pelajaran Untuk Bara
62 Bab.61 Curahan hati Farhan
63 Bab.62 Ayumi Nyidam!
64 Bab.63 Gara-gara mangga
65 Bab.64 masih dengan mangga
66 Bab.65 Siapa Alexa?
67 bab.66 Alexa hanya masa lalu
68 Bab.67 Singgah ke rumah Farhan
69 Bab.68 Kepercayaan
70 Bab 69. Pulang kerumah
71 Bab.70 Kejutan ulang tahun Ayumi
72 Bab.71 Tika kembali?
73 Bab.72 Menemui Ayumi
74 Bab.73 Salah sasaran
75 Bab.74 Benarkah karma?
76 Bab.75 Reuni mantan
77 Bab.76 Kematian Bayi Tika
78 Bab.77 Kemarahan Rino/Mr.x
79 Bab.78 Niat baik Farhan
80 Bab.79 Mr.x ditangkap
81 Bab.80 Perubahan Tika
82 Bab.81 Mengunjungi Tika
83 Bab.82 Pertunangan Farhan dan Sarah
84 Bab.84 Kedatangan yang tidak diharapkan
85 Bab.85 Bukan Seperti dulu
86 Bab.86 Bunga dari orang Misterius
87 Bab 87.Mencari tahu
88 Bab.88 Apakah Alexa lagi?
89 Bab.89 Samar-samar
90 Bab.90 Ambisius
91 Bab.91 Menguak kebenaran
92 Bab.92 Pertolongan
93 Bab.93 Lahirnya Buah hati
94 Bab.94 Menyambut bahagia
95 Bab.95 Harapan Baru
96 Bab.96 Keinginan Leo
97 Bab.97 Pinangan Leo
98 Bab.98 menyampaikan pada Rania
99 Bab.99 Bismillah, Aku terima!
100 Bab.100 Sah!
101 Bab.101 Romansa pengantin baru
102 Bab.102 End
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab.1 Ayumi Diwangkara
2
Bab.2 Selalu Begitu
3
Bab.3 Tolong, menegerti aku mas
4
Bab.4 Awal mula perselingkuhan
5
Tertangkap Basah
6
Bab.6 Kenapa harus terjadi lagi
7
Bab.7 Berkilah
8
Bab.8 Kenapa Mas!
9
Bab.9 Bertemu Farhan
10
Bab.10 Farhan dan Tika
11
Bab.11 Wajah asli Tika
12
Bab.12 Kedatangan orang Tua Ayumi
13
Bab. 13 Tika dan Keluarga Iskandar
14
Bab.14 Ditolak Keluarga Iskandar
15
Bab 15. Perkara Gelang Tulip
16
Bab.16 Leo cemburu
17
Bab.17 Perasaan Bara
18
Bab.18 Haruskah sekarang?
19
Bab.19 Pertunangan Tika dan Leo
20
Bab.20 Pertunangan Tika dan Leo 2
21
Bab.21 Leo kalah Telak
22
Bab.22 Bertemu Laura
23
Bab 23. Kecemburuan Bara
24
Bab.24 Tika hamil
25
Bab.25 Isi hati Farhan
26
Bab.26 Keluarga Iskandar
27
Bab 27. Lamaran keluarga Bara
28
Bab.28 Membungkam mulut Tika
29
Bab.29 Rencana Tika dan Kiara
30
Bab.30 Yang ditakutkan Terjadi
31
Bab.31 Ayumi dipenjara
32
Bab.32 Penyelidikan Bara
33
Bab.33 Penyelidikan Bara 2
34
Bab.34 Menemui Kiara
35
Bab.35 Memberi pelajaran pada Kiara
36
Bab.36 Pernikahan Tika dan Leo
37
Pengumuman
38
Bab.37 kemarahan Bara
39
Bab.38 Bertemu mantan
40
Bab.39 Menguak kebohongan Tika
41
Bab.40 Menguak kebohongan Tika 2
42
Bab.41 Menggiring Tika ke Bui
43
Bab.42 Permohonan Maaf Leo
44
Bab.43 Terimakasih telah mengkhianatiku
45
Bab.44 Penyesalan
46
Bab.45 Kedatangan Alexa
47
Bab.46 Tidak Goyah
48
Bab.47 Resepsi Ayumi dan Bara
49
Bab.48 Hanya masa lalu
50
Bab.49 love u more Ayumi
51
Bab.50 Sahabat terbaik
52
Bab.51 Namanya Sarah
53
Bab.52 Cemburu membawa petaka
54
Bab.53 kabar bahagia diantara duka
55
Bab.54 Calon Ayah
56
Bab.55 Apakah perbuatan Alexa?
57
Bab.56 Menemui Alexa
58
Bab.57 Menangkap Alexa
59
Bab.58 Rindu kamu Ayumi
60
Bab.59 Ayumi sadar
61
Bab.60 Pelajaran Untuk Bara
62
Bab.61 Curahan hati Farhan
63
Bab.62 Ayumi Nyidam!
64
Bab.63 Gara-gara mangga
65
Bab.64 masih dengan mangga
66
Bab.65 Siapa Alexa?
67
bab.66 Alexa hanya masa lalu
68
Bab.67 Singgah ke rumah Farhan
69
Bab.68 Kepercayaan
70
Bab 69. Pulang kerumah
71
Bab.70 Kejutan ulang tahun Ayumi
72
Bab.71 Tika kembali?
73
Bab.72 Menemui Ayumi
74
Bab.73 Salah sasaran
75
Bab.74 Benarkah karma?
76
Bab.75 Reuni mantan
77
Bab.76 Kematian Bayi Tika
78
Bab.77 Kemarahan Rino/Mr.x
79
Bab.78 Niat baik Farhan
80
Bab.79 Mr.x ditangkap
81
Bab.80 Perubahan Tika
82
Bab.81 Mengunjungi Tika
83
Bab.82 Pertunangan Farhan dan Sarah
84
Bab.84 Kedatangan yang tidak diharapkan
85
Bab.85 Bukan Seperti dulu
86
Bab.86 Bunga dari orang Misterius
87
Bab 87.Mencari tahu
88
Bab.88 Apakah Alexa lagi?
89
Bab.89 Samar-samar
90
Bab.90 Ambisius
91
Bab.91 Menguak kebenaran
92
Bab.92 Pertolongan
93
Bab.93 Lahirnya Buah hati
94
Bab.94 Menyambut bahagia
95
Bab.95 Harapan Baru
96
Bab.96 Keinginan Leo
97
Bab.97 Pinangan Leo
98
Bab.98 menyampaikan pada Rania
99
Bab.99 Bismillah, Aku terima!
100
Bab.100 Sah!
101
Bab.101 Romansa pengantin baru
102
Bab.102 End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!