”Sayang, tante tahu ini berat, bersyukurlah karena kalian belum menikah.. Yang kuasa masih sayang sama kamu, harus kuat ya.. gak boleh lemah,”
Ayumi mengulas senyum nya, hatinya menghangat setelah kedatangan tante Melisa, setidaknya bisa menghilangkan kerinduan nya pada mama nya yang kini berada di negeri orang.
“Mungkin sudah kuasa Tuhan Tan, tapi Yumi bingung, kenapa Yumi dikhianati dengan orang yang sama lagi,”
“Sama lagi? Berarti kamu sering dikhianati Leo?" Prasangka tante Melisa langsung membidik Leo, sebenarnya Melisa kenal baik dengan keluarga Iskandar, apalagi mama nya Leo, Nilam Ayundia.. Sahabat nya sejak mereka masih remaja, Melisa paham betul didikan Nilam seperti apa. Sangat tidak mungkin jika Leo tipikal laki-laki yang hobi bermain dengan perempuan, meskipun Melisa sangat menginginkan Ayumi menjadi menantunya, tapi dia juga tidak mau menyudutkan Leo untuk semakin terlihat buruk di mata Ayumi.
“Bukan Leo nya Tan, tapi perempuan yang bersama Leo semalam," jawab Ayumi sendu, sangat jelas dimatanya, begitu besar cinta yang Ayumi punya untuk Leo, seandainya saja laki-laki itu Bara... Pasti saat ini, ia akan jadi calon Ibu mertua yang sangat bahagia sekali.
Melisa meraih tangan Ayumi, bagaimanapun ia juga wanita, sakit sekali rasanya jika kita di khianati oleh orang yang begitu sangat kita percaya, dan kita cintai.
“Tika itu siapa sayang, maaf kalau tante lancang menanyakan itu.” Melisa tanya dengan sangat hati-hati, meskipun ia bukan calon Ibu mertua nya, tapi dia sudah menganggap Ayumi seperti anaknya, jadi Melisa bisa merasakan apa yang Ayumi rasakan saat ini.
“Tika itu sahabat Yumi tan, kami sudah dekat sejak kami masih disekolah menengah dulu, tapi setelah itu Yumi pindah ke Jerman ikut mama sama papa dan sekolah kedokteran disana, sebelum nya Ayumi menjalin hubungan dengan Farhan Arbero, tapi sewaktu Yumi berjuang sekolah, mereka malah mengkhianati Yumi, Farhan tidur dengan Tika, dan akhirnya mereka menikah!” Pandangan Ayumi menerawang jauh, seakan kilas balik dari lembaran masa lalu nya kembali dibuka paksa, padahal Ayumi sudah menutup rapat lembaran itu dengan hadirnya Leo disisinya, ia berharap Leo bisa menyembuhkan hati yang pernah patah, namun ternyata.. Ia justru menghadirkan lembaran yang sama persis, dengan kisah dan judul yang sama. Miris sekali!
“Jadi Tika itu sudah menikah?”
Ayumi mengangguk, namun cepat juga menjawab nya.
“Tapi dia sudah cerai dengan suami nya, Farhan melakukan KDRT, Leo sendiri yang menjadi pengacara nya, lewat Yumi,” Kalimat terakhir dari kata-kata nya berat sekali ia ucapkan, nyata nya lewat dirinya lah semua ini terjadi lagi.
Dia yang dengan bodoh nya percaya pada janji dan kata manis Sartika.
“What?? Sayang... Kamu?” Melisa terkejut, siapapun yang dengar juga pasti akan terkejut, ia harus menerima kenyataan jika penyebab semua nya adalah dia, dia lah yang memberi jalan pada sahabat nya, untuk mengkhianati nya lagi, kalau saja dia tidak mengenalkan Tika.. Kalau saja dia tidak sibuk..Kalau saja hari itu tidak ada operasi dadakan..Kata-kata kalau saja berputar-putar dikepala Ayumi.
Ayumi tersenyum getir, ia paham apa yang dimaksud dengan tante Melisa.
“Emm sayang.. Sini peluk tante,” Melisa memeluk Ayumi.
“Terkadang, orang yang paling berpeluang besar memberikan sakit, adalah orang terdekat kita! Tapi bukan berarti kita yang salah, mereka lah yang tidak bersyukur dengan kebaikan kita, Sudah lah.. Jika memang Leo sudah sangat menyakitimu, maka lepaskan saja, tapi jika menurutmu ia masih bisa dimaafkan, coba bicarakan pelan-pelan.. Kadang saat kita sedang emosi dan marah, pikiran tidak waras justru yang lebih mendominasi, maka pikirkan dengan kepala dingin, dan berilah keputusan untuk dirimu sendiri!” Ucap Melisa bijak.
“Yang namanya pengkhianat, tetap saja akan menjadi pengkhianat, meskipun ada ribuan maaf untuk mereka, Yumi gak akan bisa hidup dengan seseorang yang sudah pernah mengkhianati Yumi, tidak menutup kemungkinan, itu akan terjadi lagi dikemudian hari kan Tan?”
“Kamu sudah pikirkan dengan baik.”
Ayumi mengangguk pelan,ia sadar keputusannya ini sangat berat, jauh dilubuk hatinya, ia masih sangat mencintai Leo, namun jika mengingat kembali kejadian semalam, ia merasa jijik dengan Leo, yang dengan mudah nya mengkhianatinya.
“Ya sudah, kamu sarapan dulu sayang, sehabis itu minum obat ini ya, tadi Bara bilang, setelah sarapan kamu harus minum obat demam ini, agar cepat sembuh... Untuk sementara tinggal saja dulu disini, kalau di apartemen pasti kamu sendirian kan?” Melisa mengambil mangkok bubur yang ia bawa saat ia masuk menemui Ayumi.
“Makasih banyak ya Tante, ngerepotin deh.. Oh ya Bara udah pergi kerumah sakit ya Tan?”
“Sudah, Bara sudah berangkat sejak jam 7 tadi.”
*****
Apartemen Leo.
Leo bangun dengan kepala yang masih berat, ia melihat kesekeliling kamar nya.
“Aku disini? Sejak kapan? Terakhir aku.. ada di Cafe makan malam bersama Ayumi, lalu... Aakkhh iya, dia pergi meninggalkan aku sendirian disana, dia lebih memilih pekerjaannya daripada aku!” Leo memijat tengkuknya yang masih sakit.
Tak lama setelah itu, Tika keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe, Tika keluar dengan santai dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Leo terkejut, kenapa bisa Tika berada disini, dikamarnya pula..
“Tika! Lancang sekali kau masuk kekamar ku, dan apa ini.. Kau mandi disini?” hardik Leo, Tika sudah bersiap dengan aktingnya yang ia gunakan untuk Farhan dulu.
“Pa-k.. Anda... Sudah bangun?” tanya Tika pura-pura kaget.
“Kenapa kau disini?”
“Maaf Pak, semalam kita telah..”
“Enggak! Mana mungkin? Mana mungkin aku mengkhianati Ayumi, aku mencintai dia,”
“Tapi Bapak sudah menyentuh ku, apa perlu aku menunjukan buktinya Pak, karena aku yakin Bapak pasti akan menyangkal nya,” Tika buru-buru mengambil ponsel nya diatas nakas, dengan wajah sedih dan berurai air mata.
“Tidak usah, jangan... ”
“Bapak percaya?”
“Aku tidak ingin percaya tapi... Coba ceritakan apa yang terjadi tadi malam!”
Dengan berlagak sok tersakiti, dan memasang wajah yang sedih dan menjadi korban, dengan percaya diri Tika menceritakan semua nya, tentu saja cerita bohong.
“Kenapa kau tidak menolak nya?” Leo menyugar rambutnya kebelakang, bagaimana dia akan menghadapi Ayumi setelah ini.
“Aku sudah menolak nya Pak, tapi kau memaksa ku, kau bilang.. Kau sedang frustasi karena Ayumi tidak peduli padamu.. Kau juga bilang kalau kau sangat membenci Ayumi!”
Tika sudah mengeluarkan air mata buaya nya untuk menarik Leo dalam pelukannya. Ia percaya jika taktik yang ia mainkan akan berhasil.
“Bagaimana jika nanti aku hamil pak? semua orang tau kalau aku pernah menikah, pasti mereka akan melable buruk diriku! bagaimana cara nya aku menghadapi dunia luar?” Tika berkata sambil terperosok jatuh kelantai, membuat Leo iba melihat nya..
Dalam hati ia mengumpat, semua gara-gara Ayumi!
“Bangunlah Tika! bangunlah... Jika sampai kau hamil, aku akan tanggung jawab! Aku janji!” kata-kata Leo sanggup menghentikan tangisan Tika. Ia tersenyum tipis hingga Leo tak menyadari senyum kemenangannya.
“Lalu Bagaimana dengan Ayumi Pak, dia pasti tidak akan pernah memaafkan aku!”
Leo memijat pelipis nya yang mulai pening, dalam banyak nya kasus yang ia tangani, tak ada masalah serumit ini.
“Kita pikirkan nanti, sekarang kau bersiaplah kekantor!”
Tika mengangguk menuruti perkataan Leo, dia bersiap dan keluar kamar, Leo juga sama..
Namun pandangan mata Leo menangkap ada heels di dekat pintu apartemen nya, heels itu mirip dengan heels yang dipakai Ayumi semalam..
Apa semalam Ayumi...
“Aakkhhj! Sial Sial sial!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussemsngat
2024-05-18
0
Bunda Aish
punya teman seperti Tika itu seperti memelihara 🐍
2023-12-13
2
Sabilnur Alif
dpt soal kan lohh leeoo...😂😂😂
2023-11-13
0