“Tika?” Ayumi terkejut kala melihat orang yang paling ia hindari saat ini, kenapa.. Harus bertemu lagi disini . .
“Ayumi . .” Leo pun sama terkejut nya dengan Yumi, ia baru ingat jika Ayumi sangat suka perhiasan, sudah tentu ia akan datang ke acara ini. Kalau saja tadi Tika tidak memaksa nya untuk datang, pasti ia tidak akan bertemu dengan mantan tunangannya, terlebih malam ini Ayumi terlihat cantik sekali dengan balutan dress berwarna gold.
Leo memandang takjub pada perempuan yang sudah dua tahun ini berada disisinya, tidak dipungkiri hati nya masih begitu sangat mencintai Ayumi. Gara-gara kejadian bodoh tempo hari ia harus mencari alibi agar dia tidak di cap buruk orang tua nya dan orang tua Ayumi.
Bara menatap tak suka pada Tika yang bersikap manja seperti itu pada Leo, muak sekali rasanya, dengan reflek ia langsung merengkuh pundak Ayumi agar lebih dekat dengan Bara, mendapat reaksi spontan dari Bara, Ayumi agak sedikit kaget. . . Jantung nya kembali bertalu-talu seperti berlomba menabuh genderang aneh. Leo menatap tak suka pada Bara yang sudah lancang menyentuh wanita yang ia cintai.
“Ohh.. Kau kemari dengan selingkuhan mu ya Yum.. Masih tidak tahu malu ya kalian? sudah bermalam bersama, masih berani menampakan wajah mu di hadapan ku! gaya sok menyangkal padahal terbukti kan?” cecar Leo, darah nya berasa mendidih melihat Bara merangkul mesra Ayumi didepan mata nya.
Ayumi berdecih, sangat heran dengan sikap Leo yang sudah hilang harga diri dan wibawa nya di hadapan dirinya.
“Ck, sudah lah mas.. Bukan nya kita sudah tidak ada hubungan apa-apa? aku single.. Bara juga single.. Apa salah nya kalau kami bersama?
Kau sendiri apa tidak berkaca?? kau sudah berzina dengan Tika.. Apa perlu ku jelaskan bagaimana kau menari-nari dan mengeluarkan kata-kata nikmat dari mulut mu yang menjijikan itu??”
“Kau ... Kurang ajar sekali mulut mu Yum.. Kau pikir kau siapa?? kau ingin bersama Bara?? Dia hanya seorang Dokter biasa.. Kasta keluarga ku jauh diatas dirinya. .” ucap nya sombong, Leo tidak tahu jika Bara adalah CEO dari perusahaan besar no.3 di kota nya.
“Lalu kenapa kalau dia hanya Dokter biasa?? sikap nya jauh lebih baik dari kamu mas, dia mendukung pekerjaan ku .. dia selalu ada disisi ku.. dan yang pasti dia menghargai perempuan, tidak seperti mu!”
Bara terkesiap mendengar jawaban Ayumi..
Tak disangka jika Ayumi berkata begitu, 'Benarkah jika kau menganggap ku seperti itu Yum?' batin Bara dalam hati.
Leo berasa geram dengan jawaban Ayumi yang membela Bara, tanpa sengaja ia meremas kuat tangan Tika yang berada di genggaman nya, jelas Tika merasakan itu.
“Mas! kau meremas tangan ku terlalu kuat.” bisik Tika pada Leo. Langsung saja Leo melepaskan genggamannya.
“Ayumi.. Kenapa kau begitu pada Mas Leo? Selama ini dia begitu mencintai kamu.. Kejadian semalam itu juga gara-gara kamu yang meninggalkan dia sendirian disana.. Dia frustasi.. Sampai meminum minuman alkohol dengan sangat banyak . .” Tika mencoba mencari perhatian Leo, dengan cara mendukung nya.
“Lalu kalian merengguh nikmat bersama kan? Tika.. Tika.. Kau sudah melakukan ini sebanyak dua kali padaku! kau ingat.. D u A Kali!! jangan ajari aku.. atau kau mencari-cari pembenaran dalam hal ini,”
“Apa yang dikatakan Tika itu benar, semua gara-gara kau Ayumi!” Leo membela Tika. Mereka saling bela satu sama lain, 'cocok sekali mereka berdua!' batin Ayumi dalam hati.
“Oh ya.. Gara-gara aku?? Aku memang merasa bersalah karna sudah meninggalkan kamu sendirian disana, tapi bukan berarti kau mencari pelampiasan pada perempuan murahan seperti dia mas!! jadi stop kau menuduh ku dan Bima bermain dibelakang mu, kau meneriaki aku selingkuh, padahal kau sendiri yang selingkuh!”
“Cukup Yum! kenapa kau selalu menyalahkan aku atas insiden dulu.. Itu sudah berlalu, aku bahkan merasa trauma jika mengingat nya lagi.. Kau bilang kau sahabat ku. Maafkan aku.. Jika semua yang mencintai mu beralih padaku.. Harus nya kau intropeksi diri Yum..” ucap Tika dengan nada di buat sesedih mungkin.
'Dasar ratu drama.. Astaga, kenapa masih ada wanita seperti itu!' batin Bara dalam hati.
“Kau lihat Yum.. Tika jadi sedih gara-gara kau! lagian aku juga mau bertanggung jawab kok dengan dia, jadi kau jangan mencari-cari kesalahan nya demi untuk memisahkan kami.”
Ayumi tertawa keras mendengar sikap percaya diri Leo, sejak kapan Ayumi ingin memisahkan Leo dengan Tika, Justru ia lega bisa lepas dari laki-laki yang tidak bisa menghargai suatu hubungan, egois dan hanya memprioritaskan diri nya sendiri untuk diperhatikan.
“Oh astaga Mas.. percaya diri sekali diri mu, aku tidak berminat sama sekali untuk memisahkan kalian, justru aku akan berterima kasih pada Tika, karna berkat dia ingin memiliki dirimu.. Aku bisa tahu sejauh apa cinta mu itu untuk ku mas.. Terserah, mau kau mabuk atau kau sadar sekalipun.. Aku sangat membenci yang nama nya pengkhianatan...” Bara tertawa kecil mendengar jawaban Ayumi yang menjatuhkan kepercayaan diri Leo.
' Kena mental gak lo tuh' batinnya lagi.. Ia tak ingin ikut bersuara disini, sebab itu bukan ranah nya.. Biarlah ia menjadi pendengar yang baik dulu.. Selama Leo belum bersikap berlebihan, ia masih memberikan Ayumi untuk menyelesaikan masalah nya sendiri.
“Jadi selama ini kau tidak mencintai ku Yum?" Leo menatap tajam Ayumi, tentu hal itu membuat Tika berasa tak suka.
“Apa penting nya itu sekarang?? sebesar apapun cinta yang aku punya untuk mu, semua itu sanggup aku kubur Mas, semua nya sudah hancur saat kau memutuskan bermalam dengan perempuan murahan ini!”
“Jangan sebut aku murahan Yum!!”
“Lalu apa?”
“Sudah Tika, biarkan saja perempuan seperti dia.. Kalau memang dia mencintaiku, harusnya dia bisa memaafkan aku.. Semua orang bisa khilaf kan.. bilang saja jika kau sudah mencintai pria kain!" kini sorot mata Leo tertuju pada Bara.
“Sudah lah.. Aku bosan berdebat dengan kalian.. Mbak tolong pesanan saya diproses ya?”
“Enggak bisa, aku yang akan membeli itu untuk Tika, kau mengalah saja Yum.. Lagian perhiasan mu kan banyak.. Tak apalah jika kali ini gelang itu menjadi milik Tika.”
“Maaf Bapak..Ibu.. Gelang itu sudah di keep seseorang, saat kalian berdebat tadi.. Jadi sudah habis.. Lounching kedua nya Akan ada sekitar 3 bulanan lagi,” jawab karyawan disana.
“Apa ? jadi saya gak dapat mbak?”
“Mohon maaf Ibu..” Ayumi nampak lemas, kalau saja tadi dia tidak membuang-buang waktu dan tenaga untuk berdebat dengan duo menyebalkan ini, pastilah sekarang gelang itu sudah melingkar indah di pergelangan tangan nya.
“Ayo pulang Bar.. Sia-sia kita datang kesini!" ajak Ayumi menarik paksa Bara.
“Jadi aku juga gak dapat mas?” rengek Tika pada Leo.
“Kan kamu dengar sendiri tadi, kalau gelang nya sudah habis.. Akan ada sekitar 3 bulan lagi.. Masih lama Tik,”
“Terus gimana sama pernikahan kita?”
“Kita liat yang lain yuuk, kan masih ada kalung berlian.. kamu bebas pilih apa aja!” Tika uang semula berwajah kusut, kini cerah kembali saat Leo mengajak nya melihat-lihat yang lain nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-05-18
0
Tetty Permata Mawiney
pengacara kog mau aja dibodohi, ga di cek dulu kebenarannya... bodohnya pengacara ini...
2024-03-21
0
Rahma Inayah
leo pengacara abal2🤭🤭🤭🤭nuduh org tnp bukti fitnah sedgkn dia tau hukum kok jd pengaacara begok
2024-01-01
0