Sepanjang perjalanan pulang kerumah, Ayumi mengerucutkan bibir nya, ia sangat kesal tidak bisa mendapat kan gelang tulip itu, kekesalan nya bertambah saat harus berdebat dengan orang yang sangat menyakitinya. Ditambah Leo yang sama sekali tidak merasa bersalah dengan keadaan yang sudah merubah semua keadaan hubungan mereka.
Bara melirik kearah Ayumi sekilas.. Ia paham betul jika saat ini Ayumi tengah kesal, namun ada sorot mata sedih disisi lain Yumi.
“Yum.. Mau langsung balik ni?” tanya Bara memecah keheningan, ia melajukan mobil nya agak pelan. Ayumi masih diam, pandangan nya ia tujukan ke luar jendela mobil, pikiran nya menerawang jauh, saat kisah cinta nya dengan Leo masih baik-baik saja.. Lucu memang.. Kenapa masih memikirkan laki-laki yang sudah jelas sudah mengkhianati nya, meskipun itu suatu kecelakaan.. Tapi tak ada rona penyesalan diantara mereka sama sekali.
Sakit.. Ya Ayumi merasa sakit saat melihat Tika menggandeng mesra tangan mantan tunangan nya. Kenapa.. masih ada sisa rasa yang tersisia di hatinya.. Disaat memang Ayumi sendiri tak menginginkan itu.
“Yum..” Panggil Bara lagi, ia yakin saat ini Ayumi bukan marah hanya karena gelang itu, pasti ada sesuatu yang lain yang mengusik hati nya.
‘Apa kau masih memikirkan Leo Yum’ batin Bara dalam hati, ia membetulkan letak kaca matanya, 'bahkan saat bersama ku pun kau masih memikirkan laki-laki brengsek itu! kau pasti cemburu melihat nya bersama dengan wanita lain..’ lirih Bara lagi.
“Apa aku gak berhak punya pasangan Bar?” jawab Ayumi sendu,
“Kamu ngomong apa sih Yum,”
“Semua laki-laki yang pernah ada dihidupku.. Pergi dengan orang yang sama, apa aku benar-benar harus intropeksi diri ? apa ada hal yang gak baik di diriku Bar??” Ayumi meneteskan air mata nya, untuk pertama kali nya Bara melihat Ayumi menangis, hati nya mencelos.. Bingung harus bersikap bagaimana di situasi seperti ini, kalau menuruti hati, ingin sekali ia memeluk Ayumi, dan mengatakan tidak semua laki- laki sama..
Masih ada diri nya yang mencintai nya dalam diam.. Tapi apa tepat jika mengatakan nya sekarang? saat kondisi nya sedang rapuh seperti ini?
“Gak ada yang salah sama dirimu Yum, hanya orang-orang itu yang gak menghargai arti dirimu disisi mereka.. Stop menyalahi diri sendiri.. Tetaplah seperti ini Yum.. Jangan berubah hanya karena seseorang..” Bara mencoba sedikit menenangkan Yumi, namun ia enggan menatap Yumi yang masih meneteskan air mata, ia tidak bisa melihat nya menangis.
“Tapi, udah dua kali kejadian yang sama terulang lagi.. pasti ada yang salah denganku Bar..” tanpa sadar..Yumi bicara aku kamu.. Bukan lo gue lagi ke Bara, namun seperti nya Bara belum menyadari perubahan itu, karna masih terbawa suasana sendu dari Ayumi.
Karena geram dengan perkataan Ayumi, Bara langsung membelokan mobil nya menuju pantai. Ya ke pantai malam hari bukan sesuatu yang buruk.
Ayumi yang tidak sadar dia dibawa kemana tak merespon apapun, ia baru sadar saat Bara memberhentikan mobil nya, tepat dihadapan mereka terhampar pantai nan indah..
“Bara.. Kita kepantai?? malam-malam begini?”
Bara hanya mengangguk lalu melepaskan jas nya dan di pakaikan ke Ayumi, karena Ayumi memakai pakaian yang sedikit terbuka. Lalu Bara berjalan diatas pasir, dia bahkan melepas sepatu nya.. Ia juga menggulung lengan kemeja cream nya sampai ke lengan, Bara terlihat sangat tampan dengan gaya santai seperti ini.. Meskipun masih memakai kacamata nya.. Ayumi menatap lekat pria dihadapannya ini, ia baru menyadari jika Bara sangat manis bagi nya, apalagi dengan perlakuannya barusan.
“Kenapa kita kesini Bar?”
“Hati gue yang mau Bawa elo kesini,”
“Iya tapi kenapa? ini udah jam 10 malam Bar..”
“Kesiniin tangan elo!” Ayumi yang masih bingung reflek mengulurkan tangan kiri nya.
Bara melingkarkan gelang tulip yang sedari tadi Ayumi sukai itu, tentu saja Ayumi terkejut.. Bukannya tadi staff disana bilang kalau gelang itu sudah di keep oleh seseorang?
“Bara.. Ini??”
“Buat elo.. ” Ayumi langsung meringsek memeluk Bara, ia bahkan tak sadar jika Bara terkejut dengan sikap nya, 'Betapa aku sangat mencintai mu Yum.. Rasanya semua dunia ku luruh saat melihat air mata mu, aku ingin terus melihat senyum itu mengukir indah di bibir indah mu .. Karena Senyuman manis itu yang selalu jadi vitamin untuk aku semangat menyongsong hari.. Biarlah dunia merutuki kebodohan ku, yang sampai saat ini takut mengungkap nya padamu..' bisik Bara dalam hati.
Ingin rasa nya Bara merespon pelukan Yumi..Tapi ia takut, tak bisa mengontrol perasaannya.
“Sudah..Jangan sedih lagi, gak lucu tau gak..kalau elo nangis gitu,” ledek Bara sembari mengusap air mata Yumi.
Yumi terkesiap mendapat perhatian dari Bara.
“Kenapa kamu baik banget Bar?”
“Apa harus gue ungkap alasannya?" Bara membuang pandangan nya pada hamparan laut lepas di hadapannya, suara ombak dan angin seakan menelisik dan membisik merdu di telinga nya..
“Iya.. aku...”
“Jangan Yum.. Biarlah begini, gue gak mau ada hal yang gak gue ingini sama sekali!”
“Maksud nya?”
“Tentang alasan itu!”
“Bara...”
“Hemm.”
“Masih gak mau kasih tau ni alasannya, lagian.. aku gak yakin kalau kamu tiba-tiba baik gini..”
“Elo yakin mau denger?” tanya Bara sembari menaikan alis nya sebelah. Langsung di jawaban dengan anggukan cepat dari Ayumi.
“Karena.. Aku sayang sama kamu Yum.. Bukan sekedar sayang.. Aku justru begitu mencintai kamu, sangking cinta nya, aku takut menjauh kalau aku jujur..” Bara menyorot sendu ke dalam manik mata Ayumi yang hitam.
Ayumi terkesiap mendengar pernyataan Bara pada nya, selama ini Leo bilang jika tatapan Bara pada nya beda, makanya Bara selalu saja dekat dengan diri nya. Tapi Yumi tak mengindahkan itu.. Ia hanya berpikir jika Bara partner kerja dan sahabat terbaik nya.
“Bara..” Kata - kata Ayumi tercekat karena dering ponsel Bara berbunyi. Keadaan itu membuat kedua nya merasa canggung.
Bara melihat benda pipih nya, tertera nomor rumah sakit disana.
“Halo.”
(Dok.. Ada pasien yang urgent Dok.. Saya sudah telepon dokter Ayumi.. Tapi ponsel nya tidak aktif.. Dokter Yudha juga lagi ada utusan keluarga.)
“Dokter Ayumi bersama saya, kami akan kesana sekarang.. ”
(Baik Dok..)
Bara menutup teleponnya dan meletakan kembali ponsel nya.
“Ada pasien urgent Yum.. Kita kerumah sakit sekarang??”
“Iya ayo..”
Sepanjang perjalanan kerumah sakit, tak ada percakapan diantara mereka, mendadak suasana menjadi canggung dan hening. Bara juga mertuki diri nya sendiri, yang tidak bisa mengerem perasaan nya sendiri, inilah ketakutan yang selama ini ia pikirkan..
Pasti setelah ini Ayumi akan menjauhi nya.
Ayumi sendiri sedang berperang dengan perasaan nya sendiri, pantaskah ia membalas perasaan Bara, disaat perasaan nya sendiri masih susah di pulihkan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
2024-05-18
0
Bunda Aish
terima aja ya Ayumi,semoga yg kali ini beneran jodoh mu, dia CEO perusahaan perhiasan itu lho 😉 kalau Ayumi ga mau readers nya mau kok 🙊🤗
2023-12-13
0
Sandisalbiah
si berengsek sekelas Leo yg gak mau menyadari kesalahannya apa lagi inisiatif buat minta maaf.. krn emang otaknya gak waras.. maka dia berjodoh dgn perempuan berengsek seperti tika.. jd yg baik itu jodohnya dgn yg baik.. setuju banget kalau Bara dan Yumi..
2023-11-30
0