Perjalanan menuju ke tempat Dinner, masing-masing dari Ayumi maupun Leo, tak ada yang buka suara sama sekali. Ayumi melirik kearah kekasih nya, saat Leo sudah menyebut nya dengan sebutan 'Yum' pasti Leo sedang kesal dan jengkel.
“Sayang... Udah dong ngambek nya, kita kan mau dinner, jadi rusak deh entar.” Ayumi mencoba membujuk Leo.
“Aku harap malam ini gak ada alasan kamu, untuk kabur dari aku ya?” sergah Leo,
“Iya sayang, malam ini aku udah serahkan semuanya ke Bara, kalau misal nya ada pasien yang urgent banget, aku minta rumah sakit menghubungi Bara, bukan aku.”
“Bagus deh, kenapa gak dari dulu aja sih kayak gitu!” jawab nya lagi ketus.
Ayumi mengalihkan pandangan nya kedepan, malam ini waktu nya ia bersama dengan Leo. Mudah-mudahan tak ada yang mengganggu.
“Emm mas, Tika gimana disana?” tanya Ayumi mengganti topik.
“Cukup Bagus, dia mudah beradaptasi dengan baik!”
“Syukur deh, aku takut banget dia masih trauma sama Mantan suami nya, tapi untung nya enggak ya,”
Hening, tak ada lagi jawaban dari Leo, Ayumi mencebikan bibir nya melihat tingkah pujaan hati nya merajuk seperti ini.
Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai juga ditempat tujuan, tempat nya sudah diset sedemikan rupa oleh Leo, lampu kelap-kelip, lilin.. bahkan ada suara iringa biola yang menambah kesan romantis.
“Wah cantiknya... Kamu siapin ini semua buat aku mas??” tanya Ayumi takjub, ia merasa beruntung sangat dicintai oleh seorang Leonard Iskandar. Perlakuan nya yang selalu menjadikan nya seperti ratu, itulah alasan mengapa Ayumi mantap mau menikahi Leo.
“Kamu suka?”
“Is perfectly.”
“Ayo kita kesana, tempat nya ada disana.”
Ayumi dan Leo berjalan bergandengan tangan diatas red carpet, kedua nya terlihat sangat serasi. Yang satu nya cantik, baik hati, dan elegan, sedang yang satu nya lagi sangat tampan, berkharisma dan menawan. Mereka pasngan yang sangat cocok.
Saat merek telah tiba dimeja tempat mereka akan melakukan Romantic dinner, ada sepasang mata yang menatap iri. Tika, dia seperti sahabat yang bermuka dua, didepan Ayumi dia seperti orang yang sangat tersakiti, hingga apapun yang Sartika buat, Ayumi selalu memaafkan dan memaklumi. Tapi lain Ayumi lain pula sifat Sartika, ia justru penuh dengan kebencian dan rasa iri, karena menurutnya Ayumi sudah tidak perlu mendapatkan itu semua, dia lah yang harusnya berada diposisi Ayumi sekarang.
“Makasih mas, kamu udh repot - repot nyiapain ini semua, padahal kamu juga sama sibuk nya kan?” Ayumi membuka suara, memvah keheningan diantara mereka berdua, sepertinya Leo masih kesal dengan Ayumi, namun Ayumi ingin semua segera membaik.
“Aku kangen banget sama kamu Yum, kita jarang banget ada waktu berdua,” jawab Leo sendu, memang semenjak mereka berpacaran satu tahun yang lalu, mereka bertemu seminggu sekali, itupun Ayumi harus curi-curi waktu disela-sela kesibukan nya.
Pernah sewaktu ia dan Leo tengah berlibur ke Bali, Ayumi terpaksa meninggalkan Leo disana karena ada pasien yang harus dioperasi, itu termasuk operasi besar, jadi mau tidak mau, bisa tidak bisa, sebagai dokter kepala, Ayumi harus hadir disana. Tentu saja itu membuat Leo sangat kesal dan marah.
“Maaf ya mas, maaf kalau aku masih belum bisa selalu ada buat kamu.”
“Sudahlah, lupakan saja! jangan rusak dinner kita malam ini,dengan membahas pekerjaan kamu.”
Ayumi mengangguk, mereka melanjutkan makan malam mereka dengan khidmat, namun sepertinya suasana romantis dan semua yang telah disiapkan Leo untuk Ayumi,tak berpihak kepadanya, Karena tiba-tiba ada telepon masuk di ponsel Ayumi, siapa lagi yang menelpon kalau bukan dari rumah sakit.
Drrttt...Drrtt...
“Kamu mau angkat telepon kamu? kita lagi dinner loh!” tegur Leo, ia memicingkan mata nya menatap layar ponsel Ayumi yang bergetar itu.
“Mas, ini dari rumah sakit loh, aku angkat sebentar ya?”
“Yum, please... Untuk malam ini aja, luangkan waktumu untuk aku!” jelas Leo dengan nada yang mulai meninggi.
“Aku cuma mau bilang, hubungi Bara mas, karena aku udah minta tolong dia buat handle semua malam ini!” Leo mengalah.
“Halo.”
(Maaf Dokter, ada pasien gawat darurat dok, pasien tersebut kecelakaan, dia harus operasi besar karena salah satu kaki nya sudah hancur, Dokter bisa datang kerumah sakit sekarang?)
“Tapi sus, saya sudah suruh Dokter Bara yang handle, saya ada acara keluarga malam ini!”
(Mohon maaf Dok, tapi saat ini Dokter Bara juga sedang melakukan operasi, dan diperkirakan baru akan selesai 2 jam lagi, pasien sangat kritis dok.)
“Baiklah saya akan segera kesana!” Ayumi menutup telepon dan segera bersiap untuk pergi kesana.
“Kamu mau meninggalkan aku Yum!” Ucap Leo, mata nya sudah merah menahan marah. Ia sudah bersusah payah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk mereka berdua, namun lagi-lagi hal itu harus gagal lagi sekarang.
“Mas please... Ada pasien yang membutuhkan pertolongan sesegera mungkin, nyawa nya dal bahaya mas,” Leo bergeming, ia tak menjawab Ayumi. Pandangan nya lurus ke depan, bahkan melihat wajah Ayumi saja dia tak mau, rasa kecewa menguasai diri nya.
“Kamu memang tak pernah peduli padaku Yum, padahal sebentar lagi kita akan menikah, tapi kau masih sibuk dengan duniamu!”
“Mas, ada orang yang memerlukan aku! tolong mengertilah, aku bukan pergi karena ada kepentingan sendiri, tapi aku mau menolong orang,” Ayumi masih berusaha membujuk Leo, agar Leo tidak marah dan membiarkan nya pergi.
Traangg!!
Leo membanting gelas dengan cukup keras, hingga membuat Ayumi kaget. Leo benar-benar sangat marah.
“Kau selalu seperti ini! Aku muak Yum!”
“Mas... Tolong... Untuk saat ini kita jangan berdebat dulu, aku harus segera pergi, kita bicara nanti ya.. I'am so sorry honey!” Mungkin setelah ini Leo akan sangat marah besar padanya, namun ada yang lebih penting dari itu semua, sebagai seorang dokter, ia tidak bisa bersikap egois dan mementingkan kepentingan pribadi, ia harus siap kapan pun mereka dibutuhkan orang lain.
Ayumi berjalan keluar cafe dengan berlari-lari kecil, ia segera mencari taksi untuk cepat membawa nya pergi kerumah sakit, ia tak mungkin meminta Leo mengantar nya, itu akan semakin membuat nya marah, mereka akan berdebat terus menerus dan itu akan sangat mengulur waktu disituasi genting seperti ini.
Akhirnya Ayumi berhasil menemukan sebuah taksi, dalam hati ia berdoa'a semoga lekas sampai ditujuan, dan untuk Leo...
'Maaf mas, aku tau kau pasti sangat marah.. ku harap kau bisa mengerti... Untuk kali ini.. Maafkan lah aku!’ lirih nya dalam hati.
Sementara itu disini Leo, ia mengamuk tak karuan, semua pernak pernik yang disusun rapi untuk dinner nya dengan Ayumi, ia hancurkan begitu saja. Para pelayan yang melihat itupun hanya diam saja, mereka sama sekali tidak berani mengehentikan aksi Leo yang sedang marah.
Leo bahkan memesan minuman beralkohol untuk menenangkan pikirannya, Leo minum sangat banyak hingga dia meracau tak karuan.
Tika yang melihat keadaan sangat kondusif untuk memasuki hati Leo, datang menghampiri Leo.
“Bapak... Kenapa bisa begini! Bukannya tadi Bapak mau dinner dengan Ayumi!” tanya Tika pura-pura tak tahu apapun.
“Dia pergi! Dia pergi meninggalkan aku sendirian Tika, aku... Aku benci dengan pekerjaan nya! gara-gara itu, dia jadi tidak punya waktu untuk ku!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
~v
bingung mau komentar ap 😇🤔 , yummy ,, Leo gk tau wes terserah author aj , aq manut wae wong tingl bc trs ngasih like kasih 🌹 vote m kopi aj biar author semangat
2024-07-04
0
Fifid Dwi Ariyani
trusukses
2024-05-18
0
Cecilia Gracemargaretha
org seperti Leo mending buang kelaut,katanya cinta tapi gak ada pengertian nya dikit pun 😑😑😑
2024-01-08
1