Ayumi sudah membayangkan Jika Leo pasti akan merasa kaget, jika dirinya sampai harus datang selarut ini bahkan sudah hampir mendekati subuh demi untuk meminta maaf pada kekasih tercinta.
Mungkin sebagian orang akan mengatakan jika Ayumi terlalu bucin, tapi dia tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan. Saat ini yang ia pikirkan adalah membujuk calon suami nya.
Setelah mereka sampai diparkiran apartemen.
“Yum, lo yakin mau kesana?” tanya pria tampan berkacamata di depannya.
“Yakin lah Bar, Udah yuuk cepetan turun!" Ayumi membuka seltbelt nya lalu membuka pintu mobil dan turun. Ia sedikit merapikan rambut juga baju nya. Saat ia menyisir rambut nya dengan tangan, tanpa sengaja cincin pemberian Leo saat Ayumi dilamar dulu jatuh, diamond putih diatas nya pecah berantakan.
“Ya ampun, cincin gue!” Dengan buru-buru Ayumi menunduk dan mengambil cincin itu, Seketika perasaan nya mencelos entah karena apa, perasaan yang semula ingin cepat bertemu dengan Leo, kini rasanya, seperti ada sebuah ketakutan.
“Kenapa Yum!”
“Cincin gue jatuh Bar, mana diamond nya pecah lagi,” jawabnya sendu, cincin itu sangat berharga bagi diri nya, karena cincin itu lambang keseriusan Leo untuk nya.
“Cuma cincin doang, lo kan bisa ganti diamondnya, diamond sebesar itu gak susah lah buat elo gantinya kan?” sebenarnya bukan perihal besar kecil diamondnya, hanya saja semua itu sangat berarti karena seseorang spesial yang memberinya.
“Bukan soal Diamond nya Bar, tapi ini dari Leo, cincin pertunangan gue!" Ayumi sudah mulai berkaca-kaca.
“Udah dong jangan nangis, entar gue beliin lo yang baru deh, lo pengen cincin desain mama gue kan, yang ada lambang ekor merak nya, gue bakal bikinin elo yang itu, bila perlu gue suruh mama gue buat gak jual tu desain kesiapa pun, jadi cuma elo yang punya, gimana? udah lo jangan nangis lagi!”
“Lo itu ya.. Dari pertama kita ketemu, sampai sekarang gak pernah berubah,” Ayumi merasa terharu dengan usaha Bara untuk membuat nya tidak bersedih lagi. Ayumi menyimpan cincin itu didalam plastik lalu memasukannya kedalam dompet nya.
“Yuuk Bar, kita kesana!”
“Lo yakin Leo pulang kesini Yum,”
“Yakin, tuh liat.. Ada mobilnya disana.”
“Hapal banget ya!”
“Iya lah.. Udah lo jangan berisik ah, ntar lagi kita nyampek,” sungut Ayumi kesal, memang Bara itu menurutnya sangat cerewet.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di apartemen milik Leo. Ayumi sengaja tidak memencet bel, karena dia mempunyai kartu akses untuk masuk kesana. Dengan sangat hati-hati ia masuk, bahkan entah kenapa heelsnya dilepas didepan pintu apartemen, ia juga bingung kenapa melakukan itu, seperti sedang menangkap basah pacar nya yang sedang sekingkuh saja, padahal ia kesana ingin minta maaf.
Bara yang melihat Ayumi masuk dengan melepaskan heels nya dan mengendap-endap, ia juga melakukan hal yang sama, hingga ia sadar.. Kenapa ia melakukan hal yang sama persis dilkukan oleh Ayumi. Ia menepuk jidatnya sendiri, melihat tingkah konyol wanita dihadapan nya kini.
“Yum! kenapa kita kayak maling sih!"
“Ssshht! jangan berisik!” Ayumi berbalik badan dan langsung membekap mulut Bara. Sontak apa yang dilakukan Ayumi membuat bola mata Bara membelalak, ia belum pernah sedekat ini dengan Ayumi, bahkan kini jarak mereka sangat dekat, hanya 1 jengkal saja. Hati Bara berdesir hebat, seperti ada aliran, yang merayap tak tentu arah.
Suasana di apartemen Leo sangat sepi, bahkan lampu saja tidak dihidupkan, Ayumi yakin jika tadi ia melihat mobil Leo ada di parkiran, tapi kemana orang nya!
lamat-lamat mereka mendengar ada suara erangan dari kamar Leo, Ayumi sangat penasaran , Leo sedang melakukan apa, kenapa seperti nya ia sedang meracau tak karuan. Perasaan Bara tak enak, sebagai lelaki, ia paham betul jika itu sebuah Des*h*n seseorang yang tengah mereguk nikmat memadu kasih.
'Apa itu suara Leo? lalu apakah dia? Oh sial!’ Bara merutuki diri nya sendiri, kalau sampai benar dugaan nya, malam ini juga ia akan mengahbisi laki-laki brengsek itu.
Ayumi semakin penasaran dengan suara - suara itu, beruntung ternyata pintu nya tak dikunci dengan rapat, hingga akhir nya ia memberanikan diri untuk mengintip.
JEEDEER!!!
Bak disambar petir tatkala ia melihat kekasih nya sedang bergumul mesra dengan seorang perempuan, kekasih yang begitu sangat ia cintai ternyata...
Ayumi menutup mulut nya sendiri yang ternganga sangking syock nya, akibat ulah dari pacar nya, tiba-tiba tubuhnya terasa berat. Bara yang menyadari itu, mendongak sedikit untuk melihat apa yang barusan saja diliat oleh Ayumi, dan betapa terkejut nya Bara, saat semua prediksi yang ia pikirkan tadi sangat benar.
“Brengsek!” Bara sudah mengepalkan tangan nya kuat, dan bersiap hendak menghajar Leo, yang sudah berani menyakiti Ayumi, gadis yang mati-matian mencintainya dengan tulus, namun apa yang dia dapatkan?
Ayumi mencekal tangan Bara, ia menggelengkan kepala tanda kalau Bara tidak boleh menghajar Leo. Ayumi kembali mengintip lagi untuk melihat siapa perempuan yang berada dibawah kungkungan kekasih nya.
“Tika?? jadi kau?” Ayumi tak kuasa lagi menahan air mata nya, ia segera berlari dari sana dan tanpa sadar, ia meninggalkan heels nya, Ayumi berlari sekuat tenaga, Bara berusaha mengejar nya, saat ini lasti hati Ayumi sangat hancur, itukah pertanda cincin nya yang jatuh tadi?
“Ayumi! tunggu Yum?!!” Ayumi tak menggubris panggilan Bara. Ia tetap berlari.. yang membuat Bara bingung, Ayumi tidak berlari kearah parkiran, melain kan keluar apartemen, tanpa alas kaki, dan entah sudah sejak kapan hujan turun dengan begitu deras diluar sana.
“Akhhh Ayumi!” Bara hampir frustasi mencari dimana Ayumi, ia bergegas menuju parkiran, untuk mengambil mobil nya. Dengan cepat ia keluar dari lingkaran apartemen, ia langsung mencari-cari dimana Ayumi.
Sedangkan Ayumi sendiri, kini ia sudah tak berlari lagi, bajunya basah terkena hujan, kaki nya lecet karena ia berlari begitu kuat tadi.
Ayumi terus berjalan dibawah deras nya hujan.
Kilas balik tentang janji-janji Leo yang akan membahagiakannya, janji yang tak akan menduakan diri nya, seperti Farhan dulu..
“Kenapa Mas... Kenapa kau harus menyakiti aku, dengan cara yang sama seperti Farhan dulu? kenapa harus Tika?” lirih Ayumi sendirian, air mata nya jatuh berbarengan dengan tetesan hujan yang deras, seakan semesta tahu, jika saat ini luka yang ditorehkan Leo begitu perih.
“Ayumi!” panggil Bara dari dalam mobil, Ayumi melirik sekilas kearah sumber suara, dan tiba-tiba.. Kepala nya terasa berat, pandangan nya seketika gelap, dan..
Yah... Ayumi jatuh pingsan, sejak tadi memang kesehatannya kurang fit, ia sudah lelah dengan aktivitas sehari ini, ditambah ia harus memikirkan kemarahan Leo, dan lagi..
***
Pagi hari, Ayumi membuka matanya dengan sangat berat, kepala nya masih sangat pusing, badannya terasa masih sangat panas. Setelah matanya sempurna terbuka, ia menerjabkan mata nya keseluruh penjuru kamar, Ayumi tak mengenali tempat ini..
“Aku dimana? ini bukan Apartemen ku..” mengingat tentang apartemen, ia teringat dengan kejadian semalam, saat ia melihat Leo dan Tika yang sudah mengkhianatinya.
“Apa aku mimpi semalam?” Ayumi berusaha duduk.
“Sayang.. Kamu sudah bangun?” tanya seorang perempuan paruh baya, yang seusia mama nya, meskipun sudah tak muda lagi, tapi perempuan itu masih terlihat cantik, badannya masih begitu singset, dan sangat keibuan.
“Tante Melisa? Jadi aku disini?” Perempuan yang bernama Melisa itu datang mendekati Ayumi, dan duduk di pojok ranjang yang Ayumi tiduri. Ia memegang kening Ayumi, memeriksa apakah Ayumi masih demam atu tidak.
“Iya sayang, kamu disini.. Tadi malam Bara membawa mu kesini, kamu pingsan saat hujan-hujanan.. Gak mungkin kan Bara membawa kamu ke Apartemen, nanti yang gantikan baju kamu siapa? jadi dia minta tolong sama tante.” Melisa berkata sembari terus mengulas senyum yang sangat manis. Sejak dulu Mama nya Bara memang selalu baik, dan memperlakukan Ayumi seperti anak sendiri.
“Makasih banyak ya Tan, maaf udah ngerepotin Bara sama Tante,”
“It's okey sayang.. Tante udah denger dari Bara soal tadi malam.. Kalau Leo.."
“Leo berselingkuh!” Ayumi menyunggingkan bibirnya, “Aku kira cuma mimpi, ternyata itu semua nyata adanya!” jawabnya lagi, Ayumi mengambil nafas berat, dan membuang nya perlahan.
“Sayang, tante tahu ini berat, bersyukurlah karena kalian belum menikah.. Yang kuasa masih sayang sama kamu, harus kuat ya.. gak boleh lemah,”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussehat
2024-05-18
0
Rahma Inayah
untung pas tau sblm nikah..
2024-01-01
1
Diana Hayani
berlian pecah karena terjatuh ??? yakin Thor ??? berlian itu batu perhiasan paling keras didunia kecuali anda dgn sengaja memukul nya dgn martil bisa jadi retak atau mungkin pecah.
mungkin maksud othor berliannya lepas barangkali ya..
2023-11-21
1