Pov Ayumi
Aku duduk termangu dan memandang kearah jendela rumah sakit, tidak bisa dipungkiri.. Batinku sungguh terasa sakit dan nyeri.. Sahabat yang aku kira begitu sayang padaku, telah dua kali mengkhianati ku..
‘Padahal aku sayang dan peduli pada mu Tik,’ lirih ku sendiri.. Hanya aku yang tahu bagaimana rasanya sakit ini,
Pikiran ku menerawang jauh, rasanya baru kemarin aku dan Leo membicarakan tentang pernikahan, tapi sekarang.. Semua hancur tak bersisa..
Teringat saat kali pertama mereka bertemu tanpa sengaja disebuah acara Perusahaan Jewelry ternama, aku sangat suka dengan perhiasan yang unik dan langka..
Saat itu kami berebut ingin mendapat kan liontin mawar dengan ukiran berlian, Leo ingin membelikan itu untuk hadiah ulang tahun Bu Nilam, Mama nya..
Kami terlibat pertengkaran kecil hingga akhir nya ia harus mengalah merelakan liontin itu untuk ku, sejak saat itu kami bertukar nomor ponsel, dan lama kelamaan bertukar pesan.. Hingga.. Dia menyatakan perasaan nya padaku, dua tahun kami menjalin hubungan akhir nya kami memutuskan untuk segera menikah..
Tapi apa daya impian-impian yang sempat ku rakit bersama Leo, hancur sebelum semua nya tercipta. Dan semua itu karena Tika...
Enggak.. Aku gak bisa hanya menyalahkan Tika, mereka berdua sama aja, sama-sama pengkhianat.
“Hai sayang..”
“Tante Melisa?”
“Gimana keadaan kamu.. Bara bilang kamu drop sehabis operasi kemarin,”
“Sudah agak mendingan Tan.. Bara udah kasih vitamin tadi, mungkin aku kecapean kali ya?” Tante Melisa mengusap lembut rambut ku, mengingatkan aku akan sosok Mama.. Andai saat seperti ini mama dan Papa ada disini..
“Kamu kerja jangan terlalu diforsir sayang, harus ada waktu untuk diri kamu sendiri!” ucap tante Melisa, benar memang.. Mungkin aku hampir tidak punya waktu untuk diri sendiri, mungkin karena itu juga Leo berpaling ke Tika.
“Mungkin karena itu ya Tan.. Leo berpaling dari aku!” lagi.. Aku mengingat akan Leo.
“No.. Pasangan itu harus saling memahami satu sama lain, pasangan itu saling melengkapi, bukan menuntut.. Kalau kamu berpikir karena kesibukan kamu makanya Leo pergi, bukan begitu definisi nya sayang..
Kamu tau kan , apa yang terjadi dalam kehidupan kita itu sudah digaris kan takdir..
Mungkin.. Leo bukan orang yang tepat buat kamu, suatu hari, pasti akan datang seseorang yang bisa menerima segala bentuk kesibukan kamu, saling memberi semangat dan dukungan satu sama lain.. Tante percaya itu!”
Hatiku sedikit menghangat mendengar petuah dari tante Melisa, kepribadian tante Melisa yang lembut dan bersahaja membuat semua orang betah berlama-lama ngobrol dengan nya.. Beruntung nya seseorang yang bisa jadi menantunya...
“Good night girls..” Suara Bara membuyarkan lamunan ku.. Ia datang dengan membawa tentengan kantong plastik yang lumayan banyak.
“Bar.. Lo bawa apa.. Banyak bener!” tanya ku sembari melihat kearah kantong-kantong plastik itu.
“Iyaa.. Kamu bawa apa sayang.” tante Melisa pun ikut penasaran juga.
“Ini batagor bandung ma.. Tuh si Ayumi katanya pengen batagor, biar cepet sembuh.. Bara borong aja semuanya!"
“Seriusan Bar?”
“Iya.. Ini lo makan.. Mau yang mana.. Gue beli di tiga tempat nih.. Kali aja rasanya ada yang gak pas di mulut lo.”
Uuhhh manis nya.. gak nyangka Bara yang lebih ke ngeselin setiap hari nya malah se perhatian ini sama aku.
“Duuh baik nya.. Gue mau dong Tan.. Jadi mantu tante kalau suami nya model Bara kayak gini!" jawab ku asal..
Bara terkesiap mendengar ocehan ku, untuk sejenak dia sedikit mematung..
“Ayumi!” Baru saja makan satu suap tiba-tiba ada suara yang sudah lama sekali aku rindukan, suara Mama!
Aku menoleh kearah pintu kamar rumah sakit, benar.. Mama dan Papa mereka datang.
“Mama! Papa!”
Mereka langsung berhambur memeluk ku, Ya Allah aku rindu sekali, sudah tiga bulan kami tidak bertatap muka.
“Kamu sakit sayang..” tanya Mama padaku.
“Kamu jangan terlalu memforsir kerjaan kamu Yum, lihat badan kamu semakin kurus!” Papa ikut menimpali.
“Cuma sedikit kecapean aja Ma, Pa.. Udh gak apa-apa.. Tuh sama dokter Bara udah dikasih obat juga vitamin, biar Yumi cepet sembuh.” jawabku lagi, Tante Melisa dan Bara hanya tersenyum melihat aku dan kedua orang tuaku.
“Ooh jadi itu yang nama nya Bara?” tanya Papa ku sedikit sinis menatap ke arah Bara, ada apa ini.. Aku tidak pernah cerita tentang Bara sebelum nya.. Kenapa Papa seperti nya kesal melihat Bara.
Tante Melisa pun seperti nya ikut mengernyitkan kening nya, heran.. Melihat tingkah Papa yang seperti kesal dan marah pada Bara.
“Iya Pa.. Kenalin itu Bara.. Dan yang itu tante Melisa. Mama nya Bara..” tunjuk ku pada Bara dan Tante Melisa secara bergantian. Mama tersenyum hangat menyambut perkenalan itu, sementara Papa..
“Jadi gara-gara Ayumi menginap di rumah kamu.. Hubungan Ayumi dan Leo harus putus?” sergah Papa menginterupsi Bara.
“Maksud anda apa ya Om?” tanya Bara bingung, bukan hanya Bara yang bingung, aku dan Tante Melisa juga bingung.
“Sudah lah! kamu tahu kan kalau Ayumi sudah bertunangan dengan Leonard, lalu kenapa kamu memaksa Yumi untuk menginap di rumah kamu? Aku percaya anak ku anak baik-baik.. Tapi kamu! apa kamu itu lelaki baik-baik? kenapa malah membawa wanita yang sudah bertunangan bermalam di rumah mu?” Leo terbelalak diserang dengan kata-kata tajam dari papa.
“Tunggu! seperti nya anda salah paham disini,” Tante Melisa bersuara .
“Iya Pa.. kenapa Papa mengambil kesimpulan seperti itu? Tunggu... Papa tahu darimana tentang Bara dan aku?” tanya ku yang sedari tadi sudah penasaran sekali, darimana Papa tahu aku menginap di rumah Bara tadi malam.
“Leo menelpon kami Yum, dia bilang.. Dia memutuskan hubungan dengan mi, karena kau terpergok tidur di rumah laki-laki bernama Bara!” Ucap mama.
“Ohh, jadi Leo yang mengadu pada mama dan Papa?”
“Kamu masih bisa setenang ini? Papa dan mama jauh-jauh dari Jerman untuk menyelesaikan masalah ini dengan Pak Samba! kamu tau Yum.. Sikap kamu yang begini sudah mencoreng nama baik Papa, nama baik keluarga kita!” Papa nampak begitu marah, jelas saja marah .. Ada yang memprovokasi diri nya.
‘Sudah salah, kau malah sibuk mencari kambing hitam untuk menutupi nya Leo? Dasar brengsek kau!’ umpat ku kesal, selama ini aku bahkan tidak pernah sekasar ini bicara padanya, Muak sekali rasanya mengingat dirinya yang tengah asyik bergumul mesra dengan Tika, sementara aku yang jadi bahan amukan papa!
“Pa.. Papa bisa memvonis aku dan Bara bersalah, sebelum papa mendengar seluruh kisah nya... ” Aku mencoba menarik nafas dan membuang nya perlahan untuk mengatur ritme jantungku yang sudah siap meledak, sementara Papa masih menatap tak suka pada Bara.. Juga padaku.
“Semalam.. Aku dan Leon sedang Dinner, tapi tiba-tiba ada panggilan dari rumah sakit, ada pasien yang kritis karena kecelakaan, awal nya aku udah minta Bara buat handle semua yang ada di rumah sakit, karna malam tadi aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan Leo, aku sadar .. Selama ini aku sibuk dengan pekerjaan ku!
Leo sangat marah.. Saat aku putuskan untuk pergi kerumah sakit, aku bimbang Pa.. Jujur aku tak ingin meninggalkan diri nya disana, tapi sebagai dokter aku juga tidak bisa mengabaikan nyawa seseorang yang sedang butuh pertolongan.. Bara, dia juga handle operasi diruang lain,dengan terpaksa aku memilih meninggalkan Leo disana...
Setelah selesai operasi, aku sadar Leo pasti marah besar.. Aku berniat menemui diri nya.. padahal malam itu aku sudah merasa sangat lemas dan pusing, aku meminta Bara mengantarkan aku ke apartemen Leo..
Beruntung aku masih menyimpan akses untuk bisa masuk kesana, dan Papa tahu apa yang aku dapatkan saat aku dan Bara tiba disana?” Papa masih mengernyitkan kening nya, dia masih menunggu ku melanjutkan ceritanya.
“Apa?”
“Dia sedang bercumbu mesra bahkan seperti pasangan suami istri dengan perempuan lain! Bara juga melihat nya Pa.. Dia juga menjadi saksi dari perbuatan menjijikan seorang Leo! Parah nya wanita itu adalah Tika!”
“Apa?? Tika? Kau masih berhubungan dengan nya?” tanya Papa kaget begitu juga dengan mama..
“Sayang.. Kamu tahu kan dulu Tika juga mengkhianati kamu? kenapa kamu bodoh sekali harus jatuh kelubang yang sama dua kali?” cerocos mama tak Terima.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussehat
2024-05-18
0
MakBarudakh
Bara terbelalak
2024-03-14
0
Rahma Inayah
dsar leo dia yg salh tp mengkambing hitam kn orang lain
2024-01-01
1