Part 19

Setelah Ara memakai pakaian lengkapnya Taehyung segera menggandeng tangan Ara keluar!

Ia membawa Ara ke mobilnya. Taehyung benar-benar marah kali ini karena melihat langsung Ara yang menjajakan tubuhnya pada pria lain!

Taehyung memukul kemudi dengan keras lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dua jam kemudian mereka sampai di apartemen milik Kim Taehyung.

Taehyung mengajaknya ke kamar dan mendorong Ara ke ranjangnya.

Dengan nafas yang terengah-engah Taehyung menahan amarah ia melucuti semua pakaian Ara.

Ara menolak, menepis kasar tangan Taehyung namun Taehyung berhasil mengunci tangan Ara sehingga Ara sudah tidak memakai pakaian apapun saat ini!

Taehyung langsung memasukkan miliknya ke area sensitif Ara tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu.

"Apakah kau kurang puas denganku selama ini? Haha murahan sekali kau! Berani-beraninya kau melakukan hal itu lagi!" Ucap Taehyung sambil memaju mundurkan miliknya di dalam milik Ara.

"Kim sakittt! Lepaskan aku! Aku tidak mau. Kenapa kau selalu seperti ini?" Kata Ara memberontak, ia tidak sudi jika Taehyung kembali menguasai tubuhnya.

Hingga akhirnya Taehyung menyelesaikan pelepasannya di dalam milik Ara. Ara segera bangun dan berlari ke kamar mandi, setelah itu memakai kembali pakaiannya.

Taehyung terus menatap Aera dengan tatapan tajam, Aera sama sekali tak gentar melihat Taehyung yang menatapnya seperti itu. Aera meraih handle pintu dan ingin keluar. Sebelum tangannya sampai Merai handle pintu Taehyung berlari dan menggeret tangan Aera.

"Mau kemana kau wanita murahan? Puaskan aku akan ku bayar kau nantinya!" Ucap Taehyung.

Dada Ara bergemuruh hebat, sakit rasanya ketika ia mendapati Taehyung mengeluarkan ucapan yang seperti itu.

"Kenapa? Kau yang membuatku seperti ini, kau yang membuatku menjadi wanita murahan Kim Taehyung!" Ucap Ara dengan penuh penekanan.

"Hina aku sepuas mu! Katakan apapun aku akan menerima! Karena memang faktanya aku murahan!" Teriak Ara frustasi, Ia terjatuh ke lantai. Tiba-tiba ia merasakan perutnya melilit, sangat sakit makin lama semakin sakit.

Euuhhh .. Ara menahan rasa sakit itu di depan Taehyung namun tidak bisa.

"Tae, tolong aku! Perutku euuhh" Pinta Ara pada Taehyung saat perutnya kesakitan.

Sementara Taehyung hanya mengira jika itu akal-akalan Ara saja untuk menyudahi pertengkaran ini.

"Kim Taehyung tolong aku" Pinta Ara sekali lagi sambil menangis.

Taehyung tetep kekeuh pada pemikirannya.

Melihat Taehyung yang tidak kunjung menolongnya, Aera merangkak menuju meja, lalu dengan sekuat tenaga ia berdiri. Ketika ia berhasil berdiri Taehyung memanggilnya dan langsung berlari membopongnya .

Aera hanya terdiam, bingung dengan sikap Taehyung yang mudah berubah dengan cepat.

"Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri! Aku tidak butuh bantuanmu!" Ara memukul dada Kim Taehyung.

Taehyung hanya diam, ia membuka pintu mobilnya dan mendudukkan Aera di samping kemudi supir, Taehyung mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Setelah Ara mendapatkan perawatan, Kim Taehyung menemui dokter untuk berkonsultasi.

"Selamat malam dok, bagaimana keadaan pasien atas nama Jung Aera Arunika?" Tanya Taehyung.

"Silahkan duduk dulu, keadaanya sudah membaik. Bukankah sudah pernah saya katakan pasien mengalami depresi, kenapa ia kembali kesini lagi dengan keadaan yang sudah pendarahan? Jika terjadi hal seperti ini lagi, kemungkinan besar keduanya tidak akan selamat" Ucap dokter itu.

Taehyung yang mendengar penjelasan dari dokter shock, apa yang menyebabkan Aera depresi seperti? Apakah karena ia mengetahui aku bertunangan dengan Yoora atau karena hal lain yang menimpanya?

Argh! Aku benar-benar tidak habis pikir. Kenapa aku sama sekali tugas bisa tegas!

"Baiklah dok, terimakasih atas waktunya" Ucap Kim Taehyung meninggalkan ruangan dokter itu.

Sesampainya di ruang rawat Aera, Taehyung melihat Ara sedang tertidur pulas. Ia duduk di samping ranjang rumah sakit dan duduk di kursi yang tersedia disana. Ia meraih jemari Ara dan menggenggamnya, sampai ia tertidur.

Pagi harinya ketika Ara terbangun, ia melihat Taehyung masih menemaninya.

"Kim bangunlah!" Ucap Ara lembut.

Taehyung yang mendengar suara Ara langsung terbangun.

"Kenapa, ada apa? Apa yang sakit?" Kata Taehyung panik di sela-sela nyawanya yang belum terkumpul.

"Tidak ada, pulanglah! Yoora pasti menunggumu pulang! Aku bisa sendiri di sini. Ada perawat yang akan menjagaku!" Perintah Ara.

"Tidak! Aku akan menemanimu disini sampai kau sembuh. Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan meneruskan perjodohan itu." Kata Kim Taehyung.

"Pulanglah, percaya padaku aku akan baik-baik saja! Aku tidak ingin membahas hal itu lagi saat ini. Kesehatan ku lebih penting. Kau bisa datang kesini lagi nanti dengan Yoora!" Ucap Ara.

"Sebentar, aku akan menghubungi Yoongi Hyung untuk menjagamu disini" Ucap Taehyung lalu beranjak keluar ruangan.

"Hyung bisakah kau datang ke Rumah sakit Seoul sekarang?" Tanya Taehyung.

"Siapa yang sakit, aku sedang di studio. Satu jam lagi aku akan kesana" Jawab Yoongi di balik telepon.

"Baiklah, aku menunggumu Hyung" Jawab Taehyung lalu mematikan sambungan teleponnya. Ia kembali ke dalam ruangan Ara.

"Satu jam lagi aku akan pulang. Aku akan disini sebentar saja" Ucap Taehyung.

"Makanlah, aku akan menyuapi mu" Lanjut Taehyung yang berjalan mengambil nampan makanan di meja.

Baru beberapa suap makan, Ara tidak berselera. Tiba-tiba ia merasakan sesak di dadanya, tidak terasa buliran air mata mengalir di pipinya.

Taehyung yang melihat hal itu menjadi panik, ia takut terjadi apa-apa pada Ara.

"Apa yang kamu rasakan? Kenapa tiba-tiba menangis? Cerita padaku!" Ucap Taehyung.

"Tidak, , aku tidak kenapa-kenapa! Bisakah kita berbicara serius tentang hubungan kita sekarang?" Ucap Ara.

"Ada baik nya jika kita tidak seperti ini Kim, kau sudah memiliki Yoora. Biarkan aku sendiri seperti ini. Aku tidak akan menuntut pertanggung jawaban darimu. Aku akan fokus melanjutkan hidupku, mengurus perusahaan peninggalan kedua orang tuaku" Ucap Ara sambil menarik nafas panjang menahan agar air matanya tidak turun.

"Kenapa? Apa kau sudah tidak menyayangiku?" Tanya Taehyung.

"Haha, bukan. Tidak ingatkah kau jika aku pernah berkata akan kembali dengan perasaan yang sama?" Ara bertanya balik.

"Aku selalu menyayangimu, mencintaimu. Tapi jika takdir berkata seperti ini aku bisa apa? Aku tidak mungkin mementingkan keegoisanku dengan merebut mu dari Ahn Yoora, Kim!" Lanjut Ara.

"Lagi pula orang tuamu tidak akan merestui hubungan kita. Saranku lanjutkan saja hubungan yang sudah kau jalin dengan Ahn Yoora. Aku yakin kau tidak mungkin tega mempermalukan kedua orang tuamu jika kau membatalkan pernikahan kalian" Ucap Ara dengan mata berkaca-kaca.

"Dan untuk janin ini, dia tetap akan menjadi anakmu. Karena bagaimanapun kau ayah biologisnya!" Lanjut Ara.

"Tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki semua ini? Aku akan berbicara dengan Ahn Yoora. Aku yakin aku bisa" Ucap Tae sembari memegang jemari Ara.

"Tidak Kim, keputusanku sudah bulat! Aku tidak mungkin menjadi penghalang untuk kalian bersatu!"

Tanpa mereka sadari, Yoongi sudah berada di pintu. Yoongi mendengar semua pembicaraan mereka. Yoongi tahu jika Ara hamil!

"Kim Taehyung! Sejak kapan kau menjadi pengecut seperti ini?" Sentak Min Yoongi yang membuat keduanya kaget.

"O o Oppa, sejak kapan kau berada di sini?" Tanya Ara.

"Jawab aku Tae! Sudah berapa bulan usia kehamilan Aera!" Ucap Yoongi dengan nada yang sangat keras.

"Sudah hampir 14 Minggu Hyung" Jawab Taehyung pelan.

"Lalu kau akan membiarkan Ara menanggung ini semua sendiri? Kalau kau tidak bisa bertanggung jawab karena merasa sudah memiliki Yoora, maka aku yang akan bertanggung jawab pada Ara!" Ucap Yoongi!

"Tidak Hyung! Aku akan membatalkan pernikahan ku dengan Yoora, aku sudah mengatakan hal ini kepada Ara!" Bantah Kim Taehyung.

"Tidakkah kau dengar tadi? Ara memintamu untuk melanjutkan pernikahan mu dengan Ahn Yoora!" Ucap Yoongi kasar.

"Oppa sudahlah, biarkan Taehyung pergi. Kasihan jika Yoora menunggunya! Pinta Ara.

"Pergilah kau!" Usir Yoongi.

Taehyung tidak bisa membantah apapun lagi, karena ia tahu jika Yoongi sudah marah tidak ada yang berani mengusiknya.

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!