"Bangunlah sudah pagi, mandilah dan segera ke bawah. Semuanya sudah bersiap untuk sarapan"
"Eemmmhh, aku masih mengantuk. kamu saja duluan sayang" Perintah Taehyung.
"Baiklah, aku ke bawah dulu untuk sarapan, nanti menyusul lah"
Setelah Ara berlalu, Taehyung segera bergegas untuk mandi, sebab mereka semua saat ini mau berjalan-jalan ke mall untuk membeli oleh-oleh, setelah semua selesai sarapan pagi Ara segera menemui Ibu Yoongi untuk membicarakan sesuatu.
"Bibi aku ingin bicara" Ucap Ara.
"Aku sudah berbicara dengan Yoongi Oppa untuk mengajak Bibi ke Indonesia dan ia mengijinkan Bi" Lanjutnya.
"Benarkah? Sepertinya Bibi tidak bisa ikut, ada banyak pekerjaan yang belum Bibi selesaikan. Sebelumnya terimakasih tawarannya" Ucap Bibi sembari mengelus puncak kepala Ara.
" Yaah, ikutlah selama satu Minggu saya Bi setelah itu Ara akan mengantar bibi pulang"
...----------------...
"Sayang kamu ingin apa? Belilah" Perintah Taehyung.
"Ah tidak, aku tidak tertarik apapun untuk saat ini"
"Taehyung-a" Panggil Jimin.
"Ya, kemari lah bergabung bersama kami" Teriak Kim Seokjin.
"Baiklah, ayo berkumpul dengan yang lain" Ajak Taehyung.
"Sebenarnya aku tidak tenang ketika mendapat kabar ini, aku takut" Ucap Ara tiba-tiba.
Ya, Ara selalu memikirkan ucapan ibu Min Yoongi bahwa Taehyung memilih pergi dari rumahnya karena menolak untuk dijodohkan, sama seperti dirinya.
"Kenapa?" Tanya Tae.
"Aah tidak apa-apa, mungkin aku saja yang terlalu perasa" Ucap Ara tiba-tiba meneteskan air mata.
"Kenapa kamu menangis, bukankah sudah ku katakan. Bicaralah denganku ketika ada yang mengganggu pikiranmu" Ucap Taehyung sembari menghapus air mata Ara.
"Bisakah kamu bercerita jujur denganku tentang keluargamu?"
"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?" Tanya Taehyung.
"Tidak bolehkah aku mengetahui latar belakang calon suamiku nanti?"
"Baiklah, duduklah di kursi taman itu. Aku akan bercerita semuanya denganmu" Ajak Taehyung.
Sebelum itu, Taehyung meminta ijin kepada leader grup untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Duduk lah" Perintah Taehyung dan Ara menurutinya.
"Tidak inginkah kamu mencari wanita lain yang sepadan denganmu Tae?" Tanya Ara.
"Bicara apa kamu? Aku sudah memiliki kamu"
"Ceritakan semua tentangmu kepadaku"
Dengan menarik nafas panjang, Kim Taehyung menceritakan semua tentang keluarganya.
"Aku anak dari Kim Dasom, aku rasa kamu tahu siapa beliau" Ucap Tae serak. Sementara Ara kaget, tidak menyangka jika ia anak dari pengusaha kaya nomor 3 di Korea. Berarti benar kata Yoongi bahwa Tae seperti pangeran jika berada di lingkungannya.
"Aku mempunyai satu adik perempuan, Kim Yeri" Lanjut Tae.
"Lalu? Mendengar latar belakangku yang seperti itu, apakah nantinya orang tuamu akan merestui hubungan kita? Terlebih aku hanya wanita biasa, bahkan aku pernah bekerja sebagai pelacur. Aku rasa tidak!" Ucap Ara dengan menahan rasa sesak di dada bagian kirinya.
"Aku akan memperjuangkan hubungan kita, aku ingin kita bersama selamanya, Ara aku mencintaimu"
"Apakah orang tuamu sama sekali membebaskan mu untuk menentukan pilihanmu sendiri? Atau bahkan kamu sudah di jodohkan?"
"2 tahun yang lalu aku memutuskan pergi dari rumah karena aku menolak untuk dijodohkan dengan anak kolega ayahku, ia berasal dari Los Angeles" Jelas Taehyung.
Ara menangis sembari menahan rasa sakit di dadanya.
"Bisakah kau mengubah jadwal keberangkatan ke Paris? Bisakah kamu ikut denganku ke Indonesia? Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu" Pinta Ara dengan isak tangis.
"Aku akan mencoba berbicara pada pd-nim untuk mengambil cuti"
"Baiklah, aku hanya takut. Kamu rumahku, tempat ternyaman ku"
"Semua akan baik-baik saja" Ucap Tae sembari memeluk Ara.
...****************...
Setelah semua selesai berbelanja, mereka kembali ke hotel. Sementara Taehyung menemui Haneul untuk meminta cuti selama satu bulan penuh.
"Itu sudah di jadwalkan dari jauh-jauh waktu, kenapa mendadak sekali kamu mengambil cuti?" Tanya Haneul.
"Ada hal yang sangat mendesak sekali, maaf"
"Sudahlah, pergilah! Ingat hanya satu bulan!" Tegas Haneul.
"Terimakasih" Ucap Taehyung.
Taehyung segera ke kamarnya untuk memberitahu hal ini kepada Ara.
"Jadi kapan kita akan berangkat?" Tanya Tae.
"Kita ke rumahku dulu sekarang"
"Mereka segera packing semua barang dan setelah itu meminta staff untuk mengantar mereka ke rumah Ara"
Sebelum itu Ara sudah meminta ijin kepada Haneul dan Mua untuk berangkat nanti malam.
"Maaf, mau di antar kemana?" Tanya staff.
"Beverly Hills" Jawab Ara sembari mengaktifkan lokasi.
Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di depan mansion keluarga Jung. Setalah penjaga mansion membukakan gerbang, mereka langsung masuk.
Ara mempersilahkan Taehyung duduk.
"Kamu belum makan siang malam kan? Mau makan apa?" Tanya Ara sembari menyodorkan menu yang ada di mansion"
"Japchae tidak pedas, bulgogi dan wishki" Ucap Taehyung.
Taehyung menarik tangan Ara untuk duduk di sampingnya, sementara Ara memanggil maid untuk menghidangkan pesanan Taehyung.
"Dimana kita?"
"Di rumahku, ini rumahku"
"Aku tidak suka bercanda Aera" Ucap Taehyung sambil menggertak kan giginya.
"Aku mengatakan dengan jujur Tae, ini benar-benar rumah keluargaku, kau akan tahu aku ketika kita sampai di Indonesia"
Ketika mereka sedang berdebat, salah seorang maid datang membawakan makanan untuk Taehyung.
"Cepat habiskan makananmu. Setelah itu kita akan berangkat ke Indonesia"
"Sudahkah kau memesan tiket pesawat?"
"Sudah" Jawab Ara singkat.
Satu jam kemudian mereka berdua telah siap dan Ara mengajak Taehyung untuk naik ke lift menuju lantai paling atas tempat dimana privat jet keluarga Jung berada.
"Kami tidak akan menculik ku kan? Aku benar-benar terkejut kali ini dengan kelakuanmu Ara"
"Masuklah" Perintah Ara.
Selama perjalanan, Ara hanya terdiam. Ia berbicara seperlunya saja. Pikirannya benar-benar bercabang.
Setelah menempuh waktu hampir 20 jam penerbangan mereka sampai di Bandar Udara Indonesia.
Mereka langsung melanjutkan ke mansion keluarga Jung yang berada di Indonesia.
Setelah sampai, Ara segera memasuki mansion dan menemui orang tuanya.
"Maaf bi, di manakah papa dan mama?" tanya Ara pada salah satu pelayan.
"Maaf nona, tuan dan nyonya baru saja berangkat ke Bali sekitar 2 jam yang lalu"
"Terimakasih bi"
"Iissh, selalu saja seperti ini" gerutu Ara.
"Istirahat lah dulu di kamarku, nanti kita akan berangkat ke Bali"
Taehyung yang masih heran hanya menuruti perkataan Ara, ia mengikuti Ara ke kamarnya.
"Istirahatlah, aku benar-benar capek sekali" keluh Ara.
Tiba-tiba Taehyung menciumi Ara, leher setiap lekuk tubuhnya. Mengecup bibir Ara dengan lembut dan semakin lama semakin dalam dan menuntut.
Tanpa di sadari tubuh mereka sudah sama polosnya, seperti bayi yang baru lahir.
Taehyung mulai menelusuri permukaan kewanitaan Ara, menggoda. Memberi rangsangan sebelum dua jarinya di masukkan.
"Taehyung-ahh" Lirih Ara, sambil memejamkan mata.
"Taehyung-ahh, aku tidak bisa. Ini sangat aahh" Racau Ara sembari mencengkram erat bahu Taehyung.
Tubuh Ara bergetar sambil menggigit bibir bawah, cairan putih keluar sangat banyak mengalir tepat ketika Taehyung mengeluarkan dua jarinya dari dalam sana.
"Jangan dulu menyerah sayang, ini belum seberapa" Ucap Taehyung sembari mencium lembut bibir Ara. Semakin turun ia menjilati area sensitif Ara.
Suhu tubuh keduanya semakin panas, kulit bertemu kulit. Ara tak kuasa menahan gempuran Taehyung dibawah sana yang begitu handal, Ara memejam, menarik rambut Taehyung, menggigit bibir menahan nikmat dan mencengkram permukaan sprei hingga kusut.
Taehyung mengunci pergerakan tangan Ara tepat di atas kepala gadis itu. Menghujam nya dengan ritme dua kali yang lebih cepat.
"Tae, emmhh" Ara menjambak rambut Taehyung dan suara geraman Taehyung yang begitu kuat. Pada waktu yang sama Taehyung menumpahkan benihnya kedalam rahim Ara.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments