"Lama sekali kau! Aku bahkan sudah selesai mengemasi semua barangmu ini sendiri!" Gerutu Mua sambil mengacak acak rambut Ara.
"Maafkan aku eonnie, dia datang jauh dari New York tidak mungkin jika aku tidak menyapanya" Ucap Ara dengan wajah memelas.
"Sudahlah tidak usah memelas di depanku, tidak akan mempan! Cepatlah berangkat!" Teriak Mua.
Ara yang mendengar teriakan Mua langsung berlari keluar menyeret koper miliknya, tak lupa ia menyambar kunci mobilnya. Setelah masuk ke dalam mobil dan melewati gerbang utama mansion mobilnya di hadang oleh penjaga.
"Maaf noona, anda mau kemana? Tuan besar memerintahkan kami untuk menjaga anda"
"Aku hanya ingin mengantarkan temanku kembali ke hotelnya, kami akan kembali lagi kesini".
"Baiklah Noona" Ucap penjaga mansion sembari membukakan gerbang untuk Ara. Mobil Ara melaju dengan kecepatan cepat agar sampai di hotel dengan cepat. Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam akhirnya mereka sampai di hotel tempat mereka menginap, Ara langsung memasuki kamar dan mandi. Para member sudah tiba dan langsung menuju ke dinner room, staff memanggil mereka untuk makan malam. Sesampainya di room, Ara kaget karena melihat 3 wanita yang tidak ia kenal, ia pun bertanya kepada Mua.
"Eonnie, siapakah mereka? Tanyamu.
"Dia istri dari Seokjin, dan yang itu kekasih Hoseok dan Jungkook" Jawab Mua.
"Jadi Jin oppa sudah menikah,kenapa aku tidak tahu" Ucap Ara pada Mua.
"Dia sudah menikah dari 2 tahun yang lalu" Jawab Mua.
"Salam kenal eonnie, aku Ara" Ucap Ara memperkenalkan diri pada kedua wanita itu.
"Ah, salam kenal aku Irenne" Jawab Istri Seokjin.
"Aku, Shin Yumi" Jawab kekasih Jung Hoseok.
"Aku Lee Ga Eun" Jawab kekasih Jungkook.
Mereka berbincang dan saling bertukar nomor handphone.
Tiba-tiba ada seorang lelaki memasuki ruangan dimana semuanya sedang berkumpul.
"Hallo semuanya, selamat menikmati makanannya" Ucap CEO yang baru saja datang.
Sementara itu Ara yang merasa familiar dengan suaranya tidak langsung mengangkat kepalanya, karena ia masih berfikir jika itu bukan kakaknya dan Haneul pun tidak menyadari kehadiran Ara di situ. Ara yang masih belum menyadari keberadaan kakaknya itu langsung menyantap habis makanannya dan menunggu di luar. Setelah semua selesai makan, mereka menuju ke kamar masing-masing, Tae menghampiri Ara "Kamu mau kemana?" Tanya Tae.
"Aku ingin mencari udara segar, masuklah dulu tunggu di kamar" Pinta Ara. Setelah ia melihat Tae memasuki kamar, ia langsung memasuki dinner room untuk menemui Mua. Ara langsung membuka pintu karena ia pikir hanya ada Mua di dalam. Namun bukan Mua yang terkejut tetapi Ara yang di buat terkejut oleh dua orang yang sedang di mabuk asmara itu. Ara shock dan membeku, mereka berdua masih belum menyadari kehadiran Ara, sehingga masih saja meneruskan kegiatan mereka. Setelah selesai mereka kaget melihat Ara.
"Ya Ara, sejak kapan kau di sini? Tanya Mua gugup.
"Sejak kalian berdua berciuman" Jawab Ara tertawa, sedangkan Haneul yang baru menyadari jika itu adalah adiknya juga kaget.
"Ya Aera-a, bagaimana kau tahu jika aku berada di sini, kapan kau sampai? Kau benar-benar penguntit!" Ucap Haneul
Ara yang kaget jika itu adalah kakaknya langsung berlari dan memukul Haneul.
"Kemana saja kau, sama sekali tidak tanggung jawab!" Bentak Ara.
Tanpa menunggu kama Haneul menarik tangan Ara dan membawanya ke kamarnya. Dan sesampainya di kamar Haneul memberondongi Ara dengan berbagai macam pertanyaan.
"Bagaimana bisa kau sampai di sini dan mengenal Choi Mua? Kenapa selama di Korea kau tidak pernah menemui ku?"
"Aku berkencan dengan salah satu artis mu dan dia pula yang mengajakku ke sini! Ya, bagaimana kau mengatakan aku tidak pernah menemui mu, aku selalu datang ke kantormu, tapi kau tak pernah ada!"
"Lagi pula aku baru saja dari mansion utama dengan Mua eonnie, aku benar-benar terkejut dan tidak menyangka bahwa ia akan menjadi kakak ipar ku" Lanjut Ara dengan tertawa.
"Siapa artis ku yang kau kencani wahai anak kecil?" Tanya Haneul penasaran.
"Kau akan tahu sendiri jika sudah saatnya" Ucap Ara sembari menjulurkan lidahnya.
"Aku akan terbang ke Indonesia menemui mama dan papa" Lanjut Ara.
"Sudahkah kau memikirkannya secara matang tentang itu? Aku tidak mau kau semakin tertekan oleh perintahnya" Ucap Haneul khawatir.
"Aku benar-benar sudah memikirkannya dengan matang, jangan khawatir dan percayalah padaku"
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku hanya bisa mendo'akan, dan satu lagi tinggal lah bersamaku!" Perintah Haneul.
"Tapi, aku sudah tinggal bersama kekasih ku oppa, Aku yakin ia bisa menjagaku dengan baik"
"Siapa kekasihmu?" Tanya Haneul penasaran.
"Kau akan tahu jika sudah saat nya" Jawab Ara.
"Issh, anak ini benar benar! Keluar lah aku akan ber istirahat" Teriak Haneul, dan Ara pun keluar.
Sebelum Ara keluar Haneul menarik tangan Ara dan memeluknya.
"Aku merindukanmu" Ucap Jung Haneul.
"Aku juga merindukanmu Oppa, aku senang bisa bersamamu lagi"
"Kapan kau akan bertunangan?"
"Menunggu lampu hijau dari mama dan papa"
"Kau belum mengenalkan eonnie pada papa dan mama? Ish keterlaluan sekali kau!" Teriak Ara sembari memukul bahu Haneul.
"Aku sudah mengenalkannya, tidak mungkin aku berani mengumbar jika mama dan papa tidak mengetahui" Jawab Haneul sembari menjitak kepala Ara.
"Yaa Jung Haneul!"
"Pelankan suaramu, atau ku usir kau dari sini" Ancam Haneul.
"Bolehkah aku meminta uang padanya Oppa? Aku ingin berjalan-jalan" Rengek Ara pada Haneul.
Tanpa bicara Haneul memberikan black card pada adik kesayangannya itu.
"Aku anggap ini sebagai hutang!"
"Jahat sekali kau, bangunkan aku agensi agar aku bisa membayar hutangku ini padamu!" Ucap Ara sambil tertawa.
"Mau kah kau keluar bersamaku? Menemui Ae Ri" Ajak Haneul.
"Kau telat! Aku yang pertama menemuinya bersama Mua eonnie"
"Sudahlah ikut saja, ada sesuatu yang akan ku bahas padanya nanti"
"Baiklah, sekarang waktunya kita tidur!" teriak Ara menuju ranjang Haneul.
"Pergilah, kembali lah ke kamarmu. Aku tidak mau di ganggu olehmu!" Usir Haneul
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments