Part 18

"Aku tidak bisa berjanji untuk selalu ada untukmu tapi aku berjanji akan selalu menemanimu" Ucap Taehyung sambil memeluk tubuh Ara serta mengelus perut Ara.

Tuhan, tolong catat janjinya ya! Agar suatu saat nanti jika semesta memisahkan kami kembali aku bisa menagih janjinya padamu untuk membawanya ia kembali denganku. Di kota Seoul ini, tempat terakhir aku melabuhkan segala harapan tentang angan masa depanku padanya.

Ara meraih tangan Taehyung dan meletakkannya di atas perutnya yang masih rata.

"Usianya sekarang 10 Minggu, ia sebesar buah kelengkeng. Masih sangat kecil sekali" Ucap Ara dengan mata berbinar.

"Aku sudah tidak sabar menantikan kehadirannya, menggendong dan membantumu menggantikan popoknya"

Saat mereka membahas tentang calon anaknya, Jimin datang.

"Hallo, apakah nona sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya Jimin.

"Tentu, aku merasa lebih baik sekarang" Jawab Ara.

"Ya Jimina, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, diluar" Ucap Taehyung sembari menggandeng tangan Jimin keluar.

"Ada apa sebenarnya?" Tanya Jimin penasaran.

"Sebentar lagi Ara akan menjadi seorang eomma dan aku akan menjadi seorang appa. Tapi aku takut jika tidak bisa menepati janjiku lagi padanya" Ucap Taehyung.

"Aku bingung saat ini, aku takut membuatnya kembali kecewa. Ara sudah melabuhkan segala harapan dan angan masa depan denganku. Aku takut jika nanti kita tidak bisa sedekat sekarang lagi" Lanjutnya.

"Aku yakin kau bisa, aku tahu Yoora baik. Bicaralah dengannya secara perlahan, aku yakin dia akan mengerti keadaan ini" Kata Jimin.

"Sudah berapa bulan usia kandungannya?" Tanya Jimin.

"Sudah 10 Minggu lebih! Itu salah satu mimpiku, menjadi seorang appa. Tolong rahasiakan hal ini kepada yang lainnya, aku takut jika ada yang menyakiti Ara"

Tanpa mereka sadari Ara menguping pembicaraan mereka dari balik pintu.

Ara berpikir sejenak lalu meraih handle pintu dan membukanya.

"Kim! Lanjutkan apa yang sudah kau dan Yoora jalani, aku hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk mu dan Yoora! Aku menarik perkataanku tadi" Ucap Ara tegas.

Taehyung dan Jimin yang mendengar perkataan Ara secara tiba-tiba langsung terkejut.

"Ara sejak kapan kamu di sini?" Tanya Taehyung.

"Kenapa?" Tanya Ara balik. Lalu ia kembali ke kamar perawatannya dan pura-pura tertidur. Taehyung dan Jimin segera menyusul Ara kedalam.

"Aku tahu kau berpura-pura tidur. Aera bangunlah, dengarkan aku dan jangan memikirkan apapun!" Ucap Taehyung.

"Aku akan selalu bersamamu, apapun yang terjadi nantinya aku akan selalu menjagamu dan calon anak kita" Lanjut Tae.

"Jika hatimu ragu dan bimbang lebih baik jangan, aku sudah terbiasa dengan kesendirian Kim! Aku sudah terbiasa ketika semua orang meninggalkan dan mengabaikan ku!" Teriak Ara histeris.

"Nona tenanglah, aku akan membantumu. Aku yakin kau dan Taehyung akan bersama kali ini"

"Apa katamu Jim? Bersama? Haha, aku muak dengan sandiwara kalian! Pergilah! Aku benar-benar muak dengan kalian!" Teriak Ara mengusir mereka berdua.

...****************...

Dua hari kemudian Ara sudah diperbolehkan pulang. Sehari-hari ia hanya terdiam tanpa melakukan aktivitas apapun.

"Dosa apa yang pernah aku perbuat di masa lalu hingga aku mendapatkan karma seperti ini Tuhan!"

"Aku tidak mungkin berdiam diri seperti ini terus menerus, aku harus melakukan sesuatu untuk kesibukan" Lanjut Ara.

Ara memutuskan untuk menelepon mami pemilik Play House. Ia berencana kembali lagi kesana.

"Hallo mi, aku Aera" Ucapnya.

"Ada apa? Kenapa kau meneleponku? Apakah kau membutuhkanku?" Tanya mami di telepon.

"Aku akan segera menemuimu di Play House!" Seru Ara.

"Tunggu! Apa kekasihmu mengijinkan jika kau menginjakkan kembali kakimu disini?" Tanya mami.

"Aku tidak peduli sekarang!" Seru Ara.

Ia segera menuruni anak tangga dan menyuruh penjaga membukakan gerbang untuknya. Ia mengendarai mobil Aston Martin berwarna hitam mengkilat dengan kecepatan sedang.

Satu jam lamanya ia berkendara dan akhirnya sampai di parkiran Play House. Saat memasuki lorong ia dihadang oleh dua orang penjaga yang berbadan besar.

"Maaf, anda tidak di ijinkan untuk masuk kesini lagi" Ucap salah satu penjaga itu.

"Haha, mami yang menyuruhku datang kesini! Minggir lah aku akan menemui mami sekarang!" Bentak Ara lalu ia menelepon mami untuk menjemputnya, tak beberapa lama kemudian pemilik Play House pun datang.

"Minggir lah! Aku yang mengundangnya kemari!" Perintah pemilik Play House.

Dan kedua orang itu mempersilahkan Ara untuk masuk.

"Tunggulah aku di ruanganku! Aku akan memanggil Areum untuk menemui mu" Perintah pemilik Play House tersebut. Ara segera melangkah menuju ke ruangan mami. Setelah memasuki ruangan itu Ara duduk di sofa yang berada di sana.

Tok tok tok.

Ara membuka pintu dan mendapati Areum berdiri di depan pintu.

"Areum-a, aku merindukanmu! Kenapa kau tidak menghubungiku?" Ucap Ara.

"Haha aku takut menghubungimu, bagaimana kabarmu?".

"Kabarku baik" Ucap Ara dengan mata berkaca-kaca.

"Kau tidak bisa membohongi ku Ra, aku mengenalmu tidak sebentar!" Seloroh Areum.

"Apa yang aku lihat di media benar? Jika Kim Taehyung bertunangan dengan anak pengusaha Loss Angeles?" Tanya Areum hati-hati.

"Benar, berita itu ada ketika aku berniat memberitahukan kabar kehamilanku padanya!"

"Lalu apa keputusanmu selanjutnya?" Tanya Areum.

"Aku akan meninggalkan Korea, dan memulai kehidupan baru di negara yang tidak ada satupun yang mengenal keluargaku dan aku!" Ucap Ara.

Setelah berbincang panjang lebar, pemilik Play House datang menghampiri mereka.

"Aera, ada apakah kau kemari dan menemui ku?" Tanya nya.

"Aku ingin bekerja denganmu lagi!" Jawab Ara.

"Apa kekasihmu mengijinkan? Atau jangan-jangan berita yang ku dengar di media memang benar adanya?" Tanya pemilik Play House.

"Benar, dan aku sudah tidak peduli lagi dengannya" Jawab Ara enteng.

"Bahkan aku siap menemani para tamu mu untuk tidur!" Seru Ara.

"Hmm.. penawaran yang menarik! Baiklah kau bisa bekerja mulai sekarang, ganti bajumu dengan baju yang kami sediakan dan temui tamu di room privat!" Perintah mami.

Ara keluar ruangan bersama dengan Areum, setelah mereka pergi mami Clara, pemilik Play House menelepon Kim Taehyung.

"Hallo, apa kabarmu tuan?" Tanya mami Clara basa basi.

"Ada apa meneleponku?" Tanya Kim Taehyung di balik telepon.

"Benarkah kau sudah melepas Aera? Ia bekerja kembali denganku!" Seru Clara lalu mematikan panggilan teleponnya.

...----------------...

Aera berada di kamar privat bersama lelaki asing, ia ragu ingin melanjutkan hal ini atau tidak. Tapi sudah terlanjur jadi Aera memutuskan untuk melanjutkan ini.

Di tempat lain Kim Taehyung yang baru saja mendapatkan telepon dari pemilik Play House marah, ia menghamburkan semua yang ada di kamarnya.

"Aaarrgghhh, tidak! Aku akan menyusulnya. Ia tidak boleh melakukan hal itu lagi!"

Taehyung langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata agar cepat sampai di club malam itu.

Sesampainya ia disana ia langsung menerobos masuk ke ruangan Clara, pemilik Play House.

"Dimana ia berada sekarang? Kenapa kau membiarkannya melakukan hal itu lagi?" Tanya Taehyung marah.

"Tenang tenang, dia yang datang sendiri padaku dan dia menawarkan pilihan yang menurutku sangat menarik!" Jawab Clara dengan senyum sungging.

"Penawaran apa yang ia berikan padamu!" Bentak Taehyung.

"Ia bersedia menemani tidur para tamu ku, dan saat ini ia sedang menemani seseorang di room privat 307!"

"Sialan, dia sedang hamil! Tidak mungkin ia melakukan hal itu!" Teriak Taehyung pada Clara. Dan Taehyung segera berlari keluar menuju room itu untuk mencari Aera.

Sesampainya ia di room itu, ia langsung mendobrak pintunya dan mendapati Ara yang tertidur pulas tanpa sehelai pakaian bersama seorang lelaki.

"Aera bangun!" Teriak Taehyung.

Aera dan lelaki yang bernama James itu pun langsung terbangun karena mendengar suara teriakan. Ara yang nyawanya belum terkumpul seratus persen langsung shock ketika mendapati Taehyung berada di situ.

"Apa yang kau lakukan di sini Kim Taehyung?" Tanya Ara tenang.

"Seharusnya aku yang bertanya hal itu padamu Aera Arunika! Kau keluarlah dulu! Biar aku berbicara dengan gadisku!"

James segera memakai pakaiannya dan mengecup bibir Ara sekilas lalu pergi.

"Thankyou honey!" Ucap James pada Ara dan di balas dengan senyum manis Ara.

"Pakai kembali pakaianmu! Ikut aku sekarang juga!" Perintah Taehyung

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!