Part 8

(POV TAEHYUNG)

Namaku Kim Taehyung aku seorang artist terkenal dari Korea, anak pertama dari 2 bersaudara.

Orang tuaku memiliki perusahaan di bidang keuangan, pertanian dan industri.

Perusahan orang tuaku masuk dalam 10 besar peringkat perusahaan terkaya di Korea.

Berawal aku di jebak oleh Jimin dengan seorang wanita malam, hingga akhirnya aku tergila-gila padanya.

Suatu hari sebelum keberangkatan ku ke Los Angeles aku datang menemui orang tuaku untuk berpamitan. Tetapi mereka menyalah artikan kedatanganku.

"Sudah berani kau datang ke mansion ini? Tandanya kau sudah siap menerima perjodohan ini" Ucap Kim Dasom.

"Tidak! Aku hanya ingin berpamitan untuk pergi konser ke Los Angeles"

"Selama kau masih menjadi pembangkang dan belum menerima perjodohan ini, jangan harap kami datang ke semua acaramu untuk mendukungmu!" Ancam Kim Dasom.

"Terimalah Ahn Yoora nak, dia baik dari keluarga terpandang dan berpendidikan" Ucap Go Haneun.

"Maaf Bu, tapi aku sudah memiliki kekasih"

"Wanita malam itu? Wanita yang kau belum tahu latar belakangnya dan dari keluarga siapa" Potong Kim Dasom tegas.

"Jadi selama ini ayah masih mengikuti ku?" Selidik Tae.

Kim Dasom tidak menjawab pertanyaan anaknya, sementara Go Haneun hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.

*flashback*

2 tahun yang lalu, sesaat setelah acara pertemuan bersama dengan semua kolega bisnis orang tuaku.

Ayahku mengenalkan ku dengan anak teman dekatnya.

Aku yang baru datang langsung disambut oleh kedua orang tuaku. Ayahku yang melihatku menghampiri mereka langsung memperkenalkanku pada semua koleganya

"Perkenalkan, ini anakku. Kim Taehyung" Ucap Ayahku dengan bangga saat aku baru sampai di sampingnya. Aku berjabat tangan dengan teman-teman kolega ayahku.

Hingga pada akhirnya mataku tertuju pada wanita cantik. Ketika aku memperhatikan wanita itu ia terlihat gugup dan terlihat langsung menyembunyikan telepon genggamnya.

Saat aku tengah memperhatikan wanita tersebut, aku di kagetkan dengan suara ayahku yang menyuruh untuk berkenalan dengan wanita itu.

"Kim, berbincang lah dengan Yoora, ayah rasa usia kalian tidak berbeda jauh" Perintah Ayahku yang menunjuk wanita di samping ibunya itu. Lalu dengan patuh Taehyung menghampiri ibunya dan membisikkan sesuatu di telinga ibunya, lalu ibunya berpindah tempat duduk di samping ayahnya.

"Siapa namamu?" Ucapku sembari mengulurkan tanganku.

"A a aku Ahn Yoora" Ucapnya gugup. Tanpa sengaja ia membalikkan telepon genggamnya, dan aku melihat jelas ia menyimpan photo card ku di belakang handphone nya.

"Bolehkah aku meminta foto atau tanda tangan darimu?" Lanjutnya.

"Dimana aku bisa mengukir tanda tanganku?"

"Ah, aku tidak membawa kertas" Ucapnya lesu.

"Tenang saja, kau membawanya. Kau bisa memberikan ku kertas yang di balik handphone mu"

"Ah iya, kau bilang ini kertas? Aku membelinya mahal" Ucapnya sembari memberikan kertas itu. Dan aku segera menandatangani nya.

"Terima kasih oppa" Ucapnya dengan senyum mengembang.

"Kau bisa bahasa Korea?"

"Bagaimana aku tidak bisa berbahasa Korea, aku lahir di Korea. Hanya saja aku tinggal di Los Angeles dari kecil" Jelasnya.

Di sisi lain kedua orang tua mereka mengamati keduanya.

"Bagaimana jika kita menjodohkan mereka berdua?" Ucap Kim Dasom tiba-tiba.

"Aku setuju" Ucap kedua orang tua Yoora.

"Aku yang akan berbicara dengan Taehyung" Ucap Go Haneun.

Seminggu setelah acara pertemuan tersebut. Saat keluarga Taehyung berkumpul di ruang keluarga Kim Dasom mengajak Taehyung untuk berbicara.

"Kim Taehyung, kami sudah merencanakan ini jauh-jauh hari, dan ayah harap kamu tidak menolaknya" Ucap Kim Dasom, Taehyung yang penasaran hanya mendengarkan.

"Kami sudah menjodohkan mu dengan Ahn Yoora, dan pertunangan kalian akan di segerakan" Lanjut Go Haneun.

"Haha, yang benar saja. Kalian merencanakan ini tanpa ber diskusi dulu denganku?" Tanya Tae dengan kaget.

"Aku tidak mau ayah, ibu! Aku ingin mencari sendiri pendamping hidupku, aku tidak mencintainya. Lagi pula agensi melarang para artisnya untuk menjalin hubungan" Jelas Taehyung.

"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu nak, jalani saja dulu" Ucap Haneun.

"Sementara ayah yang akan membayar uang penalti perusahaan" Ucap Kim Dasom.

"Kenapa kalian memaksa sekali, tetap saja aku tidak akan mau!" Ucap Tae sembari berjalan meninggalkan orang tuanya dan masuk ke kamarnya .

Sesampainya di kamar ia merebahkan tubuhnya.

"Aku benar-benar tidak mengerti, jalan pikiran mereka!" Ucap Tae, hingga ia tertidur.

Ketika aku sembunyi-sembunyi menjalin hubungan dengan seseorang, akan tetap sama orang tuaku mengetahui dan menyuruh kekasihku untuk meninggalkanku.

Sejak saat itu aku takut untuk memulai hubungan kembali, karena aku tahu akan ada saja masalah yang terjadi. Hingga akhirnya aku bercerita dengan para member agar mendapatkan saran. Aku bingung, aku takut terjadi apa-apa dengan wanitaku jika aku kembali menjalin hubungan. Orang tuaku selalu mengingatkan aku untuk mencari pendamping hidup yang setara dengan keluarga kami.

Mulai saat itu, hubunganku dengan kedua orangtuaku sedikit merenggang, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan membeli apartemen sendiri. Sebelum itu orang tuaku juga mengancam tidak akan datang di semua acaraku.

Aku tidak peduli dan yakin bisa hidup dengan baik setelah ini.

*flashback off*

Setelah kembali dari bar, aku selalu teringat perkataan Yoongi Hyung terus terngiang-ngiang di kepalaku.

"Bagaimana jika nanti orang tuamu memintamu meninggalkan Ara, karena kalian berbeda terlebih dengan masa lalu Ara yang seperti itu"

"Apa sebaiknya setelah pulang dari sini aku mengajak Ara untuk menemui orang tuaku?" Batin Tae.

Aku terus memikirkan perkataan itu, hingga tidak sadar jika Ara memanggilku.

"Sayang, kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya nya dengan lembut .

"Tidak, aku tidak apa-apa, maukah kau melanjutkan permainan tadi denganku" Ucapku sambil mengecup lembut bibirnya. Ara membalas mengecup ku dan semakin lama terasa semakin liar. Ia menciumiku dengan brutal, aku membalasnya ku ***** bibirnya.

"Emmh sayang, aku tidak tahan" Racau nya.

"Sabarlah, sebentar lagi" Ucapku, kali ini akan ku buat kau semakin tidak berdaya.

"Aahh, aku aku mau keluar" Ucapnya sembari mendesah tidak karuan. Aku merasakan ada cairan hangat yang keluar dari area sensitifnya.

Setelah ia mencapai puncaknya, aku segera memimpin permainan. Hingga akhirnya aku menyelesaikannya permainan panas kami, ku keluarkan cairanku di dalam rahimnya.

Aku berharap dengan ini kami bisa bersatu selamanya.

Setelah selesai membersihkan badan, kami berbicara santai.

"Chagi, setelah selesai konser aku akan ke Indonesia" Ucapnya.

"Dengan siapa?"

"Dengan Mua eonnie, aku ingin ke Bali. Tidurlah, besok sudah waktunya konser"

"Baiklah, bolehkah aku ikut?" Tanyaku.

"Pekerjaanmu disini sedang padat, aku tidak mau kamu mendapat teguran dari pd-nim"

Kami mengobrol banyak hal, bercerita tentang masa depan hingga akhirnya kami tertidur.

Ke esok harinya para member dan yang lainnya mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk konser, namun konser kali ini aku merasa kurang bersemangat karena masih saja memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi padaku dan Ara nantinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!