Setelah memasuki taxi Ara pun menunjukkan sebuah alamat ke supir taxi dan taxi tersebut langsung a melaju menuju alamat yang diberikan oleh Ara.
Setelah menempuh perjalanan 1 setengah jam Ara sampai di UM Entertainment. Mua kaget kenapa tiba-tiba Ara mengajaknya kesini.
"Ya, Ara- a, kenapa kau kesini, siapakah yang ingin kau temui? Tanya Mua bingung.
"Aku ingin menemui sepupuku" Jawab Ara.
Setelah memasuki gedung, Ara langsung bertemu dengan Jung Ae Ri.
"Ya Tuhan, ini kah sepupumu? aku benar-benar terkejut, hallo eonnie aku penggemarmu" Kata Mua gugup.
"Ish diam lah eonnie, aku malu banyak orang melihat kita" Ucap Ara.
"Hallo, salam kenal" Sapa Ae Ri sembari menjulurkan tangan kepada Mua, Ae Ri mempersilahkan mereka duduk dan memesan makanan.
Setelah mengobrol banyak hal akhirnya Ara berpamitan, karena ada keperluan lain. Ae Ri menawarkan pada Ara untuk membawa mobilnya namun Ara menolak, Ia memilih menaiki taxi saja.
Ia memesan taxi dan menunjukan alamat ke supir tersebut.
Setelah beberapa jam, Ara semakin cemas karena gerbang kawasan sudah terlihat di depan mata. Akhirnya ia sampai di kawasan mansion
Jantung Ara berdegup semakin kencang ketika melihat tulisan ''Beverly Hills" dan langsung menyodorkan id card kepemilikan pada penjaga kawasan, Ara sampai di depan mansion keluarganya. Setelah turun dari taxi Ara segera menemui penjaga.
Ketika menemui penjaga mansion, penjaga di buat kaget dengan kehadiran Ara.
"Selamat malam noona, kapan Noona sampai? Tanya penjaga mansion.
"Tolong bukakan gerbang untukku, aku ingin menemui orang tuaku" Perintah Ara.
Penjaga langsung membukakan gerbang untuk Ara.
"Terima kasih" Ucap Ara.
"Dimana ini Ra, istana siapa ini? Aku takut!" Ucap Mua yang merasa khawatir.
Ara tidak menjawab, ia hanya menaikkan kedua bahunya, setelah berjalan beberapa menit akhirnya ia memasuki pintu utama mansion dan Ara mempersilakan Mua untuk duduk, tak lupa juga ia menawarkan beberapa makanan dan minuman pada Mua.
"Eonnie, duduklah! Kau mau apa?
"Terserah" Jawab Mua yang masih tidak habis pikir kenapa Ara membawanya kemari.
Lalu Ara memanggil kepala maid untuk membuatkan makanan dan minuman untuk Mua, pelayan datang dan langsung memberikan Mua buku menu makanan dan minuman di mansion ini untuk di pilihnya. Dan lagi-lagi Mua di buat tercengang oleh Ara.
"Pilihlah eonnie!" Perintah Ara.
Sembari membuka-buka menu yang di tangannya, Mua menjawab "Aku mau samgyeopsal, Jjampong dan Yuta tea"
"Baiklah, silahkan tunggu sebentar" Ucap pelayan.
"Kenapa yang bekerja di rumah ini kebanyakan orang Korea dan asing Ra?" Tanya Mua.
"Tidak juga, banyak orang LA yang bekerja di sini, hanya saja untuk urusan makanan dan kebersihan rumah di pegang oleh orang Korea" Tutur Ara. Ara berlalu pergi ke dapur untuk menemui koki, meminta untuk mengantar makanan mereka ke kamar Ara.
"Eonnie, ayo ikut aku!" Ajak Ara.
Mua yang semakin di buat bingung oleh Ara hanya bisa mengikutinya, setelah sampai di depan kamar Ara mempersilakan Mua untuk masuk.
"Eonnie benar-benar ingin tahu tentang mansion ini? Masuklah aku akan menceritakan semua kepadamu. Dan sebelum aku bercerita kepadamu aku ingin bertanya terlebih dahulu" Belum sempat Ara bertanya pintu kamarnya di ketuk oleh pelayan yang membawakan makanan untuk Mua. Ara mempersilahkan Mua untuk menyantapnya terlebih dahulu.
"Makan dulu eonnie, selagi masih hangat. Kita bisa melanjutkan ceritaku nanti"
"Baiklah" Ucap Mua.
Setelah mereka selesai menyantap makanan, Mua memberanikan diri untuk bertanya pada Ara.
"Sebenarnya, apa yang ingin kau katakan Ra?" Tanya Mua, sementara Ara yang tengah sibuk dengan laptop nya langsung menoleh ke arah Mua.
" Hmm eonnie, tahukah kau pengusaha Korea Jung Yeong Bin?" Tanya Ara.
"Maksud mu adalah Jung Yeong Bin samchon, pengusaha terkaya nomor 1 di Korea. Ayahku bekerja sama dengan perusahaan nya. Ia tertutup rapat jika menyangkut tentang keluarganya. Hanya anak pertama dan ke dua nya yang selalu terekspos di media, sementara anak ketiganya selalu di sembunyikan dari publik" Kata Mua dengan suara sedih.
"Kau tahu eonnie, bahwa Jung Yeong Bin adalah ayahku, dan akulah putri ketiga yang selalu di jaganya. Aku di hukum ke Korea karena aku membantah perintahnya untuk di jodohkan dengan teman masa kecilku. Lalu mereka marah dan meminta aku untuk meninggalkan semua fasilitas yang sudah mereka berikan padaku, sebenarnya aku memilih untuk pulang ke tanah kelahiranku di Indonesia, tetapi mereka tetap memaksaku untuk tinggal di Korea, karena di sana ada kakak ke dua ku. Tapi sama saja, aku tidak bisa bertemu oppa-ku karena kesibukannya. Bahkan, apa kau tahu eonnie aku membayar biaya kuliahku dengan menghabiskan semua tabunganku dan aku bekerja sebagai lady escort untuk menyambung hidup. Bahkan aku tahu orang tuaku selalu mengawasi ku kemanapun aku pergi. Haha, aneh bukan? mereka yang sengaja membebaskan ku dari sangkar emas tetapi mereka sendiri yang bingung ketika aku pergi. Mereka egois! Selalu memutuskan apapun tentang hidupku, sementara aku harus selalu siap dengan segala perintah mereka!" Ucap Ara berteriak sambil menangis.
Hati Mua tersentuh dengan cerita Ara, ia memeluk Ara, di sisi lain ia shock. Ternyata adik dari seseorang yang dekat dengannya.
"Menangis lah, jika hal itu membuatmu tenang. Aku yakin kamu bisa melalui ini semua"
"Terima kasih eonnie, sudah mau mendengarkan ceritaku. Karena aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Aku belum bisa bercerita dengan Tae, aku takut"
"Mulai sekarang, cerita lah denganku. Anggap aku sebagai kakakmu sendiri"
"Baiklah eonnie, aku ke bawah dulu" Pamit Ara, Ara segera menemui kepala pelayan untuk menanyakan keberadaan orang tuanya.
"Bi, di mana mama dan papa? Bisakah aku menemuinya?"
"Maaf noona, tuan besar dan nyonya sedang berada di New York" Jawab seorang maid.
"Terima kasih, maaf sudah mengganggu" Ara segera berlari ke atas untuk menemui Mua, tetapi sesampainya di kamar ia tidak menemukan siapapun Ara memanggil-manggil Mua namun tidak ada jawaban. Tidak lama kemudian Mua muncul dari arah kamar mandi.
"Ya Tuhan eonnie, aku hampir saja panik mencari mu! Teriak Ara.
"Ada apa, aku baru saja membersihkan tubuhku"
"Ara-a, aku rasa sudah waktunya kita kembali ke hotel, pd-nim menelepon ku. Ia sudah sampai disini dan acara hampir selesai"
"Bukankah CEO kalian tidak ikut ke sini?" Tanya Ara.
"Baru saja ia sampai di sini"
"Baiklah, mari kita kembali sekarang!" Ucap Ara dengan nafas memburu, Ara dan Mua yang sedang beberes tiba-tiba di kagetkan oleh suara ketukan pintu.
"Aish, ada apa lagi" Gerutu Ara sembari berjalan ke arah pintu. Saat membuka pintu ia di kagetkan dengan kehadiran seorang laki-laki. Ia merasa tidak asing dengan pria tersebut, setelah lumayan lama ia mengingat-ingat akhirnya ia teringat bahwa laki-laki yang di hadapannya sekarang adalah laki-laki yang dulu akan di jodohkan dengannya.
"Apa kabar Aera?" Tanya laki-laki itu.
"Baik, kamu?" Jawab Ara dengan ragu.
"Aku baik, kau masih saja seperti dulu" Kata laki-laki tersebut.
Ara mengajak lelaki itu ke bawah dan memanggil pelayan untuk di buatkan minuman.
"Ya Aera-a, tahukah kau bagaimana perasaanku ketika kau menolak perjodohan itu? Aku hancur, begitupun dengan Yoora ia merasa kecewa"
"Bagaimana kau tahu aku berada di sini?" Tanya Ara mengalihkan pembicaraan.
"Aku tahu dari mama dan papamu, saat ini mereka berada di rumahku dan lusa akan berangkat ke Indonesia"
Ara yang kaget mendengar perkataan Ahn Dong Min hanya terdiam. Setelah sang pelayan selesai mengantarkan minuman dan aneka cemilan Ara dan Ahn Dong Min lanjut bercerita. Mereka sibuk membahas masa kecilnya dan lupa jika Ara akan kembali ke hotel. Setelah Ahn Dong Min berpamitan pulang Ara baru ingat dengan Mua.
"Ya ampun, bagaimana aku bisa melupakan ini!" Ra langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya untuk menemui Mua.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments