Part 14

"Lepaskan tanganmu dari tanganku, Kim!" Bentak ku.

Entah kenapa aku tiba-tiba jijik melihat dirinya, aku benci.

"Pantas saja semua temanmu melarang ku untuk melihat dan mempercayai jika ada berita tentangmu! Ternyata benar kau menerima perjodohan itu, apa yang aku takutkan akhirnya terjadi! Sekali lagi terimakasih dan selamat atas pertunanganmu" Lanjut ku dengan amarah yang tidak terkendali.

Taehyung membawaku ke dalam mobilnya, tempat dimana pertama kali aku melakukan penyatuan dengan nya, mengingat semua ini menjadikanku semakin sakit. Aku melempar paper bag yang bawa di depan Taehyung, dan ia segera mengambilnya dan membuka, ia shock.

"Aera, benarkah ini?" Tanyanya sambil ia menatap ke perutku, tangannya bergerak mengelus perutku yang sedikit membuncit.

"Jauhkan tanganmu dari tubuhku, Kim!" Teriakku yang menangis.

"Sayang, maafkan appa yang lagi-lagi menyakiti eomma mu, maafkan appa yang tidak menyadari jika kamu telah hadir diantara kami"

"Maaf, lagi-lagi aku menyakitimu" Ucapnya dengan kepala tertunduk.

"Ooh tidak-tidak, sama sekali tidak ada yang menyakitiku Kim. Aku hanya terluka oleh harapanku sendiri"

"Aku akan membawamu ke orang tuaku, aku akan memperjuangkan hubungan kita kembali"

"Haha, semudah itukah? Kau menganggap aku apa? Aku tahu aku pelacur, jadi kembalikan aku ke asalku. Antar aku ke Play House!" Teriakku.

"Tidak, kau tidak boleh ke sana"

"Siapa kau melarang ku? Kau sudah tidak berhak apapun atas hidupku!"

Aku sama sekali sudah tidak ingin mendengar suaranya, aku membencinya namun jauh di lubuk hatiku masih tetap mencintainya dengan perasaan yang sama.

Ku pasang headset di telingaku, ku putar music kencang supaya tidak mendengar suaranya kembali.

Ku pejamkan mataku, ku sandarkan kepalaku di kaca pintu mobil. Aku menangis dalam diam, merenungi semuanya.

45 menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Taehyung berhenti di halaman rumah elite.

"Turunlah" Ucapnya sembari menepuk pelan pundakku.

Tidak banyak bicara aku hanya menurutinya, sesampainya di dalam Taehyung mempersilahkan aku untuk duduk dan ia pergi menaiki tangga. Tidak lama kemudian ia turun dengan dua orang wanita dan pria paruh baya, namun aku sama sekali tidak asing dengan wajah wanita itu. Dan wanita itu terus menatapku.

"Ara, ini ayah dan ibuku" Ucap Taehyung memperkenalkan.

"Untuk apa kalian datang kemari, bukankah sudah jelas kau sudah bertunangan dengan Ahn Yoora dan akan menikah secepatnya" Ucap lelaki paruh baya itu.

"Dengarkan dulu penjelasan mereka" Sahut wanita paruh baya itu.

"Maaf bi, jika aku telah mengganggu ketenangan kalian. Aku tidak bermaksud mengusik Kim Taehyung, hanya saja aku .." Ucap ku tak mampu melanjutkannya.

"Aera hamil ibu, aku harus bertanggung jawab"

Kedua orang tua Taehyung kaget, ibunya hanya bisa terduduk lesu. Sementara ayahnya tidak bisa berkata apapun.

"Sudah berapa Minggu?" tanya wanita itu sembari menghampiriku, mengelus lembut perutku.

"Jalan 10 minggu" Jawabku singkat.

"Bolehkah aku mengajakmu keruangan ku. Kita berbicara disana" Ajak Kim Dasom.

...----------------...

Kim Dasom mengajak Ara ke ruang kerjanya untuk berbicara empat mata.

"Langsung saja, apa yang kau harapkan dari putraku? Bukankah sudah jelas kau kalah!"

"Aku tidak merasa kalah, aku hanya ingin Taehyung dan keluarganya mengakui darah dagingnya, tidak lebih!" Ucapku tegas.

"Bagaimana jika aku meragukan janin yang ada di kandunganmu itu benih dari putraku? Bisa saja kau melakukannya dengan orang lain. Mengingat dirimu dulunya mantan pelacur!" Ucap Kim Dasom penuh penekanan.

"Kau tidak tahu apapun tentang hidupku tuan! Jangan mengeluarkan pernyataan apapun tentang hidupku dengan mulut kotor mu itu!"

"Katakan cepat! Apa yang kau inginkan?" Tanya Kim Dasom dengan tatapan tajam.

Sebenarnya aku sangat takut dengan sorot matanya, tapi aku harus berani demi masa depan anakku!

"Aku sudah mengatakannya, aku hanya menginginkan tanggung jawab dari putramu!"

"Jangan berani-berani kau menghancurkan masa depan anakku! Gugurkan saja kandunganmu itu, berapa uang yang harus ku keluarkan untuk menggugurkannya"

"Haha, ini darah daging putra anda. Keturunan kalian, tega sekali anda"

"Baik, saya rasa cukup sampai di sini arah pembicaraan kita tuan! Simpan saja uangmu, sedikit berbincang dengan anda saya menjadi tahu orang seperti apa anda!" Ucapku dengan senyum miring.

Di bawah Kim Taehyung dan ibunya menunggu Ara keluar dari ruang kerja ayah Taehyung.

"Bu, ayolah aku tidak mungkin berdiam diri menunggu kekasihku di sini. Mau bagaimanapun ia sedang mengandung anakku bu, cucu kalian! Sungguh aku benar-benar mencintainya bu, aku akan meninggalkan semuanya demi bersama dia!"

Haneun hanya mampu mendengarkan anaknya, sebab ia tahu akan lebih sulit jika ia membatalkan semuanya apalagi sudah terjadi pertunangan dengannya dan Ahn Yoora.

"Taehyung-a, demi wanita yang kau cintai ibu memohon untuk yang terakhir kalinya, jaga nama baik keluarga kami semua. Ibu tahu dia wanita yang baik, ibu sudah mengetahui semuanya" Haneun angkat bicara.

"Aku benar-benar tidak bisa bu, bagaimana dengan calon anakku nanti?"

Tak lama kemudian Taehyung melihat Ara menuruni anak tangga.

"Maaf bi, bolehkah aku berbicara dengan Kim Taehyung?"

Haneun mengangguk beranjak dari tempat itu, mengelus lembut puncak kepala Ara. Memberikan ruang untuk Taehyung dan Ara berbicara.

"Kim ... " Ucap Ara yang menarik nafas panjang dan menatapnya dengan tatapan sendu.

"Aku tahu kamu marah, kamu kecewa. Tolong dengarkan aku dulu ..."

"Jangan mencari ku lagi ya! Aku rasa semuanya sudah cukup. Lanjutkan apa yang sudah kamu bangun. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian. Sungguh aku datang hanya ingin memberitahukan kabar kehamilanku saja" Ucapku dengan kepala mendongak ke atas menahan agar buliran air mata tidak menerobos keluar.

"Tidak! Kita akan tetap bersama-sama! Merawat dan membesarkan anak kita nantinya. Aku akan membantumu menggantikan popoknya di setiap malam. Menggendongnya ketika ia menangis" Ucap Taehyung meyakinkan sambil memelukku dengan erat.

"Jangan mengucapkan sebuah janji jika kamu belum tentu bisa menepatinya Kim. Aku akan pergi dan memulai kehidupan baruku di tempat di mana semua orang tidak mengenal dan mengetahui tentangku bersama anakku, merawat anakku sendiri. Ya, dia hanya anakku"

Taehyung menarik kembali tubuh Ara ke dalam dekapannya. Air mata Ara tidak mampu tertahan lagi.

"Maafkan aku Jung Aera, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu" Ucap Taehyung menahan sakit di dadanya.

"Bukankah dari awal aku sudah mengatakan jika kita hanya saling membantu? Tidak akan terjadi hal seperti ini jika kau mendengarkan perkataanku Kim Taehyung!"

Taehyung terdiam menunduk sembari mengelus, mencium dan berbicara pada janin yang ada di dalam kandungan Ara.

"Sayang, jaga eomma mu ya. Maafkan appa tidak bisa berada di samping kalian seterusnya. Apa mencintai kalian berdua" Ucap taehyung yang tidak bisa menahan buliran air matanya.

Sementara di lantai atas sepasang suami istri menetap mereka berdua sedih.

"Apa aku terlalu keras dan terlalu menuntut Taehyung sayang?" Tanya Kim Dasom.

"Bagaimanapun gadis itu mengandung cucu kita, aku iba melihat mereka berdua" Lanjutnya.

"Aku kasihan melihat gadis itu, dia baik namun sayang dia hidup di tengah-tengah keluarga yang suka menghakimi" Ucap Haneun sedih.

"Mau bagaimana lagi. Pertunangan sudah terjadi kita tidak mungkin membatalkannya, meskipun keluarga Ahn akan menerimanya. Semua perusahaan kita yang akan menjadi taruhannya jika kita membatalkan ini" Ucap Kim Dasom dengan membuang nafas kasar.

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!