Sementara di tempat lain, Yoongi yang berada di apartemennya sedang mabuk karena ia bingung dengan perasaannya yang sekarang. Karena dari awal pertemuannya dengan Ara ia langsung jatuh cinta padanya.
"Argh, kenapa harus denganmu, aku tidak mungkin bersaing dan merebut mu dari adik ku" Keluh Yoongi frustasi.
Besok adalah keberangkatan semua member dan para staff ke acara awards sementara Taehyung mengajak Ara. Yoongi bingung bagaimana ia menyikapi perasaannya itu.
...****************...
Pagi harinya mereka semua berkumpul untuk perjalanan ke LA, semua member tengah berkumpul di ruang meeting terkecuali Jimin.
"Dimana Jimin?" Tanya Tae.
"Seperti biasa dia selalu terlambat" Kata Namjoon.
Tiba-tiba Jimin terlihat dari kejauhan.
"Nah itu yang di omongin nongol" Sahut Jungkook
"Maaf aku terlambat, ada urusan mendadak" Ucap Jimin yang setengah berlari.
Semua member dengan kompak menjawab "Sudah biasa, kami baru kaget jika Park Jimin datang lebih awal"
Tiba-tiba Jimin menghampirimu dan bertanya bagaimana kabarmu.
"Hallo noona apa kabar, lama tidak bertemu" Sapa Jimin kepada mu.
"Aku baik, bagaimana denganmu?"
"Seperti yang noona lihat, aku baik"
Tanpa mereka sadari Yoongi memantau mereka.
"Ya Jimina, masuklah. Awas kalo ada yang marah, cepatlah masuk" Perintah Yoongi.
Setelah semua para member masuk ke ruang meeting Ara menunggu dengan para staff di luar. Saat selesai meeting, mereka segera melanjutkan perjalanan ke Bandara.Di dalam perjalanan mereka berbincang banyak hal tentang konser dan acara awards yang akan di hadiri mereka. Ara yang berada di mobil bersama Taehyung, Jimin, dan Jungkook hanya bisa menjadi pendengar saja, bagaimana mau menimpali obrolan mereka jika paham obrolan mereka saja tidak.
Sesampainya di Bandara para member berkumpul, Ara shock ketika melihat banyak sekali wartawan dan orang-orang. Ara yang sedang bersama dengan para staff langsung bertanya.
"Ya eonnie, apakah di Bandara selalu seperti ini jika ada artis yang akan melakukan perjalanan?"
"Benar, maka dari itu kami melakukan penjagaan ketat untuk para member" Ucap salah satu staff.
"Eonnie, bolehkah aku tau siapa namamu?"
"Namaku Choi Mua. Panggil saja Mua, siapa namamu?
"Aku Aera, panggil saja Ara"
"Selamat bersenang-senang dengan kami nanti Ara, ku dengar nanti beberapa teman perempuan mereka ada yang menyusul, jadi kamu tidak akan kesepian" Kata Mua.
Setelah bercerita banyak hal merekapun tertawa bersama, setelah melewati cek-in, pengecekan dan lainnya akhirnya mereka masuk ke pesawat. Ara duduk disamping Taehyung, sementara Yoongi dan Seokjin berhadapan dengan Taehyung dan Ara. Yoongi yang melihat Ara entah kenapa tiba-tiba merasa canggung.
Seokjin yang mengetahui tentang perubahan sikap Yoongi pun mendekatinya dan bertanya.
"Kau tidak apa-apa Yoongi-a?"
Taehyung yang mendengar suara Jin mengkhawatirkan Yoongi pun langsung menghampiri Yoongi.
"Kau sakit hyung, kenapa kamu terlihat pucat sekali" Tanya Taehyung dengan khawatir.
"Ah tidak apa-apa, aku hanya mengantuk saja" Bohong Yoongi sambil merebahkan tubuhnya, menarik selimut dan memejamkan matanya.
Disamping Yoongi Seokjin yang mengetahui tentang perubahan sikap Yoongi hanya tersenyum kecil.
...****************...
"Jangan bermain-main dengan api jika tidak ingin terbakar. Jika api tersebut membesar dan kamu tidak bisa memadamkan nya hanya akan membuat masalah semakin besar" Ucap jin sembari menepuk pelan bahu Yoongi. Yoongi bingung harus menjawab apa, karena yang di katakan Jin memang benar.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari 10 jam lebih, mereka semua sampai di Bandara Internasional LA.
Saat turun dari pesawat jantung Ara berdegup lebih cepat dari biasanya, karena ini kali pertamanya ia menginjakkan kaki nya kembali ke LA setelah kejadian 2 tahun yang lalu, setelah berhasil melalui pemeriksaan pesawat semua staff membawa mereka ke hotel untuk beristirahat. Para member memasuki kamar masing-masing untuk mandi dan beristirahat sebentar sebelum staff memanggil mereka untuk makan malam. Sesudah mereka membersihkan badan, semua berkumpul di dinner room, begitupula dengan Ara.
Semua member bersorak riang ketika membicarakan tentang konser dan acara award yang akan mereka hadiri besok. Sementara Ara terlihat lesu dan pucat.
Yoongi yang mengetahui perubahan Ara, langsung bertanya.
"Aera-a, kamu tidak apa-apa? Tanya Yoongi.
Taehyung yang mendengar pertanyaan Yoongi pada Ara langsung menghampiri Ara.
"Apakah kamu sedang tidak enak badan, apa kamu sakit?" Tanya Taehyung yang merasa khawatir.
"Bisakah kau menyelesaikan makan mu dengan cepat, ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan padamu"
Dengan cepat Taehyung menyantap makanannya dan langsung membawa Ara ke kamar.
"Ada apa, kenapa kamu terlihat sangat tidak bersemangat malam ini? Tanya Taehyung.
Aera terdiam sejenak ia merasa belum siap untuk bercerita kepada Taehyung tentang apa yang terjadi dulu. Ara menarik nafas panjang ia berfikir cepat atau lambat Tae harus tau tentang nya, keluarga nya dan semuanya. Bagaimanapun juga Taehyung adalah pasangannya.
"Aku tidak apa-apa, kapan kamu menghadiri acara awards dan kapan acara konser di adakan?"
"Bukankah aku sudah memberitahu mu?"
"Emm ... baiklah, aku hanya takut karena nanti ketika kamu menghadiri acara awards aku akan mencoba pergi menemui kedua orang tuaku"
"Dengan siapa kau akan pergi, tidak bisakah kau menungguku menyelesaikan acara? Ucap Tae.
"Aku tahu kamu sibuk mempersiapkan konser saat ini, tak apa aku sendiri, aku bisa memesan taxi dan ditemani Mua eonnie" Jelas Ara.
"Baiklah" Ucap Tae sambil menghembuskan nafas beratnya.
"Ambil lah ini, untuk keperluanmu disini, kamu bisa menggunakannya sesuka mu" Lanjut Tae sambil menyodorkan sebuah credit card.
...----------------...
Dua hari kemudian, semua para member sedang bersiap di ruang makeup untuk menghadiri acara awards. Sementara Ara yang keluar dari ruangan berniat untuk menemui Mua di ruangannya, tidak sengaja berpapasan dengan Yoongi.
Dan Yoongi mencoba untuk mengajak Ara bicara.
"Hai, bagaimana keadaanmu? Mau kemana, kenapa terlihat terburu-buru?" Ucap Yoongi dengan rentetan pertanyaan.
"Baik oppa, aku ingin menemui Mua eonnie untuk mengajaknya keluar, oppa"
"Jika ada sesuatu cerita lah dengan kami, kami akan membantu sebisa kami. Anggap saja kami semua ini adalah Oppa mu sendiri"
"Baiklah oppa, aku pergi dulu" Ucap Ara sambil melangkah kan kaki nya. Belum sempat melangkah Yoongi ber celetuk.
"Ku doakan semoga segala urusanmu lancar, ingat Ra jangan mengambil keputusan apapun di saat dirimu sedang tidak baik-baik saja, aku tahu saat ini kamu sedang merasa marah dengan orang tuamu yang selalu mengatur kehidupanmu, tetaplah percayalah tidak ada seorang pun orang tua yang tega kepada anaknya" Ucap Yoongi tiba-tiba.
Ara yang mendengar ucapan Yoongi tiba tiba menghentikan langkahnya dan mematung. Lalu bertanya kepada Yoongi bagaimana ia bisa tahu.
"Bagaimana oppa tahu jika aku berniat menemui orang tuaku?"
Dengan senyum Yoongi menjawab.
"Aku cukup tahu banyak tentangmu, aku tahu kepergianmu ke Korea bukan keinginanmu. Kamu mendapat hukuman dari orang tuamu karena menolak perjodohan itu, kamu datang kesini tanpa membawa harta apapun. Bahkan aku tahu Jung Haneul CEO agensi kami adalah kakak kandungmu" Jelas Min Yoongi.
Ara kaget mendengar semua omongan Yoongi, belum sempat Ara mengeluarkan suaranya, Yoongi menyahut.
"Jika ada waktu, mengobrol lah berdua denganku" Lanjut Yoongi dengan langkah menjauh dari Ara.
"Ya oppa, bolehkah aku meminta tolong padamu" Ucap Ara. Yoongi yang mendengar perkataan Ara segera berbalik badan.
"Jika aku bisa, aku akan membantumu"
" Tolong jangan katakan ini kepada siapapun, termasuk dengan Taehyung. Aku yang akan memberitahukan padanya sendiri nanti jika waktunya tepat" Ucap Ara memohon.
Yoongi hanya tersenyum kecil dan segera meninggalkan Ara, sementara Ara yang masih terlihat shock mencoba segera menguasai diri lagi dan berjalan menuju ruangan Mua. Sesampainya di ruangan Mua, tidak ada seorang pun di sana.
Ia menunggu di sofa yang ada di ruangan Mua.
...****************...
"Ya Ara-a, kenapa kau menunggu disini. Maaf aku tadi sedang meng- hairstylist para member" Ucap Mua yang merasa tak enak dengan Ara.
"Tidak apa-apa eonnie, aku baru saja sampai disini. Eonnie sudah tidak ada acara kah? Mau kah ikut dengan aku? Pinta Ara.
"Tidak ada, aku sudah menyerahkan semua tugas kepada stylish lainnya. Mau kemana kita?" Tanya Ara.
"Aku memintamu untuk menemaniku menemui seseorang eonnie"
"Baiklah, aku bersiap dulu"
Setengah jam kemudian mereka keluar dari Hotel dan menaiki taxi.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments