Part 17

"Antarkan aku ke rumahku sekarang! Aku akan meminta seseorang untuk mengantarkan aku ke Jeju!" Teriaknya histeris.

"Tenangkan dirimu dulu" Taehyung memeluk tubuh mungil Ara.

"Bisakah kau tunjukan dimana alamat rumah orang tuamu yang di Seoul?" Tanya Jimin lembut.

Tanpa bersuara Ara mengambil handphone Taehyung untuk menuliskan sebuah alamat. Tanpa sengaja Ara membaca pesan dari Ahn Yoora.

Ara kembali menangis, memejamkan matanya. Berharap ketika ia bangun semuanya akan baik-baik saja, ya Aera berharap ini semua hanyalah mimpi buruk.

Satu jam kemudian mereka semua sampai di kediaman orang tua Ara.

Para maid menyambut Ara dengan Isak tangis.

Kepala maid memeluk, menenangkan dan membawa Ara ke kamarnya.

"Tenanglah nona muda, semua akan baik-baik saja. Kau masih mempunyai kami semua disini" ucap kepala maid kepada Ara.

"Tolong antarkan aku ke Jeju sekarang, aku ingin menemui mereka aku ingin memastikan jika itu memang benar-benar mereka" Ucap Ara dengan mata memohon.

"Mereka semua sedang berada di perjalanan menuju ke sini, beberapa kepala penjaga sudah menjemput mereka"

"Lalu bagaimana dengan aku? Aku bisa apa tanpa Oppa? Aku sendiri sekarang tidak ada bahu untuk ku bersandar lagi!" Ucapnya dengan tangis.

Kepala maid hanya bisa mengelus lembut kepalanya.

Satu jam kemudian jenazah mereka sampai di mansion, beberapa mobil berhenti tepat di halaman mansion. Menurunkan beberapa peti.

Ara melihat di halaman mansion sudah di penuhi dengan karangan bunga. Ia melihat banyak orang yang datang, bahkan ia melihat kedua orang tua Kim Taehyung!

Min Yoongi mendekat ke arah peti jenazah Jung Haneul, menatap peti itu dengan tatapan nanar.

"Haneul-a, aku akan menuruti permintaanmu untuk selalu menjaganya. Meneruskan tugasmu menjadi payung baginya. Serta meneruskan perjuanganmu yang sudah susah payah untuk membangun agensi itu, kami akan menjaga agensi mu dengan baik" Ucap Yoongi dalam hati.

...----------------...

Hari akan menjelang malam, jenazah Jung Yeong Bin, Eein Eunja, Jung Jong In, Jung Haneul dan Tere telah selesai di kremasi dan abu nya di kubur di belakang mansion.

Ara memeluk batu nisan Jung Haneul sangat lama, bercerita panjang lebar. Menumpahkan segalanya pada Haneul.

Mereka ber 7 beserta Irene, Yumi dan kekasih Jungkook tidak bisa membendung air mata mereka.

Ara beranjak dari makam itu dan berjalan memasuki mansion.

"Ara tunggu aku!" Ucap salah satu dari mereka.

Ara menoleh tanpa suara, lalu membalikkan badannya lagi berjalan dengan cepat menuju mansion.

"Aera Arunika!" Seru Kim Taehyung.

Ara menoleh sembari menaikkan salah satu alisnya.

"Bisakah kita berbicara sebentar?" Tanya Kim Taehyung.

"Apalagi yang harus dibicarakan? Aku rasa semua sudah selesai!" Ucapnya berjalan meninggalkan semua.

"Kami menyayangimu Aera!" Teriak Min Yoongi.

Aera berbalik bada dan berkata.

"Menyayangiku kau bilang? Haha tidak ada yang tulus menyayangiku!" Ucapnya lalu berlari memasuki mansion.

Sesampainya ia dikamar, ia menangis tersedu-sedu, sakit sekali rasanya.

Tahukah kau aku seperti bunga dandelion saat ini, yang mudah rapuh meskipun disentuh dengan lembut. *Hanya h**embusan* angin yang mampu menerbangkan segala angan dan harapanku.

Kini aku tidak tahu lagi, harus mengadu kepada siapa. Aku sendiri! Sakit dan terluka itu yang kurasa!

Oppa terimakasih atas kasih sayang dan pengorbanan mu untukku selama ini.

Hujan telah reda, kau tidak perlu mencemaskan apapun tentangku. Tugasmu sebagai payung telah usai, berbahagialah dengan pelangimu disana.

Ara tertidur di dalam tangisnya.

...----------------...

Di pagi hari nya belum terlihat Ara bangun, beberapa maid mencoba mengetuk pintu kamar Ara namun tidak kunjung di bukakan. Hingga akhirnya kepala maid yang memanggilnya.

Tok tok tok, bunyi ketukan pintu.

"Nona muda bangunlah, sarapan sudah siap! Bolehkah bibi masuk?" Ucapnya. Namun tidak ada jawaban.

Maid tersebut langsung memasuki kamar Ara, terdengar suara orang yang sedang mengeluarkan isi perutnya. Ia langsung berlari ke kamar mandi.

"Nona apakah kau sakit?" Tanya maid itu panik, ia memegang kening Ara.

"Sebentar akan ku panggilkan dokter!" Serunya.

"Tidak perlu bi, aku tidak apa-apa. Aku hanya perlu istirahat saja" Ucapnya lemah.

"Baiklah bibi akan membawakan sarapanmu kemari" Ucap maid itu dan segera keluar.

Tak lama kemudian kepala maid membawakan nampan berisi makanan untuk Ara.

"Nona, ada yang ingin menemui mu dibawah" Ucapnya.

"Siapa bi?" Tanya Ara.

"Kim Taehyung, non" Jawabnya.

Ara menghembuskan nafas kasar.

"Katakan saja jika aku sedang beristirahat bi, aku tidak ingin di ganggu oleh siapapun saat ini. Aku ingin menenangkan diriku dulu" Pinta Ara.

"Tapi sayangnya aku sudah berada di sini Aera" Ucap Taehyung tiba-tiba.

"Kenapa kau bisa berada di sini? Pergilah! Aku muak denganmu!" Teriak Ara, sang maid permisi ke bawah untuk melanjutkan pekerjaannya.

"Makanlah! Aku akan menyuapi mu" Ucap Taehyung sembari mengambil nampan di meja dekat ranjang Ara.

"Buka mulutmu!" Perintah Taehyung dan Ara menurutinya. Baru dua suap Ara merasa mual, lebih parah dari biasanya.

"Aku tidak bisa mencium aroma tubuhmu Kim. Pergilah!" Ucapnya dengan lemah.

"Ayo aku antar kau ke dokter! Aku takut kalian kenapa-kenapa!" Ucap Taehyung, Ara hanya menurut ketika Taehyung kembali membopong tubuhnya.

Sesampainya mereka di rumah sakit Taehyung langsung menidurkan Aera di brankar pasien.

Taehyung tidak peduli saat ini jika ada siapapun yang melihatnya dengan Ara! Baginya Ara dan calon anaknya lebih berarti dari apapun!

Setelah mendapatkan perawatan dokter menjelaskan kondisi Ara kepada Taehyung.

"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Taehyung cemas.

"Janinnya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja, namun kondisi pasien sangat lemah. Tekanan darahnya tinggi bahkan detak jantungnya melebihkan batas normal. Apakah pasien memiliki suatu masalah saat ini? Itu bisa jadi salah satu pemicunya" Jelas dokter.

"Terimakasih dok!" Ucap Taehyung.

Ia meraih handphonenya untuk menelepon Park Jimin namun aneh, ia melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dari para member.

Ketika Taehyung membuka group chat ia kaget, sangat kaget.

Para member mengirim beberapa artikel yang baru saja rilis hari ini, artikel itu membahas tentang dirinya yang membawa seorang gadis.

Dan ia membaca beberapa komentar dari netizen.

Dasar murahan!

Jangan karena ia seorang artis terkenal kau mau mengencaninya!

****** betina

Banyak sekali caci makian yang mereka lontarkan pada Ara, Taehyung yang membaca itu merasa kesal! Ara tidak boleh tau tentang artikel ini.

Ia mengetikkan pesan kepada Jimin agar Jimin segera ke RS sendiri.

"Kau sudah bangun? Mau makan apa, aku akan membelikan untukmu" Tanya Taehyung.

"Taehyung-ahh" Ucap Ara lembut.

"Aku disini Aera, kau ingin apa?" Tanya Taehyung.

Aera meraih tangan taehyung, tersenyum tipis.

Di Musim semi ini semua ketakutan yang tersimpan rapi di dalam benakku akhirnya menjadi nyata, mereka semua pergi meninggalkanku!

Yang bisa kulakukan hanya berlari padamu Kim, menumpahkan segala tangis dan resah ku.

"Kim Taehyung, berjanjilah padaku jangan pernah tinggalkan aku sendiri disini" Ucap Ara dengan tatapan kosong.

"Jika suatu saat nanti kau menghilang dan tidak menepati janjimu, tolong ingatkan aku! Jika tepat pada detik ini aku pernah teramat sangat mencintaimu" Ucap Ara dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Kim Taehyung.

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!