Jimin memasukkan lagi ponselnya kedalam saku hoodie nya lalu beranjak dari tempat duduknya untuk menemui Taehyung.
"Ya Jimina mau kemana kau?" Tanya Yoongi.
"Taehyung sudah berada di luar, ia memintaku keluar sebentar hyung" Jawabnya, lalu ia keluar.
...----------------...
"Taehyung-ahh, kenapa kau tidak langsung masuk saja? Semua menunggu mu dan Aera!" Teriaknya.
Husstt .. Kim Taehyung memberi tanda pada Jimin agar ia diam.
"Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Jimin.
"Aku akan menjelaskan semuanya nanti, Aera tidak mau masuk menemui kalian semua" Ucap Taehyung lesu.
"Bolehkah aku berbicara padanya?" Tanya Jimin dan di jawab anggukan kepala oleh Taehyung.
Jimin segera memasuki mobil Taehyung untuk berbicara pada Aera.
"Apakah kau sakit?" Tanya Jimin saat melihat Ara lesu, ia memegang dahi Aera.
"Jangan berani-berani kau menyentuhku! Aku tidak akan seperti ini jika awalnya kau tidak menjebak ku dengan nya Jim!" Teriaknya.
"Hei, tenanglah. Aku bisa menceritakan semuanya. Maafkan kami, kami terpaksa melakukan semua ini. Taehyung ingin melindungi mu" Ucap Jimin menenangkan Ara.
"Haha, melindungi ku apanya? Ia sama sekali tidak melindungi ku!"
"Dengarkan aku dulu!" Ucap Jimin memegang kedua pipi Ara menghadapkan pandanga Ara kepadanya.
"Kamu kira Taehyung tulus menerima perjodohan itu? Tidak Aera, sama sekali tidak! Ia menerima perjodohan itu karena terpaksa, ia ingin menyelamatkan bisnis orang tuanya dan kamu. Setelah pertunangan itu dilaksanakan, ia akan segera membatalkan rencana pernikahannya. Karena ia sudah memilikimu!"
"Apakah menurutmu orang tuamu akan begitu mudahnya menerima seorang Kim Taehyung meskipun ia juga anak pengusaha? Pikirkan itu Ra!" Lanjut Jimin.
"Apa maksudmu?" Tanya Ara.
"Sehari setelah kepulangannya dari Indonesia, orang tuamu menelepon orang tua Kim Taehyung untuk menjauhkan kamu dengannya. Kalau tidak orangtuamu mengancam akan menghancurkan bisnis orang tua Taehyung!" Ucap Jimin dengan mata menerawang.
"Omong kosong apalagi ini? Dari mana kau tahu?" Ucap Ara dengan senyum smirk.
"Jung Haneul memberitahu semuanya pada Yoongi hyung"
"Haha itu tidak mungkin!" Jawab Ara keras, lalu ia mengambil handphonenya untuk menelepon Jung Haneul.
"Apa yang akan kau lakukan Ra? Jangan gegabah!" Tanya Jimin.
"Aku hanya menelepon oppa-ku untuk menanyakan semua ini"
Setelah panggilannya tersambung, Ara segera mengaktifkan speaker.
"Hallo Oppa, bisakah kau jelaskan semua kepadaku? Kenapa mereka masih tetap melakukan hal ini padaku?" Tanya Ara.
"Aku kira setelah kau menemuinya kau akan paham! Ternyata kau masih saja bodoh seperti dulu!" Ucap Jung Haneul dibalik telepon.
"Lalu bagaimana sekarang, bagaimana denganku?"
"Tenanglah kami semua sedang ada di pesawat untuk menemui mu di Korea, ada Jung Jong In Hyung dan juga istrinya"
Dengan kesal Ara mematikan telepon itu!
"Bisakah kau keluar, aku ingin menenangkan diriku sendiri disini" Pinta Ara.
"Lebih baik kau masuk terlebih dahulu, dengarkan penjelasan mereka semua. Aku mohon" Ucap Jimin.
"Baiklah"
Ara dan Jimin menuruni mobil dan berjalan menuju rumah Seokjin.
"Ara" Panggil Taehyung dan Ara menoleh menatapnya.
"Aku akan segera membatalkan rencana pernikahanku dengan Ahn Yoora" Ucapnya tiba-tiba.
Ara terdiam mendengar ucapan Taehyung, ia bingung benar benar bingung.
Sesampainya ia di ruang tamu Irene langsung memeluk Ara, Irene menangis sejadi-jadinya.
"Ara. Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu" Ucapnya sambil terus memeluk Ara.
"Lepaskan! Aku jijik dengan kalian semua, para pengkhianat!" Ucapnya berteriak!
Ara berlari menaiki tangga menuju kamarnya, sesampainya ia dikamar ia merebahkan tubuhnya, meringkuk, memeluk guling dan menangis dengan keras.
Setengah jam lamanya ia terus menangis, lalu membereskan semua pakaiannya dan memutuskan untuk pergi dari rumah Kim Seokjin.
Melihat Ara turun dari tangga membawa koper besar di tangannya, Taehyung berlari mendekati Ara dan meraih koper yang ada ditangan Ara.
"Kau mau kemana? Tunggulah disini dulu sampai Haneul menjemputmu" Kata Seokjin.
"Kau menyuruhku untuk tinggal disini? Bersama dengan para pengkhianat!" Ucap Ara menahan marah.
"Tenangkan dirimu dulu, aku tahu ini sulit untukmu" Ucap Seokjin sembari merangkul Ara untuk duduk.
Tanpa mereka sangka, semua mendapat kabar dari televisi yang benar benar membuat Ara tidak bisa melupakan hal ini seumur hidupnya!
Selamat malam semuanya saya Min Ahrin, malam ini kami membawakan berita duka.
Jet pribadi dengan Boeing JYB-370 milik pengusaha Jung Yeong Bin mengalami kecelakaan di pinggir perairan Jeju. Dalam kecelakaan tersebut menewaskan semua yang berada di pesawat yang berjumlah 14 orang termasuk awak pesawat.
Saat ini jenazah semuanya sedang dievakuasi di rumah sakit terdekat untuk dilakukan otopsi.
Sekian dari saya terimakasih!
Aera mendengarkan berita itu dengan seksama, jantungnya bergemuruh berdetak lebih cepat, ia sama sekali tidak bisa mencerna dengan baik kalimat apa yang diucapkan oleh si penyiar berita.
Semuanya berputar di kepalanya, kalimat Boeing JYB-370 milik pengusaha Jung Yeong Bin mengalami kecelakaan terus berputar-putar di kepalanya. Semuanya gelap, ia tidak mampu lagi mendengar kalimat berikutnya, hingga akhirnya Jung Aera tidak sadarkan diri.
Kalimat terakhir yang mampu ia dengar hanya teriakan orang yang memanggil namanya.
"Aera!"
"Aera Arunika!"
"Jung Aera Arunika bangunlah!"
Irene mengoleskan minyak wangi dan wewangian lainnya agar Aera segera sadar, dua puluh menit lamanya Aera belum juga sadar.
Karena merasa khawatir dengan Aera dan anaknya Taehyung dengan sigap membopong tubuh Aera kedalam mobil untuk dibawanya ke rumah sakit.
"Aera bangunlah, kumohon!" Teriak Taehyung dengan Isak tangis.
Taehyung meletakkan Ara di kursi belakang.
Taehyung terus menggenggam erat tangan Aera, tidak sedetikpun ia rela melepaskan tangan itu.
"Taehyung-ahh tunggu! Biar aku saja yang mengantar kalian ke rumah sakit!" Teriak Park Jimin.
"Mama, papa, Jong In Oppa, Haneul Oppa, eonnie" Racau Ara dengan mata yang masih terpejam.
"Aera bangunlah, semua akan baik baik saja! Ku mohon"
"Jimina cepatlah, aku khawatir dengan nya"
Ditengah perjalanan akhirnya Aera tersadar, ia mengerjap-ngerjapkan matanya, memulihkan semua ingatan dan kesadarannya.
Lalu berteriak dengan sangat kencang!
"Hentikan mobilnya! Tidak mungkin! Tidak ini tidak mungkin!" Ucapnya dengan teriakan yang sangat keras!
"Tenanglah, kami semua ada untukmu Aera" Ujar Taehyung sambil memeluk Ara dengan erat.
"Antarkan aku kesana, aku ingin menemui mereka!" Pintanya dengan suara serak, ia meringis menahan sakit sambil memegang perut bagian bawahnya.
"Aarggh."
Taehyung yang melihat hal itu menjadi semakin khawatir.
"Kau kenapa? Kau tidak apa-apa?"
"Perutku sakit, sakit sekali!" Ucapnya sambil meremas erat jari-jari Taehyung.
"Tarik nafas, ayo kita ke dokter terlebih dulu" Ucap Taehyung.
"Tidak-tidak! antar aku ke Jeju sekarang!" Ucapnya
Inikah akhir dari hidupku Tuhan? Kenapa kau menuliskan takdir seperti ini padaku? Apakah tidak ada setitik saja kebahagiaan untukku?
"Mama, Papa" Ucap Ara lirih. Jantungnya perih, seperti di hujam ribuan pedang.
Ara menangis tanpa suara.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments