𝙎𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙖
𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙙𝙞𝙗𝙖𝙬𝙖𝙝
𝙉𝙤 𝙥𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙩 ❌
...──────⊹⊱✫⊰⊹──────...
Saat jam makan siang tiba paman go merapikan berkas menatap cheng " cheng ayo kita makan siang, kau harus merasakan makan kafetaria pabrik kita "
Cheng merapikan berkas " kalau begitu aku akan merepotkan paman untuk menjadi pemandu makan siang "
Kedua orang itu tertawa kecil pergi ke kafetaria awalnya mereka ingin mengajak paman pi tapi wajahnya yang ditekuk membuat kedua orang itu tidak jadi
Sampai disana cheng dapat melihat beberapa pekerja pabrik itu sangat banyak hampir sebagai adalah wanita mungkin karena ini adalah pabrik kain jadinya lebih banyak wanita tidak membuang waktu cheng langsung mengantri membeli makan harga yang tertera di menu jauh lebih mahal tapi untuk cheng itu tidak masalah sama sekali
Paman go dan cheng memilih tempat duduk di tengah dapat melihat keseluruhan kafetaria
" cheng kau haru mencoba tumis daging dari koki kafetaria kita ini sangat enak " paman go tersenyum bahagian menyantap dengan lahap
Cheng terkekeh melihat paman go yang berumur sangat tua tapi seperti remaja
" enak " puji cheng mencicip makanan dari kafetaria
Paman go tertawa " tentu saja enak "
Cheng dan paman go tertawa menyantap makanan dengan gembira selesai makanan paman go bersandar di kursi dengan tatapan puas
" jika terus seperti ini aku bisa hidup lebih lama "
Cheng tertawa geli " paman kau pasti akan hidup lama "
Paman go tertawa siapa yang tidak suka ucapan baik
Kedua orang itu bangkit keluar dari kafetaria kembali ke ruang tinggal dikit lagi sampai di pintu mereka melihat paman pi dimarah oleh seseorang pria tapi paman pi bukan lampu hemat bahan bakar ikut marah
" apa kau pikir mudah untuk mendapatkan kain " paman pi marah
Pria itu menatap paman pi dengan kesal " paman apakah sudah untuk mendapatkan kain merah aku akan segera menikah "
" bah apa urusan mu menikah dengan ku jika kau mau kau bisa membeli ke agen pemasok atau departemen story " teriak paman pi
" kau paman ku kenapa kau tidak mau membantu " nadanya arogan
" walaupun aku paman mu , aku tidak berkewajiban membantu serigala putih seperti mu "
" kau _ " pemuda itu marah
Paman go menarik cheng untuk masuk langsung ke dalam kantor
" paman go siapa itu ? "
" pemuda itu adalah keponakannya tapi sikap arogannya seperti turun temurun di keluarga itu saat akutansi yang mengalihkan pekerjaan pada mu itu ingin keluarga dia membual bahwa dia yang akan mengambil alih tapi siapa tau kau yang mengambil alih bah sungguh tidak malu mengatakan itu "
Cheng mengangguk setuju dengan perkataan paman go
Disaat paman pi masuk mereka berhenti berbicara duduk seakan tidak berbicara apa-apa menatap berkas di meja
Paman pi menatap cheng dengan marah menurutnya jika bukan karena cheng posisi akuntansi sementara itu pasti milik keponakannya dan keponakan sialan itu tidak akan meremehkannya sekarang
Paman pi mendegus duduk dalam kemarah
Cheng tau paman pi memiliki pikiran buruk tentangnya tapi dia tidak peduli dia membeli bekerja dengan pemilik pekerjaan ini kapan orang luar menjadi penentu
Sejam kemudian cheng mengakat wajah menatap paman go dan paman pi yang berkerja bangkit ke arah paman go
" paman? "
" cheng ada apa "
" paman aku sudah selesai di mana aku harus mengumpulkan data ini "
Paman go tersenyum suka dengan pemuda rajin seperti cheng " kau bisa keluar belok kiri di sebelah kanan ada ruangan direktur "
Paman pi mendengar itu mendegus ' berpura-pura ' pikirnya
Cheng mengangguk mengerti berterimakasih membawa berkas itu ke ruangan direktur dengan petunjuk paman go cheng sampai di ruangan direktur
Tok tok
" masuk "
Cheng masuk ke dalam melihat direktur sedang bekerja
"Kau anak baru itu bukan ada apa ? " tanya direktur
" direktur ini adalah berkas yang telah saya kerjakan ada beberapa hal yang perlu saya laporkan "
" apa itu "direktur menatap cheng dengan penasaran
" direktur saya telah menganalisis pendapat dari setiap tahun dalam 3 tahun ini ada sedikit berbedaan misalnya barang yang kita keluarkan lebih banyak dari pada uang yang masuk " cheng menyerahkan laporan
Direktur mengerutkan kepala tidak percaya tapi setelah membaca laporan yang sangat detail direktur marah
" berani sekali seseorang mengelapkan di pabrik ini " nada marah
Cheng dengan cepat berkata " direktur kita tidak bisa langsung mengatakan ini jika tidak dia akan waspada dan kita akan susah menangkapnya "
Direktur mendengar itu langsung menjadi tenang direktur menatap cheng dengan puas seorang pemuda yang tenang dan memiliki ide di umur sekarang dia kagum
" apalah kau punya cara " ingin mendengar ide cheng
Cheng berfikir sebentar " direktur karena ini sudah terjadi 3 tahun bukan tidak mungkin ada orang dalam yang membantu aku yakin mereka akan melakukan dimalam hari dimana tidak ada orang dan sepi "
Direktur memikirkan perkataan cheng dan menatap cheng dengan tingkat kagum yang lain
" bagus kau bisa kembali biarkan sisanya aku yang menangani "
Cheng mengangguk undur diri kembali ke ruang kantor
" cheng bagaimana " tanya paman go karena melihat cheng lama kembali
" paman tidak masalah "
Paman go tersenyum " itu bagus "
Sekitar jam 4 sore barulah mereka dapat pulang cheng langsung bergegas ke gang sepi mengeluarkan yang dia beli dari sistem dengan dua tas besar dia kembali ke desa
Karena hari masih sore para penduduk masih rame dijalan mereka menatap cheng membawa banyak barang
Tentu saja cheng menyapa dengan sopan
Dibawah tatapan penasaran penduduk cheng kembali kerumah
Berita cheng bekerja di kota dan membawa dua tas besar pulang segera menyembar bahkan keluarga lama cheng tidak bisa tidak menyesal memutuskan hubungan dengan cheng lebih awal
" suami bagaimana bisa pria mati itu memiliki pekerjaan di kota sedang putra kita tidak" bibi wu penuh rasa iri dan benci
Paman cho juga berfikir seperti itu tapi bagaimana dia bisa meminta pekerjaan melihat sikap cheng yang keras kepala
" ayah kenapa kau tidak meminta nenek untuk berbicara saudara cheng tidak mungkin menolak ucapan nenek " saran chenyer
Cho bangkit dari kursinya pergi ke rumah sisi barat tempat ibu dan ayahnya melihat itu bibi wu bahagia chenyer juga bahagia mereka fikir selama nenek / ibu mertua dapat membujuk cheng mereka bisa mendapatkan sendok emas .
Dirumah cheng mulai mengeluarkan satu persatu kebutuhan rumah dan menletakan semua di lemari tak lupa mengunci dengan gembok
Melihat rumah yang masih kosong cheng berniat mengisi dengan perabotan
Bangkit cheng ke rumah paman li dengan tas kecil " paman/ bibi " panggil cheng
Pintu terbuka bibi li tersenyum melihat cheng " cheng ayo masuk "
" bibi apakah paman ada "
" ada-ada ayo masuk " bibi li membawa masuk cheng
" cheng apa kau mencari paman " tanya paman li
Cheng mengangguk langsung mengatakan tujuan kedatangannya " tentu saja boleh ini kuncinya " paman li tidak pelit langsung meminjamkan traktor pada cheng
Cheng berterimakasih memberikan tas yang dibawa langsung kabur sebelum di marah oleh bibi li
" dasar bocah nakal " bibi li menghela nafas tersenyum melihat cheng kabur
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments