semoga suka dengan ceritanya author ya jangan lupa tinggalkan jejak di bawah dengan komen
Yang ditunggu akhirnya tiba sistem langsung berwarna merah banyak harga asli yang mulai di ganti menjadi lebih murah
Melihat itu cheng langsung membeli daging 50 kati , beras 50 kati, biji-bijian halus 50 kati, dendeng 40 kati, bumbu masak, lemari,kursi, meja, kasur, senter, krim salju, krim kerang, 10 meter kain setiap warna , sepatu kulit, jam tangan, sepedah Phoenix, TV berwarna seharga 100 yuan lebih murah, radio, roti daging, bakpao, permen kelinci, permen, ketel air.
Tentu saja cheng membeli dengan waktu singkat karena ada waktu pembelian hanya 10 menit.
Melihat semua yang dibeli cheng merasa sangat bahagia tidak sia-sia dia menjual semua barang di rumah untuk diskon ini
Melihat ruang penyimpanan sistem penuh barang yang baru di beli dengan gembira
.
.
.
.
Hari yang baru dengan badan rileks cheng keluar dari rumah dengan traktor pergi ke rumah paman li meminta izin mengunakan traktor ke kota membawa yeri
Setelah mendapatkan persetujuan dari paman li barulah cheng langsung menyetir ke arah rumah keluarga ye
Baru saja di pertengahan jalan cheng melihat seorang gadis menghalangi jalan didepan, dari jauh cheng melihat sosok wanita itu dengan mengerutkan dahi ' kenapa wanita ini disini ' pikir cheng
Dari pengalaman hidup sebelum wanita ini berrnama Nier dia menikah dengan seorang laki-laki tua dan sering mengalami kekerasan rumah tangan bahkan dia membunuh suaminya serta membawa kabur uang keluarga dengan pria lain selama 2 tahun tidak ada kabar dia kembali dengan perut besar ada gosip mengatakan dia di tinggalkan oleh pria yang kabur bersamanya setelah uangnya habis
Mengingat kejadian itu cheng menatap gadis itu dengan jijik tidak memberhentikan traktor sama sekali
Nier yang melihat traktor tidak berhenti ketakutan mencoba tetap berdiri disana tapi melihat cheng tetap menjalankan traktor dia langsung melompat kesamping
Cheng tentu saja tau keberanian gadis itu pengecut tidak akan mau menanggung sakit
Setelah mengalami kendala sedikit akhirnya cheng sampai dirumah yeri
Tok tok
Ibu yeri tersenyum menyapa cheng masuk . Dengan kebaikan kedua orang tua yeri , cheng menunggu yeri keluar dari kamar
" saudara cheng " suara lembut itu terdengar, tanpa sadar cheng berbalik menatap sang pemanggil
Cheng terpesona melihat yeri mengunakan rok merah yang membuat dia tambah cantik
Yeri melihat tatapan cheng merona malu
" cheng bagaimana apakah yeri cantik " ibu yeri mengoda kedua pasangan itu
" sangat cantik " jawab cheng mendapatkan tatapan geli dari ibu yeri
" sudah-sudah jangan mengoda kedua anak itu biarkan mereka pergi " ayah ye tersenyum menatap mereka
Dibawah tatapan kedua orang itu cheng membantu yeri masuk kedalam traktor, dengan profesional cheng mengendarai membawa cheng ke kota
" minumlah " cheng memberikan botol air tentara yang dibeli dari sistem kepada yeri
Yeri menerima botol minum itu saat dia menyesap air itu tenggorokannya merasakan air manis ' air gula '
Hati yeri hangat saat melihat cheng memberikannya air gula bisa dia liat ini baru belum diminum
" minum? " yeri menyerahkan kembali botol air itu
Cheng menggelengkan kepala " minumlah aku membuatnya untuk mu "
Yeri semakin malu melihat senyum pria didepannya itu....
Suasana di sekitar kedua orang itu sangat bagus
Hingga sampai di kota cheng pertama kali membawa yeri pergi ke restoran yang dikelola negara
Masuk kedalam restoran cheng memilih tempat duduk di tengah seorang pelayanan menghampiri mereka memberikan buku menu menatap semua hidangan dan harganya mulut yeri berkedut " cheng ayo kita makan di tempat lain, ini sangat mahal " bisik yeri
Cheng tersenyum " tidak apa aku mampu membayar "
Pelayan yang wajahnya tadi berubah datar kembali menunjukkan senyum saat cheng memesan makanan
" pelayan berikan aku 2 porsi iga, ikan gurcia dan bubur putih "
Pelayan itu mengangguk pergi ke dapur
Tak lama seorang pramusaji mengantarkan pesanan cheng dan yeri
Awalnya yeri agak ragu tapi begitu dia merasakan makanan dia mulai lupa dengan harga dan menyantap dengan lahap bibi yeri mengembang dengan lucu tanpa sadar cheng terkikik
Cheng bahkan menambahkan daging ke mangkuk yeri merasa tertekan melihat gadis itu sangat kurus
" cheng makan jangan memberikan aku terus " yeri berbicara dengan mulut penuh
Cheng semakin tersenyum lebar mengangguk dengan patuh tidak lagi mengambilkan yeri mulai menyantap makanannya, merasakan rasa yang familiar cheng mengingat nostalgia saat kehidupan dulu dia bekerja di banyak tempat membuat dia jarang makan dan hanya bisa makan saat pulang kerja di restoran ini
" apakah kau menyukainya " tanya cheng
" enak " puji yeri tersenyum sangat indah
" aku akan membelikan mu lebih banyak dimasa depan "
Yeri tidak membalas hanya menikmati perhatian kekasihnya sekaligus calon suaminya
Bangkit dari kursi cheng bersama yeri berjalan ke kasir membayar tagihan saat akan keluar dari pintu restoran tak sengaja cheng berpapasan dengan seorang gadis yang merupakan sepupunya dari paman ketiganya. Paman ketiganya seorang pekerja biasa di pabrik garmet mereka biasanya hanya kembali saat tahun baru untuk pamer
" sepupu cheng " suara gadis itu penuh rasa jijik tapi wajahnya tersenyum
Cheng hanya menatap dengan datar dia sudah melihat banyak berubahan wajah di kehidupan pertama jadi dia sudah terbiasa "minggir "
Zhu Qiong terbelalak mendengar perkataan sepupunya biasanya saat dia menyapa dia tidak akan membalas dia tidak pernah menunjukkan nada males padanya
" apa _ "
Bukan cheng yang berbicara tapi seorang wanita tua dengan cucu nya yang ingin masuk terhalang oleh shu Qiong " apa kau tidak dengar pemuda itu kau menghalangi jalan semua orang " ketus wanita itu
Zhu Qiong memerah malu memberikan jalan kepada tamu yang ingin masuk cheng juga menarik yeri dengan lembut keluar dari sama bahkan tidak membiarkan yeri diliat oleh Zhu Qiong takut gadisnya akan tercemar oleh gadis itu
Melihat tingkah posesif pria di sampingnya wajah yeri panas bahkan belakang telinganya memerah
" sepupu tunggu " teriak Zhu Qiong mengejar cheng dan yeri
Cheng mengerutkan kening kesal ' kenapa orang-orang ini selalu menganggu nya ' dalam benak cheng mulai merasa jengkel
" ada apa " nada suara cheng penuh dengan ketidak sabaran
Zhu qiong yang di perlakuan seperti itu tidak Terima " saudara karena kau disini bahagia kalau kau mampir kerumah " nadanya penuh kebanggaan
Cheng hanya menatap dengan datar apakah keluarga lama cheng benar-benar tidak tau malu apalagi melihat sepupu lain ini cheng tanpa sadar tertawa apakah mereka berkulit tebal jika bukan karena mengambil barang-barang dari rumah ayah cheng apakah mereka akan memiliki uang untuk bekerja di kota
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Yadi
kadang gue nggak paham kalimatnya 🤔🤔🤔
2023-10-23
0