Setelah memberikan telur bell berbunyi cheng langsung bangkit ke lahan keluarga ye , ibu dan ayah yeri yang melihat cheng berada di lahannya terkejut
" cheng apa yang kau lakukan " ibu yeri bingung
" bibi biar aku datang membantu kau bisa duduk bersama yeri " cheng tersenyum
" cheng tidak usah kau bisa istirahat "
" bibi aku mohon "
Melihat tatapan tegas cheng, ibu yeri terpaksa kembali ke sisi yeri dan cheng bersama ayah yeri mulai membajak sawah
Dibawah naungan yeri masih diam-diam tersenyum melihat telur di tanganya membayangkan ini pemberian calon suaminya membuat dia semakin tersipu malu, tentu saja tindakan itu diliat oleh ibu yeri
" apakah telur itu pemberian cheng " tanya ibu yeri, dengan malu-malu yeri mengangguk
" ibu telur " yeri menyerahkan satu telur kepada ibunya
" tidak itu pemberian suami jadi kau dapat memakannya, ibu senang ciuman bayi ini tidak salah " ibu yeri tersenyum melihat calon menantunya sangat menyanyangi putrinya
Yeri juga senang tapi melihat ibunya tersenyum main-main padanya membuat dia semakin menundukkan kepala malu
Karena kecepatan cheng pembajakan sawah yang perlu dua hari selesai dalam satu hari, ayah yeri merasa malu melihat lahannya hampir semuanya telah di selesaikan oleh calon menantunya kemudian melihat lahan putranya dengan tatapan jijik
Selesai menanam cheng dan yeri pulang bersama-sama sesekali yeri bercerita tentang pernikahan sepupunya dapat cheng liat dari matanya yang penuh harapan membuat tekad cheng menghasilkan uang membara
Didepan pintu rumah keluarga ye cheng mengengam tangan yeri setelah kedua orang tua yeri masuk lebih dulu
" yeri aku pasti akan membuat pernikahan yang indah untuk mu "
Jantung yeri berdetak melihat keseriusan dimata cheng " aku mengerti " yeri tersenyum percaya pada cheng
Cheng menggenggam tangan yeri dengan erat dengan enggan cheng melepaskan genggaman itu sebelum para warga desa melihat karena zaman ini kedekatan pria dan wanita masih ketat . Meminta yeri masuk lebih dulu baru kemudian cheng pulang
Dibelakang pintu yeri memerah malu
' ahahah saudara cheng mengenggam tangan ku ' batinya berteriak senang.
Tanpa sadar ibu dan ayah yeri melihat itu kemudian saling memandang dengan senyuman di wajah mereka, mereka bukan bahagia karena cheng akan memberikan pernikahan yang bagus tapi karena cheng mencintai putri mereka dan siap melakukan apapun itu sudah cukup untuk mereka
Disisi lain cheng memikirkan ide untuk menghasilkan uang dari menjual barang sistem memikirkan ide cheng akan pergi ke gunung mengunakan berburu untuk menutupi sistem untuk saat ini, kembali ke rumah mengambil keranjang cheng langsung pergi ke gunung berjalan semakin dalam cheng menemukan beberapa tanaman seperti tanamam obat, rempah dan bunga anggrek
Cheng tercengang melihat anggrek terjual dengan harga 25 yuan yang sangat mahal untuk satu anggrek
Mata cheng berbinar langsung membeli senter berjaga jika pulang malam, dengan hati senang cheng mulai mengambil anggrek dengan senang hati dan memegangnya seperti harta karun
Tak sangka cheng telah mendapat 100 anggrek melihat poin sistem hati cheng berbunga-bunga
Membeli gading kelinci 2 dan rusa untuk dijual ke kota meletakkan didalam keranjang cheng langsung menutupi dengan sayuran liar. Turun dari gunung hari telah gelap dan warga desa telah mematikan lilin hanya senter cheng yang menjadi Penerang dijalan gelap itu sesekali anjing berbunyi saat cheng lewat
Sampai dirumah cheng meletakkan daging itu di dapur tidak lupa mengunci jendela dan pintu.
Melihat semua beres cheng pergi membersihkan diri dan kembali ke kamar istirahat
.
.
.
Kukuruyuk
Suara ayam membangunkan cheng tapi kali ini cheng bangkit dengan suasana segar bahkan saaat membawa keranjang besar di punggungnya cheng tidak merasakan berat langsung bergegas ke kapten meminta surat pengantar ke kota
" paman li "
" cheng kenapa kau tidak beristirahat di rumah " ujar paman li tersenyum , paman li adalah kapten brigadir sekaligus sahabat ayah cheng
" paman aku ingin ke kota "
" ke kota??? " paman li menatap cheng dengan tatapan bingung
" iya paman aku berencana menjual sayuran liar " cheng tidak menyembunyikan niatnya menjual ke kota
Paman li mengangguk membuatkan surat pengantar " paman tidak tau apakah ada orang kota yang ingin sayuran liat tapi berhati-hati lah " suara paman li menasihati cheng
Cheng mengangguk menerima niat baik kapten
Setelah meminta surat pengantar cheng bergegas ke rumah paman du karena hanya paman du yang memiliki kereta keledai yang mengangkut barang atau orang ke kota kalau berjalan butuh waktu lama untuk sampai di kota tarif yang diambil bolak-balik hanya 3 sen sampai disana sudah beberapa orang naik
" paman du "
" ohh cheng apa kau akan ke kota "
" iya aku berniat menjual barang "
Paman du dengan ramah menyuruh cheng naik karena kereta akan berangkat
cheng naik dan duduk dibelakang paman du disamping cheng ada bibi wu
Dia melirik keranjang cheng dengan penasaran tentu saja itu semua di liat cheng tapi cheng pura-pura tidak liat bersandar ke belakang memejamkan mata seperti tidur padahal cheng sedang berbicara dengan sistem
Bibi wu melihat cheng memejamkan mata mengulurkan tangan ingin membuka penutup keranjang cheng . Tanganya langsung dial tepis dengan kasar
" apa yang kau lakukan? " suara cheng dingin menatap tajam ke arah bibi wu
Bibi wu ketakutan tapi pura-pura berani " ya apa masalahnya aku hanya ingin melihat "
" apakah kau tidak malu di usia tua sibuk dengan barang milik orang tanpa izin " cheng menatap dengan dingin
" ya orang lain apa aku adalah bibi mu "
Cheng menatap dengan jijik " jangan buat aku mengingatkan mu, di hari ayah ku meninggal kalian membawa semua barang keluarga ku dan memutuskan hubungan " aura cheng seperti siap membunuh membuat bibi wu ketakutan
Paman li yang melihat itu menatap bibi wu dengan tidak sedap " ya apa yang kau lakukan jangan membuat keributan " teriak paman li
" cheng jangan mengurus perempuan tua itu " paman li adalah salah satu orang yang ayah cheng dulu bantu karena itu saat pemutusan hubungan paman li lah yang membantu cheng..
Bahkan beberapa orang di kereta menatap bibi wu dengan tidak sedap dipandang
Melihat banyak mata melihatnya bibi wu diam tapi mulai menghitung cheng dihatinya....
Cheng menghormati paman li jadi tidak memperpanjang masalah memperbaiki kembali kain yang menutupi keranjang. Bibi wu melihat itu mengeretakan gigi
' pasti ada hal baik di dalamnya ' batinya melirik terus keranjang cheng
Selama perjalanan mata bibi wu terus melihat keranjang cheng tapi tidak bisa berbuat apa-apa, cheng hua tidak peduli setelah tiba di kota langsung membayar paman li 4 sen . Cheng langsung bergegas ke agen pemasokan tempat menjual daging
" paman apa kau ingin membeli daging " tanya cheng sopan memperlihatkan daging dalam keranjangnya
Paman penjual menatap cheng dengan berbinar binar " aku beli berapa yang kau inginkan untuk setiap pon "
" paman kau bisa memberikan aku harga " cheng tersenyum
" baik " paman mulai menimbang daging rusa dan daging kelinci
" 350 yuan " paman itu memberikan harga,cheng langsung Terima karena itu sudah sangat banyak untuk era ini.
" paman terimakasih "
" jangan sopan anak muda, jika kau memiliki daging bagus beri tau paman "
" pasti "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments