Kerabat

"Bibi jangan menagis " cheng langsung khawatir

Melihat itu ayah yeri langsung berkata " wanita tua kau mengagetkan menantu mu "

Ibu ye menghapus air matanya " apakah ibu bisa menyimpan foto ini "

Yeri dan cheng dengan kompak mengangguk " bibi aku telah membuat 3 foto satu untuk aku, satu untuk yeri dan satu untuk bibi dan paman "

" sangat banyak apakah mahal " ibu ye langsung bertanya

Cheng tersenyum " tidak mahal sama sekali "

Ibu ye mencoba melihat kebohongan di wajah cheng tapi tidak menemukannya hanya bisa menghela nafas dengan menantunya yang mengeluarkan uang dengan boros

Ayah ye menatap barang yang dibawa cheng dengan cemas " apakah kalian habis merampok toko "

Yeri menatap ayahnya dengan tatapan kesal " ayah mana mungkin saudara cheng merampok " yeri membela cheng

Cheng bersinar saat dibela menantu kecilnya, ayah ye menggaruk kepalanya yang tidak gatal " siapa suruh kalian membawa begitu banyak seperti habis merampok "

Ibu ye yang baru sadar bahwa cheng membawa barang langsung menatap kedua anak itu dengan marah

Cheng melindungi yeri seperti induk yang menjaga anaknya

" liat ini belum menikah menantu kita sudah melindungi gadis bau itu "

" bibi jangan salahkan yeri, aku melihat semua pakaian bagus untuk yeri jadi aku membelinya " cheng dengan cepat mengklarifikasi semuanya

Ibu ye mendengus ingin marah tapi karena ini adalah keputusan menantunya jadi dia hanya bisa menghela nafas

Melihat ibu ye sudah tenang cheng meletakkan tas besar itu ke atas meja

" bibi ini adalah hadiah pertunangan, aku akan meminta mak comblang untuk membahas uang maharnya " jelas cheng

"Cheng tidak perlu pakai mahar " ibu ye segera menolak

" bibi tolong jangan menolak aku ingin yeri memiliki pernikahan yang indah "

Mendengar itu ibu ye hanya bisa pasrah dengan perilaku menantunya yang terlalu memanjakan putrinya itu...

" baiklah tapi kau harus mengatakan pada bibi dan paman jika membutuhkan sesuatu "

" bibi aku mengerti " cheng tersenyum

Berterima kasih

" kalau begitu ayo makan bersama "

" bibi/ paman aku tidak akan lama , paman li sudah menunggu ku " jawab cheng dengan sedikit tidak enak karena menolak

" ahh baiklah tapi besok kau harus makan siang disini " ucap Ibu ye dengan tegas

" baiklah "

Setelah memberimu janji cheng pamit undur diri pergi dengan traktor pergi ke lumbung melihat sekertaris partai ada disana

" cheng kau kebetulan ada disini "

" iya paman ada apa "

" cheng, paman li sudah setuju untuk meningkatkan traktor " sekretaris tampak sangat antusias

" itu bagus, kalau begitu aku akan mulai sekarang "

" benarkah? "

Cheng mengangguk membuat sekertaris partai semakin gembira

Cheng mulai membongkar mesin traktor lama disana

.

.

.

.

Dirumah keluarga lama cheng paman cho mendengar bahwa cheng pergi ke kota dan membeli banyak barang untuk calon mertunya membuat hatinya seperti berdarah

" bocah sialan itu "

" cho kau liat kan keponakan mu sangat tidak berbakti " bibi wu memanas-manasi

Plak

" diam " teriak cho menampar istrinya dengan keras

Melihat seperti akan ribut chenyer dan saudaranya yang lain segera masuk kembali ke dalam kamar karena takut ikut mendapatkan impas dari kemarahan ayah / ayah mertuanya

Didalam kamar anak sulung menantu perempuan menatap suaminya dan berkata " Cheung saudara cheng sangat tidak tau malu tidak memberikan kerabatnya manfaat, tapi dari mana dia mendapatkan uang untuk merenovasi rumah apalagi membeli barang untuk yeri "

Mendengar itu Cheung semakin curiga dan yakin cheng takut kalau sumber keuangan akan ketauan

Melihat itu chuchu tersenyum gembira saat suaminya memakan umpan mulai senang apalagi saat tau suaminya pasti akan mendapatkan sumber uang kemudai mereka bisa mengikuti cheng dan menjadi orang kaya

Membayangkan itu chuchu menyeringai kejam

Bahkan dikamar sebelah hingga kamar si bungsu semua memikirkan hal yang sama

Sedangkan orang yang di incar sedang sibuk bekerja dengan mesin traktor .

Chenyer yang tidak betah di rumah keluar mulai berjalan-jalan di desa saat ditengah jalan seorang gadis menhampiri chenyer

" chenyer " panggilnya

" nier ada apa?? " chenyer Mengrinyit

" chenyer apa yang kau pakai diwajah mu, sangat bagus " puji nier

Chenyer berbinar binar dia paling suka seseorang memujia dia cantik " apakah begitu "

" iya kau sangat cantik jadi aku ingin tau rahasinya "

Chenyer tertawa " aku tidak mengunakan apa-apa "

" benarkah? " nier pura-pura terkejut

" benar apakah terlihat begitu bagus "

" sangat bagus, aku sangat iri "nada nier pura-pura iri

Chenyer tersenyum senang, melihat itu nier langsung melepaskan umpan " chenyer aku mendengar calon mertua saudara cheng mendapatkan banyak barang apakah saudara cheng memberikan hadiah pada keluarga mu "

Mendengar itu wajah chenyer berubah marah " cih sepupu bau itu tidak memberikan apapun pada keluarga ku "

Nier pura-pura terkejut " apakah seperti itu sayang sekali, aku melihat banyak barang bagus "

" benarkah? " chenyer penasaran

" benar bukan hanya aku para bibi yang lain juga melihatnya "

Chenyer semakin kesal dengan cheng

" coba saja calon menantu saudara cheng adalah pilih paman cho mungkin saudara cheng akan memberikan hadiah sebagai makcomblang " ujar nier membuat chenyer berbinar binar

" nier apakah itu bisa? " tanya chenyer

" tentu saja didesa sebelah sepupu ku mengatakan bahwa orang yang mengenalkan menantu pada pria akan mendapatkan hadiah dari sangat pria walaupun pria itu awalnya memiliki calon tapi katanya dia tidak puas dengan calonnya " jawaban nier membuat chenyer langsung senang

" nier kalau begitu aku pulang dulu " chenyer langsung berbalik kembali ke rumah

Nier yang melihat itu menyeringai tinggal sedikit lagi rencananya akan berhasil dalam benaknya sudah gembira akan memiliki cheng

Hascim

Di lumbung Cheng bersin dan merasakan punggungnya merinding

" cheng jangan terlalu lelah " sekertaris partai khawatir

" paman tenang saja aku baik-baik saja " cheng tersenyum meletakan bagian yang terakhir

Setelah dipasang cheng meminta sekertaris untuk menyalakan mobil saat dinyalakan suara mesin lebih halus bakalan saat berjalan tidak terdengar lagi bunyinya ,malahan sekertaris merasa ini seperti saat dia membeli traktor baru pada saat itu

" cheng kau sangat hebat " sekertaris gembira

" paman kalau begitu aku pamit pergi dulu "

" ya istirahat lah yang banyak "

Cheng mengangguk pergi dari lumbung sekertaris juga pergi memberi tau kapten brigadir tentang ini

Disaat cheng hampir sampai rumah sosok yang tidak ingin diliat cheng muncul yaitu kerabat ayahnya ' menyusahkan ' batin cheng

" ada apa kalian kemari " suara dingin cheng terdengar

" cih apakah begini cara mu berbicara dengan tetua " paman cho menatap cheng kesal

" jangan membuat aku mengulang lagi " cheng menatap tajam

Walaupun semua agak kaget paman cho mengeretakan gigi berkata " ini adalah makcomblang dari beberapa gadis yang cocok untuk mu___ "

" tidak perlu, aku telah mendapatkan sertifikat dan istri ku hanya yeri " suara tegas cheng membuat paman cho yang belum selesai berbicara naik darah

Terpopuler

Comments

DarkSystem

DarkSystem

Dasar keluarga tak tau malu

2024-09-05

0

Yadi

Yadi

mungkin ini novel terjemahan, makanya bahasanya masih agak kaku dan kurang bisa dipahami

2023-10-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!