Hadiah

Melihat uang dan beberapa tiket ditangan hati cheng bahagia berjalan ke gang yang sepi cheng membeli dua kati daging, susu malt, dan krim kerang sebenarnya cheng ingin memberikan krim salju tapi tidak mungkin tiba-tiba dia memberikan barang mahal kepada yeri yang akan membuat calon mertuanya curiga

Kembali ke tempat paman du menunggu mereka cheng langsung duduk ke tempat awal hingga satu persatu datang barulah paman du berjalan kembali ke desa, sepanjang jalan bibi wu terus melihat tas kecil yang dibawa oleh cheng dengan tatapan serakah. Sampai di desa cheng pamit kepada paman du langsung ke rumah keluarga ye

Tok tok tok

Sampai di pintu cheng mengetuk pintu tak lama sosok yang di kenali muncul

" saudara cheng ayo masuk " suara gembira gadis itu membuat cheng tersenyum

Cheng mengangguk masuk ke dalam , yeri membawa cheng ke ibu dan ayahnya

" bibi, paman " sapa cheng melihat kedua orang tua cheng sedang duduk di halaman

" oh cheng kemari duduk lah " bibi ye sangat semangat

" yeri buatkan cheng air gula "

" bibi tidak usah repot-repot " cheng berusaha menolak tidak mau merepotkan calon istrinya

" anak ini tidak ada yang repot "

Yeri mengangguk mendengar ibunya langsung ke dapur membuatkan minum .

Cheng akhirnya mengalah dan menerima kasih sayang mereka " paman, bibi aku membawa kan mu sesuatu "

" anak ini kenapa kau begitu sopan " bibi ye pura-pura marah

Paman ye juga mengangguk setuju dengan istrinya menurutnya keluarga tidak perlu sopan

" paman, bibi ini adalah hati ku jadi Terima lah " cheng menyodorkan tas kecil yang dia bawa

Melihat tekad anak itu bibi ye tersenyum menerima pemberian calon menantunya melihat isinya bibi ye terkejut semua ini sangat mahal, melihat reaksi istrinya paman ye juga terkejut dengan pemberian calon menantunya

" katakan dari mana kau dapat uang cheng " paman ye meminta penjelasan

" paman jangan khwatir aku hari ini pergi ke kota menjual hasil buruan, "

Paman ye melihat mencoba mencari kebohongan tapi tidak menemukannya " jangan membeli untuk kami simpan uang mu "

Cheng tersenyum berkata " paman bukan kah kita keluarga jadi aku akan membeli untuk keluarga ku sendiri "

Paman ye melihat bocah laki-laki didepannya dengan menghela nafas " dasar bocah nakal "

Cheng hanya tersenyum , bibi ye di samping merasakan senang bertekad memberikan pujian di depan putrinya supaya lebih memperhatikan cheng . Tak lama yeri datang membawa air gula

" saudara cheng minum " senyumnya malu-malu

Cheng menikmati perhatian calon istrinya mengangguk meminum tanpa sopan sama sekali

" cheng makan siang lah disini " ujar bibi ye

" bibi tidak usah aku akan makan di rumah saja " balas cheng

" tidak makan disini kau harus merasakan kerajinan bibi "

Melihat cheng akan membuka mulut berbicara, yeri langsung berkata " saudara cheng Terima saja, ibu memasak sangat enak " bujuk yeri dengan tatapan berharap

Melihat mata itu cheng tidak bisa menolak langsung setuju, yeri bersorak senang pergi bersama ibunya kedapur. Melihat itu paman ye tersenyum secara diam-diam melihat perilaku cheng kepada yeri

Disaat kedua wanita itu memasak, cheng dan paman ye berbicara tentang panen tahun lalu yang tidak menguntungkan tak terasa makan telah siap dan telah disajikan di atas meja begitu juga dengan kepulangan kakak yeri serta menantunya bersama anaknya.

" kami pulang ibu/ nenek " ucap mereka

Kakak yeri bernama Yaghong melihat cheng ada di rumah langsung menyapa adik iparnya " cheng kau disini "

" iya kakak "

Menantu Yaghong menatap cheng dengan tatapan serakah langsung berlari ke arah dapur " ibu apa yang masak , baunya sangat harum "

Ibu ye tidak terlalu dekat dengan menantunya ini " apa yang liat cepat bantu apakah kau hanya ingin bersantai santai "

Baiyong yang dimarahin malu langsung membawa piring ke meja tapi matanya menatap ke arah kompor

Ibu ye hanya menghela nafas mengutuk putranya yang tidak berbakti

" pak tua, cheng ayo makan "teriak ibu ye

Paman ye dan cheng berhenti berbicara bangkit ke meja makan, cheng duduk di samping yeri untuk keluarga kakak yeri ada di lain sisi

" cheng ayo makan " ibu ye langsung memberikan daging lemak yang sangat enak kalau untuk era sekarang

Melihat ibu mertuanya memberikan cheng daging lemak baiyong cemberut " ibu kenapa kau memberikan kamerad cheng daging lemak dan tidak cucu mu "

" apa yang kau proteskan, kalau bukan karena cheng membawakan daging apakah hari ini kita akan makan daging " gerutu ibu ye

Mendengar itu Yaghong langsung menatap menantunya dengan tajam, baiyong tidak berani berbicara lagi tapi hatinya tidak puas

Cheng hanya menatap tidak berbicara tentu saja menantu kakak iparnya ini adalah orang serakah dan tidak menyukai mertuanya yang baik serta lebih memiliki mensubsidi rumah keluarganya

" saudara cheng jangan di dengarkan makan lah " yeri berbisik takut cheng tidak enak

Cheng tersenyum meletakkan daging lemak itu ke mangkuk yeri " makan "

Yeri tertegun tapi melihat senyum cheng dia merasa malu

' tampan ' pikir yeri saat melihat senyuman itu

Cheng terkekeh kecil mulai makan sesekali memberikan daging ke mangkuk yeri tentu saja perilaku itu masuk kedalam mata orang tua yeri yang semakin puas dengan menantunya ini

Selesai makan sekarang cheng berada di depan pintu siap pulang " saudara cheng hati-hati "

" aku tau, ambil ini " cheng memberikan krim kerang

Yeri yang melihat krim kerang ditangannya terkejut dia sering menemani ibunya ke agen pemasok dan melihat krim kerang seharga 25 yuan

" cheng ini sangat mahal "

" tidak mahal sama sekali ini sepadan untuk calon menantu ku " ucapan cheng membuat yeri tersipu malu

" saudara cheng terimakasih " suara malu-malu dan lembut cheng membuat hati cheng bahagia

" tidak boleh berterimakasih kau mengerti, masuk dan istirahatlah "cheng tersenyum berbalik pergi

Yeri masuk kedalam dengan raut wajah gembira

Baiyong yang melihat adik iparnya bahagia langsung bertanya " yeri apakah cheng memberikan mu sesuatu yang bagus Hingga kau bahagia, cepat tunjukkan "

Yeri berhenti tersenyum menatap kakak iparnya dengan kesal " tidak ada "

" yeri kenapa kau begitu pelit biarkan kakak ipar mu melihat "

Baru saja yeri akan menjawab suara ibu ye terdengar " ya aku memelihara serigala bermata satu liat saja dia tidak masak, bahkan tidak mencuci piring " suara ibu ye keras membuat baiyong malu langsung pergi mencuci piring bukannya baiyong tidak pernah melawan malah dia pernah melawan ibu ye yang berakhir baiyong dipukul dengan sapu kenangan itu masih membekas di ingatannya.

Melihat baiyong pergi ibu ye langsung menarik putrinya kedalam kamar

" minum lah susu malt ini "

" ibu ini? "

" ini dibeli oleh cheng minum lah " mendengar itu yeri mengangguk meminum susu malt mulutnya pertama kali merasakan air yang sangat manis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!