Cheng kembali kerumah cuma untuk mengambil keranjang dan langsung naik ke atas gunung sepanjang jalan ke gunung beberapa paman dan bibi yang akan pulang melihat cheng yang naik ke gunung tiap kerja merasa kasihan berfikir jika kedua orang tua pemuda itu masih hidup mungkin kehidupan anak itu akan baik-baik saja .
Naik ke gunung cheng menemukan beberapa tanaman dan dengan hati-hati mencabut hingga ke akar-akar dan menjual kepada sistem
Ding Host Menjual 100 X Anggrek Seharga 2500 Yuan
Ding Host Menjual Jahe 10 X Seharga 1 Yuan
Ding Host Menjual.......
Ding Host Menjual......
Ding Host Menjual......
Melihat poin yang mengembung semakin banyak membuat rasa lelah cheng menghilang melihat ke langit yang telah gelap cheng langsung mengemas semua barang-barang mengangkat dengan mudah ke keranjang yang berisi kayu bakar berjalan turun kebawah gunung kembali ke rumah
Sampai dirumah cheng langsung memutar kunci masuk kedalam
Meletakkan semua di pojok dapur cheng membersihkan diri keluar dari kamar mandi dengan baju mandi yang dia beli dari sistem
Mungkin jika yeri ada disana dan melihat visual cheng pasti akan terpesona dan memimisan ..
Berganti pakaian baru cheng duduk di ranjang menatap antarmuka sistem melihat barang-barang dengan mrnghela nafas
'" seperti aku harus segera mencari pekerjaan dikota "
Cheng menatap barang di sistem tanpa bisa mengeluarkannya hatinya sakit tapi tak berdarah.
Berbaring di ranjang itu cheng memutuskan untuk mendapatkan pekerjaan besok bagaimana caranya..
Tanpa sadar disaat sedang berfikir cheng tertidur
Lain halnya dengan yeri yang duduk di depan meja rias mengaplikasikan krim kerang ke mukanya dengan hati-hati
Tiba-tiba saja Baixong masuk kedalam kamar yeri tanpa mengetuk pintu dan melihat yeri tengah mengaplikasikan krim wajah membuat hatinya cemburu marah " wow adik ipar , ibu mertua sangat menyayangi mu hingga membelikan krim wajah " suara penuh iri terdengar
Yeri hanya menatap kakak iparnya dengan tenang kemudian tersenyum lembut " kakak ini bukan pembelian ibu tapi pemberian dari cheng "
Baixong langsung berkata dengan semangat " adik ipar kalau begitu berikan aku krim ini, kau bisa meminta lagi bukan " ujar baixong ingin mengambil krim itu tapi lebih dahulu diambil oleh yeri
Yeri menyembunyikan krim itu dalam pelukannya seperti harta karun " kakak ipar aku tidak akan memberikannya "
" ya kenapa kau sangat pelit berikan pada ku " baixong suara tinggi
Yeri melindungi krim itu dengan erat seperti harta karun karena ini pemberian prianya bagaimana mungkin dia memberikannya
" tidak "
" berikan "
" ada apa ini " teriak ibu ye menatap menantunya dengan tajam
Melihat tidak ada yang berbicara ibu ye kembali berbicara " baixong apakah kau menyesal menikah dengan putra ku dan tidak bersukur dengan kehidupan ini liatlah menantu orang lain mereka hanya akan dipaksa menjadi budak pekerja saja " surat ibu yeri sangat keras membangunkan yaghong disebelah
" baixong apa yang kau lakukan " suara marah Yaghong terdengar
Baixong menangis " ya kenapa kah berbicara seperti itu pada ku, aku hanya meminta krim bukankah yeri bisa meminta lagi pada cheng " keluh baixong
Ibu ye memerah marah, Yaghong merasakan kehilangan wajah langsung membentak baixong " apa hubungan barang saudara perempuan ku dengan mu ah, jika kau menyesal menikah dengan ku yang tidak memberi apa yang kau mau kau bisa kembali ke keluarga kelahiran mu "
Mendengar itu baixong ketakutan " yaghong hiks aku hiks " menagis memegang tangan yaghong dengan sedih
Ibu ye menghela nafas walaupun dia tidak suka dengan perilaku menantunya tapi dia tidak mau pernikahan putranya berakhir " yaghong jangan marah bawa istri ku kembali dulu "
Yaghong mengangguk menarik baixong kembali ka kamar, baixong yang diseret hanya pasrah dia ketakutan baru pertama kali melihat suaminya marah seperti itu seperti dia sudah melewati batas kesabarannya kali ini..
Setelah kepergian yaghong dan baixong ibu ye menepuk tangan putrinya dengan tatapan sedih " sayang maaf kan ibu ya, walaupun kakak ipar mu harus mendapatkan hukuman tapi kedua anak itu masih membutuhkan ibunya "
Yeri tentu saja mengerti dan dia sama sekali tidak mempermasalahkannya lagi " ibu aku mengerti, tidak apa " yeri tersenyum
Ibu ye semakin tertekan menghela nafas dengan pilihan putranya itu. Bahkan ayah ye yang berada di luar dari tadi hanya bisa merokok di permukaan wajannya tenang tapi dia adalah orang yang paling memikirkan tentang keluarganya di dalam ..
Keluar dari kamar putrinya ibu ye melihat suaminya yang merokok dengan menghela nafas dia tau kebiasaan pria tua itu kalau cemas akan merokok
Malam itu setelah tidur yeri tidak peduli dengan kakak iparnya yang serakah lagi.
Lain halnya di tempat lain di sebuah gubuk tua yang reyot seorang gadis bergumam
" cheng sangat tampan kenapa bukan aku yang memilikinya " gerutunya tidak bahagia
Tapi kemudian membayangkan cheng menjadi miliknya membuat hatinya bergelonjak bahagia
Dengan tatapan penuh tekad memutuskan akan berusaha melakukan segalanya untuk memiliki cheng
" gadis mati tidur jangan hanya membuat aku rugi terus " suara wanita berteriak
Gadis itu menatap suara di luar pintu dengan kesal mematikan lilin berbaring di ranjang dengan marah
Kenapa bukan aku yang lahir dikeluarga ye - batinnya
Jika aku lahir dari keluarga ye dan bukan keluarga ini aku pasti jauh lebih cantik dari pada yeri dan pasti cheng akan lebih mencintai aku - pikirnya
Menutup mata mulai tertidur mencoba memimpikan cheng
.
.
.
.
Pagi yang cerah ini
Cheng berada di dapur menyiapkan mie putih untuk sarapan di tambah telur rebus, cheng menyantap makan dengan lahap saat kenyang cheng menyentuh perutnya dengan gembira
Memikirkan terakhir kali dia kenyang seperti ini apalagi di kehidupan pertama dia selalu menahan lapar saat bekerja demi memberikan uang kepada fanyi gadis yang datang ke desa untuk membangun negara
Mengingat itu cheng mengepalkan tangan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi
Menghitung jumlah uang dan jumlah poin disistem cheng merasakan perasaan senang menjadi kaya ' luar biasa '
Setelah beberapa saat cheng memutuskan untuk merenovasi rumah sebelum pernikahannya
Menghitung uang 200 ditangan cheng bergegas mencari paman li
Dirumah paman li cheng mengetuk pintu dengan perasaan bahagia
Tok tok tok
Kreet
Pintu terbuka sosok wanita tua terlihat "cheng "
" bibi li baik "
" cheng apa kau mencari paman li "
" bibi iya "
" sayang sekali paman sedang pergi ke bendungan "
" bibi tidak apa ini hanya masalah sepele "
" cheng katakan pada bibi siapa tau bibi bisa bantu? "
" bibi menjual hasil buruan dan berniat merenovasi rumah, rumah itu sudah terlalu tua dan atapnya banyak bocor " jelas cheng tidak menyembunyikan keadaan rumah sama sekali
Mendengar itu bibi li mengangguk setuju wajar bagi anak muda yang akan menikah mempersiapkan segalanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Yadi
Hmmmm... banyak kata ganti orang kedua, salah penyebutan
2023-10-23
0
DewaSistem05
jangan bilang nih cewe yang ngerusak rumah tangga Cheng
2023-03-12
0
DewaSistem05
jangan bilang nih cewe yang ngerusak rumah tangga Cheng
2023-03-12
1