semoga suka dengan cerita author ya jangan lupa tinggal komen dibawah
Setelah membeli kebutuhan untuk pekerja dan merenovasi rumah cheng kembali ke tempat awal melihat paman li dan sekertaris tengah berbicara dengan gembira dengan seorang pria
" paman " panggil cheng
" ah cheng akhirnya kau disini perkenalkan ini adalah direktur partai "
" halo direktur "
" halo kamerad " balas direktur itu tersenyum ramah
" kalau begitu kami pamit undur diri dulu " ucap paman li dianggukin direktur
Kembali ke desa mengunakan traktor paman li dan sekertaris terkejut melihat barang-barang yang dibeli cheng tapi mereka tentu saja tau apa yang akan dilakukan dengan barang-barang ini
Sampai di rumah paman li sebelum turun paman li mengizinkan cheng membawa pulang traktor karena melihat barang-barang dibegasi
" terimakasih paman " cheng tersenyum penuh rasa sukur kemudian kembali ke rumahnya
Mengeluarkan satu persatu barang dari bagasi meletakkannya ke dalam rumah karena hari telah siang beberapa bibi yang pulang melihat cheng mengendarai traktor dengan tetapi iri
Anak dari bibi wu datang tiba-tiba dan berdiri di samping traktor melihat beberapa barang dengan tatapan bersinar " saudara cheng " panggilnya
Cheng tidak menjawab sibuk menurunkan semua . Gadis itu tidak peduli jika diabaikan " saudara cheng kau membeli banyak barang tapi kenapa kau tidak memberikan setengahnya pada ayah ku bukan kah kau harus menghormati tetua "
" siapa kau berani berbicara seperti itu pada ku " suara dingin cheng terdengar
" aku sepupu mu "
" jangan mengatakan omong kosong keluarga kita telah memutuskan hubungan sejak lama " dengan langsung menyatakan posisi mereka sebgai orang asing
" tapi _ "
" ya chenyer apakah kau tidak malu "
" cih sungguh wanita tidak malu padahal baru kemarin dia menjelek-jelekkan cheng sekarang mengatakan hal itu "
" apakah keluarga lama cheng benar-benar tidak tau malu "
" untung saja putra ku telah menikah jika tidak aku akan mati jika wanita seperti itu masuk rumah ku "
Beberapa bibi yang emang tidak suka dengan keluarga lama cheng langsung menghina secara terang-terangan membuat chenyer memerah marah
" ya apa hubungan masalah keluarga kami dengan mu ah " teriak chenyer
" siapa keluarga mu? " suara paman li datang dari belakang
Cheng menatap paman li dan bibi li dengan ramah, bibi li menatap chenyer dan berkata " cih apakah kau tidak malu hubungan cheng dan keluarga mu telah terputus sejak lama apa kau mengerti "
Chenyer terdiam tidak bisa membalas siapa suruh bibi li adalah calon mertuanya . Chenyer menyukai anak dari paman li karena dari semua orang didesa hanya anak paman Li yang kaya
" bibi kau salah paham walaupun saudara cheng telah berpisah tapi darahnya masih terikat " chenyer mengatakan itu tapi lebih lembut saat menghadapi bibi li
Cheng yang telah kehabisan kesabaran menatap chenyer dengan aura siap membunuh, chenyer bergidik ngeri otomatis mundur menjauh dari cheng
" apakah kau sudah berbicara, ini adalah urusan para orang dewasa, bukan saatnya kau bicara " suara cheng penuh tekanan bahkan matanya menyipit seperti elang yang akan mencabik mangsanya.
Chenyer ketakutan gemeteran menghadapi sisi mendominasi sepupunya itu.
Cheng tidak peduli gadis itu menangis atau tidak berbalik dengan ramah membawa masuk bibi dan paman li serta beberapa bibi dan paman yang dibawa
" cheng jangan pikirkan orang-orang dari keluarga lama cheng " ujar bibi li
" aku mengerti bibi " dengan ramah setuju
" oh ya cheng paman dan bibi telah menemukan orang untuk membantu merenovasi rumah mu "
" paman, bibi terimakasih "
" dasar anak ini jangan terlalu sopan " ujar bibi li pura-pura marah
" aku salah " cheng pura-pura takut
Ketiga orang itu tertawa dengan bantuan paman li dan bibi li renovasi rumah cheng dimulai hari ini bahkan bibi li bertanggungjawab untuk memasak bersama dengan wanita yang lain
Didapur para bibi dibuat terkesima dengan bahan-bahan yang melimpah bahkan daging sekitar 25 kati,mereka menghela nafas mulai memasak dengan riang gembira
Para pria di depan mulai membongkar semuanya apalagi cheng sudah menjual semua barang disana jadi lebih mudah merenovasi
Menatap para pekerja yang memulai renovasi tentu saja cheng tidak tinggal diam menyisingkan lengan baju mulai membuat ulang tembok yang sudah hancur
Hingga hari menjelang waktu makan siang kedua mereka beristirahat dan para wanita membawakan makanan kepada mereka
" wow daging "
" aku sudah lama tidak makan seperti ini "
" makanan enak memang luar biasa "
" awas istri mu datang "
Tawa para pria pecah menyantap hidangan dengan gembira baru lah setelah selesai mereka lanjut bekerja
" saudara cheng " teriak yeri
Melihat itu cheng langsung berhenti menghampiri gadis itu " kenapa kau kemari "
" saudara cheng kenapa kau tidak mengatakan akan merenovasi rumah, aku bisa datang membantu " pipi yeri mengembung marah
Cheng terkeekeh " maaf saudara salah "
Yeri mengangguk " saudara aku akan memaafkan mu jika kau membiarkan aku membantu "
Melihat tatapan tegas gadis itu dengan pasrah cheng setuju membiarkan gadis itu memasak dengan para wanita
Yaghong saudara yeri menepuk pundak cheng " biarkan aku membantu "
Cheng tersenyum " saudara terimakasih " yaghong melambaikan tangan mulai membuka setiap kayu yang lapuk
Melihat itu hati cheng menghangat kembali bekerja dengan hati bahagia
Pekerja terus berlanjut hingga hari sore
" ayo semua makan " teriak bibi li
Semua pekerja berhenti dengan antusias makan melihat makanan kedua masih ada daging hati mereka terangkat gembira
Selesai makan baru mereka pulang dan akan kembali besok lagi tapi mereka sangat penuh energi bahkan beberapa orang yang awalnya tidak mau membantu langsung menjadi sukarela membantu saat tau hidangannya daging
Gosip itu samping ke telinga paman cho dia duduk dimeja makan menatap hidangan sayuran dan bubur dengan marah
' dasar bocah mati itu ' dalam benaknya terus mengumpat cheng
Bahkan chenyer juga tak kalah marah iri kenapa bisa sepupunya yang tidak beruntung bisa membeli daging bahkan merenovasi rumah kemudian menatap saudara laki-lakinya dengan tatapan marah mulai membanding-bandingkan mereka berdua semakin dibandingkan semakin hati chenyer berdarah marah..
Bibi wu juga tak kalah iri dan cemburu dari ketiga orang itu hanya satu orang yang tidak peduli yaitu anak laki-laki tertua dalam keluarga itu karena telah di besarkan secara manja dia penuh kesombongan dan arogan
Menantu bibi wu hanya menatap suaminya yang makan dengan marah ' kenapa bisa dia menikahi babi ini ' batinnya mengeluh
Lain halnya cheng setelah semua pulang barulah di kembali ke kamar menutup pintu melihat antar muka sistem menunggu waktu diskon sesuai pemberitahuan sistem diskon akan di lakukan malam setiap jam 8 malam bahkan sekarang sistem memiliki tempat untuk menyimpan semua barang yang dibeli tanpa harus mengeluarkannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments