Hari ini Galvin dikejutkan dengan kedatangan Lea, wanita seksi yang berprofesi sebagai model itu pagi-pagi sekali datang ke kantor TVC Media.
Lea adalah wanita yang paling cantik dan seksi dibandingkan para mantan Galvin. Bahkan jika Galvin di paksa untuk menikah, mungkin dia lebih memilih menikah dengan Lea dibandingkan dengan Hana. Walaupun sebenarnya dia ingin sekali hidup tanpa ada ikatan pernikahan.
Galvin dan Hana memang sudah sepakat untuk tidak memberitahu hubungan pernikahan mereka kepada siapapun, karena Galvin berencana untuk menceraikan Hana satu bulan lagi, yang penting sekarang dia bisa membuat keluarganya diam.
"Apa kau merindukan aku?" tanya Lea sambil tersenyum menggoda, dia duduk dipangkuan Galvin.
Galvin hanya bisa tersenyum, dia memeluk tubuh wanita dipangkuannya itu. Saat itu mereka sedang duduk di kursi sofa.
"Hmm... andai saja kamu mengizinkannya." Lea mengatakan itu sambil membelai mesra wajah tampan Galvin.
"Mengizinkan apa?"
"Agar aku bisa menjamah seluruh tubuh kamu. Jujur saja aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya." Lea mengatakannya dengan nafas berat karena terlalu merindukan kekasihnya itu. Dia ingin mencium bibir Galvin.
Tapi Galvin memalingkan wajahnya, karena dia tidak setuju dengan perkataan Lea, "Kamu ingat Lea, diantara kita tidak boleh ada cinta, kita hanya bersenang-senang saja."
Lea tersenyum manis, dia tidak ingin menyerah untuk mendapatkan Galvin. Dia membuka kacing baju Galvin hingga terbuka dua kancing, dia meraba-raba dada Galvin, "Apa tidak ada sedikit saja aku memiliki kesempatan untuk menentap disini, di hatimu hm?"
"Aku tidak memiliki cinta untuk wanita manapun."
"Karena itu izinkan aku untuk mengambil hatimu, izinkan aku untuk masuk lebih dalam ke kehidupan kamu."
Setelah mengatakan itu Lea mencondongkan wajahnya untuk mencium Galvin, dia ingin mencurahkan segala kerinduannya kepada sang kekasih, namun suara decitan pintu terbuka membuat mereka terperanjat.
Ceklek!
Lea langsung loncat duduk di samping Galvin, begitu juga Galvin, dia segera mengancingkan kemejanya.
Rupanya Hana yang masuk, dia tau apa yang mereka lakukan, namun dia pura-pura polos saja ikut duduk bergabung dengan mereka. "Selamat pagi Pak Galvin."
Galvin hanya menatap geram pada Hana karena aktivitasnya terganggu.
Lea malah mengomeli Hana, "Kamu tidak tau sopan santun ya. Seharusnya kamu ngetuk pintu dulu sebelum masuk. Kamu mau dipecat sama kekasih aku?" bentaknya.
Hana hanya menghela nafas, dia tidak ingin membuang energinya untuk menghadapi wanita murahan seperti Lea. Dia terpaksa tersenyum, "Oh iya, saya lupa."
Hana segera bangkit dan keluar dari ruang CEO, membuat Galvin dan Lea saling berpandangan karena tidak mengerti mengapa Hana tiba-tiba keluar.
Rupanya Hana ingin memperbaiki kesalahannya, dia mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan CEO itu.
Tok...Tok...Tok..
"Permisi Pak Galvin." ucap Hana sambil masuk ke dalam.
Galvin yang awalnya kesal pada Hana karena telah mengganggu kesenangannya, dia malah jadi menahan tawa karena baginya tingkah Hana sangat lucu.
Berbeda dengan Lea, dia sangat kesal sekali karena belum melampiaskan rasa rindunya kepada kekasihnya itu.
Hana duduk di sebelah Galvin membuat Galvin berada di tengah-tengah diantara kedua wanita cantik itu, di kursi sofa. "Kebetulan hari ini ada yang harus kita bahas, masalah penting. Tolong bapak suruh pergi kekasih bapak itu. Ini kantor bukan hotel." Hana mengatakannya sambil tersenyum dengan nada santai.
Lea tidak terima dengan sikap Hana yang menurutnya sangat lancang sekali sebagai seorang sekretaris. "Lancang sekali kamu menyuruh bosmu dengan seenaknya."
Hana menyikapinya dengan santai, "Tapi ini kantor mbak, bukan tempat untuk bermesraan."
Lea merasa Hana telah menantang dirinya, dia langsung bangkit untuk menyerang Hana. " Sekretaris kurang ajar..."
Beruntung Galvin sigap menghalanginya. "Udah sayang, jangan marah-marah begitu lah."
"Tapi dia sudah berani mengatur kamu honey. Bahkan dia ingin mengusir aku." Lea masih tidak Terima dengan perlakuan Hana.
Galvin terdiam sejenak, dia rasa ucapan Hana memang benar, saat ini Galvin sedang bekerja bukan lagi di hotel yang bisa bebas bermesraan. "Kebetulan hari ini aku ada meeting penting. Nanti kita atur saja pertemuan kita."
"Kok kamu malah membela dia honey?" Lea tidak terima Galvin malah membela sekertarisnya.
"Bukannya membela, tapi kita ini di kantor sayang. Biar nanti kita ketemu di luar ya."
Lea menatap Hana dengan tatapan kesal, kemudian dia langsung pergi begitu saja seolah-olah kecewa karena Galvin malah membela Hana.
Kini tinggal hanya Hana dan Galvin di ruang CEO itu. Hana sangat beruntung karena tidak terpedaya dengan pesona playboy cap nanggung itu, karena itu dia sama sekali tidak cemburu. Baginya tak akan ada yang bisa menggantikan posisi pria sebaik Samuel di hatinya.
"Bagaimana rasanya telah menyakiti banyak wanita?" Tiba-tiba Hana menanyakan itu. Karena dia menjadi teringat dengan perasaan sakit hatinya Anya bagaimana dipermainkan oleh pria brengsek seperti Galvin.
Galvin malah terkekeh, "Menyakiti kamu bilang? Bahkan mereka yang datang sendiri menawarkan cinta dan kesenangan untukku. Lalu salah ku dimana?" Galvin sama sekali tidak merasa bersalah.
"Apa kamu tau A...hhh..." Hana hampir saja keceplosan saking emosinya. Dia hampir saja bilang soal Anya. Tapi dia harus menahannya. Demi membalaskan dendam rasa sakit hati yang Anya rasakan.
Rupanya Galvin salah paham melihat Hana marah seperti itu. "Kamu cemburu?" Galvin terkekeh.
"Hm?" Hana tidak mengerti mengapa Galvin mengira dia cemburu.
"Astaga, bukannya semalam kamu bilang tidak akan mencintai aku lagi, tapi ternyata sesulit itu kamu melupakan perasaan kamu padaku?" Galvin mengatakannya dengan percaya dirinya.
"Lalu bagaimana dengan kamu, apa kamu sudah mulai tertarik padaku Tuan Galvin?"
"Sama sekali tidak, jangan pernah bermimpi untuk bisa mendapatkan hati aku." Galvin mengatakannya dengan begitu angkuh.
Hana merasa tertantang, tiba-tiba dia menarik dasi Galvin membuat Galvin sedikit mencondongkan badannya ke Hana, sehingga wajah mereka begitu sangat dekat. "Apa kamu yakin?" Hana mengatakannya sambil tersenyum begitu manis.
Sungguh sangat terlihat manis.
Galvin merasakan ada perasaan aneh setiap kali melihat Hana tersenyum apalagi saat ini wajah mereka sangat dekat sekali.
Deg...Deg...Deg...
Jantung Galvin tiba-tiba berdetak begitu kencang. Dia menatap kedua bola mata Hana dengan begitu dalam.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
AldoArt85
Gw bayangin Hana itu spt Vestia Zeta versi dark dan bohay ☝️😀😅
2024-06-12
1
Diana diana
nah nah nah nah . .
2024-02-07
0
Hasbi Asidiqi
auw galvin mulai dag dig dug ser.....
2024-01-15
0