16

Galvin segera masuk ke dalam dapur, dia langsung menarik tangan Hana membawanya pergi dari dapur, "Ayo ikut aku!"

"Eh Hana mau dibawa kemana?" Mama Ghea mencoba untuk menahan Hana.

Namun Ghisell menyuruh mamanya untuk membiarkannya, "Biarkan saja, Ma. Itu urusan anak muda."

"Emang kamu sudah tua sayang?"

"Hehe ya maksudnya mungkin mereka mau membicarakan sesuatu."

Rupanya Galvin membawa Hana ke sebuah paviliun, yang letaknya jauh dari tempat keluarganya beraktivitas. Karena dia ingin bicara penting dengan Hana.

"Untuk apa menemui keluarga aku?" tanya Galvin dengan nada membentak.

Namun Hana tidak nyaman karena Galvin bertanya seperti itu dengan mengunci tubuh Hana di dinding paviliun itu, dia sangat gugup karena wajah mereka sangat dekat.

Galvin sengaja melakukannya agar Hana tidak kabur dan ingin menekannya.

"Karena ingin dekat dengan calon mertua aku. Apa aku salah?" jawab Hana, dia pura-pura tenang.

"Bahkan aku belum memberikan keputusan untuk menikahimu atau tidak."

Hana mengepalkan tangannya mendengarnya, pria itu tidak ada bagusnya sama sekali bagi Hana, hanya bagus tampangnya saja tapi akhlaknya minus.

"Setelah menodai aku, lalu kamu anggap tidak terjadi apa-apa. Berapa wanita yang sudah kamu tiduri?"

Galvin menghela nafas, karena dia tidak sebrengsek itu, dia tidak pernah meniduri pacar-pacarnya, Hana adalah satu-satunya wanita yang pernah tidur dengannya, meski dia gak ingat sama sekali.

"Itu bukan urusan kamu." Jawab Galvin dengan nada ketus.

"Bagaimana kalau aku hamil?"

"Aku akan bertanggungjawab dan menjamin biaya hidup anak itu, tapi tidak dengan menikahi kamu. Aku sudah memutuskan untuk tidak menikah dengan kamu."

"Hanya karena kita tidak setara?"

Galvin semakin mendekatkan jaraknya, "Baguslah kalau kamu mengerti."

"Ehm!"

Mereka dikejutkan dengan suara deheman.

Rupanya papa Gibran sedang berada di paviliun, saat itu dia sedang beristirahat disana, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

Dan tentu saja ini jadi masalah besar buat Galvin, karena sekarang dia harus diinterogasi oleh keluarganya.

"Sebenarnya disini aku yang korban, karena aku yang merasa di perkosa, bahkan aku gak ingat..." Galvin bingung untuk menjelaskannya.

"Ya ampun, bagaimana mungkin aku memerkosa kamu. kamu yang memaksa aku, memangnya kamu tidak ingat?" Hana mencoba untuk membela diri.

Mama Ghea malah membela Hana, "Mana ada wanita yang memperkosa lelaki, Galvin?"

"Lagian kalau terjadi juga paling hanya satu kali celup Mah, gak akan buat hamil."

Mama Ghea mendengus mendengar kelakuan putranya itu, "Astaga, kamu pikir teh celup apa?"

"Bahkan teh saja harus dicelupkan beberapa kali." Pala Gibran menimpali ucapan istrinya itu.

Ghisell sebagai seorang wanita pasti membela Hana, "Siapa bilang gak akan langsung tekdung. Buktinya aku langsung hamil padahal melakukannya satu kali." Perkataan Ghisell malah membuat wajah suaminya merah merona.

"Mama gak mau tau, nikahi Hana secepatnya. Kalau bisa malam ini juga. Bagaimana kalau Hana nanti hamil anak kamu?" Sebenarnya sang mama sudah merasa cocok dengan Hana, dia memang ingin Galvin segera menikah.

Galvin terkejut mendengarnya, "Aduh Ma, ini tuh terlalu cepat."

"Lebih cepat, lebih baik. Kamu harus menjadi lelaki bertanggungjawab, Galvin." Sang papa mengatakannya dengan nada tegas.

"Tapi aku benar-benar gak ingat waktu itu, bagaimana bisa aku bertanggungjawab Pah?" Galvin masih membela dirinya. "Bahkan aku telah kehilangan perjaka aku tanpa tau bagaimana rasanya."

"Ish!" Ghisell malah mencubit lengan Galvin.

Papa Gibran merasa pusing dibuatnya, "Hm... ya udah kalau kamu gak mau bertanggungjawab. Kalau begitu om minta pertanggungjawaban sama kamu Hana."

"Hah?" Hana terkejut mendengarnya.

"Om ingin kamu menikah dengan Galvin. Bagaimana pun juga Galvin sudah tidak perjaka lagi oleh kamu. Apa kamu mau bertanggungjawab?"

"Tu...tunggu dulu, Pah. Ini sama aja." Protes Galvin.

"Ya beda lah, kan kamu gak mau bertanggungjawab. Biar Hana saja yang bertanggungjawab."

Perkataan sang papa malah membuat mumet orang-orang disana.

"Emm... iya om, saya bersedia." Memang ini yang direncanakan oleh Hana.

Galvin hanya menghela nafas menatap wanita yang dia anggap wanita licik itu. Bahkan sekarang Hana sukses membuat keluarganya menyukainya.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...

Terpopuler

Comments

Rey_chi

Rey_chi

tolong bungkus papa nya gavin buat jd bokap w.. eeeaaaahhh 🤣🤣

2025-02-13

0

Feny Kurniawati

Feny Kurniawati

papa saaa aeee daah.😂😂😂

2024-11-21

0

💐Lusi81

💐Lusi81

🤣🤣🤣 novel ini beda dari lain.keren thor

2024-10-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!