Galvin terpaksa mengantarkan Hana sampai ke depan rumahnya, Hana memang sudah pindah rumah, agar Galvin tidak curiga jika Hana ada hubungannya dengan Anya. Karena dia pikir mungkin dulu Galvin sering main ke rumah, padahal faktanya tidak sama sekali. Galvin sama sekali tidak mengenal Anya.
"Mau mampir dulu Pak?" tanya Hana, dia pura-pura menjadi wanita yang sangat ramah di depan Galvin.
"Tidak perlu," Melihat kondisi rumahnya saja Galvin sudah kurang sreg, dia adalah playboy kelas atas, tentu saja wanita-wanita yang dia pacari adalah kebanyakan wanita yang setara dengannya.
Baguslah, siapa juga yang ingin dia mampir.
Hana pun keluar dari mobil, dia membungkukan badannya pertanda hormat pada Galvin. Walaupun Galvin sama sekali tidak menanggapinya.
Setelah masuk ke dalam rumah, Hana melihat ada Samuel yang sedang mempersiapkan makan malam untuk mereka.
"Hai sayang, aku sudah masak yang banyak makanan buat kamu." ucap Samuel sambil tersenyum manis, siapa yang tidak luluh jika diperlakukan begitu istimewa oleh seorang pria.
Hana tersenyum memandangi Samuel, "Terimakasih, sayang." Hana duduk di samping Samuel.
Samuel mencium kening Hana, lalu memasukan banyak makanan ke dalam piring untuk Hana, "Kamu harus siap-siap besok mungkin kamu akan diterima jadi sekretaris."
"Apa Morgan Xavier sudah menerima jadi model iklan itu?"
"Sudah."
"Wah kok gampang sekali? Aku dengar Galvin saja sangat susah membujuknya."
"Seorang pria baik sepertiku selalu dimudahkan jalannya." canda Samuel.
Hana hanya terkekeh, karena baginya Samuel memang benar-benar pria yang sangat baik, karena itu dia beruntung menjadi kekasih Samuel.
"Mungkin sekarang Galvin merasa diuntungkan karena project kali ini sebuah keuntungan buat TVC Media, namun hari-hari berikutnya aku akan membuat neraka untuk Galvin." Hana mengatakan itu sembari mengepalkan tangannya.
Samuel hanya tersenyum, dia mengusap-usap bahu Hana untuk menenangkannya.
"Tapi ingat jangan ada sentuhan fisik diantara kalian?" Samuel mencoba memperingatinya, dia juga tidak tau, entah mengapa dia jadi tidak rela jika Hana bersentuhan fisik dengan Galvin. Dia menyangkal dirinya telah jatuh cinta pada Hana. Karena dia tidak ingin jatuh cinta pada wanita itu.
"Kamu cemburu?" Hana menggodanya.
"Apa aku tidak boleh cemburu pada kekasih aku sendiri hm?"
Hana hanya tersenyum lebar, "Hmm... ya sudah lah, lebih baik kita makan, aku lapar banget."
...****************...
Sebenarnya hari ini Galvin ada janjian ketemuan dengan salah satu pacarnya, namun karena dia teringat gadis di masa lalunya itu membuat Galvin jadi tidak ada gairah untuk berkencan malam ini.
Galvin merebahkan badannya di atas kasur, dia teringat saat dia di tolong oleh gadis cupu bernama Hana itu.
"Setelah aku perhatikan kok mereka agak mirip dan namanya sama?" Galvin membandingkan Hana di masa lalunya dengan Hana yang menyebalkan baginya.
"Mungkin hanya kebetulan atau perasaanku saja, Hana yang aku suka adalah wanita yang sangat lemah lembut dan penampilannya tidak begitu, apalagi dia sudah meninggal, tidak mungkin orang yang meninggal bisa hidup lagi." Galvin mengatakannya dengan nada sedih.
"Apalagi wanita itu begitu mengerikan sekali. Dia benar-benar seperti macan betina, jangan sampai dia jadi sekretaris aku." Galvin bergidik ngeri membayangkannya. Apalagi saat mengingat kejadian di Jepang itu.
"Aku yakin seorang Morgan Xavier akan menolaknya. Dia sudah beberapa kali menolak bekerjasama dengan aku. Dan aku akhirnya bebas dari wanita itu." Galvin mengatakannya sambil bernafas lega, karena dia tidak akan bertemu dengan Hana lagi. Kenyataan itu bisa membuatnya tidur nyenyak malam ini.
Namun harapannya itu musnah, besoknya Hana datang ke kantor, dia memperlihatkan surat kontrak kerjasama yang telah di tandatangani oleh Morgan. Galvin terus memandangi sudah kontrak kerjasama itu , dia sama sekali tidak percaya, bagaimana mungkin Morgan begitu mudahnya menerima tawaran itu.
"Mengapa Morgan bisa menerima tawaran pekerjaan ini?" tanya Galvin dengan nada kesal.
"Tentu saja dengan pesonaku." canda Hana sambil mencondongkan wajahnya, dia mengatakannya sambil tersenyum manis pada Galvin.
Galvin terpaku saat melihat Hana tersenyum padanya, senyuman gadis itu memang sangat terlihat indah dan mempesona, membuat berkas yang dia pegang itu jatuh ke lantai, Galvin jadi salah tingkah, dia segera membawa kembali berkasnya.
Hana jadi ingin menahan tawa saat melihat tingkah Galvin. Dia menegakkan kembali badannya.
"Ja-jangan senang dulu, aku harus menilai kamu selama satu bulan." Galvin memperingatinya.
"Oke." Hana setuju, karena selama satu bulan itu dia akan menghancurkan hidup Galvin.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Yakin kamu akan menghancurkan Galvin dalam satu bulan ini Hana? Yg ada kamu malah jatuh cinta sama Galvin
2025-02-19
0
Hafifah Hafifah
hidup galvin yg hancut atau kamu yg akan jatuh cinta ama si galvin
2025-01-29
1
Lies Atikah
aku pernah baca tapi lupa2 ingat lajt thor
2024-11-18
0