"Hari ini aku mau keluar kota, yakin kamu gak akan keluar?" ucap Galvin, dia memberi kesempatan kepada Hana untuk keluar dari mobilnya.
"Emm... aku..." Hana nampak kebingungan, dia harus ikut dengan Galvin ke luar kota atau tidak.
Namun karena dendam yang sudah membara di dalam dada, Hana terpaksa memutuskan untuk ikut kemanapun Galvin pergi. "Oh tentu saja, sebagai seorang sekretaris yang baik aku harus ikut."
Galvin mendengus begitu mendengar perkataan Hana yang dengan percaya dirinya mengatakan bahwa dia adalah sekretaris Galvin, padahal dia sama sekali belum menerima Hana sebagai sekretarisnya.
Galvin memilih fokus menyetir mobilnya dengan santai. Sementara Hana dia nampak was was karena takut Galvin macam-macam padanya, secara dia tau Galvin bukan pria baik-baik, padahal dia sudah merencanakan sesuatu agar bisa mengikat Galvin, tapi sama sekali belum mempersiapkannya hari ini.
3 jam menempuh perjalanan akhirnya telah sampai juga, selama dalam perjalanan itu mereka sama sekali tidak berbicara sepatah katapun.
Galvin dan Hana menemui seorang klien di salah satu restoran di kota B, Galvin berjabatan tangan dengan seorang klien. Dan klien itu berjabatan tangan dengan Hana juga.
"Sekretaris baru ya Pak Galvin?" tanya sang klien, Pak Wira. Dia menunjuk Hana. "Sangat cantik.'
Hana tersipu malu mendengar pujian dari Pak Wira.
"Oh.. emm..." Galvin bingung menjawabnya. Dia memilih untuk langsung membahas apa yang ingin dia bahas dengan kliennya itu, "Konsep iklan seperti apa yang bapak inginkan diiklankan kali ini?"
"Produk saya kan sepeda ya, saya ingin iklannya kelihatan aesthetic saja." ucap Pak Wira.
"Oh tentu saja, saya akan berusaha membuat iklan sebaik mungkin." Galvin mencoba meyakinkannya.
"Tapi saya ingin bintang iklannya itu Morgan Xavier."
"Mo-morgan Xavier?" Galvin terbelalak mendengarnya.
"Iya, saya hanya ingin dia bintang iklannya. Tapi kalau tidak bisa, ya sudah saya lebih baik kerja sama dengan perusahaan lain saja."
"Tapi mengapa harus Morgan Xavier, padahal masih banyak artis lain yang lebih tampan dan lebih berbakat?"
"Karena dia sangat populer tahun ini."
Galvin nampak ragu untuk menerima job kali ini, Morgan adalah teman masa SMA nya, dulu Galvin dan Morgan bermusuhan, bahkan sering berkelahi.
Hana rasa ini saatnya dia memanfaatkan situasi agar dia bisa diterima menjadi sekretaris Galvin, "Oh tentu saja, kami akan pastikan Morgan menjadi model di perusahaan kami."
Galvin langsung menoleh ke arah Hana, berani sekali Hana menyetujuinya begitu saja, padahal Hana bukan bagian dari perusahaan.
Namun sayangnya Pak Wira sudah terlanjur menandatangani surat kontrak kerjasama itu dengan begitu semangat, "Hmm... baiklah, aku sudah menandatangani surat kerja sama kita. Ingat ya saya hanya ingin model iklannya itu Morgan Xavier, kalau yang lainnya saya tidak mau. Dan tentu saja saya harap iklannya sangat memukau."
Galvin menghela nafas, dia mendeliki Hana, tapi dia harus pura-pura ramah pada Pak Wira, "Emm... oh iya Pak, tentu saja saya akan bekerja sebaik mungkin, dan anda tidak akan menyesal bekerja sama dengan kami."
"Baiklah kalau begitu saya permisi." Pak Wira pun berpamitan kepada Hana dan Galvin.
Galvin hanya menganggukan kepala.
Setelah Pak Wira pergi, Galvin mulai menginterogasi Hana, dia sangat kesal sekali kepada wanita itu. "Mengapa kamu berani sekali menyetujui Morgan Xavier menjadi modelnya?"
"Kalau tidak begitu kamu bakal kehilangan klien dong," jawab Hana dengan santai.
"Iya tapi Morgan itu selalu menolak kerjasama dengan perusahaan saya."
"Kalau aku berhasil membujuknya menjadi model iklan, apa aku bisa diterima sebagai sekretaris kamu?"
Galvin mengusap wajahnya dengan kasar, "Hmm.. oke coba saja, jika dia menolak, maka berhenti untuk mengikuti aku apalagi berharap jadi sekretaris aku, Hana Patricia." Galvin mengatakannya sambil mencondongkan wajahnya ke Hana dengan tersenyum smirk.
Hana malah ikut mencondongkan juga wajahnya membuat wajah mereka sangat dekat, mungkin ada kurang lebih sekitar 10 centimeter, "Oke, Galvin Bastian Adelardo"
Bahkan dia gampang sekali melupakan Anya, padahal nama kepanjangan kami sama, Anya Patricia, dasar pria brengsek.
Galvin menjadi salah tingkah saat wajah mereka sangat dekat sekali, dia segera menegakkan kembali badannya, "O-oke baiklah, kamu harus tepati janji kamu jika Morgan Xavier tidak menerima tawaran kamu itu. Maka jangan pernah ikuti aku lagi."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Ky Papa Gibran dulu saat membujuk Renata utk jd model iklannya dengan mengandalkan pesona seorang play boy membuat Mama Ghea geleng2 kepala maka Hana juga akan mengandalkan pesona kecantikannya..
2025-02-19
0
Dhe K
xx kaya udah pernah baca...
lanjut sek lah
2024-08-18
1
Yenny Wishnutama
hana. kamu akan sangat menyesal...
2024-08-14
0