Dan akhirnya malam itu juga Galvin dan Hana dinikahkan, agar mereka tidak melakukan dosa lagi. Jadi bebas mau tidur bersama berapa kali juga. Walaupun harus nikah siri dulu, karena resepsi pernikahan rencananya akan dilakukan satu bulan lagi atas permintaan Galvin, yang padahal resepsi pernikahan itu tidak akan pernah terjadi.
Malam ini Galvin dan Hana terpaksa tidur satu kamar karena mamanya yang meminta agar mereka menginap di rumah sang mama.
Sebenarnya ini adalah yang Hana inginkan dan sesuai rencana. Tapi mungkin karena terlalu cepat membuat Hana gugup harus berada di dalam satu kamar dengan seorang pria. Dia ingin memberitahu Samuel, tapi dia rasa lebih baik memberitahunya secara langsung nanti.
Galvin membuat pembatas di atas kasurnya dengan guling. Dia menatap tajam pada Hana. "Ingat jangan melewati batas. Kita nikah hanya sementara, jangan berani diam-diam menyentuh aku oke."
Hana sangat merasa geram pada pria itu, "Baiklah aku juga tidak akan pernah membiarkan kamu menyentuh aku lagi. Aku tarik kembali kata-kata cinta yang aku ucapakan padamu."
"Kenapa?"
"Karena aku rasa kamu tidak berhak menerima cinta dariku. Seperti yang kamu bilang, aku ini tidak menarik buat kamu dan dari kalangan orang tidak mampu." Rupanya Hana ingin melakukan tarik ulur pada Galvin.
Galvin langsung berjalan mendekati Hana, "Kamu yakin bisa membuang perasaan cinta kamu? Yang ada kamu akan menderita karena aku terlalu mempesona."
"Sebaliknya, kamu yang akan jatuh cinta padaku. Dan kamu tidak akan bisa tidur nyenyak gara-gara memikirkan aku."
Galvin malah tertawa mengejek. "Hahaha..."
Membuat Hana kesal melihatnya, dia langsung mengijak kaki Galvin saking kesalnya. Anggap saja itu penyiksaan pertama.
"Aarrgghhh... " Galvin memegang kakinya yang sakit.
"Ini KDRT namanya." Protes Galvin sambil meringis meniupi kakinya yang sakit.
"Biarin!" Hana malah menjulurkan lidah pada Galvin mengejek dirinya.
"Awas ya..."
"Awas apa?"
Galvin mendekati Hana dengan tersenyum smrik, "Aku akan membuat kamu tidak bisa jalan."
Hana terbelalak mendengarnya, dia langsung berjalan mundur, "Tu-tunggu dulu, bukannya kamu bilang tidak akan menyentuh aku lagi."
Galvin ingin tertawa puas melihat wajah Hana yang memerah, dia malah ingin semakin menakutinya. Dia berjalan sambil membuka bajunya, "Sepertinya aku berubah pikiran."
Hana menelan saliva melihat Galvin yang telanjang dada, dia langsung menseleding kaki Galvin menjatuhkannya ke atas ranjang, sialnya Hana malah ikut terjatuh, membuat dia berada diatas Galvin.
Oh sial, mengapa aku yang terjebak.
Hana ingin bangkit. Tapi Galvin membalikkan posisi membuat dirinya berada diatas Hana.
"Galvin!" Hana menatap Galvin yang berada di atasnya dengan wajahnya memerah.
"Kenapa? Kau takut?" Galvin malah mendekatkan wajahnya.
Hana pura-pura rikex walaupun hatinya deg-degan "Emm... tidak, aku tidak takut, tapi aku sudah bilang aku tidak akan memberikannya lagi sebelum kamu mencintai aku. Dan kamu juga bilang tidak akan menyentuh wanita j*l*ng seperti aku. Apa kamu lupa sudah menghina aku?"
Galvin malah terkekeh, dia segera bangkit, "Siapa juga yang mau menyentuh kamu. Aku hanya ingin ngerjain kamu aja."
Hana bisa bernafas lega karena dia pikir Galvin akan benar-benar melakukannya.
Galvin segera membawa bajunya yang tergeletak di lantai, "Setelah satu bulan kita menikah, jika kamu tidak hamil kita harus berpisah. Tidak ada resepsi pernikahan ok. Dan ingat jangan larang aku untuk bersenang-senang dengan pacar-pacar aku."
"Boleh aku tau siapa orang yang berhasil buat kamu jatuh cinta?"
Galvin sebenarnya malas untuk menjawab pertanyaan dari Hana, "Namanya sama dengan kamu. Tapi dia sudah meninggal."
Galvin percaya cinta pertamanya sudah meninggal karena dia pernah datang sendiri ke kuburannya. Atas petunjuk dari seseorang yang menyebutkan Hana sudah meninggal. Orang itu di bayar oleh Samuel karena tau Galvin sudah pulang dari Singapura, pasti dia akan menemui cinta pertamanya itu.
"Tapi dia sangat berbeda jauh sekali dengan kamu. Dia wanita yang baik dan sangat lembut. Tidak seperti kamu wanita yang sangat menyebalkan dan galak."
Hana duduk di pinggiran ranjang, "Hmm... baiklah mulai sekarang aku juga bisa menjadi Hana seperti cinta pertama kamu itu. Menjadi Hana yang baik dan lembut." Hana mengatakannya sambil mengedipkan matanya, dia tersenyum manis pada Galvin.
Melihat Hana tersenyum membuat Galvin salah tingkah, dia malah menutup wajah Hana dengan bajunya, "Jangan tersenyum padaku, kamu kelihatan jelek tersenyum begitu."
"Ishh... " Hana melempar baju itu ke Gavin dengan perasaan kesal.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Diana diana
mulai nech
2024-02-07
1
John de Joenk
nanti juga saling cinta
2023-04-17
0
Inaherlinasofia
beci itu beda tipis sama bucin loh🤭😅
2023-03-30
3