11

Rencana syuting iklan Morgan di produk sepeda Speed akan dilaksanakan minggu depan.

Sudah empat hari Hana bekerja di TVC Media, kini dia dan Galvin ada tugas di luar kota. Bahkan mirisnya selama itu Galvin sempat-sempatnya mengencani banyak wanita dan membawanya ke kamar hotel. Namun selalu saja digagalkan oleh Hana.

"Pak Galvin, sekarang ada jadwal meeting dengan ACE Grup." Hana menggedor-gedor pintu kamar hotel Galvin.

"Shitt..." Galvin yang sedang bermesraan dengan kenalannya merasa terganggu.

"Sebentar lagi aku keluar." Teriaknya.

"Tidak bisa, harus sekarang Pak."

Sudah Galvin duga, dia salah menerima Hana sebagai sekretarisnya, sekretaris yang sekarang sangat menyebalkan. Main ngatur seenaknya. Galvin terpaksa memakai bajunya kembali.

"Kita lanjut lain kali saja."

"Sayang sekali, padahal aku sudah memakai pil kontrasepsi."

Galvin terperangah mendengarnya, "Sepertinya kamu salah paham, kita tidak harus sampai melakukan lebih jauh dari itu."

"Ya ampun, padahal aku memberikannya secara sukarela lho. Dan aku jamin kamu akan puas sayang." Wanita itu mulai meraba-raba kembali tubuh Galvin, Galvin memiliki tubuh yang menggoda membuat wanita tergila-gila jika melihatnya, soal wajah tidak perlu di ragukan lagi, dia memang sangat tampan.

Galvin menahan tangan wanita itu ketika mulai turun ke bawah, "Kita tidak bisa melebihi batas, lebih baik kamu keluar!"

Galvin pria yang normal pasti ada keinginan untuk melakukan itu tapi dia selalu teringat dengan pesan sang mama jangan pernah menodai wanita diluar pernikahan. Bagaimanapun juga Galvin sangat menyayangi dan menghormati sang mama. Dia tidak ingin mengecewakan mamanya.

Wanita itu mencibir, dia merapikan pakaiannya, "Ish... dasar playboy cap nanggung."

Wanita itu keluar dari kamar hotel, dia berpapasan dengan Hana, lalu Galvin juga ikut keluar, dia memandangi Hana dengan tatapan kesal.

"Hari ini adalah terakhir kamu bekerja." Galvin tidak bisa bekerja dengan orang menyebalkan seperti Hana, dia sudah beberapa kali menganggu Galvin yang sedang asik berkencan dengan pacar-pacarnya.

"Lho kok gitu sih Pak." Hana sangat muak sekali dengan tingkah pria itu. Tapi lagi-lagi dia teringat dengan dendamnya, dia harus menghancurkan kehidupan pria itu. Dia tidak boleh melepaskan Galvin begitu saja. "Bukannya bapak bilang akan menilai aku selama satu bulan?"

"Nyatanya baru beberapa hari saja kamu sudah bikin ulah. Kamu saya pecat!"

Malam itu adalah malam terakhir dia dan Galvin di kota B, setelah selesai meeting dengan ACE Grup, Hana meminta permintaan terakhir pada Galvin sebelum dia out dari perusahaan.

"Baiklah besok saya tidak akan masuk kerja lagi. Tapi saya memiliki satu permohonan sekali ini saja."

Galvin menghela nafas, "Apa itu?"

"Makan malam bersama saya."

Tentu saja Galvin tidak ingin makan malam dengan wanita yang sama sekali tidak selevel dengan dirinya. "Sorry, aku gak bisa."

"Anggap saja ini permintaan terakhir aku Pak, bapak tidak perlu memberikan aku gaji. Aku hanya ingin makan malam dengan Pak Galvin." Hana ingin melancarkan aksi jebakannya.

Galvin rasa itu permohonan yang tidak sulit, dia terpaksa mengiyakan. Yang penting Hana segera pergi jauh dari hidupnya. "Hm... ya sudah."

Akhirnya dia masuk ke dalam perangkapku. Hana tersenyum sinis.

...****************...

Malam itu mereka makan malam bersama di hotel tempat mereka menginap, di bagian bawah gedung hotel itu. Namun disaat sedang menikmati makan malamnya, Galvin tiba-tiba merasakan kepalanya pusing, "Ahhh... kepalaku kenapa?"

Hana tersenyum puas karena rencananya telah berhasil, obat tidur yang dia masukan ke dalam minuman Galvin telah bereaksi. Dia pura-pura khawatir. "Bapak Kenapa?"

"Kepalaku pusing banget." Galvin memegang kepalanya.

"Hmm... ya sudah, aku antar bapak ke kamar ya."

Hana memapah Galvin, membawanya masuk ke dalam lift. Lalu membawanya masuk ke dalam kamar hotel, Galvin sudah tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Terasa begitu berat.

Brukk...

Hana menjatuhkan tubuh Galvin ke atas kasur, rupanya Galvin sudah tidak sadarkan diri.

Hana dengan ragu-ragu mecopoti pakaian Galvin, ingin seolah-olah mereka telah melakukan hubungan badan padahal nyatanya tidak, tidak mungkin dia mau menyerahkan harta yang paling berharga untuk pria bajingan seperti itu. Bahkan sama Samuel pun dia tidak pernah melakukannya.

"Oh my..." Hana tercengang melihat sesuatu yang harusnya tidak dia lihat, sangat menodai matanya. Ini untuk pertama kalinya dia melihat milik seorang pria, tapi mau tidak mau dia harus membuat Galvin telanjang seolah-olah terjadi one night stand diantara mereka malam ini.

Sampai Hana menelan salivanya beberapa kali melihat kondisi Galvin yang telanjang, dia menggelengkan kepalanya, dia harus konsentrasi pada rencana balas dendam ini. Dia harus mengikat Galvin dan masuk ke dalam kehidupannya, Hana ingin Galvin bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada malam ini dengan menikahinya, lalu membuat Galvin jatuh cinta padanya dan menghancurkan hidup pria itu.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....

Terpopuler

Comments

Lina ciello

Lina ciello

malah koe sek terjerat dewe han han

2024-09-20

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

Ada julukan baru ya Playboy Cap Nanggung 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-07-01

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Hana masuk deh dlm perangkat Samuel yg phiscopat

2023-03-21

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!