8

"Mengapa kamu jadi Playboy?" Tiba-tiba Hana menanyakan itu pada Galvin yang sedang fokus menyetir mobil.

Galvin sangat malas sekali untuk menjawab pertanyaan dari Hana, namun kali ini dia terpaksa menanggapinya, "Hanya ingin bersenang-senang."

Jawaban dari Galvin membuat Hana muak, mungkin saja adiknya juga jadi korban kepuasan playboy bajingan ini. Lalu setelah itu dia putuskan. Beruntung dia memiliki pacar yang setia seperti Samuel, bahkan pria itu dari dulu selalu menolongnya.

"Memangnya kamu gak pernah jatuh cinta?"

Pertanyaan Hana membuat Galvin teringat pada seseorang gadis bernama Hana, dulu sekolah mereka bersebrangan. Hana sekolah di SMA Permata, dan dirinya sekolah di SMA Angkasa. Dia mengenalnya 8 tahun yang lalu.

Flashback on...

"Kejar!"

Galvin dikejar oleh para gangster yang disewa oleh Morgan. Dari dulu mereka bermusuhan gara-gara kalah saing soal ketampanan.

Galvin yang sedang terluka dia tidak menyerah, dia terus berlari, dia sama sekali tidak memiliki persiapan untuk melawan mereka karena telah dijebak, hanya seorang diri.

Galvin melihat ada gerbang rumah yang terbuka, dia terpaksa masuk ke dalam sana. Dia melihat ada seorang gadis berkaca mata dan rambut dikepang sedang menyiram bunga di halaman, gadis itu terkejut begitu melihat Galvin tiba-tiba masuk ke halaman rumahnya.

"Aaa...mmhhh." Galvin langsung membekap mulut gadis itu.

"Jangan teriak aku bukan pria jahat."

Gadis itu sangat lemah sekali hanya bisa memukul-mukul lengan Galvin.

Galvin mendengar suara orang-orang yang mengejarnya, dia nampak ketakutan sekali karena para gangster itu bukan tandingannya. Galvin langsung melepaskan gadis itu dan bersembunyi di balik pohon bunga .

"Ahhhh...shitt."

Para gangster berhenti di depan halaman rumah gadis itu, mereka nampak linglung mencari Galvin. Lalu bertanya kepada sang gadis. "Apa kamu melihat seorang anak lelaki memakai seragam SMA berlari ke arah sini?"

Gadis itu melirik sebentar ke arah Galvin yang sedang bersembunyi tepat di bawahnya, di balik pohon bunga, namun dia tidak tega untuk memberitahunya, apalagi melihat Galvin yang babak belur.

"Tidak." Gadis itu terpaksa berbohong.

Galvin langsung mendongak ke atas menatap gadis cupu itu, dia merasa tersentuh olehnya karena tanpa Galvin minta, gadis itu telah melindunginya.

"Berarti kita salah arah, ayo kita cari dia ke arah sana." ucap salah satu gangster, mencari keberadaan Galvin.

Setelah merasa situasi aman, Galvin segera berdiri, "Terimakasih sudah menolong aku. Boleh aku tau siapa nama kamu?"

Gadis itu belum sempat menjawab karena ada seorang anak kecil berlari ke halaman rumah yang megah itu, "Kak Hana, dipanggil mama."

"Oh iya." Hana melirik sebentar ke arah Galvin karena mungkin dia belum sempat berkenalan dengan pria yang wajahnya babak belur itu, kemudian dia segera masuk ke dalam rumah.

"Oh Hana, jadi namanya Hana. Nama yang bagus." gumam Galvin sambil tersenyum, dia terpaksa pergi dari sana dan harus segera pulang sebelum dia ditemukan kembali oleh para gangster itu.

Besoknya...

Galvin tidak sengaja melihat gadis bernama Hana itu masuk ke gerbang sekolah yang berhadapan dengan sekolahnya.

"Oh gadis itu...".

Galvin ingin menyebrang jalan untuk mengajaknya berkenalan namun sayangnya kondisi jalan raya begitu padat dengan kendaraan yang berlalu lalang. Hana keburu masuk ke dalam gerbang sekolah itu.

Tiap hari Galvin selalu berada di atas rooftop sekolah hanya untuk melihat gadis yang dia ketahui bernama Hana itu dengan memakai teropong, dan dia sering bercerita kepada temannya yang bernama Samuel, yang kini malah menjadi saingan dalam bisnisnya.

"Ternyata gadis bernama Hana itu kelas 1, beda dua tahun dengan kita." ucap Galvin pada Samuel.

Samuel hanya tersenyum mendengar curhatan Galvin.

Namun sayangnya Galvin saat itu sudah dinyatakan lulus SMA dan orang tuanya ingin dia kuliah di Singapura. Jadi Galvin belum sempat sama sekali berkenalan dengan gadis bernama Hana itu.

Suatu hari Galvin pulang ke Indonesia, hal yang ingin dia temui pertama kali adalah gadis cupu itu, dia ingin melihatnya, mungkin sekarang dia sudah dewasa, jadi dia memiliki keberanian untuk mengajak berkenalan, atau mengencaninya sekalipun.

Makanya dia memilih ingin melewati rumah Hana, namun betapa terkejutnya dia saat melihat rumah megah milik Hana itu sudah tak berbentuk rumah lagi, sepertinya rumah itu telah terjadi kebakaran.

Galvin bertanya kepada seseorang yang sedang berjalan tak jauh dari rumah itu, "Maaf Pak boleh saya tanya, apa orang-orang yang ada di dalam rumah itu selamat semua? Sepertinya rumah itu habis kebakaran."

"Kurang tau juga Mas, tapi saya dengar semuanya meninggal Mas."

Galvin langsung terdiam begitu mendengar jawaban dari orang itu. Galvin menatap rumah yang telah hangus terbakar itu dengan perasaan sedih.

Flashback off..

"Apa kamu pernah jatuh cinta Pak Galvin?" Hana mengulangi pertanyaannya.

Galvin merasa jengkel karena Hana terus saja mengajaknya bicara, dia terpaksa menjawab pertanyaan dari Hana "Tentu saja, kepada seorang gadis yang sangat lembut, tidak seperti dirimu."

Mengapa juga namanya harus sama? Itu yang membuat Galvin semakin kesal pada Hana.

Galvin pikir gadis itu sudah meninggal, karena itu dia berusaha melupakan wajah gadis itu. Apalagi mereka hanya pernah saling bertatap muka satu kali, namun namanya masih melekat di dalam ingatannya, membuat dia bergetar kalau mendengar nama Hana.

"Wah aku sangat penasaran gadis seperti apa yang disukai playboy seperti kamu." Hana mengatakannya sambil terkekeh. Dia harus pura-pura ceria di depan Galvin.

Namun Galvin enggan menjawab lagi pertanyaan dari Hana, Galvin lebih baik memilih mendengarkan musik saja, gara-gara Hana, dia jadi teringat lagi dengan gadis yang sudah lama dia lupakan itu.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....

Terpopuler

Comments

Hafifah Hafifah

Hafifah Hafifah

dan sekarang si hana malah jadi pacarnya si sam

2025-01-29

1

Hafifah Hafifah

Hafifah Hafifah

yakin banget lw si sam setia

2025-01-29

1

Lina ciello

Lina ciello

yow kui ndull 😆

2024-09-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!