014 = KOTA BESAR

\=Chapter 014. KOTA BESAR\=

\=

\=

Dua orang sedang berjalan santai di jalan yang cukup besar mereka adalah Baba Yaga dan Li Yian, mereka berjalan di karenakan Baba Yaga tidak ingin buru-buru. Sedangkan Li Yian sudah mendesak sedari awal untuk bergegas.

Namun Baba Yaga terus menolak, di karenakan dia masih bingung saat menemui ibunya nanti, meskipun jarak masih sangat jauh namun Baba Yaga sudah cukup tertekan jika akan kembali ke kediaman masa kecilnya.

"Teman, percepat perjalanan ini! Sampai kapan kita akan sampai tujuan jika kecepatan kita seperti ini?" ucap Li Yian dengan nada geram.

Karena ucapan ini sudah sekian kalinya dia mengingatkan Baba Yaga.

"Tenang lah saudara Li Yian, di depan sana ada kota besar sebaiknya kita singgah beberapa hari untuk perluasan wawasan untuk mu tentang alam Tanasilam ini!" jawab Baba Yaga masih mengelak, dia masih berusaha memperlambat agar mereka sampai ke klan Baba lebih lama.

"Hahhh, terserah kau saja lah!" jawab Li Yian, akhirnya mengalah sambil menghela nafas berat.

Karena dia tidak tahu alam Tanasilam ini, sehingga dia mengikuti pengaturan yang di berikan Baba Yaga. Mungkin Baba Yaga mengukur waktu agar mencari waktu yang tepat saat sampai di klan Baba.

Li Yian awalnya berpikir, Baba Yaga menyarankan untuk mengunjungi klan Baba atas kemauannya sendiri. Namun setelah dia tahu bahwa Baba Yaga sedikit enggan ke sana, dia akhirnya mengerti bahwa Baba Yaga ke sana juga hanya ingin mencari informasi tentang Nam Lutu.

Pikir Li Yian bagi Baba Yaga belum waktunya, sehingga dia sedikit mengukur waktu.

Keduanya terus berjalan santai, hingga tak terasa bahwa gerbang kota sudah terlihat! Kota itu di kelilingi tembok besar untuk melindungi kota dan juga tambahan formasi agar tidak ada serangan dadakan maupun adalah penyusup yang lolos.

Karena kota ini adalah ibu kota wilayah timur alam Tanasilam, meskipun wilayah timur di kenal cukup lemah namun sebagai ibu kota. Kota ini masihlah cukup kuat di banding kota menengah di wilayah barat.

Ibu kota wilayah timur sangat besar, sehingga memiliki beberapa gerbang untuk aktivitas keluar masuk, Li Yian dan Baba Yaga akhirnya sampai di gerbang bagian timur.

"Kota ini kota paling besar yang pernah aku temui di alam Tanasilam!" ucap Li Yian memecahkan keheningan.

"Bagaimana tidak, kita kan baru mengunjungi beberapa kota setelah kita sampai di alam Tanasilam, jelas ini pertama kalinya bagi mu menemui kota besar!" jawab Baba Yaga kesal dengan celetukan Li Yian barusan.

"Hai teman, kenapa nadamu tidak begitu senang?" tanya Li Yian acuh tak acuh.

"Sial kau tidak mengerti situasi saudara Li Yian." Baba Yaga kembali mengeluh.

Akhirnya dia tidak menanggapi Li Yian lagi, Baba Yaga berjalan lebih cepat menuju ke antrian.

Antrian di depan gerbang sebelah timur sangat padat, karena banyak sekali kota-kota kecil yang musnah baru-baru ini karena ulah Nam Lutu, sehingga banyak sekali orang yang mengungsi ke ibu kota wilayah timur.

"Sial, ada apa ini? Bagaimana antrian begitu panjang." ucap Baba Yaga.

Tidak lama kemudian Li Yian sampai, dia juga melihat antrian orang yang hendak masuk ke kota sangat panjang, sehingga dia penasaran.

Li Yian melangkah maju ke hadapan Baba Yaga, lalu sampai di samping laki-laki yang sudah cukup tua yang terlihat kelelahan.

"Maaf orang tua, boleh bertanya?" ucap Li Yian terhadap orang yang ada di depannya itu cukup ramah.

"Ada apa nak?" jawab orang itu setelah menengok, dia cukup keheranan karena melihat Li Yian tiba-tiba bertanya.

"Kenapa pintu gerbang di ibu kota wilayah timur begitu padat dengan penduduk?" ucap Li Yian.

Orang tua itu cukup kebingungan, dia kira Li Yian dan Baba Yaga adalah sama-sama pengungsi dari kota-kota kecil sekitar ibu kota, namun dugaannya salah.

"Apa kalian di sini tidak bertujuan untuk mengungsi?" tanya orang tua itu.

"Mengungsi, memangnya ada apa kenapa harus mengungsi?" Li Yian keheranan, sehingga bertanya kembali.

Orang tua itu kaget, karena beberapa bulan yang lalu sering terjadi pembantaian di beberapa kota dan klan. Seharusnya dua anak ini tahu dan ada juga pengumuman dari penguasa kota besar bahwa masyarakat segera mengungsi.

Karena di wilayah bagian barat sudah kacau, sehingga wilayah timur berusaha melindungi masyarakat sebisanya.

Maka dari itu setiap hari di berbagai gerbang ibu kota wilayah timur selalu padat penduduk yang hendak masuk.

"Kalian berdua tidak tahu tentang beberapa kejadian baru-baru ini?" orang tua itu bertanya kembali.

"Maaf orang tua, kami berdua baru saja keluar dari pengasingan! Sehingga tidak tahu kabar terbaru yang terjadi di sini." Baba Yaga langsung menyela obrolan mereka.

Setelah mendengar ini Li Yian langsung mengerti, bahwa di alam Tanasilam memang sedang kacau.

Lalu orang tua ini menganggap bahwa dia dan Baba Yaga adalah penduduk asli alam Tanasilam, sehingga setelan dia bertanya seperti itu orang tua itu terkejut dan keheranan.

"Ya seperti itu orang tua, kami baru saja keluar dari pengasingan yang cukup lama!" lanjut Li Yian untuk menguatkan kebohongan Baba Yaga.

"Pantas saja, sekarang alam Tanasilam sedang bahaya! Sehingga beberapa klan kuat dan pemerintah kota langsung memberikan perintah untuk mengungsikan warga biasa!" orang tua itu langsung menjelaskan dengan singkat.

Lalu melanjutkan beberapa informasi mendasar yang dia tahu kenapa Li Yian dan Baba Yaga.

"Ahh, jadi seperti itu! Baiklah terimakasih informasinya orang tua." ucap Baba Yaga.

"Ya, tetaplah hati-hati anak muda!" tutur orang tua itu.

Li Yian juga mengangguk, dia mulai berpikir! Ternyata masuk ke kota ini ada keuntungannya juga.

Kini keduanya mengantri dengan tenang, karena sekarang tidak ada prioritas gerbang untuk bangsawan maupun orang kaya lainnya, semua gerbang penuh oleh orang-orang mengungsi.

*

Waktu berlalu.

Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga masuk ke dalam kota setelah ikut mengantri cukup lama.

Bahkan Li Yian dan Baba Yaga juga sudah mencari penginapan di kota, namun tidak bisa menemukan yang kosong karena semua penginapan yang ada di ibu kota sudah penuh, bahkan banyak orang yang menggunakan rumah pribadinya untuk penginapan mendadak atas usul pemerintah kota.

"Tidak perlu hiraukan penginapan, kita di sini tidak akan lama lebih baik mencari informasi lengkap apa yang sedang terjadi!" usul Li Yian.

"Baiklah, aku ikut apa kata kamu saudara Li Yian." jawab Baba Yaga mengalah.

Saat keduanya sedang berjalan di jalan kota yang sangat ramai, Li Yian merasakan aura manusia yang begitu tertekan.

Dia menengok ke arah aura itu berada, ternyata di sebrang jalan sana ada beberapa rombongan orang seperti keluarga kaya, sedang menyeret seorang wanita muda dengan paras cantik namun dengan wajah yang kusut dan pucat.

Seperti tidak memiliki semangat hidup, di kedua tangannya di kita dengan rantai berwarna keperakan yang berkilau.

Li Yian langsung menepuk pundak Baba Yaga aga Baba Yaga menengok ke belakang ke arahnya.

"Teman, kau bisa perhatikan itu tidak? Sepertinya dia manusia!" ucap Li Yian cukup lirih setelah Baba Yaga menengok.

Akhirnya Baba Yaga menengok ke arah yang di pandang Li Yian, Baba Yaga langsung paham dan tahu betul seperti apa aura manusia itu.

Namun dia cukup tertegun setelah mengetahui keadaan wanita itu.

"Saudara Li Yian, sudah kita jangan ikut campur urusan mereka!" jawab Baba Yaga.

Namun Li Yian tidak menggubris ucapan Baba Yaga, sebenarnya dia tidak begitu ingin ikut campur urusan orang! Namun setelah menjadi manusia dia makin mengerti apa arti dari kehidupan itu.

Di tambah dia merasakan aura yang tidak beras yang mengikat wanita muda itu.

\=

\=

...

Terpopuler

Comments

Ana Dasuki

Ana Dasuki

good abis

2023-07-27

0

kakang budak

kakang budak

mantul

2023-02-04

0

Matt Razak

Matt Razak

mantul

2023-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 001 = ALAM TANASILAM
2 002 = TERKEPUNG
3 003 = BERPAPASAN DENGAN MUSUH
4 004 = DI KALAHKAN DENGAN MUDAH
5 005 = KOTA DOFENG
6 006 = KOTA DOFENG 2
7 007 = KOTA DOFENG 3
8 008 = LI YIAN BERGERAK
9 009 = NAM LUTU WASPADA
10 010 = MENCARI INFORMASI
11 011 = INFORMASI NAM LUTU
12 012 = DIAWASI
13 013 = MENUJU KLAN BABA
14 014 = KOTA BESAR
15 015 = BUDAK MANUSIA
16 016 = KELUARGA LUN
17 017 = AMUKAN KELUARGA LUN
18 018 = KEKONYOLAN BABA YAGA
19 019 = TAMU BESAR
20 020 = TIDAK TAKUT
21 021 = MING QIONGLIN
22 022 = KELUARGA LUN BERTINDAK
23 023 = HANYA SEMUT BERKUMPUL
24 024 = BABA YAGA MARAH
25 025 = HABIS TANPA SISA
26 026 = KETAKUTAN KELUARGA LUN
27 027 = ARAHAN LI YIAN
28 028 = ORANG NAM LUTU LAINNYA.
29 029 = KELUARGA MENG
30 030 = KELUARGA MENG BERGERAK
31 031 = KELUARGA LUN HANCUR
32 032 = LI YIAN SALAH SANGKA
33 033 = BERITA KEHANCURAN KELUARGA LUN MENYEBAR.
34 034 = MENDAPATKAN UNDANGAN
35 035 = JAMUAN BESAR
36 036 = TEKNIK PENYERAPAN AURA DAN JIWA
37 037 = MENGUJI KELUARGA MENG
38 038 = TAMPARAN MAUT
39 039 = MENEMUKAN PETUNJUK
40 040 = LANGSUNG PERGI
41 041 = WILAYAH PERBATASAN
42 042 = BERITA BURUK MENYEBAR
43 043 = KERIBUTAN
44 044 = TIDAK MAU KALAH
45 045 = AKSI KEJAM BABA YAGA
46 046 = HANYA LAWAN KECIL.
47 047 = SAMPAI DI PADANG GERSANG
48 048 = FORMASI PENGUMPUL ENERGI SILUMAN
49 049 = BABA YAGA GEMBIRA
50 050 = PANEN BESAR
51 051 = AHLI DEWA ALAM LANGIT
52 052 = AURA PENGENDALIAN JIWA TERPUTUS
53 053 = BABA YAGA MENCOBA MENEMBUS RANAH BARU
54 054 = RANAH BARU
55 055 = SERANGAN AURA
56 056 = LELUHUR ALAM LANGIT
57 057 = BERKAH TERSEMBUNYI
58 058 BERKAH DAN BEBAN
59 059 = BABA YAGA PUTUSASA
60 060 TERPAKSA KEMBALI
61 061 = MERASAKAN BAHAYA
62 062 = JIWA KEABADIAN
63 063 = SAMPAI DI KLAN BABA
64 064 MENDAPATKAN PENCERAHAN
65 065 BABA YAGA SADAR
66 066 PEMURNIAN TUBUH
67 067 KOTA JINUK WILAYAH BARAT
68 068 KELUARGA YUE KOTA JINUK
69 069 LI YIAN DI REMEHKAN
70 070 KHAYALAN BABA YAGA
71 071 GUNUNG GALANGAN
72 072 ELEMEN KEGELAPAN
73 073 API KEABADIAN.
Episodes

Updated 73 Episodes

1
001 = ALAM TANASILAM
2
002 = TERKEPUNG
3
003 = BERPAPASAN DENGAN MUSUH
4
004 = DI KALAHKAN DENGAN MUDAH
5
005 = KOTA DOFENG
6
006 = KOTA DOFENG 2
7
007 = KOTA DOFENG 3
8
008 = LI YIAN BERGERAK
9
009 = NAM LUTU WASPADA
10
010 = MENCARI INFORMASI
11
011 = INFORMASI NAM LUTU
12
012 = DIAWASI
13
013 = MENUJU KLAN BABA
14
014 = KOTA BESAR
15
015 = BUDAK MANUSIA
16
016 = KELUARGA LUN
17
017 = AMUKAN KELUARGA LUN
18
018 = KEKONYOLAN BABA YAGA
19
019 = TAMU BESAR
20
020 = TIDAK TAKUT
21
021 = MING QIONGLIN
22
022 = KELUARGA LUN BERTINDAK
23
023 = HANYA SEMUT BERKUMPUL
24
024 = BABA YAGA MARAH
25
025 = HABIS TANPA SISA
26
026 = KETAKUTAN KELUARGA LUN
27
027 = ARAHAN LI YIAN
28
028 = ORANG NAM LUTU LAINNYA.
29
029 = KELUARGA MENG
30
030 = KELUARGA MENG BERGERAK
31
031 = KELUARGA LUN HANCUR
32
032 = LI YIAN SALAH SANGKA
33
033 = BERITA KEHANCURAN KELUARGA LUN MENYEBAR.
34
034 = MENDAPATKAN UNDANGAN
35
035 = JAMUAN BESAR
36
036 = TEKNIK PENYERAPAN AURA DAN JIWA
37
037 = MENGUJI KELUARGA MENG
38
038 = TAMPARAN MAUT
39
039 = MENEMUKAN PETUNJUK
40
040 = LANGSUNG PERGI
41
041 = WILAYAH PERBATASAN
42
042 = BERITA BURUK MENYEBAR
43
043 = KERIBUTAN
44
044 = TIDAK MAU KALAH
45
045 = AKSI KEJAM BABA YAGA
46
046 = HANYA LAWAN KECIL.
47
047 = SAMPAI DI PADANG GERSANG
48
048 = FORMASI PENGUMPUL ENERGI SILUMAN
49
049 = BABA YAGA GEMBIRA
50
050 = PANEN BESAR
51
051 = AHLI DEWA ALAM LANGIT
52
052 = AURA PENGENDALIAN JIWA TERPUTUS
53
053 = BABA YAGA MENCOBA MENEMBUS RANAH BARU
54
054 = RANAH BARU
55
055 = SERANGAN AURA
56
056 = LELUHUR ALAM LANGIT
57
057 = BERKAH TERSEMBUNYI
58
058 BERKAH DAN BEBAN
59
059 = BABA YAGA PUTUSASA
60
060 TERPAKSA KEMBALI
61
061 = MERASAKAN BAHAYA
62
062 = JIWA KEABADIAN
63
063 = SAMPAI DI KLAN BABA
64
064 MENDAPATKAN PENCERAHAN
65
065 BABA YAGA SADAR
66
066 PEMURNIAN TUBUH
67
067 KOTA JINUK WILAYAH BARAT
68
068 KELUARGA YUE KOTA JINUK
69
069 LI YIAN DI REMEHKAN
70
070 KHAYALAN BABA YAGA
71
071 GUNUNG GALANGAN
72
072 ELEMEN KEGELAPAN
73
073 API KEABADIAN.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!