\=Chapter 005. KOTA DOFENG\=
\=
\=
Li Yian dan Baba Yaga kini sudah keluar dari hutan yang luas, mereka kini melihat cahaya langit yang cukup redup tidak seperti di alam Daulu dan alam langit, yang memiliki sinar di langitnya yang lebih terang.
Itu di karenakan alam ini memiliki energi hitam yang sangat pekat, akibat dari kebencian dan keangkuhan maupun hukuman yang berkepanjangan di masa lalu, maupun sekarang.
Li Yian mengikuti Baba Yaga kemana Baba Yaga pergi, karena dia belum begitu tahu alam Tanasilam! Lagian tujuan Li Yian menuju alam Tanasilam, dia ingin menemukan di mana Nam Lutu berada.
Jika Nam Lutu tidak ada di alam Tanasilam dengan pasti, Li Yian tidak akan menuju ke alam Tanasilam seperti ini! Karena Li Yian merasa tidak cocok dengan keadaan alam Tanasilam.
Di sini aura pembunuhan begitu kuat, seperti ada di mana-mana persepsi Li Yian cukup sensitif untuk merasakan aura pembunuh yang bertebaran di mana-mana.
Dua orang sedang berjalan tenang di jalan utama sebuah kota yang cukup ramai, meskipun kota ini bukan termasuk kota yang besar namun untuk memulihkan kondisi mereka berdua masih cukup baik.
Kota itu adalah kota Dofeng, kota yang masuk ke wilayah timur alam Tanasilam.
Saat Li Yian berjalan di jalan kota, banyak orang yang memperhatikan Li Yian! Sehingga Baba Yaga langsung memberikan peringatan kepada Li Yian.
"Saudara Li Yian, sembunyi kekuatan dan aura Energi Qi milik mu cukup dalam! Jika tidak tatapan mereka akan semakin liar." ucap Baba Yaga kepada Li Yian berbisik di telinganya.
Li Yian tidak begitu mengerti, sehingga dia cukup terkejut. Namun dia cukup mengangguk saja apa yang di katakan Baba Yaga barusan.
Li Yian mengikuti saran Baba Yaga menyembunyikan aura Energi Qi sangat dalam! Sehingga dia seperti orang biasa yang tidak memiliki aura.
Sedangkan Baba Yaga berjalan dengan menengadahkan rahangnya, dengan sedikit pancaran aura siluman yang berat! Inilah mengapa Li Yian tidak di serang langsung oleh para siluman yang sekarang ada di kota, karena dia berada di sisi Baba Yaga yang memiliki aura kuat dan mendominasi.
Karena aura kuat di pandang sangat tinggi dan mulia di alam Tanasilam, sehingga mereka mau tidak mau. Tidak berani menyerang Li Yian.
"Teman, kenapa aku harus menyembunyikan aura Energi Qi milik ku? Apa fungsinya itu?" bisik Li Yian terhadap Baba Yaga.
"Kau akan tau nantinya saudara Li!" jawab Baba Yaga dengan tenang.
Di alam Tanasilam, Baba Yaga terlihat begitu mulia sehingga dia terlihat begitu mendominasi dan mata dia tidak memandang ke segala arah.
Karena Baba Yaga berasal dari klan kuat, klan yang cukup tertutup dan kekuatan klan Baba yang begitu misterius.
"Ikuti saja aku tidak perlu ragu..!" lanjut Baba Yaga berucap dengan mantap.
Wajahnya penuh dengan senyum, meskipun masyarakat di sini lebih banyak menggunakan tubuh manusia, namun perubahan bentuk tubuh mereka belum begitu sempurna karena mereka termasuk masyarakat kalangan bawah, yang tidak memiliki kemuliaan dan kekuatan besar.
Sedangkan klan kuat yang berkuasa, lebih banyak perubahan tubuh mereka yang sempurna! Sehingga rasisme cukup kental di alam Tanasilam.
Siluman yang memiliki perubahan sempurna seperti Baba Yaga sekarang wajib sombong dan bangga, karena kemana mereka pergi jarang sekali penindasan kecuali oleh orang yang lebih kuat.
Li Yian mengikut saja kemana Baba Yaga pergi, jika dia di jerumuskan oleh Baba Yaga nantinya! Dia tidak perlu khawatir, tinggal hajar saja setelahnya.
Baba Yaga sampai di tempat makan umum, tempat itu cukup ramai dan termasuk megah! Kota Dofeng meskipun kecil namun cukup padat pengunjung sehingga tempat makan itu cukup ramai.
Baba Yaga langsung memilih tempat untuk duduk, dia mengambil meja yang paling besar di tengah aula.
Setelah Baba Yaga dan Li Yian duduk, cukup banyak orang melirik terhadap mereka karena cukup penasaran.
*
*
*
"Apakah mereka berdua berasal dari salah satu klan besar?" ucap salah satu pengunjung di rumah makan itu.
"Entah lah, sepertinya begitu! Kau bisa lihat dari fisik mereka." jawab salah satu temannya yang duduk satu meja dengan acuh tak acuh.
Orang yang bertanya, akhirnya menengok untuk memastikan! Namun setelah dia menengok dia di tatap tajam oleh Baba Yaga, dengan aura kuat yang mendominasi merembes keluar dari tubuh Baba Yaga.
Dengan sedikit gemetar di tubuhnya, orang itu langsung mengabaikan kembali untuk memandang Baba Yaga dan Li Yian! Dia tidak berani meneliti bentuk fisik mereka lebih dalam.
Pelayan dengan cepat menghampiri Baba Yaga, langsung membungkuk hormat setelah merasakan aura mendominasi keluar dari tubuh Baba Yaga.
"Tuan hendak pesen apa di rumah makan kami?" ucap pelayan itu dengan penuh hormat.
"Bawakan kami beberapa makanan terbaik milik rumah makan ini!" ucap Baba Yaga dengan tenang.
Li Yian hanya diam dan memantau kondisi sekitar, dia mengawasi sekitar tanpa perlu bertanya pada Baba Yaga lagi, sekarang dia mulai cukup mengerti.
Bahwa kekuatan berada di atas rantai atas kekuasaan, sehingga dia menganggap sama saja seperti alam lainnya. Namun alam Daulu lebih santai dan tidak terlalu mendominasi.
Setelah Li Yian diam-diam mengamati, dia langsung menyadari bawah di sudut dalam bagian rumah makan umum ini ada yang sedang mengawasi mereka berdua dalam diam.
Sedangkan Baba Yaga tidak memperhatikan itu, karena dia cukup bangga dengan pencapaian perubahan fisiknya dan melonjaknya kekuatan dia setelah tiba di alam Tanasilam.
Sehingga tidak memperhatikan hal-hal kecil seperti itu, dia cukup menunjukkan aura mendominasi maka semua orang yang ada di bawahnya membungkuk hormat kepadanya.
Meskipun dia sudah lama tidak tinggal di sini, namun Baba Yaga paham betul aturannya! Inilah salah satunya kenapa dia memilih kabur dari alam Tanasilam.
Karena alam ini, cukup menyiksa bagi orang lemah dan sangat enak untuk orang kuat! Mereka yang tidak beruntung yang tidak bisa keluar hanya perlu membungkuk hormat pada yang lebih kuat agar bisa hidup lebih panjang.
Li Yian ingin memperhatikan lebih dalam menggunakan persepsi dirinya, namun di urungkan segera karena dia ingin ucapan Baba Yaga, bahwa dia harus menyembunyikan aura Energi Qi miliknya lebih dalam.
Setelah makanan yang di pesan Baba Yaga tiba di meja mereka! Li Yian membisiki Baba Yaga bahwa di sudut dalam rumah makan umum ini ada orang yang memperhatikan mereka selalu.
Mendengar ini Baba Yaga langsung menengadahkan kepalanya, dia menengok secara liar lalu melihat ada sorot mata yang dalam dari salah satu pengunjung.
Namun Baba Yaga kembali tenang, dia hanya tersenyum licik setelah itu tidak peduli lagi! Dia lebih memilih makan, karena perutnya sudah memanggil dan keroncongan sejak dia tidak sadarkan diri.
Li Yian melirik ke arah meja di mana makanan sudah tersaji penuh.
"Hemmm, makanan di sini terlihat hampir sama dengan makanan di alam Daulu!" gumam Li Yian, lalu dia ikuti makan.
\=
\=
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Nurul Pky
makan makan makan
2024-01-13
0
Ana Dasuki
top
2023-07-27
0
sahar ludin
lanjut
2023-01-25
0