\=Chapter 007. KOTA DOFENG 3\=
\=
\=
Baba Yaga mendongak langsung ke arah orang yang baru saja mendarat tidak jauh di hadapannya, setelah dia mendengar ejekan yang cukup menggelitik di telinganya.
"Apakah tadi itu pukulan, aku kira itu tadi hanya sentuhan orang cacat?" ucap Baba Yaga datar.
Mendengar ini, si penyerang langsung menggertakan giginya dengan sangat keras, hingga rahangnya sedikit menonjol keluar! Amarah dia sudah berada di puncaknya.
Orang-orang yang ada di sekitar hanya bisa melihat itu saja, meskipun mereka tidak berani untuk ikut campur. Namun untuk menonton pertarungan orang-orang hebat adalah hal yang mereka nantikan.
Li Yian masih duduk di kursi di teras luar rumah makan umum dengan tenang, dia memperhatikan lawan Baba Yaga dengan cermat.
"Baba Yaga masih bisa membuat gertakan seperti itu, peningkatan yang cukup baik!" ucap Li Yian lirih.
Baaaannng..!
Ledakan aura yang sangat kuat segera terjadi, itu adalah aura milik lawan Baba Yaga! Dia sangat kuat karena dulunya adalah tetua dari salah satu klan besar di alam Tanasilam, namun klan itu di kalahkan oleh Nam Lutu. Sehingga dia harus rela menjadi budak dari Nam Lutu sebagai gantinya, itu semua untuk bisa mempertahankan hidup.
Jika saja dia tahu bahwa Baba Yaga adalah anak dari Nam Lutu, niscaya dia akan gemetar ketakutan karena dia pikir Nam Lutu akan menghukumnya.
Padahal hubungan anak dan ayah itu sangat rumit, masing-masing dari mereka ingin membunuh satu sama lain.
"Bocah, katakan siapa nama kau sebenarnya? Aku perlu tahu setiap orang yang berani membuat aku marah, akan ku hancurkan sampai ke kakek buyut mu!" bentak orang itu sangat marah.
Baba Yang bangun, dia lalu tersenyum cerah! "Orang rendahan seperti kau, tidak perlu tahu siapa aku!" jawab Baba Yaga sambil menunjuk ke arah muka orang di depannya.
"Kurang ajar, mampus saja kau bocah..!" ledakan amarah langsung membumbung tinggi, aura membunuh begitu kental udara di sekitar seperti membeku seketika.
Orang-orang biasa penghuni kota Dofeng sudah ketakutan, karena dari aura saja sudah begitu mengancam jiwa.
Namun Baba Yaga masih tenang, ketenangan itu membuat musuhnya yang sudah akan bergerak untuk membunuh Baba Yaga sedikit terkesiap.
'Siapa sebenarnya bocah ini?' ucap dia dalam benaknya.
Tangan yang sudah mengandung energi tinggi mengarah ke Baba Yaga dengan kecepatan kilat.
Buuuummmm..!
Ledakan kuat langsung terdengar, dua pukulan saling bertabrakan di udara! Baba Yaga menangkis pukulan itu dengan tangan yang sudah di alirkan kekuatannya.
Keduanya saling mundur 10 langkah ke belakang jauhnya, itu menandakan bahwa keduanya setara dalam pukulan barusan.
Baba Yaga mengibaskan tangannya karena merasa mati rasa, dia mengeluh karena hanya menggunakan setengah kekuatan miliknya saja tadi, di saat membendung pukulan lawannya.
Sedangkan lawannya, membeku tidak percaya! Dia sudah menggunakan kekuatan setengah lebih dari miliknya, namun lawan bisa membendung dengan mudah, malahan dia melihat Baba Yaga mengkibas-kibaskan tangan seperti sedang mengejeknya.
Menurut dia seharusnya tangan Baba Yaga hancur berkeping-keping, dengan tangan terkulai seperti tidak bertulang! Karena dia meremukkan semua tulang lengan Baba Yaga, namun itu semua tidak terjadi.
Sehingga dia sangat terkejut, karena kejadian ini dada dia langsung berdebar kencang! Pasalnya belum pernah melihat ada anak muda yang bisa membendung pukulan mematikan barusan, jangankan anak muda kepala klan kelas menengah saja akan langsung mati. Namun anak di depannya hanya mengibaskan tangannya seakan itu seperti di gigit semut.
Jika saja dia tahu, bahwa Baba Yaga hanya menggunakan setengah dari kekuatannya! Niscaya dia kan langsung muntah darah karena begitu terkejut.
*
*
*
"Itu tadi baru namanya pukulan, sehingga membuat aku merasakan sakit di lengan ku ini!" ucap Baba Yaga sambil menunjukan tangan kanannya.
Mendengar itu, amarah bawahan Nam Lutu meledak begitu tinggi! Tatapan tajam itu langsung begitu mengintimidasi, aura di sekitarnya langsung turun dan begitu mencekam.
"Mampus kau bocah..!" bentak dia kembali dengan sangat kencang.
Wooooosss..!
Dia kembali menyerang dengan kekuatan puncak miliknya, pukulan demi pukulan terus bertabrakan di halaman rumah makan umum.
Keduanya bertarung dengan sungguh-sungguh kali ini, membuat beberapa bangunan di sekitar lokasi banyak yang ambruk, tanah di sana langsung membentuk beberapa luang besar akibat terkena dampak pukulan yang nyasar.
Hanya lewat beberapa tarik nafas, keduanya sudah bertukar ratusan jurus dan pukulan! Membuat semua orang yang ada di sana langsung menghindar sangat jauh.
Li Yian melirik ke kanan, dari kejauhan ada satu orang lagi yang sedang mengawasi di atap bangunan di sekitar sana.
"Apakah orang-orang di sini ingin sekali membunuh seseorang?" ucap Li Yian kepada diri sendiri.
Dia merasakan aura membunuh lain selain mereka berdua yang sedang bertarung hebat, sehingga Li Yian menyimpulkan seperti itu.
Buuuummmm..!
Tendangan Baba Yaga mengenai kepala lawannya dengan sangat telak, sehingga lawannya langsung terkapar dengan kepala retak, darah segar langsung mengalir di halaman depan rumah makan umum.
Li Yian kembali menengok ke arah Baba Yaga yang berhasil membunuh lawannya, dia tersenyum karena kemampuan Baba Yaga benar-benar meningkat jauh.
"Huff...Mati juga kau! Aku tidak menyangka, kau cukup tangguh orang tua. Sepertinya dia salah satu tetua dari klan kuat di alam Tanasilam ini?" ucap Baba Yaga setelah berhasil membunuh lawannya.
Dia seperti berbicara dengan lawan yang masih hidup, sedang dia mengelus lengannya yang kebas dan sedikit memar akibat duel barusan.
Baba Yaga menengok ke arah Li Yian dengan wajah kesombongan, dia berjalan ke arah rumah makan umum kembali.
Dia ingin menunjukkan kepada Li Yian bahwa dia sudah cukup kuat sekarang.
Saat Baba Yaga melihat Li Yian, Li Yian sudah bergerak! Gerakan Li Yian sangatlah cepat dengan hanya sedikit aura dan Energi Qi yang Baba Yaga rasakan.
"Kemana dia akan pergi?" ucap Baba Yaga.
Akhirnya dia langsung mengejar ke mana Li Yian bergerak saat ini.
Keadaan di sana sekarang langsung sunyi senyap, setelah pertarungan Baba Yaga dengan bawahan Nam Lutu selesai, orang-orang di sana terlalu takut untuk sekedar mendekati.
*
Beberapa saat sebelumnya.
Di atap bangunan yang cukup jauh, seseorang dengan mengintai Baba Yaga dan rekannya yang sedang bertarung.
Setelah dia melihat Baba Yaga berhasil membunuh rekannya, dia cukup terkejut.
"Sial dia saja sampai mati!" ucapnya karena terkejut.
Akhirnya dia langsung bergegas pergi untuk lari agar tidak tersesat dalam pertarungan selanjutnya, dia ingin melapor ke Nam Lutu bahwa lawan kali ini sangat berat.
Dia bergerak ke arah barat, namun dia tidak tahu ada seseorang yang berkelebat di belakangnya untuk mengejarnya.
Di terus bergerak secepat yang dia bisa, terutama untuk mencari rekan lainnya terlebih dahulu untuk memberitahu kejadian apa yang dia lihat barusan.
\=
\=
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
sahar ludin
lanjut
2023-01-25
0
sahar ludin
seru
2023-01-25
0
Matt Razak
mantul
2023-01-11
1