\=Chapter 003. BERPAPASAN DENGAN MUSUH\=
\=
\=
Setelah senyum licik Baba Yaga hilang dari parasnya, Baba Yaga langsung menggebrak larinya lebih cepat lagi. Tidak ada yang bisa mengalahkan larinya Baba Yaga di alam Tanasilam, karena dia berasal dari klan Baba.
Klan yang memiliki pelari tercepat di dalam alam Tanasilam, bahan jika sudah mencapai titik tertinggi dari pencapaian klan lain dalam hal bergerak dengan lari. Namun klan Baba lari seperti halnya berpindah tempat jika masih dalam jarak dekat.
Li Yian langsung mengerutkan keningnya, saat merasakan bahwa Baba Yaga semakin cepat saat berlari.
"Sepertinya dia mau menguji kecepatan yang aku miliki!" gumam Li Yian.
Dia tidak marah terhadap Baba Yaga yang bersikap demikian, malahan dia merasa tertantang oleh kelakuan Baba Yaga kali ini.
Sebenarnya dia belum pernah tertarik untuk mengikuti permainan konyol Baba Yaga, namun setelah merasakan kekuatan dan kecepatan Baba Yaga yang meningkat drastis baru-baru ini, Li Yian jadi bersemangat.
Jadi kenapa tidak mengikuti sedikit permainan yang di buat Baba Yaga.
Senyum licik Baba Yaga yang sebenarnya, Baba Yaga meremehkan Li Yian dalam hal berlari! Sehingga kesannya seperti senyuman sangat licik untuk di lihat.
Baba Yaga menengok ke arah belakang, dia berharap Li Yian tertinggal sangat jauh. Namun dia begitu terkejut dan tersentak setelah dia melihat Li Yian tidak menjauh selangkah pun dari posisi sebelumnya.
Karena cukup kesal, Baba Yaga menggebrak larinya lebih cepat lagi! Dia mengerahkan semua kecepatan yang dia miliki untuk mempertahankan harga dirinya kali ini.
Saat merasa sudah di ambang batas kecepatan yang dia mampu, Baba Yaga menengok kembali ke belakang! " Sial, bagaimana ini bisa? Saudara Li Yian tidak bergeser selangkah kebelakang pun!" keluh Baba Yaga.
Akhirnya, Baba Yaga hanya bisa mendesah pelan karena merasa kalah kembali.
"Ha-ha-ha,...!" Li Yian tertawa terbahak-bahak karena melihat perubahan wajah Baba Yaga sangat lucu.
"Apa kau pikir, dengan lari seperti babi buas yang kehilangan ekornya sudah hebat di mata ku?" ucap Li Yian setelah tertawa.
Namun Baba Yaga tidak menjawabnya, dia malah memperlambat pergerakan larinya saat ini.
"Baiklah, sampai sekarang memang aku belum bisa mengalahkan kau! Tapi suatu hari aku pasti bisa, ingat kata-kata ini." jawab Baba Yaga akhirnya hanya bisa menyerah.
Keduanya terus berlari tanpa berbicara satu sama lain, karena Baba Yaga sudah kesal terlebih dahulu! Dia berniat akan pamer kekuatan namun masih di bawah Li Yian.
Namun setelah keduanya hampir sampai di ujung hutan yang sangat luas itu! Keduanya berpapasan dengan beberapa puluh orang yang cukup kuat.
Tap..Tap..!
"Tunggu teman, ada cukup banyak musuh di depan kita!" ucap Li Yian sambil mengehentikan lari Baba Yaga yang ada di depannya saat ini, dengan memegang pundaknya.
Baba Yaga menyipitkan matanya, dia tidak menganggap orang-orang yang datang adalah musuh karena dia yakin bahwa mereka masih berada di wilayah yang bukan kekuasaan sebuah klan Lang, jika dia ada di sana pasti orang-orang ini yang datang pastinya dari klan Lang.
Baru saja mereka berdua berhenti, dia depan sana sudah ada puluhan orang langsung menghadang mereka.
"Teman-teman, ada mangsa! Yang mulia pasti sangat senang jika kita mendapatkan sesuatu yang cukup kuat seperti mereka." ucap salah satu dari mereka yang berdiri paling depan.
"Hahahaha, kau benar teman! Kita di perintahkan oleh Yang mulia untuk mengepung klan Lang, ternyata belum juga masuk ke dalam wilayah kekuasaan klan Lang kita sudah mendapatkan mangsa." ungkap teman lainnya.
"Kalian semua buta, mereka berdua hanya semut bagi kita semua..!" bentak orang yang berdiri paling belakang.
Akhirnya mereka hanya bisa setuju atas pendapat itu.
Di alam Tanasilam sangat mementingkan kekuatan dan kelompok, sehingga jika memiliki kekuatan dan kelompok besar maka mereka akan berada di tampuk kekuasaan tertinggi.
Li Yian diam saja, dia mengamati mereka dan mereka memang ternyata cukup kuat! Bisa di bilang hampir setara dengan Baba Yaga saat ini, sehingga mereka sangat angkuh.
*
*
*
Beberapa orang ini adalah suruhan dari Nam Lutu, mereka adalah beberapa tetua klan kuat yang ada di alam Tanasilam yang sudah di tundukkan oleh Nam Lutu beberapa hari terakhir.
Karena mereka sekarang seperti di tekan oleh sesuatu, sehingga mereka hanya bisa mengikuti apa yang di ucapkan oleh Nam Lutu.
"Serang keduanya! Kita butuh kepala dua bocah itu untuk membuat marah klan Lang, sehingga kita tidak perlu basa basi lagi nantinya." ucap salah satunya, dia mendapatkan pemikiran yang pasti.
"Ha-ha-ha, kau benar kawan! Agar kita tidak perlu repot dengan banyak omong nantinya." timpal salah satunya.
Salah satu dari mereka maju dengan angkuh, lalu dia tersenyum meremehkan.
"Kalian tidak perlu maju, cukup aku saja untuk menangani dua bocah itu!" ucapnya dengan sangat enteng.
Seakan Li Yian dan Baba Yaga hanyalah semut yang dapat di injak kapanpun jika keduanya melawan untuk di bunuh, dia beranggapan seperti itu setelah mendengar penilaian temannya.
Semuanya tidak tahu, bahwa Baba Yaga dan Li Yian cukup dalam menyembunyikan kekuatan miliknya, di tambah beberapa orang tua ini cukup angkuh sehingga tidak perlu memeriksa seberapa kuat bocah di depannya saat ini.
Mereka pikir, hanya perlu melibas dengan beberapa gerakan maka semua itu sudah beres.
"Teman, kau atau aku yang akan melawan mereka semua?" ucap Li Yian kepada Baba Yaga.
"Aku, kau duduk saja di belakang!" ucap Baba Yaga langsung.
Dia berinisiatif untuk melawan mereka semua, karena ingin menunjukkan bahwa dia tidak buruk dan tidak lemah! Dia juga akan menunjukkan bahwa dia hebat, jika berada di alam Tanasilam karena energi siluman tidak terbatas di alam ini.
Tentu saja Li Yian berbicara seperti tadi, karena ingin memanfaatkan Baba Yaga! Karena di sini Energi Qi cukup tipis, sehingga Li Yian lebih memilih menghemat tenaga.
Mendengar ini, beberapa orang tua di belakang ingin tertawa terbahak-bahak! Bahkan lawan yang tadi maju yang ingin membunuh Baba Yaga dan Li Yian, mau tidak mau mengerutkan keningnya karena tidak mengerti situasinya.
"Bocah, kalian begitu sombong! Mati lah dengan tenang jangan melawan, jadilah penurut untuk jadi batu pijakan kami!" ucap orang yang maju, dia sudah tidak tahan lagi.
"Jangan banyak bicara, cepat serang jika kau punya kemampuan!" cibir Baba Yaga sudah cukup kesal.
"Bocah, kau yang memintanya mati dengan rasa sakit!" bentak dia dengan sangat marah.
"Hiaatt..!" suara bentakan lain menyusul.
Wooooosss..!
Dia menghilang dari tempat asalnya berdiri, gerakan dia seperti bayang-bayang di kegelapan hutan luas itu.
Namun mata Baba Yaga tidak luput dari gerakan itu semua, dia dapat melihat dengan jelas.
Tangan penyerang itu langsung terulur ke arah leher Baba Yaga, gerakan itu begitu cepat bahkan lebih cepat dari orang mengedipkan mata.
Padahal jarak mereka cukup jauh hingga puluhan meter, namun karena kecepatan penyerang yang sangat gila, membuat gerakan itu begitu cepat seperti berpindah tempat.
Tap..!
Namun tangan yang terulur itu langsung berhenti di udara, karena di tangkap pergelangan tangannya oleh tangan Baba Yaga.
Kraakk..!
Baba Yaga langsung meremukkan dengan tekanan kuat, seperti tang penjepit.
Dengan tekanan sangat kuat, Baba Yaga langsung meremukkan pergelangan tangan itu.
Darah langsung menyembur keluar seperti air mancur dari tulang lengan yang hancur itu! Suara menggelegar tinggi di seantero hutan itu terdengar, karena lolongan kesakitan dari si penyerang.
\=
\=
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Tommy Hambali
keren
2023-03-30
0
Tommy Hambali
cakep😎😎😎😎
2023-03-30
0
sahar ludin
lanjut
2023-01-25
0