\=Chapter 015. BUDAK MANUSIA\=
\=
\=
Li Yian masih enggan untuk melangkah, dia masih memandangi kelompok itu. Akhirnya Li Yian bersuara kembali.
"Tidak, saat di alam Daulu para siluman memangsa manusia! Lalu kenapa di sini masih juga memperbudak manusia?" ucap Li Yian dengan lirih, seakan manusia lebih rendah daripada siluman.
Bahkan alam Langit juga pernah di dominasi oleh siluman cukup lama, yaitu ulah Nam Lutu. Ini membuat Li Yian semakin geram terhadap ras siluman.
Seakan ras siluman merasa paling berkuasa atas tiga alam berbeda, meskipun Li Yian di kehidupan sebelumnya masih keturunan sebelah dari siluman namun rasa benci ini semakin besar terhadap ras siluman.
Meskipun Li Yian pernah mengurangi jumlah siluman yang ada di alam Daulu, agar kehidupan berjalan dengan semestinya! Namun rasa benci akan keserakahan ras siluman semakin bertambah. Di tambah dengan kejadian di alam Tanasilam seperti ini yang mayoritas siluman, malah ada manusia yang di perbudak.
Ini membuat Li Yian tidak ingin tinggal diam lagi, meskipun urusan dengan Nam Lutu penting namun ini juga penting bagi Li Yian, karena menurutnya saling berkaitan.
Akhirnya Li Yian melangkah menuju rombongan keluarga kaya itu.
"Hai, apa yang kamu lakukan dengan merantai manusia seperti itu?" ucap Li Yian terhadap laki-laki paruh baya yang cukup buncit.
Karena di tegur oleh Li Yian, meskipun suasana di sana ramai mereka menengok ke arah Li Yian.
"Kamu manusia juga?" ucap laki-laki paruh baya itu cukup terkejut.
"Ayah, tangkap dia! Aku ingin dia jadi budak ku." ucap wanita muda yang cukup terlihat cantik.
Di tambah sorot mata wanita itu terlihat serakah dan terpancar penghinaan yang begitu dalam untuk merendahkan Li Yian.
"Kalian ingin menangkap ku dan menjadikan ku sebagai budak?" ucap Li Yian, merasa kesal.
Sebelum dia meletuskan aura tekanan besar, dari belakang Li Yian Baba Yaga sudah melakukan itu terlebih dahulu, karena dia juga cukup kesal terhadap mereka.
"Uhukkk..!" wanita yang tadi meminta ayahnya untuk menangkap Li Yian dan beberapa orang lemah di sekitarnya langsung muntah darah den sangat tertekan, karena ulah Baba Yaga.
Kerumunan di sana langsung menyebar memberikan ruang kosong yang lebar, mereka takut terseret oleh pertarungan yang akan terjadi, di tambah mereka juga tertekan karena aura Baba Yaga.
Karena sudah terbiasa di alam Tanasilam terjadi keributan seperti ini antara dua kelompok yang berbeda, sehingga mereka langsung menyingkir.
Laki-laki paruh baya itu sangat terkejut, karena dia juga merasakan tekanan berat dari aura yang di lepaskan Baba Yaga. Sehingga dia langsung melindungi putrinya.
"Pengawal kepung mereka berdua!" bentak laki-laki paruh baya dengan cukup marah terhadap bawahannya.
Dia maju beberapa langkah dan segera melepaskan rantai perak yang mengikat budak manusia, dan menyerahkan kepada putrinya yang ada di belakangnya.
Laki-laki paruh baya yang buncit itu tidak menghiraukan ucapan Li Yian, melainkan mewaspadai Baba Yaga hingga akhirnya dia memerintah pengawal yang di bawa untuk mengepung Li Yian dan Baba Yaga.
Dengan cepat puluhan pengawal yang ada di sekitarnya langsung mengepung Baba Yaga dan Li Yian, meskipun cukup berat menahan tekan yang Baba Yaga lepaskan.
"Bocah siapa kalian sebenarnya?" ucap laki-laki paruh baya yang buncit itu.
Dia sangat terkejut, karena ada anak muda yang berani menyerang secara langsung terhadap keluarganya di kota ini! Dia berpikir 'Apa dua anak ini bosan hidup, hingga berani menyerang di depan umum '.
"Apa yang kalian lakukan dengan mengikat manusia dengan rantai seperti itu?" Li Yian tidak menjawab melainkan malah bertanya kembali terhadap orang-orang itu.
"Bedebah, beraninya kamu tidak menjawab pertanyaan yang aku ajukan!" laki-laki paruh baya yang buncit itu menggertakan giginya karena sangat marah.
Menurutnya ini sebuah penghinaan besar, jangankan orang asing seperti dua bocah itu! Jika penguasa kota kecil wilayah timur yang sedang berdiri di hadapannya dia harus menunduk patuh, bahkan jika di perintahkan berlutut mereka tidak bisa menolak.
"Ayah, langsung tangkap manusia itu! Aku sangat menginginkan budak seperti dia." wanita muda itu kembali berkata lagi sambil menunjuk lurus ke arah Li Yian.
Dia langsung terpikat oleh Li Yian setelah melihatnya, sehingga ingin segera menangkap Li Yian.
Li Yian memandang wanita muda itu dengan sorot mata yang tajam, hawa membunuh langsung terpancar keluar! Aura itu di dapatkan Li Yian setelah banyak membunuh siluman dan manusia yang berbuat semena-mena kala di alam Daulu.
Baru kali ini Li Yian mengeluarkan niat membunuh yang begitu besar selama dia menjadi manusia, di karenakan dia akan di jadikan budak oleh siluman rendahan seperti wanita muda di hadapannya itu.
Wooss..!
Slaazz..!
Cahaya sangat tipis mengarah ke leher wanita muda itu.
Braaak.
Tubuh Li Yian bergerak sangat cepat, bahkan Baba Yaga yang tadi hendak bergerak lebih dulu juga ikut tertegun, karena pergerakan Li Yian sangat halus dan begitu kilat tanpa dia sadari.
Tubuh dan kepala wanita itu langsung terpisah dan mati seketika tanpa mengeluarkan suar sedikitpun, bahkan ayahnya dan pengawalnya tidak sadar sedikit pun bahwa wanita muda di belakang mereka sudah di bunuh oleh Li Yian.
Namun mereka semua akhirnya sadar setelah, wanita muda itu terjatuh dengan tubuh tanpa kepala dan sudah mati.
"Siluman rendahan seperti mu pantas mati!" ucap Li Yian lirih, setelah kembali ke tempat berdiri semula di samping Baba Yaga dengan begitu cepat.
Deg..!
Akhirnya semua orang yang ada di sana tersentak kaget, mereka terkejut melihat wanita yang tadi baru saja berteriak kepada ayahnya, kini sudah mati dengan kepala putus.
Lalu setelahnya, mereka mendengar ucapan Li Yian, yang membuktikan bahwa dia pelakunya.
Membuat orang-orang yang ada di sana terkejut dan tidak sadar langsung mundur dua langkah, untuk menjauhi Li Yian maupun Baba Yaga.
Begitu juga dengan para pengawal laki-laki paruh baya yang memiliki perut buncit, mereka mundur jauh dari pengepungan Li Yian maupun Baba Yaga.
Budak manusia juga ikut terjatuh karena rantai yang mengikatnya di pegang oleh wanita muda itu, sehingga dia ikut tertarik tidak sengaja.
Namun akhirnya dia bangkit kembali setelah jatuh, seketika linglung yang dia rasakan akhirnya sadar.
*
"Kamu, beraninya membunuh anak ku, semuanya serang dua bocah itu!" bentak laki-laki paruh baya yang memiliki perut buncit kepada bawahan yang di bawa.
Namun setelah perintah itu selesai, tidak ada bawahan miliknya yang maju menyerang Li Yian maupun Baba Yaga.
Mereka terlanjur takut, karena tekanan Baba Yaga dan gerakan membunuh Li Yian yang tanpa di ketahui oleh mereka, telah mengguncang keberanian di dalam jiwa masing-masing.
Laki-laki paruh baya itu tertegun, setelah itu sadar! Lalu segera membentak para pengawal yang di bawa saat ini.
"Kalian semua pengawal tidak berguna! Kenapa kalian semua takut dengan dua bocah?" ucapan dengan amarah yang tinggi.
Itu hanya kata-kata amarah saja, sebenarnya dia juga takut dan cukup terguncang jiwanya karena serangan Li Yian terhadap putrinya tidak dia ketahui.
Bisa di katakan dia cukup kuat dan berkuasa di ibu kota wilayah timur, namun dengan serangan Li Yian yang bisa membunuh putrinya tanpa dia ketahui dan tidak bisa melihat maupun merasakan sedikitpun, sehingga tumbuh rasa takut juga.
\=
\=
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
kakang budak
lanjutkan
2023-02-04
0
Matt Razak
mantul 👍
2023-02-02
0
Tampathy Sadewa
aku tertegun, bibirku kelu kehabisan kata pujian. Aduhai...elok sangat alur cerita novel ini
2023-01-26
0