\=Chapter 009. NAM LUTU WASPADA\=
\=
\=
Di kota Dofeng.
Rumah makan umum seketika sangat sepi, karena semua orang kabur saat ada keributan. Li Yian dan Baba Yaga datang ke rumah makan umum, setelah melihat orang yang di serang Li Yian memilih kekayaan cukup banyak, Baba Yaga langsung memeriksa tubuh dari orang yang di kalahkan dirinya dengan cepat.
Setelah mengambil semua kekayaannya, Baba Yaga kegirangan! Karena jarang sekali seseorang membawa beberapa ribu batu kristal Energi Qi berkualitas tinggi.
Baba Yaga berjalan dengan wajah kesombongan karena mendadak menjadi kaya hanya karena membunuh dua pembuat masalah.
Li Yian berdiri di pintu masuk rumah makan umum, karena dia tidak ingin ikut campur dari urusan menjarah orang yang sudah di kalahkan, karena itu hanya kerjaan Baba Yaga saja.
Saat keduanya masuk ke dalam rumah makan umum, pemilik rumah makan sedang bersembunyi di pojokan ruangan belakang! Meskipun dia takut dengan pertarungan barusan, namun rumah makan itu adalah usahanya.
Sehingga dia tidak ingin meninggalkan meskipun harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Saat melihat Li Yian dan Baba Yaga masuk dia hanya bisa bergetar ketakutan, dia tidak berfikir bahwa dua orang berbahaya seperti mereka kembali lagi.
Sedangkan untuk para pelayan sudah kabur karena ketakutan, Baba Yaga dan Li Yian terus masuk dan melihat pemilik meringkuk di sudut ruangan membuat membuat Li Yian bertanya-tanya di benaknya.
'Apakah siluman ada yang ketakutan dan pengecut seperti itu?' tanya Li Yian ke dirinya sendiri di benaknya.
"Tuan pemilik, kemarilah! Berapa biaya makan kita berdua yang ada di meja tengah itu!" ucap Baba Yaga, lalu menunjuk di meja tengah yang besar.
Bahkan mangkuk dan piring bekas masih menumpuk di sana karena tidak ada yang membereskan.
"Tidak-tidak, mana berni kami menagih bayaran kepada tuan-tuan!" ucap pemilik rumah makan umum itu dengan sangat takut.
"Tidak-tidak, kami di sini makan sehingga harus bayar!" jawab Baba Yaga.
Meskipun Baba Yaga berani mengambil milik orang lain, itu karena orang lain yang sudah menyerang dirinya terlebih dahulu! Sehingga Baba Yaga anggap itu sebagai kompensasi.
Sedangkan, untuk pedagang seperti rumah makan umum ini! Maka Baba Yaga tidak akan berani mengambilnya sama sekali.
"Tapi tuan-tuan, saya tidak berani!" ucap pemilik rumah makan umum itu dengan mulut bergetar takut.
"Tidak perlu di pikirkan, saya kira 100 kristal Energi Qi tingkat rendah cukup untuk membayar makanan yang kita makan!" ucap Baba Yaga.
Lalu dia melemparkan sekantong kecil, krista Energi Qi tingkat rendah kepada pemilik rumah makan umum.
"Tuan ini terlalu banyak!" ucap pemilik dengan mendekati Baba Yaga.
"Anggap saja kompensasi, karena hari ini rumah makan umum anda menjadi sedikit kacau!"
Li Yian hanya diam saja mendengar percakapan Baba Yaga dengan pemilik rumah makan umum.
Keduanya akhirnya kembali pergi, tanpa mendengarkan permohonan dari pemilik rumah makan, bahwa yang Baba Yaga bayarkan sangat besar.
Keduanya keluar, kali ini Baba Yaga ingin mengajak Li Yian ke dalam sebuah tempat informasi yang cukup terkenal di dunia bawah alam Tanasilam.
Orang-orang biasa di sana tidak akan tahu, bahwa di kota besar yang ada di wilayah timur alam Tanasilam ada jaringan informasi bawah tanah, Baba Yaga sedikit tahu karena petinggi dari kelompok itu beberapa kali datang ke klan Baba untuk meminta petunjuk untuk informasi yang sedikit sulit terhadap ratu klan Baba.
*
*
*
Di wilayah barat alam Tanasilam.
Di Istana milik Nam Lutu.
Dia masih duduk di singgasana, namun kali ini tidak tenang lagi seperti biasanya karena merasakan bahwa dua dari lima orang yang di utus mati begitu saja tanpa memberikan informasi yang berharga.
"Bidak bodoh..!" ucap Nam Lutu dengan suara keras.
Baaammm..!
Dia membanting meja yang ada di depannya hingga berantakan.
Beberapa orang yang ada di sana hanya bisa gemetar ketakutan, meskipun mereka semua memiliki kedudukan tinggi di luar sana.
Namun di hadapan Nam Lutu dia hanyalah semut, bahkan untuk bernafas saja mereka sangat pelan apalagi untuk berbicara dengan Nam Lutu jika sedang marah, mereka tidak berani.
Nam Lutu waspada setelah menerima cukup banyak kerugian, dia tidak tahu siapa yang memiliki keberanian untuk melawan kelompok yang dia kirim.
Meskipun mereka tidak di perbolehkan menggunakan namanya lagi, karena alasan itu semua sudah cukup untuk di buru oleh klan yang sangat kuat sehingga Nam Lutu mulai hati-hati.
"Padahal hanya sedikit lagi aku bisa mencapai puncaknya seperti kala itu! Namun pengganggu ini mulai bermunculan!" keluh Nam Lutu dengan lirih.
"Kau, selidiki orang yang berani membantai orang-orang ku! Jangan melakukan apapun yang merugikan, cukup menyelidiki saja! Ingat harus hati-hati, mereka bukan orang sembarangan." ucap Nam Lutu pada bawahan yang menurutnya mampu sambil menunjuk.
"Baiklah Yang mulia, akan saya laksanakan!" ucap bawahan itu dengan sopan.
Lalu dia mundur perlahan, dengan cepat menghilang dari ruangan aula utama istana milik Nam Lutu.
"Semuanya bubar, perhatikan seluruh area sekitar! Aku akan mengurung diri untuk meningkatkan kekuatan ku." ucap Nam Lutu mendominasi.
Dia langsung bergegas pergi dengan kecepatan kilat, tubuh Nam Lutu seperti bayang-bayang yang melebur dalam kegelapan.
Para bawahan Nam Lutu tidak tahu kemana perginya Nam Lutu sekarang! Namun mereka merasa seperti di awasi selalu olehnya, sehingga mereka tidak berani berbuat yang macam-macam.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" ucap salah satu bawahan Nam Lutu yang ada di sana.
"Kita ikuti saja perintah Yang mulia tingkatan kewaspadaan, sepertinya orang yang menyerang orang-orang milik Yang mulia bukan orang biasa!" jawab rekan lainnya.
Beberapa dari mereka langsung setuju, akhirnya mereka memilih untuk segera berpencar dan menjalankan apa yang di perintahkan oleh Nam Lutu.
*
Sedangkan Nam Lutu.
Dia kembali ke dimensi jiwa miliknya, dia kembali ke dimensi jiwa untuk menyerap vitalitas yang ada pada inti kristal siluman.
Kumpulan inti kristal inilah yang di hasilkan oleh beberapa bawahnya yang sudah berhasil membasmi beberapa klan kecil dan klan menengah untuk di korbankan agar kekuatan miliknya bangkit seperti sebelumnya.
Nam Lutu tidak peduli seberapa banyak siluman yang akan dia korbankan, yang terpenting dia menjadi kuat kembali.
Lalu tujuan dia tercapai, sehingga ambisi itu tidak boleh padam dan di ganggu oleh orang-orang acak dan bodoh.
Nam Lutu mengumpulkan inti kristal siluman, lalu di tampung di sebuah wadah khusus.
Setelah itu dia langsung bermeditasi untuk menyerapnya, karena tujuan dia tinggal sedikit lagi untuk bisa membuka potensi yang lama telah hilang.
\=
\=
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Ana Dasuki
jozzzz
2023-07-27
0
sahar ludin
lanjut
2023-01-25
0
sahar ludin
seru
2023-01-25
0