\=Chapter 013. MENUJU KLAN BABA\=
\=
\=
Baba Yaga masih terbengong oleh ucapan Li Yian, karena menurutnya Li Yian lebih menghina dia dari pada menghina musuhnya, yang menggunakan pakaian serba hitam itu.
Sehingga dia lambat untuk merespon, namun setelah mendengar Li Yian tidak ingin melawan musuh karena sudah terluka, Baba Yaga juga kehilangan minatnya.
Namun apa yang harus dia lakukan ialah membunuh dia, karena Li Yian sudah menyerahkan kepadanya. Sehingga tidak ada yang perlu di diskusikan lagi.
Sedangkan orang yang menggunakan pakaian serba hitam itu, terpental cukup jauh sehingga tubuhnya langsung gontai dan menabrak dinding dengan keras, di tambah memuntahkan darah cukup banyak.
Di tambah lagi dia juga terkejut dengan kemampuan dua orang di depannya itu yang di anggapnya masih bocah, dia hanya memandang dari rupa tanpa memandang dari aura kuat yang keluar dari mereka dan awalnya sangat meremehkan Li Yian dan Baba Yaga.
Karena dia sangat percaya dengan kekuatan yang di miliki selama ini, itulah mengapa dia bisa menjadi tetua dalam klannya dan termasuk pasukan elit di organisasi yang di dirikan Nam Lutu.
'Siapa sebenarnya dua bocah itu, kekuatan keduanya sangat besar!' ucap orang yang menggunakan pakaian hitam dalam benaknya.
Dia tidak tahu dua rekan lainnya yang di kirim bersama dia keluar dari istana Nam Lutu sudah mati oleh Baba Yaga dan Li Yian.
Setelah itu dia mulai berdiri tegak, lalu mencoba tegar meskipun dalam hati berkecamuk karena rasa takut menjalari pikiran dan tubuhnya, sehingga tubuhnya yang biasanya kuat kini mulai gemetar halus.
"Siapa kalian sebenarnya?" ucap dia dengan bentakan yang cukup kuat, agar tidak terlihat takut dan tertekan oleh Li Yian maupun Baba Yaga.
"Siapa kami tidak penting, karena saudara saya sudah menyerah berarti kamu adalah lawan ku sekarang!" ucap Baba Yaga tanpa banyak basa basi sambil menunjuk lurus ke arah lawannya.
Wooss..!
Baba Yaga langsung bergerak dengan kecepatan tinggi, hingga dalam sekejap mata sudah berada di depan orang yang menggunakan pakaian hitam dan menggunakan topeng.
Setelah Baba Yaga sampai di hadapan orang itu tanpa bisa dia melihat dengan jelas, barulah orang yang menggunakan pakaian serba hitam sadar bahwa kekuatan yang di miliki lawannya berada di atasnya.
Sebisanya dia langsung menyilangkan kedua tanyakan di depan dan mengeluarkan aura maupun tekanan kekuatan maksimal yang di milikinya.
Boooommmm..!
Dua pukulan saling beradu, ruangan bawah tanah itu berguncang hebat! Bahkan yang tadi sudah terkena tabrakan oleh tubuh orang berbaju hitam, kini tambah ambruk dan porak poranda.
Hutan di luar langsung ikut longsor ke dalam tanah karena ada getaran hebat.
Sedangkan Baba Yaga masih tenang setelah beradu pukulan dengan orang itu, dia berdiri tegak melihat batu dinding ruang bawah tanah yang jebol di depannya.
"Hanya satu pukulan sudah seperti itu, bagaimana dengan dua tiga dan seterusnya?" ucap Baba Yaga dengan sombongnya.
"Dia masih hidup!" ucap Li Yian memberi tahu Baba Yaga.
"Aku tahu, cukup lihat saja apa yang akan aku lakukan selanjutnya!" ucap Baba Yaga tanpa menoleh ke belakang ke arah Li Yian berdiri.
Sedangkan di dalam runtuhan dinding batu gua, orang yang di serang Baba Yaga hanya bisa mengerang kesakitan. Karena dia merasakan bahwa tubuhnya seperti hancur lebur tertimpa reruntuhan.
Padahal itu semua akibat tekanan dari kekuatan Baba Yaga yang sudah sangat besar, jika saja hanya terlempar biasa dengan tubuh siluman yang di miliki yang sudah berumur ratusan ribu tahun dia akan baik-baik saja.
Namun karena tekanan dari kekuatan Baba Yaga yang lebih besar dari miliknya, sehingga dia merasa bahwa tubuhnya hancur lebur.
"Sial, aku tidak tahu ada monster kecil seperti itu di alam Tanasilam." ucap dia dengan susah payah.
Brak...!
Dia keluar dengan cepat dari dalam reruntuhan yang menimpanya dengan tatapan tajam di matanya dan amarah yang membara terhadap Baba Yaga.
"Bocah, dari keturunan mana kamu sebenarnya berasal? Bagian bisa mempunyai kekuatan besar tanpa aku kenal?" ucap orang berpakaian serba hitam itu.
Dia sudah mulai waspada, kekhwatiran di dalam pikirannya telah terbayang dengan jelas dari ucapan Nam Lutu kala itu.
Bahwa ada yang mengacaukan rencananya di hutan bagian ini, sehingga dia dan beberapa temannya di utus ke daerah ini untuk menyelidiki tentang orang yang cukup kuat.
Sehingga setelah melihat kekuatan Baba Yaga yang sangat kuat, dia akhirnya mencurigai Baba Yaga dan Li Yian, sebagai orang yang di maksud oleh Nam Lutu.
Setelah di tanya demikian oleh orang itu, Baba Yaga tidak menjawab melainkan malah mengerutkan keningnya karena tidak mengerti maksudnya.
Wooss..!
Boooommmm..
Baba Yaga bergerak dengan kecepatan tinggi lalu menghantam tinjunya yang sangat keras tepat di kepala lawannya hingga pecah, sehingga lawan tidak menjerit saat kematian datang menimpanya.
"Tanyakan saja pada dewa kematian setelah sampai di sana!" ucap Baba Yaga dengan lirih.
Setelah itu dia menengok ke arah belakang, di mana Li Yian berdiri menonton pertarungannya.
"Terlalu lama hanya untuk membunuh orang yang sudah terluka cukup parah sebelumnya!" ucap Li Yian setelah melihat Baba Yaga selesai membunuh lawannya.
"Tidak peduli dengan itu, sekarang kita akan kemana? Apa kita akan tetap menuju ke klan Baba?" Baba Yaga tidak menanggapi pernyataan Li Yian barusan.
Melainkan dia bertanya tujuan setelah ini, karena mereka tidak mendapatkan informasi apapun dari kelompok penjual informasi.
Yang rencananya awalnya dia ingin mengajak Li Yian pergi ke kampung halaman tempat dia berasal, yaitu klan Baba.
"Baiklah kita menuju ke sana!" jawab Li Yian langsung tanpa banyak berpikir.
Itu karena dia tidak begitu tahu alam Tanasilam ini, sehingga dia mengikuti pengaturan dari Baba Yaga yang lebih banyak tahu tentang alam Tanasilam daripada dia.
"Baiklah..!" jawab Baba Yaga singkat.
Setelah itu dia hendak pergi keluar langsung dari gua bawah tanah tempat kelompok penjual informasi bermukim, namun langkahnya terhenti oleh ucapan Li Yian.
"Teman tunggu sebentar, apa kita akan pergi dengan tangan kosong?" tanya Li Yian kepala Baba Yaga.
Setelah mendengar ucapan Li Yian, Baba Yaga langsung tersenyum, dia lupa karena Li Yian membuatnya tidak nyaman sedari awal sehingga dia tidak terpikirkan tentang harta rampasan.
Di karenakan dia di sindir terus menerus, sehingga pikiran Baba Yaga tidak tertuju kepada harta yang ada di sini.
"Sial, kenapa aku bisa lupa akan hal penting itu?" ucap Baba Yaga sedikit memaki kebodohan sendiri.
Akhirnya keduanya langsung menggeledah tempat itu dengan seksama, setelah mengambil semua yang berharga keduanya langsung bergegas pergi menuju ke arah di mana klan Baba berada, dengan Baba Yaga yang memimpin jalan.
*
Di istana yang besar, tempat Nam Lutu sedang bermeditasi! Dia langsung membuka matanya karena merasakan bahwa pion penting yang kuat miliknya telah mati satu lagi.
Dia merasakan karena aura kehidupan yang memancar dari pion itu langsung hilang, di tambah bola kehidupan yang di tanam olehnya milik orang itu juga pecah, pertanda bahwa orang itu sudah mati.
"Ternyata musuh yang aku hadapi memang sangat kuat! Aku harus waspada dan segera meningkatkan kekuatan ku ke masa jaya." keluh Nam Lutu, padahal dia sedang fokus untuk menyerap inti kristal siluman yang ada di bejana, namun karena pengaruh dari jiwanya yang terkoyak sehingga dia sadar kembali.
Namun dia tidak begitu sedih, sehingga melanjutkan kembali meditasi untuk mengembalikan kekuatan yang beberapa waktu hilang.
\=
\=
Hay semua.
Maaf author tidak ada kabar beberapa bulan lalu, karena di kehidupan real lagi ada sedikit masalah sehingga fokus di rl dulu.
Maafkan author jika membuat kalian kecewa 🙏🙏
Sekarang novel ini akan author lanjutkan, sedikit demi sedikit! Semoga sampai tamat. Harapan author semoga kalian semua tetap berkenan untuk membacanya kembali.
Terimakasih semuanya 😁.
..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Itachi Uchia
vote,like,gift,komeng meluncur
2024-01-14
0
Nurul Pky
lanjut yes
2024-01-13
0
Ana Dasuki
muantab
2023-07-27
0