Ming Ming yang mendengarkan ajakan kakak pelanggan tersebut langsung mengangguk dengan muka yang berbinar senang dan membuat hati Yoru berdebar-debar.
Degg...degg...
Terdengar sangat jelas suara jantungnya yang berdetak kencang ketika menatap keimutan dan kemanisan Ming Ming dimatanya itu.
Membuat Yoru menahan diri dengan menutup mukanya dengan salah satu tangannya. Dan dia membuang mukanya dari tatapan Ming Ming saat itu sangat imut di matanya.
Sementara sikap tiba-tiba saja yang Yoru lakukan membuat Ming Ming bingung dan sedih ketika dia berpikir jika sebentar lagi kakak tersebut akan membuangnya.
"Nàgè kěkě jiù zhème tǎoyàn wǒ ma?" batin Ming Ming antara bingung sama sedih karena sikap Yoru yang membuang mukanya saat menatapnya.*
"Bagaimana dia bisa sebegitu imut dan kecil?" batin Yoru ketika dirinya melihat keimutan yang menyerangnya. Perasaan yang tidak dia ketahui tiba-tiba saja yang dia rasakan. Sehingga saat ini dia ingin membawa Ming Ming ke dalam genggamannya dan melindunginya dari marabahaya. Dia segera menurunkan Ming Ming dengan lembut dari pangkuannya walaupun Yoru tidak rela melepaskan gadis kecil itu dari pelukannya.
Sementara itu ketika Ming Ming tahu jika dia tidak akan dibebaskan, dia memohon kepada Yoru dengan sangat. Dia tidak ingin kakak tersebut batal janji membawanya pergi jauh dari tempat yang menurutnya sangat menyeramkan. Dia segera menggegam tangan Yoru dengan tangan mungilnya dan memberikan tatapan yang sangat membuat orang tidak tega saat menatap dirinya.
Dengan menahan tangis, dia bersuara yang terdengar membuat orang tidak tega menyakitinya.
"Dàgē bùyào líkāi wǒ. Dài wǒ zǒu. Wǒ huì zūnshǒu" kata Ming Ming dengan menggegam tangan Yoru dengan tangan mungilnya dan tatapan mata yang hampir menangis namun tetap imut.*
Tingkah laku Ming Ming membuat Yoru tercengang pasrah. Dia sama sekali tidak bisa melawan keimutan yang tiada tara yang berada di depan matanya. Namun yang membuat Yoru lebih terkejut ketika dia mendengar perkataan gadis kecil yang sudah mencuri hatinya itu.
"Sejak kapan aku mau meninggalkannya? Apa dia berpikiran seperti itu? Tidak, dia tidak boleh berpikiran seperti itu" batin Yoru dalam hatinya ketika dia mendengar ucapan Ming Ming yang salah paham terhadap dirinya.
Dia berusaha menghibur Ming Ming dengan perkataan yang lembut
"Nǐ zhège dàgē bù huì shíyán de" ucapnya dengan nada lembut dan satu tangannya mengelus kepala Ming Ming.*
Tidak lupa juga dia menyuruh Ming Ming untuk makan yang masih belum dia sentuh sama sekali.
Sementara itu Ming Ming sempat menolaknya meski air liurnya menetes karena sangat ungin mencicipinya.
"Nǐ bù chī míngmíng ma? Bùyào yóuyù chī" ucap Yoru dengan ramah kepada Ming Ming dan menyuruh Ming Ming makan makanannya.*
Sementara itu Ming Ming menolak dengan sopan karena dirinya takut akan intimidasi oleh Yoru.
"Wǒ hěn hǎo, xiānshēng" ucap Ming Ming berkata dengan lembut dan menolak sedikit sopan.* Dia takut tamu yang dihadapannya ini yang sudah menjanjikan kebebasan kepadanya akan marah besar dan membatalkannya.
Sementara Yoru tidak terlalu memfokuskan perkataan Ming Ming namun dia fokus dengan satu kata yaitu panggilan "tuan" kepadanya. Dia sangat berharap jika Ming Ming akan menanggilnya dengan nada manja yaitu "gege" bukan "tuan". Membuat dia mengeluarkan aura yang sangat menakutnya bagi yang satu ruangan dengannya termausk Ming Ming.
Ming Ming yang melihat aura seram tersebut sudah ketakutan dan menahan suara tangisannya keluar.
"Dàgē zhēn de shì qì sǐ wǒ bù chīfànle ma?" batinnya karena melihat reaksi Yoru pada saat dia menolak ucapan Yoru.* Padahal Yoru bukan marah karena Ming Ming menolak perintahnya namun karena gadis kecil itu telah memanggilnya sebutan "tuan" yang sangat dia benci dari ucapan yang keluar dari gadis kecil yang ingin dia sayangi tersebut.
"Apakah aku terlalu tua sehingga dia menyebutku "tuan"?" batinnya dengan kesal ketika dirinya mendengar kata "tuan" dari mulit mungil gadis kecil tersebut.
"Padahal aku ini sangat muda dan tampan" batinnya kembali tidak terima ketika dia mengingat kata tersebut. Dia segera ingin menyeruh Ming Ming untuk mengganti panggilan terhadapnya. Namun ketika dai mendongak dia sudah mendapati jika air mata Ming Ming sudah hampir merembes keluar dari mata cantiknya.
Ketika dia melihat permandangan tersebut dengan segera dia menyesali perbuatannya dan segera menghampiri gadis tersebut dengan lembut dan mengusap air matanya yang sudah mulai menggenangi mata bulat besar yang sedikit menatapnya sambil gemetaran.
"Nǐ wèishéme kū, hēi?" tanya Yoru penasaran akan jawaban yang diberikan oleh Ming Ming atas pertanyaannya.*
"Shīfu xīshōu lì hěn qiáng" ucap Ming Ming dengan nada sedikit tercekat.*
"Nǐ shēngqì shì yīnwèi wǒ jùjuéle nǐ de mìnglìng ma?" ucapnya kembali.*
Seketika Yoru terkejut dengan pikiran gadis kecil yang berada di hadapannya.
"Kenapa dia memikirkan seperti itu? Aku tidak marah jika dia menolak untuk makan disini" batin Yoru ketika mendengar ucapan jujur dari gadis kecil tersebut.
"Bù, wǒ bùshì yīnwèi nǐ jùjuéle wǒ de mìnglìng ér shēngqì" ucap Yoru jujur membuat gadis kecil tercengang terkejut karena dia salah paham dengan tindakan Yoru.* Namun gadis kecil tersebut dengan sedikit keberanian dia bertanya kembali kepada Yoru.
"Rúguǒ shì zhèyàng, shì shénme ràng nǐ shēngqì?" ucap gasi kecil tersebut dengan nada yang sedikit terbata-terbata karena sedang menguasai ketakutannya.*
"Yǐhòu bùyào jiào masterle" ucap Yoru dengan menunjukkan mimik yang tidak mau dibantah oleh siapa pun.* Mimik yang sangat khas bagi seorang tuan muda kecil Yoru.
Ming Ming yang mengerti lantas segera bertanya kembali setelah menanggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.
"Rúguǒ shì zhèyàng, nǐ huì zěnme chēnghu tā?" tanya Ming Ming dengan nada yang menggemaskannya dan didengar oleh Yoru membuat dirinya semakin tidak tahan untuk segera membebaskan Ming Ming dari tempat sengsara gadis kecil tersebut.*
Dengan wajah yang memerah Yoru menjawab dengan nada yang berharap.
"Jiào wǒ dàgē" ucap Yoru yang nada bicaranya seperti memohon kepada Ming Ming untuk segera memanggilnya dengan sebutan "gege" itu.*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Note :
Jika ada tanda * maka menggunakan bahasa Mandarin aksen sederhana. Untuk saat ini dan seterusnya Author mau pakai pinyin untuk setiap percakapan para tokoh.
Kamus :
Nàgè kěkě jiù zhème tǎoyàn wǒ ma? = Apakah Kakak itu sebegitu membenciku?
Dàgē bùyào líkāi wǒ. Dài wǒ zǒu. Wǒ huì zūnshǒu = Kakak jangan tinggalkan aku. Bawa aku pergi. Aku akan patuh.
Nǐ zhège dàgē bù huì shíyán de = Kakak kamu tidak akan mengingkari janjinya.
Nǐ bù chī míngmíng ma? Bùyào yóuyù chī = Apakah kamu tidak makan Mingming? jangan ragu untuk makan.
Wǒ hěn hǎo, xiānshēng = Saya tidak apa-apa tuan.
Dàgē zhēn de shì qì sǐ wǒ bù chīfànle ma? = Apa kakak laki-laki itu benar-benar marah karena aku menolak makan?
Nǐ wèishéme kū, hēi? = Kenapa kau menangis,hem?
Shīfu xīshōu lì hěn qiáng = Tuan sangat menyerapkan.
Nǐ shēngqì shì yīnwèi wǒ jùjuéle nǐ de mìnglìng ma? = Apa tuan marah karena aku menolak dengan perintah tuan?
Bù, wǒ bùshì yīnwèi nǐ jùjuéle wǒ de mìnglìng ér shēngqì = Tidak, aku tidak marah karena kau menolak dengan perintahku.
Rúguǒ shì zhèyàng, shì shénme ràng nǐ shēngqì? = Lalu jika begitu, apa yang membuat tuan marah?
Yǐhòu bùyào jiào masterle = Aku ingin kau tidak memanggil tuan sejak sekarang.
Rúguǒ shì zhèyàng, nǐ huì zěnme chēnghu tā? = Kalau begitu mau dipanggil apa?
Jiào wǒ dàgē = Panggil aku kakak laki-laki.
Dilanjut besok ya.... Penasaran dengan Gege Yoru yang udah bucin dengan adik perempuan barunya. Like, favorit, rate 5 dan comment.
Arigatou gozaimase.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments