Di sekolah
Yoru seperti biasa mengikuti pelajaran di kelas dengan serius. Agar dirinya tidak mengulang kembali pelajarannya saat di rumah. Semua pelajaran diserapnya dengan baik dan disimpan di memori otaknya yang bagus.
Jam istirahat berbunyi, guru-guru menyelesaikan penjelasan materinya dan meminta para murid untuk memberi salam kepada guru yang mengajar mereka. Setelah memberi salam, mereka bergegas menuju kantin sekolah. Kantin sekolah menjadi sesak penuh murid-murid yang berjubel tidak mau mengantre untuk memesan makanan mereka. Berdesak-desakan membuat udara di sekitar kantin makinpanas dan sumuk. Banyak murid-murid yang tidak suka keramaian memilih untuk menunggu agar kantin sedikit sepi.
Yoru yang sudah berjanji kepada papi dan maminya untuk mencari teman berusaha mendekati seorang teman di kelasnya dan menyapanya. Temannya yang bernama Shibisu. Yoru menyapanya dengan senyuman manisnya.
"Hai," safa Yoru singkat
"Oh hai, Yoru," ujar Shibisu merasa keheranan melihat Yoru menyapanya.
"Ada apa, Yoru, apa yang kau butuhkan?" kata Shibisu
"Err..eehhmm.. bolehkah aku berteman denganmu, Shibisu?" tanya Yoru dengan polos
Teman sampingnya Shibisu hampir saja menyemburkan makanan yang diminta akibat mendengar permintaan Yoru yang jarang mereka dengar bahkan tidak pernah mendengar.
Yoru berharap penuh dengan mimik yang cukup membuat orang tidak tega menolak langsung.
Shibisu pun mengiyakan permintaan Yoru dan membuat Yoru senang.
"Terima kasih Shibisu, kau teman pertamaku," ucap Yoru dengan semangat.
"Memangnya Khun apamu?" tanya Shibisu penasaran
"Dia sahabatku," jawab Yoru
"Ooh begitu," ucap Shibisu.
"Apakah kamu suka bermain game?" tanya Yoru
"Game ya? Aku sangat suka," ucap Wangnan yang merupakan teman sebelah Shibisu.
"Aku bisa rekomendasikan untukmu, Wangnan" ucap Yoru.
Wangnan kaget dari mana Yoru mengingat namanya. Seingatnya, Yoru sangat pendiam dan menjauhi hubungan dan bersikap dingin dan cuek. Dan hanya hangat kepada Khun saja. Dia tidak tahu bahwa Yoru memiliki kepribadian yang cukup menyenang juga. Apalagi Yoru sangat menyukai game dan bisa menjadi teman bermainnya pikir Wangnan.
"Apa kau mau bermain di rumahku, sebagai teman bermain," ucap Wangnan
"Boleh, tetapi aku ajak Khun ya?" ucap Yoru
Meskipun dia memiliki dua teman pertamanya, namun Yoru tidak pernah melupakan Khun, sahabatnya. yang sudah bersamanya sejak mereka kecil.
"Boleh, banyak juga seru." ucap Wangnan
"Kau bermain pakai apa?" tanya Yoru
"Aku di rumah ada PC sih, kalau kau?" tanya Wangnan
"Kalau aku ada PC, PSP, dlln, lupa aku," ucap Yoru polos ketika menghitung perangkat permainannya
Wangnan dan Shibisu merasa kaget mendengarnya. Pasalnya, mendengar perangkat itu mereka dianggap orang kaya. Dan mereka tidak menyadari jika Yoru merupakan anak orang kaya. Namun, Yoru tidak pernah menunjukkan. Sehingga mereka hanya menganggap bahwa Yoru merupakan orang yang tertutup.
Jam istirahat berbunyi kembali menunjukkan istriharat sudah selesai daan murid-murid memasuki kelas mereka masing-masing sembari menunggu guru yang masuk untuk mengajar kelas mereka. Guru memasuki kelas masing-masing untuk mengajar sesuai jadwal pelajaran, ketua kelas di setiap kelas memimpin teman-temannya untuk memberi salam kepada guru mereka dan sesudah itu mereka menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru mereka. Mereka mengikuti pelajaran hingga sampai bel selesai sekolah berbunyi. Ketika bel sekolah selesai berbunyi tepat jam 1 siang, para siswa memberi salam kepada guru yang mengajar di jam terakhir.
Biasanya sebelum murid-murid mengemasi barang-barang dan dimasukkan ke dalam tas. Ada beberapa guru yang memberikan tugas atau pr kepada muridnya untuk nilai tugas. Di kelas Yoru, guru biologinya memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan keesokan harinya setelah memberi tugas, gurunya mengakhiri pelajaran dan meminta para siswa untuk membereskan semua barang mereka yang ada di atas meja. Setelah itu guru tersebut menyuruh untuk ketua kelas memimpin ucapan selamat pulang dengan teman-temannya dan bergegas keluar dari kelas mereka dan pulang kembali ke rumahnya.
Sesudah keluar dari kelasnya, Yoru segera menelepon mami kesayangannya untuk menjemput dirinya Panggilan Yoru ke maminya langsung diangkat oleh maminya.
"Mami, Yoru sudah pulang," ucap Yoru
"Sayang, sebentar lagi Mami sampai ke sekolahmu," ucap maminya dengan lembut.
"Baik Mami, Yoru menunggu kedatangan Mami," ucap Yoru santai.
"Yoru, Mami tutup ya, kalau kamu lapar, kamu bisa beli kue di kantin, Mami akan ke sana menjemputmu," ucap maminya sebelum menutup teleponnya
"Oke Mami, hati-hati, ya, Mami" ucap Yoru
"Oke sayang, bye sayang, tunggu saja," jawab maminya dan langsung menutup teleponnya.
Yoru langsung menuju kantin dan memesan beberapa makanan untuk dirinya dan maminya karena menurut dirinya, masakan kantin cukup enak. Yoru di sekolah dikenal dengan sikap cuek, dingin, pemilih dan tidak pernah mengurusi masalah orang lain, kecuali masalahnya Khun. Namun, kali ini kedatangannya di kantin membuat staff kantin merasa terkejut sekaligus senang, karena siswa satu ini yang dikenal paling anti datang ke kantin akhirnya menginjak kakinya di kantin dengan gaya seperti biasanya, Yoru memesan makanan yang menurutnya enak dan membeli juga untuk maminya. Dia ingin maminya mencoba kesukaannya yang ada di sekolah. Sebenarnya, bukan Yoru tidak pernah membeli makanan di kantin tetapi, dia selalu menitip kepada Khun, karena dia paling benci keramaian dan kantin biasanya pada jam istirahat selalu ramai. Untuk mencegah dirinya berdesakan dengan murid lainnya, dia selalu memberikan uangnya dan menitip ke Khun dan sambil menunggu maminya, dia bermain game yang baru saja dia unduh. Game tersebut baru saja dirilis dan sempat booming di dunia maya dan komunitas gamers yang dia ikuti.
Dua puluh menit kemudian, Yoru masih sibuk bermain gamenya dan dia tidak menyentuh makanannya karena menunggu kedatangan maminya. Dia hanya mau menyantapnya bersama dengan maminya. Dia juga mengecek apakah maminya mengirim pesan kepadanya. Pada saat dirinya mengecek makanan apakah makanannya masih ada tidak diambil untuk dibersihkan, suara hak sepatu yang terdengar familier di telinga Yoru mendekatinya. Segera saja Yoru mengangkat kepalanya dan tersenyum riang.
"Mami," panggilnya dengan manja
"Hai sayang, maafkan Mami, ya, membuatmu menunggu ya," jawab maminya merasa bersalah.
"Tidak, Mami, Yoru tidak menunggu kok," jawab Yoru menghibur maminya.
Staff kantin melihatnya dan mendapatkan shock lagi, karena mengetahui sifat aslinya Yoru. Murid yang dikenal dengan sikap cuek, dingin dan tidak pernah mendekati orang lain dan ini yang mereka lihat merupakan berbanding terbalik dengan apa yang mereka dengarkan dari gosip cewek-cewek yang ditolak oleh Yoru.
Namun, seperti biasa Yoru cuek saja dengan tatapan mata orang lain yang heran dan tetap melanjutkan manjanya dengan maminya. Maminya yang seperti biasa mengetahui sifat anaknya di sekolah hanya tersenyum manis dan menambahkan kecantikan di wajah awet mudanya.
"Mami," ucap Yoru cemberut karena merasa mami kesayangannya mencuek dirinya yang tampil imut hanya di depan sang mami.
"Ada apa sayang," tanya maminya dengan lembut
"mengapa Mami tidak memperhatikan Yoru malah liat ibu-ibu kantin?" tanya Yoru yang cemburu sambil menanyakan hal memalukan.
"Sayang, habis Mami tahu kalau kamu berbeda di sekolahmu, jadi lucu jika mereka tahu kalau kamu anak yang manja sekali," ucap maminya bahagia mengetahui anaknya cemburu sama halnya dengan sang suami yang mudah cemburu,
"Ah memang tidak bapak tidak anak, sama-sama suka cemburu," batin sang maminya mengetahui sikap anak kesayangannya menurun dari sang suami.
"Hu, biarkan saja Mami, Yoru kan hanya senang manja sama Mami," ucapnya dengan nada manja.
"Oh iya Mami, ini makanan kesukaan Yoru di kantin,Yoru ingin Mami menikmatinya," jawab Yoru lagi dengan nada manja dan riang di wajah polos tampannya.
Maminya hanya bisa mengelus wajah putra semata wayangnya dengan mengangguk. Lalu mencoba masakan yang dibeli Yoru untuk dirinya. Yoru juga ikut menikmati bersama dengan mami kesayangannya.
"Bagaimana Mami? Enakkan?" tanya Yoru lagi dengan harap jawaban maminya yang memuaskan dirinya.
"Iya sayang, Mami jadi suka karena kamu suka," kata maminya
"Iya awalnya Khun yang merekomendasikan, lama-kelamaan Yoru jadi ketagihan, hehe…" ucapnya dengan nada riang dan cerianya
Yoru berceloteh sambil makan dan riang sekali. Dia menceritakan tentang makanan yang awalnya dia tidak suka karena bukan masakan maminya. Maminya mendengarkan sambil menatap gemas melihat wajah anaknya yang masih imut dan polos yang tidak berubah seperti wajahnya pada saat masih bayi.
"Mami, kapan-kapan ajak papi yuk, menikmati makanan kesukaan Yoru di sekolah," jawab Yoru
"Iya sayang, tetapi Mami bungkus dahulu ya, setidaknya papi bisa mencicipinya dahulu," bujuk maminya
"Iya Mami, tenang saja, Yoru udah meminta ibu kantin untuk membungkusnya," ucap Yoru lagi.
"Aduh sayang kamu sigap sangat, ya," puji maminya
"Hehe, aku kan kesayangannya papi Mami, jadi tahu keinginan papi Mami," ucap Yoru bangga
Setelah makan, maminya mengajak Yoru pulang. Di mobil dia bercerita jika dia berhasil mendapatkan dua teman pertamanya. Dia juga bercerita jika nanti sore dia akan kerumah temannya untuk bermain. Maminya yang mendengarnya merasa terharu karena anaknya beneran mengorbankan keinginan Demi mewujudkan senyum bahagia di wajah papi maminya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Shin-ka
Ditunggu update nya :D
2022-11-13
2
Mas Halu
Yok update lagi, semangat 🔛🔥
2022-11-09
3