Sudah sebulan Yoru masih koma dan tidak ada penandahan tubuhnya jika mulai membaik. Tubuhnya masih ditempeli peralatan medis yang dipantau oleh dokter-dokter yang profesional dan berpengalaman di bidangnya yang sudah ditugaskan dan ditunjuk oleh papa Yoru. Pengarahan dari beberapa dokter yang profesional yang didatangkan dari berbagai negara oleh tuan Kedrict untuk mengobati putra tercintanya, Yoru Kedrict. Mereka mengawasi dan mengobati tuan mudanya agar profesi mereka tidak terancam karena tidak bisa menyembuhkan penyakit langka dari putra konglomerat Indonesia.
Sementara itu papa dan mama Yoru masih dengan setia dan tidak berhenti menjenguk putra satu-satunya kesayangan mereka. Mereka juga terkadang memandikan dan membersihkan tubuh putra semata wayangnya selain itu juga mereka memeluk dan membelai kepalanya dengan penuh kasih sayang dan tidak lupa mereka menghujani dan menciumi pipi tembem anaknya yang terlihat tertidur dengan lelap dan tenang.
Terkadang kepala pelayan keluarga mereka juga datang dan merawat tuan kecilnya jika tuan dan nyonyanya pulang kembali ke rumah karena tuannya sangat menghawatirkan kesehatan istri tercintanya.
"Tuan muda, saya harap Anda bisa berjuang untuk kembali sehat lagi," ucap kepala pelayan dengan nada kecil ketika selalu melihat dan menjenguk tuan kecilnya yang badannya hampir seluruhnya ditempeli peralatan medis yang tidak dia mengerti namanya dan fungsinya.
Selain kepala pelayan, beberapa pelayan yang setia merawat tuan kecil mereka menjenguk mereka jika diperbolehkan oleh tuannya. Ketika melihat tuan kecilnya yang biasanya dilalui dengan riang dan sekarang terbaring lemah tidak berdaya dan badannya ditempeli alat medis untuk mempertahankan hidupnya. Mereka menangis karena tidak tahan akan penderitaan tuan kecil kesayangan mereka.
"Tuhan, mengapa tuan kecil begitu menggenaskan?" ucap salah satu perawat tuan kecil ketika melihat tubuh tampan tuan kecilnya yang keliatan tertidur dengan muka damai.
Tidak hanya pelayannnya yang merasa bersalah kepada tuan kecilnya, kedua orangtuanya Yoru juga merasa bersalah ketika melihat putra kesayangannya jatuh sakit hingga parah karena ulahnya.
Malam harinya di ruang perawatan eklusif, tuan dan nyonya Kedrict mengamati sambil mengelus lembut rambut putranya yang sudah dicuci dan dibersihkan oleh kepala pelayannnya tadi siang. Mereka sangat mencemaskan dengan kondisi putranya yang tidak ada perubahan sama sekali selama sebulan ini.
"Sayang, bagaimana dengan keadaan Yoru? Apalagi ini akan memasuki bulan kedua sejak Yoru koma, yang," tanya Mamanya karena tidak tahan akan penderitaan anaknya yang koma dan tidak ada perubahan sama sekali selama sebulan ini.
"Aku juga tidak tahu, honey. Semua dokter profesional dari luar negeri sudah aku datangkan untuk merawat anak kita. Bahkan minggu ini belum ada tanda-tanda stabil bahkan membaik," ucap suaminya memeluk sang istri tercintanya dan mengecup kening istrinya dengan manis.
"Apakah kita perlu membawa Yoru ke luar negeri?" tanya istrinya dengan penuh harapan akan kesembuhan putra kesayangannya.
"Untuk saat ini belum bisa sayang.Kita saat ini tidak bisa membawanya ke mana-mana," ucap suaminya menjawab istrinya dengan lembut.
Mendengar jawaban sang suaminya membuat air mata mama Yoru kembali menetes sehingga membuat suaminya merasakan sakit di hatinya karena melihat wanitanya menangis.
"Maafkan aku yang, karena aku Yoru seperti itu," ucap suaminya kembali. Dia menyesali perbuatan sebulan yang lalu yang membuat putra kesayangannya sampai koma.
"Tidak apa-apa sayang, aku juga bersalah karena aku tidak segera mendatanginya," ucap sang istri sambil menangis membuat suaminya makinbersalah terhadap anak dan istri tercintanya.
Suaminya mengeratkan pelukannya kepada istrinya untuk menenangkannya sementara itu istrinya menangis keras di dada bidang suaminya. Suaminya makin menyesal sudah membuat istrinya mengeluarkan air mata berharganya.
Setelah beberapa jam mama Yoru sedikit bisa mengontrol kesedihannya. Dia tidak ingin buah hatinya makinkhawatir dengan dirinya jika buah hatinya tahu jika dia menangis kencang karena kondisi putra semata wayangnya. Dia mendongakkan wajah cantiknya yang sembap itu dan sedikit tersenyum kepada suaminya. Suaminya melihat mata sembap istrinya segera menghapus sisa bulir air mata tersebut dan mengelus lembut rambut wanita yang dia cintai.
"Aku tidak ingin kau mengeluarkan air matamu yang berharga itu," ucap suaminya sambil mencium kening istrinya setelah mengelus lembut rambut yang terawat halus itu.
"Hmm kau cemburu lagi," ucap istrinya cemberut
"Aku tidak cemburu ya," ucap suaminya mengelak
"tetapi kau tidak ingin aku menangis karena anak kita," ucap istrinya lagi.
"Apa kau lupa, hemm?" tanya suaminya kembali dengan nada lembut dan kasih sayang.
"Memangnya apa yang kau katakan?" tanya istrinya dengan mimik polos yang dimatanya sang suami amat sangat menggemaskan.
Papa Yoru melihat istrinya yang begitu menggemaskannya sampai tidak ingin berbagi dengan siapa pun termasuk kepada darah dagingnya sendiri. Dia hanya ingin mama Yoru adalah miliknya.
"Aku pernah mengatakannya aku akan membuat dirimu menjadi wanita paling bahagia. Aku berjanji tidak akan membuat dirimu menangis, honey," ucap papa Yoru mengggegam lembut tangan mungil istrinya itu.
"tetapi kau membuatku menangis kan?" protes istrinya dengan nada imutnya.
" Ya, ya, aku salah, sayang. Aku kali ini membuatmu menangis," ucap papa Yoru yang bersalah kepada istrinya.
...****************...
Sementara itu di kediaman keluarga Yoru.
Mereka tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan Yang maha esa untuk kesalamatan tuan kecil mereka yang sampai saat ini belum sama sekali membaik.
"Tuhan selamatkan tuan kecil kami. Dia sangat menderita," batin salah satu pelayan di sana.
"Dia masih sangat kecil, Tuhan. Kami berdoa untuk kesembuhannya," doa salah satu pelayannya juga yang mendoakan tuan kecil mereka yang amat menggemaskan dan sopan.
Begitu juga dengan kepala pelayan yang sudah merawat tuan kecilnya dari bayi juga turut mendoakan tuan kecilnya agar segera membaik dan siuman dari komanya dan bisa kembali riang lagi.
"Tuan kecil, tanpamu mansion ini terasa sepi dan tidak ada keceriaan dari tuan kecil," batin kepala pelayannya yang sudah berada di mansion tuannya. Dia sangat menyangi tuan kecilnya yang sudah dia besarkan dari bayi.
"Tuan kecil, liat semuanya sangat menyayangimu dan ingin kau kembali ke tempai ini bersama-sama dengan kami," batinnya kembali sambil tetap mengurus pekerjaannya.
"Kami juga tidak ingin tuan kecil pergi begitu cepat meninggalkan kami. Apalagi tuan besar pasti akan kembali kejam seperti dahulu lagi tanpa orang yang disayanginya," batinnya kembali. Dia sangat berharap jika tuan mudanya kembali bersama mereka karena tuan besarnya sudah mulai mengamuk akibat tidak ada satu pun yang bisa mengembalikan kesehatan putra tercintanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa untuk like dan comment episode ini ya.
Bagi yang belum rate dan subscribe bisa pencet tombol subscribe dan rate ya.
Selalu dukung karya Auhtor. Arigatou gozaimase mina-san. Sayonara. Love you
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments