10. Kecemasan Yoru

Sementara kepala pelayan keluarga Yoru yang sudah setia sejak papi Yoru kecil mendengar teriakan tuan kecilnya dan segera menghampiri tuan kecilnya itu.

"Tuan kecil, anda jangan lari-lari, Anda jangan terlalu tergesa-gesa," ucap kepala pelayan dengan nada khawatir.

"maaf Paman, maafkan Yoru yang sedikit berlari mencari Paman," ucap Yori menyesal dengan nada imutnya sambil menggos-mengos karena kecapekan di hadapan kepala pelayan yang ikut merawatnya sejak dirinya baru saja dilahirkan.

"Iya, iya, Paman hanya mengingatkan tuan kecil agar selalu berhati-hati. Tuan kecil ada apa mencari saya?"  tanya kepala pelayan tersebut.

"Apakah Paman melihat papi dan mami?"  tanya Yoru dengan nada penasaran.

"Tuan dan nyonya? Mungkin masih mandi karena nyonya pagi ini mengeluh tubuhnya ada yang sakit," jawab kepala pelayan dengan raut khawatir akan nyonyanya.

"Apa mami sakit?"  tanya Yoru dengan cemas.

"Hanya kecapean saja tuan kecil dan saya harap Aanda jangan terlalu berlebihan," ucap kepala pelayannya menenangkan tuan kecilnya yang takut dan khawatir jika penyakit tuan kecilnya akan kambuh karena mencemaskan nyonyanya.

Kepala pelayan mengetahui jika tuan kecilnya mencemaskan nyonya karena tuan dan nyonya juga mencemaskan tuan kecil. Namun terkadang kecemasan tuan kecil sangat berlebihan jika menyangkut kesehatan tuan dan nyonya.

Setelah Yoru mendengar kabar maminya jika maminya kecapean, dirinya segera pergi meninggalkan kepala pelayan dan lari ke kamar utama kedua orangtuanya sambil mencemaskan sang maminya.

"Mami,Mami, apakah kamu sakit?"  cemas Yoru sambil berteriak di depan pintu kamar kedua orangtuanya sesudah dia sampai ke kamar kedua orangtuanya.

Maminya mendengar dari dalam pada saat anaknya berteriak mencemaskan dirinya.

"Sayang, lepaskan aku, udah selesai mandinya dong," rengek sang istrinya karena suaminya belum selesai memandikannya.

"Belum sayang, belum selesai memandikanmu,"  ucap sang suaminya sambil memandikan istrinya karena istrinya kesakitan akibat kemarin malam yang disebabkan oleh pembuatannya.

"tetapi anak kita udah berteriak cemas, apakah kamu tidak kasihan kepadanya"  ucap maminya Yoru memohon kepada suaminya agar suaminya melepaskan dirinya agar dirinya bisa bertemu dengan anak semata wayangnya yang amat dia sayangi.

"Baiklah sayang, tetapi aku cemburu kepada anak kita karena kau sangat mementingkannya ketimbang diriku ini,"  ucap sang suaminya sambil berdiri keluar dari bathub dan mengendong sang istri keluar dari bathub dan membawa ke kasur dan mengeringkan dengan handuk.

"Cemburu apa sih kamu, sayang, dia anak kita. Masa iya kamu cemburu in anak kecil, apalagi anak kita," ucap sang istri yang tidak percaya jika suaminya mencemburuin anak mereka yang menggemaskan.

"Hhm, sedikit karena perhatianmu teralihkan kepada anak kita," ucap sang suami yang masih telaten memakaikan baju kepada sang istri dengan lembut dan berhati-hati.

"Ish kamu seperti anak kecil, mudah sekali cemburu bahkan sama anak sendiri," ucap istrinya sambil menggelengkan kepalanya karena heran dengan sikap suaminya yang menurutnya aneh karena cemburu pada anak sendiri.

Sementara itu Yoru masih mengetok cemas karena kekhawatiran keadaan maminya tersebut.

"Papi, Mami apakah berada di kamar?"  tanya Yoru cemas

"Tuh kan anak kita sangat mencemaskan kamu, sayang,"  ucap papi Yoru sedikit cemburu di dalam kamarnya. 

"Baguslah itu berarti tandanya dia sangat sayang kepadaku," ucap maminya.

"Papi...Papi.. bukakan pintunya, Yoru ingin melihat Mami,"  ucap Yori dengan suara cemasnya.

Papinya menyadari jika Yoru mengidap kecemasan yang berlebihan sejak kecil. Sehingga dia membukakan pintu kamarnya agar putra semata wayangnya tidak terjadi apa-apa karena mencemaskan maminya begitu tinggi melebihi dirinya dan itu akan menimbulkan kambuhnya penyakit langkahnya yang sudah putranya derita sejak masa dia dilahirkan.

Pada saat papinya membukakan pintu kamarnya, papinya sangat terkejut melihat wajah anaknya yang memerah dan sudah tersengal-sengal. Membuat sang papi sangat panik terhadap penyakit anaknya yang kambuh. Namun berbeda dengan Yoru, dia tidak peduli lagi dengan keadaan dirinya yang sudah hampir pingsan akibat efek kecemasan yang akut.

"Papi... huhhff.... Mami apakah ba...baik.. baik-baik sa..saja?" ucap Yori sambil tersengal-sengal.

Sementara maminya punya firasat buruk segera keluar dan menuju pintu kamarnya dan sangat terkejut melihat penyakit anaknya kambuh akibat kecemasan berlebihan jika keluarga mereka atau salah satu dari mereka yang jatuh sakit maka penyakit putra kesayanganya akan kambuh.

"Sayang kecil Mama, mengapa kamu?" ucap maminya cemas.

"Mami, apakah Mami sudah enakan?"  tanya Yoru tanpa menjawab pertanyaan dari sang mami.

Papinya yang menyesal karena tidak segera membuka pintu kamar tidurnya mengakibatkan putra kesayangannya mengalami penyakitnya yang kambuh. dahulu pada saat sang istri sempat kecelakaan, Yoru pada saat itu berusia 5 tahun dan harus koma akibat mencemaskan dirinya secara berlebihan. Dan ini kejadiannya terulang kembali. Membuat papinya sambil menangis mengelus putra kesayangannya dengan menyesal.

"Maafkan Papi Yoru, Papi tidak segera membukakan pintu untukmu. Papi tahu kau sangat mencemaskan Mami," ucap papi Yoru dengan nada menyesalnya sambil mengelus rambut putra kesayangannya.

"Tidak apa-apa, Papi, Yoru tahu Papi juga khawatir sama Mami," ucap Yoru malah memberikan jawaban yang membuat papinya merasa bersalah.

Setelah menjawab seperti itu, napas Yoru makin tidak terkendali dan membuat dirinya kesulitan bernafas. Wajahnya sudah memerah karena kesulitan bernafas dan pusing kepalanya sudah menderanya. Sehingga Yoru hanya bisa menahannya karena tidak ingin membuat papi maminya khawatir dan cemas terhadapnya.

"Mami...mami... bawa Yoru ke kamar saja. Papi..ini sesak sekallii…" ucap Yori tersengal.

Kepala pelayan yang baru saja tiba sangat terkejut melihat tuan kecilnya yang penyakitnya sudah kambuh lagi.

"Tuan dan Nyonya, kita bawakan tuan muda ke rumah sakit milik Tuan."  ucap sang kepala pelayan.

"Kau benar. Sayangku bertahanlah, jagoan Papi dan Mami,"  ucap papi Yoru ketakutan akan kesalamatan putra kesayangannya.

"Sayang kau di rumah saja dahulu, kau belum sehat benar. Biar aku menjaga Yoru terlebih dahulu," ucap papinya yang melihat wajah istrinya menahan sakit akibat kemarin malam dia menggempur hingga subuh.

"Tidak, aku tidak mau meninggalkan Yoru, sayang. Aku juga ingin ikut menjaga Yoru," tolak maminya.

"Yang patuh sayang, kau masih tidak sehat. Aku tidak ingin kau mengapa-mengapa. Cukup anak kita sudah menderita. Aku tidak ingin kehilangan keduanya," ucap papinya kembali.

"Baiklah, kalian berdua jaga Yoru. Sayang, berikan Yoru kesembuhan, ya," ucap maminya menangis melihat putra kesayangannya kesakitan sudah pingsan pada saat Yoru digendong oleh papinya.

"Baiklah sayang, aku janji Yoru akan diselamatkan," ucap papinya dengan nada lembut.

Papi dan kepala pelayan dengan cepat membawakan Yoru menuju ambulansrumah sakit tempat miliknya yang sudah dia suruh datang dengan cepat. Dia juga membawa beberapa bodyguard yang mengikuti ambulans dari belakang. Sementara suster dan dokter yang dikerahkan langsung menangani putra semata wayangnya karena kondisi tubuhnya sudah tidak stabil.

"Dokter kalian harus menyelamatkan anak saya. Dia sudah seperti ini sejak kecil," ucap papinya sangat mencemaskan sambil menggegam tangan yang masih berukuran mungil anaknya.

"Kami akan memberikan yang terbaik Tuan. Tetapi tuan muda jika dilihat kondisinya. Paling terbaik adalah dia bisa bertahan hidup tetapi koma. Jika tidak sudah tidak ada harapan lagi," ucap sang dokter sedikit ketakutan akibat melihat tuan muda mereka kondisinya sangat menghawatirkan.

Beri like, vote, rate, favorit dan comment ya. Terima kasih dari Auhtor kepada kalian semua.

Episodes
1 1. Awal mula
2 2. Berkunjung ke Rumah Teman
3 3. Pergi ke Sekolah
4 4. Teman Pertama Yoru
5 5. Pergi Ke Rumah Teman
6 6. Bermain Bersama
7 7. Main Game Online Bersama Teman
8 8. Pulang Ke Rumahnya
9 9. Mama Shibisu Ditelepon
10 10. Kecemasan Yoru
11 11. Yoru Tidak Sadarkan Diri
12 12. Yoru Koma
13 13. Kedatangan Sistem
14 14. Yoru Makan Di Tempat Asing
15 15. Makan Di Dunia Asing
16 16. Menginginkan Gadis Kecil Tersebut
17 17. Semua Mengkhawatirkan Yoru
18 18. Menjalin Hubungan Dengan Ming Ming Sebagai Mei Mei
19 19. Bertemu Dengan Pemilik Restoran
20 20. Tindakan Curang Pemilik Restoran
21 Pemberitahuan
22 21. Sistem Mencarikan Permintaan
23 22. Pesan Pemilik Restoran
24 23. Alasan Ming Ming Menangis
25 24. Mencari Penginapan Terdekat
26 25. Mendatangi Penginapan Sesuai Pemberitauan Sistem
27 26. Tidur Pertama di Penginapan
28 27. Sekolah Dikabari Oleh Kedua Orang Tua Yoru
29 28. Pagi Pertama di Penginapan
30 29. Makan Pagi Pertama Di Penginapan
31 30. Check Out
32 31. Berjalan Menuju Dungeon
33 32. Dua Orang Memantaunya
34 33. Orang Misterius Memantau Yoru di Rumah Sakit
35 34. Melakukan Perjanjian Dengan Naga
36 35. C-01 Curhat Tentang Tuan Barunya
37 36. Percakapan C-00 dengan Atasannya
38 37. Yoru Membuat Tuan C-00 Terkagum
39 38. C-00 Memanggil C-01 Ke Ruangannya
40 39. Khun Berhasil Meminta Izin Menjenguk Yoru
41 40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk
42 41. Pertama Kalinya Khun Marah
43 42. Hukuman Dari Guru Galak
44 43. Memberikan Nama Kepada Naga
45 44. Jinsung Yang Ingin Menjenguk Keponakannya.
46 45. Protes Karena Soal Dari Jinsung
47 46. Dan Melarikan Diri Dari Hukumannya
48 47.Khun Menunggu Kedatangan Jinsung
49 48. Jinsung Mencari Lewat CCTV
50 Hiatus
51 Hiatus & Dukungan Kalian
52 Merry Christmas and Happy New Year
53 50. Kedatangan Ayah Dan ke Sekolah
54 51. Tuan Renhard Menantang Jinsung
55 52. Menuju Ke Penginapan Dengan Naga
56 53.Menginap Kembali di Penginapan Berbeda
57 54. Menunggu Uang Tunai di Konversi
58 55. Berada di Kamar Penginapan
59 56. Yoru Bermeditasi Bersama Naga Peliharannya
60 57. Kejatuhan Grup Renhard dan Kesombongan Tuan Renhard Berakhir
61 58. Ide Ming Ming
62 59. Berhasil Membujuk Peliharaannya
Episodes

Updated 62 Episodes

1
1. Awal mula
2
2. Berkunjung ke Rumah Teman
3
3. Pergi ke Sekolah
4
4. Teman Pertama Yoru
5
5. Pergi Ke Rumah Teman
6
6. Bermain Bersama
7
7. Main Game Online Bersama Teman
8
8. Pulang Ke Rumahnya
9
9. Mama Shibisu Ditelepon
10
10. Kecemasan Yoru
11
11. Yoru Tidak Sadarkan Diri
12
12. Yoru Koma
13
13. Kedatangan Sistem
14
14. Yoru Makan Di Tempat Asing
15
15. Makan Di Dunia Asing
16
16. Menginginkan Gadis Kecil Tersebut
17
17. Semua Mengkhawatirkan Yoru
18
18. Menjalin Hubungan Dengan Ming Ming Sebagai Mei Mei
19
19. Bertemu Dengan Pemilik Restoran
20
20. Tindakan Curang Pemilik Restoran
21
Pemberitahuan
22
21. Sistem Mencarikan Permintaan
23
22. Pesan Pemilik Restoran
24
23. Alasan Ming Ming Menangis
25
24. Mencari Penginapan Terdekat
26
25. Mendatangi Penginapan Sesuai Pemberitauan Sistem
27
26. Tidur Pertama di Penginapan
28
27. Sekolah Dikabari Oleh Kedua Orang Tua Yoru
29
28. Pagi Pertama di Penginapan
30
29. Makan Pagi Pertama Di Penginapan
31
30. Check Out
32
31. Berjalan Menuju Dungeon
33
32. Dua Orang Memantaunya
34
33. Orang Misterius Memantau Yoru di Rumah Sakit
35
34. Melakukan Perjanjian Dengan Naga
36
35. C-01 Curhat Tentang Tuan Barunya
37
36. Percakapan C-00 dengan Atasannya
38
37. Yoru Membuat Tuan C-00 Terkagum
39
38. C-00 Memanggil C-01 Ke Ruangannya
40
39. Khun Berhasil Meminta Izin Menjenguk Yoru
41
40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk
42
41. Pertama Kalinya Khun Marah
43
42. Hukuman Dari Guru Galak
44
43. Memberikan Nama Kepada Naga
45
44. Jinsung Yang Ingin Menjenguk Keponakannya.
46
45. Protes Karena Soal Dari Jinsung
47
46. Dan Melarikan Diri Dari Hukumannya
48
47.Khun Menunggu Kedatangan Jinsung
49
48. Jinsung Mencari Lewat CCTV
50
Hiatus
51
Hiatus & Dukungan Kalian
52
Merry Christmas and Happy New Year
53
50. Kedatangan Ayah Dan ke Sekolah
54
51. Tuan Renhard Menantang Jinsung
55
52. Menuju Ke Penginapan Dengan Naga
56
53.Menginap Kembali di Penginapan Berbeda
57
54. Menunggu Uang Tunai di Konversi
58
55. Berada di Kamar Penginapan
59
56. Yoru Bermeditasi Bersama Naga Peliharannya
60
57. Kejatuhan Grup Renhard dan Kesombongan Tuan Renhard Berakhir
61
58. Ide Ming Ming
62
59. Berhasil Membujuk Peliharaannya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!