12. Yoru Koma

Semua orang yang dihibur Yoru tidak ada satu pun yang mendengarkan membuat Yoru sangat cemas dan menambahkan beban tubuhnya dan memengaruhi kesehatan di dunia nyata.

Sehingga alat-alat medis berbunyi semua dan membuat dokter-dokter yang berada di ruangan operasi menjadi panik karena kondisi tuan kecil mereka benar-benar sangat kritis dan memungkinkan akan pergi begitu cepat.

"Bawakan pemompa jantung," ucap salah satu dokter kepada salah satu suster yang di dekatnya.

"Baik, dokter, segera saya bawakan pemompa jantung,"  ucap suster tersebut dan memberikan alat pompa jantung kepada dokter yang memintanya.

Suster tersebut bergegas mencari alat pemompa jantung yang ada di lemariruangan operasi. Sementara itu dokter spesialis lainnya berusaha mengembalikan kondisi tuan mudanya kembali normal.

Namun apa daya di alam mimpi Yoru, Yoru sangat sesak napas karena kecemasannya yang berlebihan.

"Sesak...sesak... Mami....Papi... Yoru tidak bisa napas," senggal Yoru karena tidak bisa bernafas dengan normal.

Perlahan-lahan tubuh Yoru tumbang sementara dia alam bawah sadarnya dan membuat dokter yang di ruangan operasi memutuskan jika tuan muda mereka mengalami koma yang akan berkepanjangan. Sehingga salah satu dokter memberi tahu kondisi sebenarnya kepada tuannya agar mereka tidak disalahkan atas kondisi tuan kecil mereka.

Pintu terbuka dan papa Yoru berharap jika putra semata wayangnya yang amat dia sayangi dapat diselamatkan. Segera papa Yoru berdiri setelah melihat salah satu dokter yang ikut dalam operasi putranya.

"Dokter, bagaimana dengan putra saya? Apakah dia selamat dari operasinya?"  berharap agar Yoru bisa kembali sadar.

Sebelum berbicara, dokter tersebut menghela nafasnya dengan kasar ketika mendengar pertanyaan dari pemilik rumah sakit terbesar di Indonesia. Dia memilah kata-kata yang terbaik agar papa Yoru tidak marah ketika mendengar berita tersebut.

"Maafkan saya, Tuan, tuan kecil sudah..."  ucap dokter tersebut.

Belum menyelesaikan perkataannya, dokter tersebut dipegang kerah kemejanya oleh papa Yoru yang mukanya sangat menyeramkan jika dirinya marah membuat dokter tersebut ketakutan akan karirnya segera berakhir.

"Apa katamu?!! Kau tidak bisa menyelamatkan nyawa putraku?!"  ucap papa Yoru dengan nada membentak.

"Maafkan saya dan tim saya, Tuan. Kami sebagai dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan kondisi tuan kecil. Namun siapa sangka jika tuan kecil mengalami penurunan kondisinya karena di alam bawah sadarnya tuan kecil juga mengalami gangguan kecemasan yang berlebihan, sehingga memperburuk keadaannya dan sekarang tuan kecil mengalami koma sehingga tim saya memastikan jika tuan kecil akan mengalami koma yang cukup panjang," ucap dokter tersebut dengan keringat dingin yang sudah menetes di sekitar kemeja praktiknya.

Setelah mendengar jika anaknya koma maka harapan papa Yoru bangkit kembali walau tidak sebesar awalnya.

"Maksud kalian adalah anakku masih bisa diselamatkan?"  ucapnya untuk memastikannya.

"Saya rasa begitu, Tuan. Ini semua tergantung dengan mental tuan kecil," ucap dokter tersebut.

"tetapi kami juga tidak menjamin apakah dia akan tetap koma atau berusaha untuk bangun, kamu hanya berharap dengan mukjizat,"  ucap dokter tersebut.

Setelah dokter itu membicarakan kondisi tuan kecil mereka, papa Yoru hanya bisa berdiam saja dan merasa bersalah, jika saja dia tidak terlalu cemburu dan mementingkan keegoisannya maka putra kesayangannya tidak akan menderita dan mengalami koma yang berkepanjangan. Namun dia ingat akan perkataan dokternya dan tidak ingin membuat anaknya merasa cemas jika melihat dirinya yang sudah tidak berdaya ini.

Sementara itu firasat mama Yoru merasa tidak enak dan segera dia menelepon suaminya untuk menemui Yoru. Dia sangat ingin mengetahui kondisi putra kesayangannya.

Kring.. kring...

Terdengar suara panggilan yang masuk ke nomor handphonenya. Dengan malas dia mengambil dari sakunya dan betapa kagetnya jika nama panggilannya adalah istri tersayangnya. Mau tidak mau dia mengangkat telepon tersebut.

"Halo, yang, ada apa kau meneleponku?" tanya sang suami di tengah kepedihannya melihat anak semata wayangnya yang terbaring lemah yang tidak tahu kapan dia bangun.

"Sayang, bagaimana kabar anak kita, Yoru. Apakah dia baik-baik saja?" tanya sang istirnya menahan tangisnya. Mama Yoru yang sudah menangis karena khawatir akan keselamatan Yoru menahan diri untuk tidak menangis kembali ketika dirinya memantapkan hati menelepon suaminya untuk mendengar kabar anaknya itu.

Sementara suaminya yang hanya bisa menelan salivanya dengan susah karena dia tidak memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran mengenai keselamatan putra mereka. Sehingga papa Yoru hanya bisa terdiam pasrah dan memikirkan kata-kata agar istrinya bisa menerima dengan tabah.

"Sayang, aku minta kau tabah, ya," ucap suaminya terakhir setelah hampir lama membisu.

"Baik aku akan tabah," ucap istirnya yang sangat tahu akan kondisi putranya yang pasti memburuk.

"Yoru koma dan tidak tahu kapan dia bangun," ucap papi Yoru menahan air matanya mengalir sehingga suaranya terdengar serak. Sementara sang istrinya yang mendengarkan sudah menangis karena mendengarkan kabar yang buruk mengenai kondisi putra tercintanya dari suaminya. Dia menangis karena dirinya menyesal sudah membuat Yoru kambuh penyakitnya.

Sementara itu tubuh Yoru sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap VIP dengan slang yang menancap di tangannya dan alat-alat medis guna untuk mendengarkan kondisi detak jantungnya yang berdetak dengan sangat lemah. Matanya yang biasanya menatap dengan antusias dan bersemangat kali ini tidak membuka entah sampai kapan. Bibir mungil anaknya yang tampan dan chubby ini juga menutup tidak mengeluarkan celotehan yang riang dan manis. Seolah-olah tubuh putranya itu tidak akan pernah bangun kembali yang di mana membuat papa Yoru hanya bisa menangis sambil menggegam erat tangan putranya yang tidak diinfus. Dia meluapkan kesedihannya karena sudah melukai putra semata wayangnya yang amat dia cintai.

Butuh berapa lama dirinya menangisi putra semata wayangnya sehingga jatuh tertidur di badan anaknya tersebut sambil menggegam erat tangan mungil putranya. Sedangkan istrinya itu mau tidak mau dirinya mendoakan keselamatan putranya tanpa henti dalam waktunya karena dia tidak diijinkan untuk datang menemui putra semata wayangnya terlebih dahulu. Sedangkan orang-orang yang bekerja di rumah Yoru sangat sedih ketika mendengar tuan kecilnya mengalami kondisi koma yang tidak tahu sampai kapan tuan kecilnya tersadar kembali. Begitu juga paman kepala pelayan yang dengan telaten merawat Yoru dari kecil juga diam-diam menangis di luar ruangan rawat inap Yoru. Dia memandang wajah polos dan chubby tuan kecilnya yang tidak pernah berubah pada saat Yoru masih bayi.

"Tuan kecil mengapa kau yang terkena penyakit langka," batin kepala pelayan menatap wajah polos dan chubby tuan kecilnya yang keliatan seperti orang tertidur lelap.

"Bagaimana bisa tega menaruh penyakit langka di tubuh anak kecil yang sangat polos dan imut seperti tuan kecil," batinnya membiarkan air matanya mengalir deras ketika menatap tubuh lemah tuan kecilnya yang ditempel alat-alat medis untuk menunjang kehidupannya agar tubuhnya tetap terus membaik walaupun dalam kondisi koma.

Episodes
1 1. Awal mula
2 2. Berkunjung ke Rumah Teman
3 3. Pergi ke Sekolah
4 4. Teman Pertama Yoru
5 5. Pergi Ke Rumah Teman
6 6. Bermain Bersama
7 7. Main Game Online Bersama Teman
8 8. Pulang Ke Rumahnya
9 9. Mama Shibisu Ditelepon
10 10. Kecemasan Yoru
11 11. Yoru Tidak Sadarkan Diri
12 12. Yoru Koma
13 13. Kedatangan Sistem
14 14. Yoru Makan Di Tempat Asing
15 15. Makan Di Dunia Asing
16 16. Menginginkan Gadis Kecil Tersebut
17 17. Semua Mengkhawatirkan Yoru
18 18. Menjalin Hubungan Dengan Ming Ming Sebagai Mei Mei
19 19. Bertemu Dengan Pemilik Restoran
20 20. Tindakan Curang Pemilik Restoran
21 Pemberitahuan
22 21. Sistem Mencarikan Permintaan
23 22. Pesan Pemilik Restoran
24 23. Alasan Ming Ming Menangis
25 24. Mencari Penginapan Terdekat
26 25. Mendatangi Penginapan Sesuai Pemberitauan Sistem
27 26. Tidur Pertama di Penginapan
28 27. Sekolah Dikabari Oleh Kedua Orang Tua Yoru
29 28. Pagi Pertama di Penginapan
30 29. Makan Pagi Pertama Di Penginapan
31 30. Check Out
32 31. Berjalan Menuju Dungeon
33 32. Dua Orang Memantaunya
34 33. Orang Misterius Memantau Yoru di Rumah Sakit
35 34. Melakukan Perjanjian Dengan Naga
36 35. C-01 Curhat Tentang Tuan Barunya
37 36. Percakapan C-00 dengan Atasannya
38 37. Yoru Membuat Tuan C-00 Terkagum
39 38. C-00 Memanggil C-01 Ke Ruangannya
40 39. Khun Berhasil Meminta Izin Menjenguk Yoru
41 40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk
42 41. Pertama Kalinya Khun Marah
43 42. Hukuman Dari Guru Galak
44 43. Memberikan Nama Kepada Naga
45 44. Jinsung Yang Ingin Menjenguk Keponakannya.
46 45. Protes Karena Soal Dari Jinsung
47 46. Dan Melarikan Diri Dari Hukumannya
48 47.Khun Menunggu Kedatangan Jinsung
49 48. Jinsung Mencari Lewat CCTV
50 Hiatus
51 Hiatus & Dukungan Kalian
52 Merry Christmas and Happy New Year
53 50. Kedatangan Ayah Dan ke Sekolah
54 51. Tuan Renhard Menantang Jinsung
55 52. Menuju Ke Penginapan Dengan Naga
56 53.Menginap Kembali di Penginapan Berbeda
57 54. Menunggu Uang Tunai di Konversi
58 55. Berada di Kamar Penginapan
59 56. Yoru Bermeditasi Bersama Naga Peliharannya
60 57. Kejatuhan Grup Renhard dan Kesombongan Tuan Renhard Berakhir
61 58. Ide Ming Ming
62 59. Berhasil Membujuk Peliharaannya
Episodes

Updated 62 Episodes

1
1. Awal mula
2
2. Berkunjung ke Rumah Teman
3
3. Pergi ke Sekolah
4
4. Teman Pertama Yoru
5
5. Pergi Ke Rumah Teman
6
6. Bermain Bersama
7
7. Main Game Online Bersama Teman
8
8. Pulang Ke Rumahnya
9
9. Mama Shibisu Ditelepon
10
10. Kecemasan Yoru
11
11. Yoru Tidak Sadarkan Diri
12
12. Yoru Koma
13
13. Kedatangan Sistem
14
14. Yoru Makan Di Tempat Asing
15
15. Makan Di Dunia Asing
16
16. Menginginkan Gadis Kecil Tersebut
17
17. Semua Mengkhawatirkan Yoru
18
18. Menjalin Hubungan Dengan Ming Ming Sebagai Mei Mei
19
19. Bertemu Dengan Pemilik Restoran
20
20. Tindakan Curang Pemilik Restoran
21
Pemberitahuan
22
21. Sistem Mencarikan Permintaan
23
22. Pesan Pemilik Restoran
24
23. Alasan Ming Ming Menangis
25
24. Mencari Penginapan Terdekat
26
25. Mendatangi Penginapan Sesuai Pemberitauan Sistem
27
26. Tidur Pertama di Penginapan
28
27. Sekolah Dikabari Oleh Kedua Orang Tua Yoru
29
28. Pagi Pertama di Penginapan
30
29. Makan Pagi Pertama Di Penginapan
31
30. Check Out
32
31. Berjalan Menuju Dungeon
33
32. Dua Orang Memantaunya
34
33. Orang Misterius Memantau Yoru di Rumah Sakit
35
34. Melakukan Perjanjian Dengan Naga
36
35. C-01 Curhat Tentang Tuan Barunya
37
36. Percakapan C-00 dengan Atasannya
38
37. Yoru Membuat Tuan C-00 Terkagum
39
38. C-00 Memanggil C-01 Ke Ruangannya
40
39. Khun Berhasil Meminta Izin Menjenguk Yoru
41
40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk
42
41. Pertama Kalinya Khun Marah
43
42. Hukuman Dari Guru Galak
44
43. Memberikan Nama Kepada Naga
45
44. Jinsung Yang Ingin Menjenguk Keponakannya.
46
45. Protes Karena Soal Dari Jinsung
47
46. Dan Melarikan Diri Dari Hukumannya
48
47.Khun Menunggu Kedatangan Jinsung
49
48. Jinsung Mencari Lewat CCTV
50
Hiatus
51
Hiatus & Dukungan Kalian
52
Merry Christmas and Happy New Year
53
50. Kedatangan Ayah Dan ke Sekolah
54
51. Tuan Renhard Menantang Jinsung
55
52. Menuju Ke Penginapan Dengan Naga
56
53.Menginap Kembali di Penginapan Berbeda
57
54. Menunggu Uang Tunai di Konversi
58
55. Berada di Kamar Penginapan
59
56. Yoru Bermeditasi Bersama Naga Peliharannya
60
57. Kejatuhan Grup Renhard dan Kesombongan Tuan Renhard Berakhir
61
58. Ide Ming Ming
62
59. Berhasil Membujuk Peliharaannya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!