Di kamar Shibisu, mereka berdua masuk ke dalamnya untuk bermain bersama. Terlihat alat-alat game yang sudah dipersiapkan oleh Shibisu untuk bermain game bersama dengan Yoru.
"Ini kamarmu ya?" tanya Yoru penasaran.
"Ya" angguk Shibisu
"Kamarnya lebih kecil daripada kamarku," batin Yoru diam sambil mengamati kamar Shibisu.
"Kita mau main apa?" tanya Yoru penasaran
"Kamu tahu permaninan FF?" tanya Shibisu antusias
"Tahu, tetapi belum bermain aku. Kalau begitu bermain itu saja ya?" tanya Yoru penuh harapan karena memang dirinya belum sempat bermain permainan yang bernama FF tersebut.
"Okey, kalau begitu kita main," ajak Shibisu
Shibisu mulai memasangkan alat-alat gamenya agar bisa bermain dengan You. Setelah dipasang, dia langsung mengajak Yoru bermain.
"Yuk main," ajak Shibisu sambil menyerahkan alat-alat game milikinya kepada Yoru
"Okey," ungkap Yoru sambil mengambil alat tersebut dari Shibisu.
Segera mereka menyalakan layar PC sebagai perangkat utama untuk bermain dan tergabung dalam playstasion-nya yang masih edisi lama. Setelah mereka menunggu aplikasi loading, ibu Shibisu masuk ke kamar putranya dan membawakan beberapa cemilan dan dua gelas air minum.
"Shibisu, ini cemilanmu dan temanmu, ya," jawab sang ibu sambil menyerahkan nampan berisi kue-kue basah buatan dirinya.
"Baik, Ma," jawab Shibisu sambil mengambil nampan dari tangan ibunya dan menawarkan kepada Yoru untuk memilihnya.
"Makasih, bibi, oh ya, mamiku membuat oleh-oleh untuk Shibisu. Mohon diterima ya, bibi," ucap Yoru tersenyum manis sehingga memperlihatkan pipi chubby-nya yang semua orang melihatnya segera ingin mencubit gemas ketika melihat pipi anak laki-laki yang mendekati usia remaja.
"Makasih ya nak Yoru. Sampaikan pada mamimu, bahwa buah tangan dari mamimu sudah diterima."
"Baik bibi. Aku akan menyampailannya pada mamiku," jawab Yoru sambil memilih kue-kue yang terlihat menarik di depan matanya.
Sesudah itu ibu Shibisu segera keluar karena tidak ingin mengganggu putranya lagi yang ingin menikmati permainan dengan teman sebayanya. Mereka segera memilih karakter pemainnya yang diinginkannya. Segera memasuki area battlenya. Mereka asyikbermain hingga jam di dinding di rumah Shibisu menunjukkan waktu 08.00 Waktu Bagian Novel.
Mereka bermain dengan riang sampai lupa waktu untuk makan. Sehingga ibu Shibisu mau tidak mau harus masuk ke kamar putranya. Ibunya melihat putranya sibuk bermain dengan teman sebayanya dan bingung apa perlu mengganggu mereka. Namun, karena tidak ingin anaknya jatuh sakit karena makan malam terlambat akhirnya memutuskan untuk menyuruh Shibisu berhenti.
"Shibisu, berhenti bermain dahulu. Ayo makan malam dan ajak temanmu makan malam,"
Namun yang menjawabnya adalah teman anaknnya.
"Baik bibi, tunggulah di meja makan. Saya dan Shibisu akan segera turun," ucap Yoru dengan sopan
"oke."
Ibu Shibisu memutuskan keluar dan menunggu anaknya dan temannya untuk keluar dan makan malam
"Shibisu, sudah waktunya makan malam. Bibi sedang menunggu kita."
Sebenarnya Shibisu sangat enggan untuk menghentikan permainan mereka. tetapi karena Yoru mendesaknya akhirnya membuat Shibisu segera menghentikan agar mereka tidak mati nanti ketika ditinggal sebentar.
"Baik Yoru, tunggulah sebentar. Aku akan mem-pause permainnan kita,"
"Oke akan aku tunggu. Kita akan keluar bersama."
Setelah mem-pause permainan, Shibisu dan Yoru keluar dari kamar Shibisu untuk makan malam.
Di meja makan sudah disiapkan makan malam yang bagi Yoru sebenarnya sederhana. Namun, Yoru pada dasarnya bukan pemilih makanan dan dia merasa senang.
"Shibisu dan Yoru, kalian makan yang banyak ya. Ibu sudah buatkan makan malam ini sesuai kesukaan Shibisu. Jadi ibu tidak tahu selira Yoru,"
"Tidak apa-apa bibi, masakan bibi keliatannya tidak kalah lezat dengan masakan mamiku."
"Baguslah jika Yoru suka."
Mereka bertiga mulai makan malam bersama
Sementara di mansion Yoru terlihat kedua orang tua Yoru yang masih bermesraan di kamar mereka.
"Sayang, ke mana anak kita? mengapabelum pulang" komentar istrinya mencari anak kesayangannya
"Sayang, kita nikmati waktu kita berdua,hemh," sambil menciumi istri tercintanya
"Uhhh....aahhh....." desah sang istri.
"Biarkan Yoru menikmati bersama dengan temannya, dan aku akan menyantapmu sayang," sang suami menggendong istrinya ala bride style dan membawa ke kamar mereka berdua.
Di dalam kamar mereka, sang suami meletakkkan istrinya dengan lembut di ranjang mereka.
"Mau apa kamu, sayang. Jangan ambil keuntungan dariku loh," ancam sang istri.
"Makin galak saja kamu ini," goda suaminya.
Langsung saja suaminya tanpa menahan gairahnya langsung melahap habis istrinya sampai mereka benar-benar melupaka putra kesayangan mereka karena permainan ranjang mereka.
Sementara di rumah Shibisu
Setelah makan malam, Yoru meminta izin ke ibu Shibisu untuk melanjutkan bermainnya. Kebetulan besok adalah hari libur, sehingga ibu Shibisu mengijinkan mereka bermain. Namun, tetap mengingatkan agar tidak sampai larut malam.
" Bibi, aku dan Shibisu melanjutkan bermainnya ya. Terima kasih atas jamuan makan malamnya. Aku sangat menyukai masakan bibi."
Baguslah, jika nak Yoru tidak ada masalah dengan masakan bibi. Kamu boleh bermain dengan Shibisu, tetapisampai jam 10 malam ya."
"Baik bibi."
Mereka berdua kembail melanjutkan permainan hingga jam mendekati pukul 10 malam Waktu Bagian Novel. Karena udah malam hari, Yoru segera menelepon papi kesayangannya.
Sementara kedua orangtuanya sibuk di ranjang karena pertempuran panas mereka. Sehingga tidak mendengarkan panggilan dari putra kesayangan mereka.
"Papi dan mami, mereka ngapain ya sampai tidak mengangkat teleponku?" batin Yoru khawatir.
Shibisu yang melihat pertama kali ada kegelisahan yang terukir jelas di wajah Yoru segera bertanya
"Ada apa, Yoru?" tanyanya sambil penasaran
" Papi dan mamiku tidak mengangkat teleponku. Aku penasaran apakah mereka sibuk atau sedang mengabaikanku?"
"Hei mereka pasti sibuk!" ujar memenengkan Yoru
"Kita main dahulu sampai mereka meneleponmu kembali," jawabnya kepada Yoru.
"Ide bagus, Shibisu," jawab Yoru sambil menyengir dan mengancungkan jempolnya kepada Shibisu.
Mereka berdua melanjutkan permainnya yang sempat tertunda. Dan sepuluh menit kemudian, hp Yoru bergetar karena panggilan dari papinya. Sebelum diangkat Yoru dengan nada bercandanya berkomentar kepada teman barunya tersebut.
"Shibisu, kamu benar. Mereka sibuk, sehingga baru sadar jika anak kesayangannya meneleponnya."
Shibisu yang mendengarnya kaget sekaligus geli mendengar Yoru mengatai dirinya "anak kesayangan" berbanding terbalik sikapnya di sekolah. Pada saat itu Yoru segera mengangkat telepon dari sang papi dan mulai berceloteh riang.
"Papi, akhirnya kau ingat dengan putra kesayanganmu," omel Yoru sambil cemberut
Dari tempat lain, papinya yang mendengar omelan putra kesayangannya yang sedang cemberut. Dirinya sudah membayangkan selucu apa putra kesayangannya jika cemberut.
"Hahaha, sayang,maafkan Papimu ini ya."
"Papi, jangan lupa jemput putra kesayanganmu ini ya."
"Baik sayang, besok Papi tebus dengan membawa dirimu ketaman bermain. Sebagai konspesasi atas keteledoran Papimu ini."
"Baiklah jika Papi yang mengatakannya. Jika tidak, maka terimalah hukuman 20 gelitikan dari putramu ini," ancam Yoru dengan wajah manja.
"Baik, baik sayang, Papi tidak akan berani. Sekarang kamu tunggu Papi, ya. Papi akan menjemputmu," ucap papinya sambil tertawa.
"Baik Papi, hati-hati di jalannya ya."
"Oke sayang."
Papinya segera menetup panggilan teleponnya. Di sampingnya, istrinya sudah menahan tawa karena mendengar putra kesayangannya mengancam suami tercintanya.
"Bagaimana rasanya diancam oleh putramu sendiri?" tawa istrinya dengan lepas.
"Rasanya seperti aku diancam oleh ratuku," ucap suaminya sambil menggodanya.
"Sudah cukup, jika kau telat menjemputnya dia akan menghukummu loh."
"oke, aku mengalah. Tunggu aku pulang, aku akan menghukummu kembali.”
Suaminya segera berganti pakaian yang rapi dan keluar dari kamarnya untuk segera menjemput jagoan kesayangannya.
Sementara itu, Yoru yang menunggu papinya pulang hanya bisa menahan kantuknya di ruang tamu. Hingga akhirnya, dia jatuh tertidur. Ketika papinya sampai, dia diberi tahu oleh ibu Shibisu jika anaknnya ketiduran. Papinya segera masuk dan melihat putra semata wayangnya yang tertidur dengan manis dan imut. Digendonglah anaknya dan mengucapkan terima kasih kepada ibu Shibisu. Dibawa masuk kedalam mobilnya dan memakai sabuk pengaman kepada jagoannya dan mengecup kening anaknnya
"Maafkan Papi, ya sayang, membuatmu ketiduran di rumah orang," ucap papinya sambil mengelus lembut rambut halus sang putra kesayangannya.
Dirinya segera menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil tersebut agar Yoru bisa ditidurkan di kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments