"Kami akan memberikan yang terbaik tuan. Tetapi tuan muda jika dilihat kondisinya. Paling terbaik adalah dia bisa bertahan hidup tetapi koma. Jika tidak sudah tidak ada harapan lagi," ucap sang dokter sedikit ketakutan akibat melihat tuan muda mereka kondisinya sangat menghawatirkan.
"Aku tidak peduli kalian menggunakan metode apa, tetapi tolong selamatkan putraku, dia satu-satunya keturunanku," ucap papi Yoru memohon kepada dokter yang menangani putra tercintanya.
"Kami sebagai dokter akan berusaha menyelamatkan nyawa tuan kecil, tuan," ucap dokter spesialis psikologi anak menangani tuan kecilnya di ambulans.
Sementara itu di Mansion keluarga Yoru, mami Yoru berdoa akan keselamatan nyawa putra kesayangannya beserta dengan pelayanan-pelayan yang bekerja di rumahnya.
"Tuhan, tolong selamatkan nyawa tuan kecil. Dia sangat ceria sekali dan menggemaskan sekali," ucap salah satu pelayan memohon agar tuan kecilnya dapat diselamatkan.
"Tuhan, tolong selamatkan anakku, jangan ambil anakku, dia kesayanganku" ucap mami Yoru memohon agar nyawa anaknya tidak diambil oleh malaikat maut.
"Malaikat maut jangan ambil nyawa tuan kecil, dia sangat ceria dan bahagia jika bersama dengan tuan dan nyonya," doa salah satu pelayan.
Semua pelayan yang bekerja di mansion kediaman keluarga Yoru berdoa kepada Yang Mahakuasa agar berbaik hati tidak mengambil nyawa tuan kecil mereka yang berharga. Begitu juga dengan mami Yoru yang tidak hentinya berdoa agar operasi anaknya dapat berhasil.
......----------------......
Di perjalanan menuju rumah sakit, semua dokter profesional yang sesuai bidangnya masing-masing berusaha sekuat tenaga mereka untuk menangani tuan kecil yang tidak sadarkan diri selama di perjalanan. Sementara itu kepala pelayan keluarga Yoru yang ikut mengantarkan tuan kecilnya juga berdoa memohon agar kesalamatan nyawa tuan kecil. Juga papinya mencemaskan keselamatan putranya yang menggemaskan itu.
Perjalanan ke rumah sakit pemilik keluarga Yoru sangat lama karena terjadi kemacetan padahal sirene sudah dinyalakan agar mobil dapat berjalan dengan sangat cepat bebas hambatan. Namun kemacetan lalu lintas membuat kecepatan ambulans yang membawa pewaris takhta bisnis melambat akibat jalan benar-benar sesek dan tidak bisa berjalan satu pun kendaraan yang ikut terjebak. Pihak rumah sakit pemilik keluarga Yoru mencemaskan tuan muda mereka yang dikabarkan kondisinya sangat memprihatikan dan belum tentu bisa diselamatkan.
Perlu menunggu kemacetan ditangani oleh petugas keamanan lalu lintas, membuat semua yang di dalam ambulans mencemaskan keadaan Yoru yang detak jantungnya sudah hampir tidak terdengar. Membuat para dokter yang menangani tuan kecil mereka takut dan cemas jika tuan kecil mereka gagal diselamatkan apa yang akan terjadi dengan hidup mereka. Mereka berdoa agar nyawa tuan kecil mereka tetap bertahan dan membuat mukjizatyang membuat hidup dokter yang menangani sedikit lega.
Sementara Yoru yang sedang tidak sadarkan dirinya, merasa jiwanya melayang melihat kecemasan dan kekahwatiran papinya yang menggegam tangannya sambil berusaha tegar menahan air matanya yang hampir jatuh di kelopak matanya yang indah. Dia juga melihat keadaan maminya yang menangis memohon kesalamatan dirinya. Membuat dia kembali cemas akan kesalamatan kedua orangtuanya yang amat dia sayangi.
"Mama....Mama...jangan menangis. Yoru baik-baik saja dan tidak akan membuat Papa dan Mama khawatir lagi dengan Yoru," ucap Yoru yang tidak tahan melihat maminya menangis.
Tentu saja suara Yoru tidak kedengaran oleh maminya karena Yoru sekarang di bawah alam sadarnya sehingga sekeras apa pun Yoru berteriak maka kedua orangtuanya tidak akan mendengar suara putra kesayangan mereka yang ikut mencemaskan kondisi dan keadaan mereka. Membuat kondisi psikis dan tubuh Yoru yang di masih diperiksa oleh dokter memengaruhi proses penyembuhannya.
Tanda-tanda napas Yoru yang terekam yang melalui alat-alat yang terpasang di tubuh Yoru berbunyi akibat kecemasan Yoru di alam bawah sadar yang membuat pengaruh yang buruk di tubuhnya.
"Dokter, ini mengapa dengan wajah anakku?" tanya papi Yoru melihat wajah anaknya tiba-tiba pucat dan kulit tubuhnya memutih.
Dokter yang menangani perkembangan Yoru juga kaget dan melihat kondisi fisik tuan kecilnya. Begitu juga dokter psikologi anak yang mendapati kasus yang dialami oleh tuan kecil sangatlah unik dan langka membuat dirinya harus berpikir cara pencegahannya.
"Pengidap kecemasan yang dialami tuan muda makin lama makin naik, ini hampir tidak bisa dicegah," ucap dokter psikologi anak dengan nada panik.
"Tekan kecemasan tuan muda, itu bisa membuat kondisi tubuhnya berbahaya karena terpengaruh," ucap dokter lainnya.
Sambil menunggu kemacetan kembali normal, mereka menjaga kondisi tuan mudanya dengan alat-alat yang tersedia di ambulans. Mereka memasang alat pernafasan dan infus untuk menjaga kondisi tuan kecilnya.
Dua jam kemacetan dan membuat kendaraan makin tidak bisa bergerak. Polisi sudah turun tangan untuk membantu kelancaran lalu lintas dan karena polisi mengarahkan membuat kemacetan akhirnya perlahan berkurang dan kembali normal. Karena lalu lintas kembali normal membuat ambulansyang membawa Yoru menginjak gas dan mempercepat arahnya ke rumah sakit keluarga Yoru untuk melakukan penanganan gawat darurat dan operasi atas kondisi ahli waris pemilik rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, Yoru dibawa ke ruang operasi melalui brankar dan didorong dengan terburu-buru agar tuan muda mereka tidak makin parah kondisinya. Karena tuan kecil mereka sudah tidak bergerak sama sekali sejak dibawa melalui ambulans dengan bersama dengan para dokter yang berada di ambulans dan juga papa Yoru, pemilik rumah sakit dan kepala pelayan ikut menuju ke ruang operasi. Setiba mereka di ruangan operasi yang tampaksepi langsung saja mereka melakukan operasi terhadap putra pewaris takhtakerajaan bisnis nomor satu di Indonesia.
Ruang operasi sengaja dikosongkan untuk mengutamakan operasi anak pemilik rumah sakit. Semua peralatan yang paling canggih disediakan untuk melakukan operasi penyelamatan nyawa anak pemilik rumah sakit. Dokter-dokter yang ahli ditugaskan untuk melakukan operasi penyelamatan anak pemilik rumah sakit. Operasi dimulai ketika Yoru sudah tiba di ruang operasi. Papa Yoru dan kepala pelayan disuruh menunggu di luar ruangan operasi. Papa Yoru dan kepala pelayan mencemaskan keberhasilan operasi Yoru.
Operasi dijalankan demi menyelamatkan nyawa tuan kecil mereka yang sebagai ahli waris pemilik rumah sakit selanjutnya. Penanganan darurat sudah mereka lakukan tetapi tanda-tanda pernafasan dan alat vitalnya belum membaik membuat dokter yang menangani makin cemas akan keselamatan nyawa tuan muda mereka.
Sementara di alam bawah sadar Yoru. Yoru melihat kondisi papa dan maminya membuat kecemasannya bertambah dan membuat kondisi tubuhnya melemah dan memburuk di bawah penaganan tenaga medis.
"Papi....Mami.... tenang saja, Yoru tidak apa-apa," ucap Yoru menangis sambil menenangkan papi maminya.
Namun percuma, mereka tidak mendengarkan ucapan Yoru. Karena tidak mendengarkan Yoru pergi ke pelayan-pelayan yang melayaninya.
"Kakak-kakak yang baik, jangan cemaskan Yoru. Yoru tidak ada masalah," hibur Yoru ketika melihat pelayan yang bekerja di mansionnya menangisi dan mencemaskan kondisi Yoru.
Semua orang yang dihibur Yoru tidak ada satu pun yang mendengarkan membuat Yoru sangat cemas dan menambahkan beban tubuhnya dan memengaruhi kesehatan di dunia nyata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments