11. Yoru Tidak Sadarkan Diri

"Kami akan memberikan yang terbaik tuan. Tetapi tuan muda jika dilihat kondisinya. Paling terbaik adalah dia bisa bertahan hidup tetapi koma. Jika tidak sudah tidak ada harapan lagi," ucap sang dokter sedikit ketakutan akibat melihat tuan muda mereka kondisinya sangat menghawatirkan.

"Aku tidak peduli kalian menggunakan metode apa, tetapi tolong selamatkan putraku, dia satu-satunya keturunanku," ucap papi Yoru memohon kepada dokter yang menangani putra tercintanya.

"Kami sebagai dokter akan berusaha menyelamatkan nyawa tuan kecil, tuan," ucap dokter spesialis psikologi anak menangani tuan kecilnya di ambulans.

Sementara itu di Mansion keluarga Yoru, mami Yoru berdoa akan keselamatan nyawa putra kesayangannya beserta dengan pelayanan-pelayan yang bekerja di rumahnya.

"Tuhan, tolong selamatkan nyawa tuan kecil. Dia sangat ceria sekali dan menggemaskan sekali,"  ucap salah satu pelayan memohon agar tuan kecilnya dapat diselamatkan.

"Tuhan, tolong selamatkan anakku, jangan ambil anakku, dia kesayanganku" ucap mami Yoru memohon agar nyawa anaknya tidak diambil oleh malaikat maut.

"Malaikat maut jangan ambil nyawa tuan kecil, dia sangat ceria dan bahagia jika bersama dengan tuan dan nyonya," doa salah satu pelayan.

Semua pelayan yang bekerja di mansion kediaman keluarga Yoru berdoa kepada Yang Mahakuasa agar berbaik hati tidak mengambil nyawa tuan kecil mereka yang berharga. Begitu juga dengan mami Yoru yang tidak hentinya berdoa agar operasi anaknya dapat berhasil.

......----------------......

Di perjalanan menuju rumah sakit, semua dokter profesional yang sesuai bidangnya masing-masing berusaha sekuat tenaga mereka untuk menangani tuan kecil yang tidak sadarkan diri selama di perjalanan. Sementara itu kepala pelayan keluarga Yoru yang ikut mengantarkan tuan kecilnya juga berdoa memohon agar kesalamatan nyawa tuan kecil. Juga papinya mencemaskan keselamatan putranya yang menggemaskan itu.

Perjalanan ke rumah sakit pemilik keluarga Yoru sangat lama karena terjadi kemacetan padahal sirene sudah dinyalakan agar mobil dapat berjalan dengan sangat cepat bebas hambatan. Namun kemacetan lalu lintas membuat kecepatan ambulans yang membawa pewaris takhta bisnis melambat akibat jalan benar-benar sesek dan tidak bisa berjalan satu pun kendaraan yang ikut terjebak. Pihak rumah sakit pemilik keluarga Yoru mencemaskan tuan muda mereka yang dikabarkan kondisinya sangat memprihatikan dan belum tentu bisa diselamatkan.

Perlu menunggu kemacetan ditangani oleh petugas keamanan lalu lintas, membuat semua yang di dalam ambulans mencemaskan keadaan Yoru yang detak jantungnya sudah hampir tidak terdengar. Membuat para dokter yang menangani tuan kecil mereka takut dan cemas jika tuan kecil mereka gagal diselamatkan apa yang akan terjadi dengan hidup mereka. Mereka berdoa agar nyawa tuan kecil mereka tetap bertahan dan membuat mukjizatyang membuat hidup dokter yang menangani sedikit lega.

Sementara Yoru yang sedang tidak sadarkan dirinya, merasa jiwanya melayang melihat kecemasan dan kekahwatiran papinya yang menggegam tangannya sambil berusaha tegar menahan air matanya yang hampir jatuh di kelopak matanya yang indah. Dia juga melihat keadaan maminya yang menangis memohon kesalamatan dirinya. Membuat dia kembali cemas akan kesalamatan kedua orangtuanya yang amat dia sayangi.

"Mama....Mama...jangan menangis. Yoru baik-baik saja dan tidak akan membuat Papa dan Mama khawatir lagi dengan Yoru," ucap Yoru yang tidak tahan melihat maminya menangis.

Tentu saja suara Yoru tidak kedengaran oleh maminya karena Yoru sekarang di bawah alam sadarnya sehingga sekeras apa pun Yoru berteriak maka kedua orangtuanya tidak akan mendengar suara putra kesayangan mereka yang ikut mencemaskan kondisi dan keadaan mereka. Membuat kondisi psikis dan tubuh Yoru yang di masih diperiksa oleh dokter memengaruhi proses penyembuhannya.

Tanda-tanda napas Yoru yang terekam yang melalui alat-alat yang terpasang di tubuh Yoru berbunyi akibat kecemasan Yoru di alam bawah sadar yang membuat pengaruh yang buruk di tubuhnya.

"Dokter, ini mengapa dengan wajah anakku?"  tanya papi Yoru melihat wajah anaknya tiba-tiba pucat dan kulit tubuhnya memutih.

Dokter yang menangani perkembangan Yoru juga kaget dan melihat kondisi fisik tuan kecilnya. Begitu juga dokter psikologi anak yang mendapati kasus yang dialami oleh tuan kecil sangatlah unik dan langka membuat dirinya harus berpikir cara pencegahannya.

"Pengidap kecemasan yang dialami tuan muda makin lama makin naik, ini hampir tidak bisa dicegah,"  ucap dokter psikologi anak dengan nada panik.

"Tekan kecemasan tuan muda, itu bisa membuat kondisi tubuhnya berbahaya karena terpengaruh," ucap dokter lainnya.

Sambil menunggu kemacetan kembali normal, mereka menjaga kondisi tuan mudanya dengan alat-alat yang tersedia di ambulans. Mereka memasang alat pernafasan dan infus untuk menjaga kondisi tuan kecilnya.

Dua jam kemacetan dan membuat kendaraan makin tidak bisa bergerak. Polisi sudah turun tangan untuk membantu kelancaran lalu lintas dan karena polisi mengarahkan membuat kemacetan akhirnya perlahan berkurang dan kembali normal. Karena lalu lintas kembali normal membuat ambulansyang membawa Yoru menginjak gas dan mempercepat arahnya ke rumah sakit keluarga Yoru untuk melakukan penanganan gawat darurat dan operasi atas kondisi ahli waris pemilik rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit, Yoru dibawa ke ruang operasi melalui brankar dan didorong dengan terburu-buru agar tuan muda mereka tidak makin parah kondisinya. Karena tuan kecil mereka sudah tidak bergerak sama sekali sejak dibawa melalui ambulans dengan bersama dengan para dokter yang berada di ambulans dan juga papa Yoru, pemilik rumah sakit dan kepala pelayan ikut menuju ke ruang operasi. Setiba mereka di ruangan operasi yang tampaksepi langsung saja mereka melakukan operasi terhadap putra pewaris takhtakerajaan bisnis nomor satu di Indonesia.

Ruang operasi sengaja dikosongkan untuk mengutamakan operasi anak pemilik rumah sakit. Semua peralatan yang paling canggih disediakan untuk melakukan operasi penyelamatan nyawa anak pemilik rumah sakit. Dokter-dokter yang ahli ditugaskan untuk melakukan operasi penyelamatan anak pemilik rumah sakit. Operasi dimulai ketika Yoru sudah tiba di ruang operasi. Papa Yoru dan kepala pelayan disuruh menunggu di luar ruangan operasi. Papa Yoru dan kepala pelayan mencemaskan keberhasilan operasi Yoru.

Operasi dijalankan demi menyelamatkan nyawa tuan kecil mereka yang sebagai ahli waris pemilik rumah sakit selanjutnya. Penanganan darurat sudah mereka lakukan tetapi tanda-tanda pernafasan dan alat vitalnya belum membaik membuat dokter yang menangani makin cemas akan keselamatan nyawa tuan muda mereka.

Sementara di alam bawah sadar Yoru. Yoru melihat kondisi papa dan maminya membuat kecemasannya bertambah dan membuat kondisi tubuhnya melemah dan memburuk di bawah penaganan tenaga medis.

"Papi....Mami.... tenang saja, Yoru tidak apa-apa," ucap Yoru menangis sambil menenangkan papi maminya.

Namun percuma, mereka tidak mendengarkan ucapan Yoru. Karena tidak mendengarkan Yoru pergi ke pelayan-pelayan yang melayaninya.

"Kakak-kakak yang baik, jangan cemaskan Yoru. Yoru tidak ada masalah," hibur Yoru ketika melihat pelayan yang bekerja di mansionnya menangisi dan mencemaskan kondisi Yoru.

Semua orang yang dihibur Yoru tidak ada satu pun yang mendengarkan membuat Yoru sangat cemas dan menambahkan beban tubuhnya dan memengaruhi kesehatan di dunia nyata.

Episodes
1 1. Awal mula
2 2. Berkunjung ke Rumah Teman
3 3. Pergi ke Sekolah
4 4. Teman Pertama Yoru
5 5. Pergi Ke Rumah Teman
6 6. Bermain Bersama
7 7. Main Game Online Bersama Teman
8 8. Pulang Ke Rumahnya
9 9. Mama Shibisu Ditelepon
10 10. Kecemasan Yoru
11 11. Yoru Tidak Sadarkan Diri
12 12. Yoru Koma
13 13. Kedatangan Sistem
14 14. Yoru Makan Di Tempat Asing
15 15. Makan Di Dunia Asing
16 16. Menginginkan Gadis Kecil Tersebut
17 17. Semua Mengkhawatirkan Yoru
18 18. Menjalin Hubungan Dengan Ming Ming Sebagai Mei Mei
19 19. Bertemu Dengan Pemilik Restoran
20 20. Tindakan Curang Pemilik Restoran
21 Pemberitahuan
22 21. Sistem Mencarikan Permintaan
23 22. Pesan Pemilik Restoran
24 23. Alasan Ming Ming Menangis
25 24. Mencari Penginapan Terdekat
26 25. Mendatangi Penginapan Sesuai Pemberitauan Sistem
27 26. Tidur Pertama di Penginapan
28 27. Sekolah Dikabari Oleh Kedua Orang Tua Yoru
29 28. Pagi Pertama di Penginapan
30 29. Makan Pagi Pertama Di Penginapan
31 30. Check Out
32 31. Berjalan Menuju Dungeon
33 32. Dua Orang Memantaunya
34 33. Orang Misterius Memantau Yoru di Rumah Sakit
35 34. Melakukan Perjanjian Dengan Naga
36 35. C-01 Curhat Tentang Tuan Barunya
37 36. Percakapan C-00 dengan Atasannya
38 37. Yoru Membuat Tuan C-00 Terkagum
39 38. C-00 Memanggil C-01 Ke Ruangannya
40 39. Khun Berhasil Meminta Izin Menjenguk Yoru
41 40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk
42 41. Pertama Kalinya Khun Marah
43 42. Hukuman Dari Guru Galak
44 43. Memberikan Nama Kepada Naga
45 44. Jinsung Yang Ingin Menjenguk Keponakannya.
46 45. Protes Karena Soal Dari Jinsung
47 46. Dan Melarikan Diri Dari Hukumannya
48 47.Khun Menunggu Kedatangan Jinsung
49 48. Jinsung Mencari Lewat CCTV
50 Hiatus
51 Hiatus & Dukungan Kalian
52 Merry Christmas and Happy New Year
53 50. Kedatangan Ayah Dan ke Sekolah
54 51. Tuan Renhard Menantang Jinsung
55 52. Menuju Ke Penginapan Dengan Naga
56 53.Menginap Kembali di Penginapan Berbeda
57 54. Menunggu Uang Tunai di Konversi
58 55. Berada di Kamar Penginapan
59 56. Yoru Bermeditasi Bersama Naga Peliharannya
60 57. Kejatuhan Grup Renhard dan Kesombongan Tuan Renhard Berakhir
61 58. Ide Ming Ming
62 59. Berhasil Membujuk Peliharaannya
Episodes

Updated 62 Episodes

1
1. Awal mula
2
2. Berkunjung ke Rumah Teman
3
3. Pergi ke Sekolah
4
4. Teman Pertama Yoru
5
5. Pergi Ke Rumah Teman
6
6. Bermain Bersama
7
7. Main Game Online Bersama Teman
8
8. Pulang Ke Rumahnya
9
9. Mama Shibisu Ditelepon
10
10. Kecemasan Yoru
11
11. Yoru Tidak Sadarkan Diri
12
12. Yoru Koma
13
13. Kedatangan Sistem
14
14. Yoru Makan Di Tempat Asing
15
15. Makan Di Dunia Asing
16
16. Menginginkan Gadis Kecil Tersebut
17
17. Semua Mengkhawatirkan Yoru
18
18. Menjalin Hubungan Dengan Ming Ming Sebagai Mei Mei
19
19. Bertemu Dengan Pemilik Restoran
20
20. Tindakan Curang Pemilik Restoran
21
Pemberitahuan
22
21. Sistem Mencarikan Permintaan
23
22. Pesan Pemilik Restoran
24
23. Alasan Ming Ming Menangis
25
24. Mencari Penginapan Terdekat
26
25. Mendatangi Penginapan Sesuai Pemberitauan Sistem
27
26. Tidur Pertama di Penginapan
28
27. Sekolah Dikabari Oleh Kedua Orang Tua Yoru
29
28. Pagi Pertama di Penginapan
30
29. Makan Pagi Pertama Di Penginapan
31
30. Check Out
32
31. Berjalan Menuju Dungeon
33
32. Dua Orang Memantaunya
34
33. Orang Misterius Memantau Yoru di Rumah Sakit
35
34. Melakukan Perjanjian Dengan Naga
36
35. C-01 Curhat Tentang Tuan Barunya
37
36. Percakapan C-00 dengan Atasannya
38
37. Yoru Membuat Tuan C-00 Terkagum
39
38. C-00 Memanggil C-01 Ke Ruangannya
40
39. Khun Berhasil Meminta Izin Menjenguk Yoru
41
40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk
42
41. Pertama Kalinya Khun Marah
43
42. Hukuman Dari Guru Galak
44
43. Memberikan Nama Kepada Naga
45
44. Jinsung Yang Ingin Menjenguk Keponakannya.
46
45. Protes Karena Soal Dari Jinsung
47
46. Dan Melarikan Diri Dari Hukumannya
48
47.Khun Menunggu Kedatangan Jinsung
49
48. Jinsung Mencari Lewat CCTV
50
Hiatus
51
Hiatus & Dukungan Kalian
52
Merry Christmas and Happy New Year
53
50. Kedatangan Ayah Dan ke Sekolah
54
51. Tuan Renhard Menantang Jinsung
55
52. Menuju Ke Penginapan Dengan Naga
56
53.Menginap Kembali di Penginapan Berbeda
57
54. Menunggu Uang Tunai di Konversi
58
55. Berada di Kamar Penginapan
59
56. Yoru Bermeditasi Bersama Naga Peliharannya
60
57. Kejatuhan Grup Renhard dan Kesombongan Tuan Renhard Berakhir
61
58. Ide Ming Ming
62
59. Berhasil Membujuk Peliharaannya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!