Sore harinya.
Sesuai dengan janjinya dengan Yoru, Khun menghampiri rumah Yoru.
Sesampai di rumah Yoru....
Tok....tok....
Khun mengetuk pagar rumah Yoru
Pengawal pribadi yang melihat Khun segera menghampiri dan menanyakan ada apa dia kemari. Dan bertanya kepada Khun apa tujuannya. Walaupun dirinya mengetahui jika itu adalah sahabatnya tuan kecil namun dirinya tetap mengikuti prosedur yang ada.
"Ada apa kamu ke sini nak?" tanya salah satu pengawal
"Saya mau belajar bersama sama Yoru, Pak," ujar Khun
"Siapanya Yoru kamu?" tanya pengawal
"Saya sahabatnya Yoru, Khun," jawab Khun
"Khun?" tanyanya. Para pengawal mengenal bocah labil tersebut yang mengaku bernama Khun. Untuk memastikannya, dia meraih handphone-nya dan melihat foto Khun.
"Apa ini kamu, nak?" memastikan sambil memperlihatkan foto tersebut.
"Ya itu saya, Pak," jawabnya
"Baiklah, kalau begitu. Nak, kamu boleh masuk," ucapnya sambil mempersilahkan Khun masuk ke dalam.
Khun berjalan masuk hingga masuk ke dalam mansion tersebut. Dia berjalan hingga ke ruang keluarga.
Di ruang keluarga, tampak bocah pemilik mansion terus menunggu seseorang. Sambil menampilkan muka yang cemberut karena orang tersebut masih belum menampakkan batang hidungnya. Khun yang melihat sosok Yoru yang membelakangginya segera menyapanya
"Hai, sob," ujar Khun
"Eh Khun," kata Yoru dengan kurang semangat
"Eh mengapa kamu lemas begini?" tanya Khun dengan khawatir.
"Aku membuat papi dan mami bersedih," ujarnya dengan raut wajah murung.
Khun yang mendengar perkataan Yoru cukup terkejut. Faktanya dirinya mengenal Yoru adalah Yoru tidak pernah membuat kedua orangtuanya bersedih bahkan selalu membuat keduanya tersenyum. Sehingga dirinya cukup kaget mendengar perkataan dari sobatnya ini.
"Mengapa, kok bisa kamu bikin papi dan mamimu bersedih?" tanya Khun.
Yoru terdiam karena pasalnya dia ingin memberi tahu kepad Khun perihal dia mengatakan "adik", tetapi dia tidak ingin kedua orangtuanya mendengar dan bersedih kembali.
"Aku tidak bisa Khun," ujarnya nada sedih
Disaat Yoru dan Khun berbincang-bincang, sebenarnya kedua orangtuanya Yoru mendengarkan ucapan anak kesayangannya melalui CCTV pengawasan.
"Sayang, bagaimana ini?" ujar mami Yoru pada saat dia mendengar anaknya bersalah.
"Kasian juga Yoru," ujar papinya.
"Apakah kamu mau mewujudkan keinginan anak kita,Pi?" tanya sang istri dengan lembut.
"Iya, Mi, Papi merasa kasian sama Yoru. Demi kita bahagia dia sampai rela berkorban untuk kepentingan melihat senyum kita," ujar suaminya.
"Iya Mami juga tidak tega, dia sangat ingin mempunyai adik," ujar maminya lagi.
"Papi akan berusaha lagi, ya, yang," jawab sang suami.
"Papi akan mencari dokter bagus, supaya sayangku bisa melahirkan lagi," ucapnya sambil mencium lembut kepala sang istri.
"Iya Mami mau, sayang," menyenderkan kepalanya ke dada bidang suaminya.
Yoru terdiam sejenak sebelum mengatakan lagi kepada Khun.
"Khun, bisakah kau membantuku untuk berteman?" tanya Yori dengan sedih
"Why?!" tanya Khun heran. Setahunya, Yoru sangat membenci relasasi dengan teman sebayanya. Sehingga kaget dengan perubahan Yoru. Dia merasa senang atau tidak atas perubahan aneh dari Yoru.
"Karena aku berjanji kepada mami dan papi untuk berteman," ujar Yoru.
"Jadi papi dan mamimu bersedih karena kau jarang berteman?" tanya Khun lagi.
"Iya, jadi aku berusaha membuat mami dan papi kesayanganku tersenyum lagi," ucap Yoru.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Khun dengan khawatir.
"Tidak apa-apa aku, demi kebahagiaan papi dan mami, aku akan mencobanya," cicit Yoru lagi.
Khun merasa kagum dengan sikap penyanyang Yoru. Di sekolah dia terlihat cuek dan dingin tetapi jika masalah papi dan maminya, anak itu langsung sekejap menuruti keinginan mami papinya meskipun dia tidak menyukainya bahkan membenci keinginan mami papinya. Salah satunya adalah mengikuti lomba cerdas cermat yang pertama dan terakhir Yoru ikuti bersama dengan dirinya. Dia hanya bisa mendukung sahabatnya.
"Baiklah Yoru, aku akan membantumu mendapatkan teman selain diriku," ujar Khun.
Ucapan sahabatnya membuat semangat Yoru tumbuh
"Terima kasih Khun, aku tidak akan melupakan dirimu, tenang saja," ucap Yoru dengan bahagia.
Yoru segera mengganti suasana dengan cepat. Dia tidak mau membuat papi dan mami ya mendengar dan kembali bersedih. Dia juga tidak mau membuat Khun kepikiran masalahnya. Cukup dirinya yang menanggungnya, batinnya.
"Khun, kamu kangen kan sama snack mamiku?" tanya Yoru dengan semangat
Khun pada awalnya kaget melihat perubahan dratis Yoru, hanya bisa mengikuti perubahan tersebut.
"Iya aku kangen dengan snack tante," cicit Khun.
"Mami dan aku bikin tadi siang, yuk cobakan," ujar Yoru
"Ayok!" ucap Khun.
Papi dan mami Yoru yang melihat di kamar mereka hanya bisa menangis dan tersenyum bahagia. Mereka sangat bersyukur karena mendapatkan anak seperti Yoru yang sangat perhatian kepada mereka. Sehingga apa punkeinginan Yoru selama masih dibatas mereka, mereka berusaha keras untuk mendapatkan agar Yoru juga bahagia.
Yoru menyuruh salah satu pelayannya mengambilkan snack yang sudah disiapkan dirinya bersama dengan mami kesayangannya.
Yoru segara menghidangkan di meja makan dan mengajak Khun untuk mencicipi buatannya bersama mami kesayangannya.
Khun yang juga ketepatan kelaparan segara mencobanya.
"Bagaimana Khun, apakah enak?" tanya Yoru was-was.
"Hhmm, ini enak sekali Yoru," ujar Khun
"Benar kan, mamiku bilang aku punya bakat masak," ujar dengan senyum bahagianya.
"Kalau begitu kita belajar," ajak Yoru
"Okey," sahut Khun
Mereka berdua menghabiskan waktu dengan belajar bersama. Yoru sangat telaten mengajari Khun sampai Khun bisa dan mengerti rumus fisika yang menurutnya itu rumit. Yoru mengajari dengan rumus yang lebih mudah dipahami untuk Khun. Terkadang mereka berdua tertawa atas kesalahan Khun.
Kedua orangtuanya melihat Yoru yang bahagia dengan keberadaan Khun, mereka hanya bisa pasrah dengan sikap terbukanya Yoru hanya untuk Khun saja. tetapi apa daya mereka tidak bisa memarahi dan memaksa anak semata wayangnya untuk berteman selain Khun. Mereka merasa hanya dengan Khun, Yoru merasa bahagia bersamanya. Sehingga mereka menyuruh Khun untuk sering berkunjung ke rumah mereka.
Mereka belajar hingga jam menunjukkan pukul 7 malam. Mami Yoru segera menghampiri anaknya dan Khun.
"Sayangnya Mami, Yoru, ini sudah malam. Khun pasti dicari orangtuanya" ucap maminya dengan lembut.
"Apa Mami?! Kok cepat ya? Yoru tidak kerasan. Khun besok jangan lupa ke sinilagi," ucap Yoru dengan nada terkejut.
"Oh iya snack mamimu mana?" Yoru menagih permintaannya kepada Khun.
Khun hanya bisa berkeringat dingin karena dia lupa memberi tahumamanya untuk membawakan snack kesayangan Yoru.
"Ingat juga dia," batin Khun
"Hehe, Yoru aku lupa, maafkan aku. Besok aku bawakan dobel deh," ucap Khun membujuk Yoru.
"Yahh..., padahal aku udah kangen sangat sama buatannya. Ya udah besok ya jangan lupa, double loh," ucap Yoru.
"Iya janji aku," kata Khun
Mami Yoru yang mendengar hanya tersenyum melihat tingkah lakunya anaknya yang menurutnya lucu.
"Mami, Yoru lapar," ucap Yoru.
"Ya sayang nanti Mami buatin makanan kesukaanmu," ucap maminya dengan mengelus rambut putra kesayangannya.
"Mami antar Khun dahulu ya sayang," ucap maminya.
"Ya Mami, Yoru tunggu Mami kok," ucap Yoru manja
Mami Yoru mengantarkan Khun dan membawakan camilan untuk Khun.
Di mobil mami Yoru
"Khun, kamu sering-sering mampir ya ke rumah kami, Yoru sangat senang bersamamu," ucap mami Yoru
"Iya Tante, Khun akan berusaha," ucap Khun
Rumah Khun tidak terlalu jauh dan sesudah sampai di rumahsederhananya Khun. Khun pamit dan masuk kerumahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
💯Fhashyafira✅
udah mampir nie 😁 salam dari
sekali seumur hidup
2023-07-28
2